Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Gagal Total


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa votes biar sekali-kali ngrasain dapat rangking 100 ke bawah🙏😊


💓


Dua hari berlalu, Setelah Ella keluar dari rumah sakit kemarin, malam ini Erik akan mengajaknya pulang ke Jakarta, Erik berjalan menuju pesawat pribadinya sambil menggenggam tangan Ella, dibawa istrinya itu memasuki pesawat mewah miliknya, karena kondisi Ella yang masih lemah, Erik langsung membawanya ke dalam kamar yang dulu dipakai tidur dengan istrinya, wangi bunga lily menyeruak saat Erik membuka pintu kamar, Ella menarik nafas dalam mencium wangi bunga kesukaanya itu, sambil memejamkan matanya.


“ Tidurlah kamu masih perlu banyak istirahat, ” perintah Erik yang masih mengenggam tangan Ella, dibawa istrinya itu duduk di tepi ranjang, Erik pelan-pelan merebahkan tubuh Ella.


“ Kenapa Mas ikut naik? ” tanya Ella saat Erik merebahkan tubuhnya di samping kirinya.


“ Mas kan juga lelah Yang, 2 hari merawatmu di rumah sakit, sekarang Mas juga butuh perawatan, termasuk perawatan itu, ” ucap Erik sambil melirik ke arah bawah miliknya, Ella yang mendengar ucapan Erik langsung menutup tubuhnya dengan selimut sampai ujung rambutnya, lalu membelakangi Erik.


“ Kenapa? Nggak mau dapat pahala, ” ucap Erik saat melihat tingkah laku istrinya itu.


“ Yang. Coba deh bayangkan! Ini akan jadi pengalaman cerita indah kita, jika kita benar-benar malakukannya di sini, bercinta di awan di malam hari, bayangkan! Indah bukan? ” rayu Erik dengan senyumnya, karena Ella dari tadi tidak kunjung membuka selimut yang membungkus dirinya.


“ Jangan gila deh Mas! ” ucap Ella yang masih di bawah selimut, tapi dia sedikit membuka ujung rambutnya.


“ Yang, bulan madu kita gagal total, masak kamu nggak mau memenuhi permintaan Mas, ” ucap Erik yang membuat Ella membuka selimutnya, lalu menatap wajah suaminya yang seperti menahan rasa sakit itu, dia sebenarnya sudah benar-benar sehat, tapi dia malas jika harus memenuhi kebutuhan Erik di dalam pesawat. Ella lalu mengalah. Dia membalikkan badanya menghadap Erik, membuat hidung mereka saling bersentuhan, Erik sudah menatap mata Ella menanti jawaban dari permintaanya. Ella lalu mencium bibir merah Erik, tapi dengan cepat melepaskannya membuat Erik mendesah kecewa.


“ Satu ronde saja! ” ucap Ella singkat yang membuat wajah Erik berbinar bahagia.


*****


Mereka mengakhiri kegiatan itu dengan berendam bersama di bathup, mereka tidak menyadari jika pesawat sudah landing 30 menit yang lalu, awak kabin juga tidak berani mengetuk pintu bos mereka.


“ Ternyata enak juga ya punya pesawat sendiri, ” ucap Erik sambil memainkan busa di punggung Ella yang tengah duduk menyandar di dadanya.


“ Iya nikmatilah! Ini yang terakhir naik pesawat pribadimu ini karena setelah ini aku akan segera menjualnya, ” ucap Ella yang membuat Erik berhenti memainkan busa yang menempel di tubuhnya.

__ADS_1


“ Nggak boleh! Please Yang jangan ya? ” ucap Erik memohon pada Ella.


“ Aku nggak suka Mas membeli sesuatu tanpa berbicara dulu denganku, Lala merasa tidak di anggap penting! ” ucap Ella pada suaminya yang masih menjadi sandaran tubuhnya.


“ Iya. Iya Mas janji habis ini Mas akan beli barang dengan izin kamu, ini yang terakhir, jangan dijual ya, ” Ella yang menoleh ke arah mata Erik merasa kasian, karena sepertinya suaminya itu sangat menyukai benda besi ini. Dia lalu beranjak dari bathup, berdiri di bawah guyuran air hangat.


“ Kamu sexy deh Yang, ” ucap Erik saat melihat Ella memeras rambutnya di depannya. Tanpa mempedulikan ucapan suaminya, karena dia tahu Erik sedang merayunya, Ella langsung mengambil handuk di sampingnya itu kemudian berjalan ke arah cermin yang ada di kamar mandi, sudah tidak kaget lagi melihat lehernya yang penuh dengan ******, dia hanya menggelengkan kepala karena suaminya itu tidak pernah insyaf untuk tidak membuat ****** di area terlihat.


“ Mas. Aku sudah berulangkali bilang padamu, jangan membuatnya di bagian leher, ” ucapnya sambil menatap Erik yang tengah membersihkan tubuhnya di bawah shower. Erik menghampiri Ella karena sudah menyelesaikan mandinya.


“ Iya Mas janji besuk tidak lagi, ” ucapnya mengalah karena tidak ingin ribut dengan istrinya.


“ Kamu nggak ingin membuat kiss mark di sini? ” tanya Erik sambil menunjuk dadanya yang sedikit berbulu itu.


“ Nggak mau! Lagian Mas tadi gimana sih! Bilangnya satu ronde tapi kenyataannya hampir 2 jam, ” gerutu Ella pada suaminya.


“ Itu karena Mas sangat merindukkanmu, tapi kamu juga menikmatinya kan? Bahkan kamu..., ” goda Erik sambil memeluk Ella dari belakang, jangan di tanya warna pipi Ella yang sudah berubah warna seperti rebusan udang yang baru diangkat dari panci.


“ Bagaimana bisa bosan, jika 5 menit tidak melihatmu saja Mas begitu tersiksa, ” jawab Erik.


“ Lebay banget sih, kaya orang lagi pacaran saja, ” cibir Ella sambil mencubit pipi Erik tapi dia masih tetap menghadap cermin, menatap wajah suaminya dari pantulan cermin.


“ Tubuhmu selalu membuat Mas ketagihan, bahkan Mas ingin selalu menyerangmu jika terus melihatmu seperti ini, ” Ella yang menyadari dia hanya mengenakan handuk, dia langsung melepaskan pelukan Erik, karena pasti ujung-ujungnya Erik akan kembali merebahkan dirinya di ranjang.


“ Ayo turun! Pesawat sepertinya sudah sampai di Jakarta, ” ajak Ella saat berhasil melepaskan diri dari pelukkan Erik, yang membuat Erik mendesah kecewa karena merasa hampa tanpa memeluk istrinya.


Mereka berdua keluar kamar, menatap ke arah pramugari yang tengah berdiri di pintu keluar. Namun, saat Erik akan turun dia melihat sekertaris kantor nya duduk menunggunya di anak tangga.


“ Yohan! ” ucap Erik kaget saat melihat sekertarisnya itu berada di sana.

__ADS_1


Yohan yang melihat Erik sudah keluar segera berdiri dan menghampirinya.


“ Pak Erik, bisa kita bicara sebentar, ” ucapnya yang membuat Ella bingung menatap suaminya, karena selama ini dia tidak pernah melihat ataupun mengenal Yohan.


“ Yang kamu duluan masuk mobil ya, ” ucap Erik lembut pada istrinya, sambil menunjuk ke arah mobil yang sudah terparkir di samping anak tangga, Erik lalu mengajak Yohan ke dalam pesawat.


“ Langsung saja ke inti kasian istriku jika terlalu lama menunggu, ” ucap Erik memperingatkan Yohan. Dia lalu menceritakan permasalahan yang tengah di alami di proyek rumah sakit di Australia, dia sudah panik takut bos nya itu akan meluapkan kemarahannya padanya, tapi jawaban Erik membuat Yohan bernafas lega tapi dia juga terbebani dengan tugasnya.


“ Kamu urus saja semuanya, sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, ” jelasnya pada Yohan.


“ Bapak harus datang ke sana! ” ucap Yohan memohon.


“ Untuk saat ini aku tidak bisa kemana-mana, istriku masih membutuhkanku, ” ucap Erik berbohong, padahal dia hanya tidak ingin berpisah dengan istrinya.


“ Aku yakin kamu isa mengatasi kedua curut itu, ” lanjutnya pada Yohan.


“ Tapi Pak... ” ucapan Yohan terpotong karena Erik menyela ucapannya.


“ Sudahlah Yo. Aku serahkan semuanya padamu, aku lelah ingin segera beristirahat, pakailah pesawat ini untuk mengantarmu ke Australia, aku takut istriku akan menjualnya, ” ucapnya pada Yohan, lalu segera pergi meninggalkan Yohan yang masih mematung di pesawat.


“ Kenapa Yang? ” tanya Ella saat Erik sudah berada di dalam mobil.


“ Nggak papa Cuma masalah kecil, besok juga sudah selesai, ” jawab Erik sambil mengemudikan mobilnya menuju apartemen.


Saat tiba di apartemen jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, mereka berjalan masuk ke dalam apartemen, Ella langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Erik tengah bermain dengan laptop dan ponselnya, mengecek semua laporan setelah beberapa hari dia tinggal berbulan madu. Erik segera menyusul istrinya saat jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, dia merapatkan tubuhnya di samping Ella, dan membawa Ella ke dalam pelukkannya.


“ I Love You, ” ucapnya lirih sambil memberikan kecupan hangat di ujung rambut Ella.


“ I Love You Too, ” ucap Ella tanpa sadar, walaupun matanya terpejam dia masih bisa membalas ucapan suaminya, di meringkuk di dada bidang Erik, membuat Erik tersenyum senang, karena saat ini Ella tengah melingkarkan tangan di pinggangnya, Erik pun terlelap di alam mimpinya dengan pelukkan hangat istrinya, dia pun memeluk Ella bagai guling yang bernyawa, hingga setelah beberapa jam terdengar samar-samar orang terisak di kamar mandi , dia meraba sisi kanan tempatnya tidur, ternyata tempat istrinya sudah kosong, Erik dengan cepat membuka mata dan beranjak dari tempat tidur, berjalan ke arah kamar mandi yang pintunya tidak tertutup itu.

__ADS_1


“ Hiks....hiks...hiks, ” terdengar suara Ella sedang menangis pelan sambil mengusap air mata yang memgalir pipinya, Ella masih menunduk tidak menyadari bahwa suaminya melihatnya dari pantulan cermin, Erik mendekat ke arah Ella berusaha menyentuh punggung Ella dan menenangkan istrinya, namun, yang ada Ella dengan kasar menghempaskan tangan Erik karena kaget dengan kedatangan suaminya.


Terimakasih sudah membaca karya saya yang jauh dari kata sempurna ini, jangan lupa untuk like dan votes serta comen positif ya.🙏👍😊


__ADS_2