Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Tiga Lelaki Dewasa


__ADS_3

Happy Reading, jangan lupa like, vote dan coment.👍😊


Selama ini, tubuh Ella diikat, dia tidak bisa melakukan apapun, dia mulai merasa haus dan kelaparan, karena dari kemaren siang perutnya belum terisi makanan apapun, perutnya juga masih merasakan kram, sesekali dia mengambil nafas dalam-dalam untuk meredakan kram diperutnya.


Anak buah penculik itu berjalan mendekati Ella, menatap lekat wajah wanita di depannya itu, Ella hanya diam tidak mau membuat mereka emosi agar dia bisa melindungi diri sendiri dan anaknya, setidaknya hingga suaminya datang menyelamatkannya.


“ Bolehkah saya minta minum? ” tanya Ella pada penculik di depannya, penculik itu merasa iba karena dari kemaren Ella tidak diberi makanan apapun. Dia lalu mengambilkan Ella minum dan kembali lagi berkumpul pada rekan dan bosnya.


Setengah jam berlalu, bos penculik itu kembali mendekati Ella, menyuruh Ella menelepon Erik lagi, setelah mendengar suara suaminya Ella merasa sedikit lega.


“ Mas Erik, ”


Namun, belum sempat Ella berbicara penculiknya sudah menyambar ponsel Ella.


“ Bagaimana tuan? Apa uangnya sudah disiapkan? ” Ella hanya diam karena tidak bisa mendengar jawaban dari suaminya. Dia hanya bisa mendengar perintah dari ketua penculik itu.


“ Antarkan uangnya ke dekat gudang di Jalan Merdeka 104, kamu masukkan uangnya ke tong bewarna kuning, setelah itu kamu harus langsung pergi, kalau kamu macam-macam...”


Bicara sampai sini, penculik itu manarik kuat rambut Ella dan membuatnya kesakitan, Ella tidak mau merintih hingga mengeluarkan suaranya saat penculik melakukan itu padanya, dia tidak ingin menambah kekhawatiran Erik, Ella sekuat tenaga menahan rasa sakit dan berusaha untuk tidak berteriak.


Penculik itu geram karena Ella tidak mau mengeluarkan suaranya, penculik itu merasa Erik tidak terancam dengam ucapannya, jadi dia langsung menggampar Ella dengan keras hingga membuat darah segar mengalir di sudut bibir Ella, rintihan Ella karena rasa panas di pipinya membuat penculik itu senang.


“ Sekarang saya hanya menggamparnya pelan, kalau kamu tidak mengirim uangnya, mungkin saya akan menendang perut istrimu biar anak kamu menghilang, ” ancam penculik itu.


Setelah mendengar ancaman itu, Ella tidak tau apa yang dikatakan Erik pada penculik itu, bos penculik itu melemparkan ponselnya di pangkuan Ella, dengan sambungan yang masih terhubung.


“ Sayang, tenanglah! Sabar ya, Mas akan segera menjemputmu, jangan lakukan apapun yang akan membuat nyawamu terancam, Mas akan datang ke sampingmu secepatnya, ” pesan Erik yang masih bisa didengar oleh Ella lalu sambungan itu terputus sebelum Ella berucap.

__ADS_1


Mendengar suara Erik yang panik membuat Ella merasa bersalah, dia hanya bisa meneteskan air matanya, harusnya dia kemaren menurut dengan Erik saat dia melarangnya pergi, penyesalan memang selalu datang terlambat.


Maaf Sayang, maafkan aku. Batin Ella.


Setelah mematikan telepon tiga penculik itu duduk di meja di depan ruangan Ella disekap, sambil merokok dan minum alkohol.


“ Bos apa yang akan kita lakukan jika uangnya sudah ada di tangan kita,” ucap penculik itu.


“ Apa lagi? ” dia melihat ke arah Ella dan membuat gerakan memotong lehernya.


Melihat gerakkan penculik itu membuat jantung Ella berdebar sangat cepat, dia sudah mengeluarkan keringat dingin, melihat penculik itu berjalan mendekati Ella, dia langsung berusaha menghindar untuk menjaga jarak agar tubuh penculik itu tidak menempel dengannya, baru ingin menghindar dagunya sudah ditekan, tangan kasar itu mengelus wajah lembut Ella, Ella berusaha menepis sentuhan tangan itu saat menempel dipipinya, tapi semua percuma karena tubuhnya telah diikat dengan kursi.


“ Bos. Apa nggak sebaiknya kita bersenang-senang dulu dengannya, lihatnya kulitnya, ” bos penculik itu hanya menoleh dan tersenyum smrik ke arah anak buahnya.


“ Jangan bertindak bodoh, turunkan tanganmu! ” ucap bos penculik itu, lalu penculik itu menjauh dari Ella.


Mereka bertiga masuk ke dalam gudang yang sudah tidak terpakai itu, Erik yang sudah berada di dalam gudang mencari-cari keberadaan Ella, dia melihat Ella di samping tiga penculik itu, hatinya miris melihat sudut bibir istrinya yang sudah mengeluarkan darah dengan rambut yang sudah berantakan.


“ Kamu selamatkan Lala, biar aku dan Haikal yang menghadapi penculik itu, ” perintah Damar yang sudah geram melihat keadaan Ella yang seperti itu.


Damar dan Haikal berjalan bersama, sedangkan Erik berjalan menuju arah yang berbeda untuk menyelamatkan Ella, penculik itu menatap kedatangan Damar dan Haikal dan segera mengambil kuda-kuda untuk menyerang.


“ Bodoh, mau cari mati kalian datang ke sini! ” teriak bos penculik itu.


“ Kalian yang nyari mati berurusan denganku, ” ucap Haikal, tapi tebak kan mereka meleset saat Erik sudah tinggal beberapa langakah dari Ella, bos penculik itu mengeluarkan pistol dari balik tubuhnya, lalu menodongkan pistol itu tepat di kepala Ella. Ella hanya menggelengkan kepalanya mengisyaratkan agar suaminya tidak lagi mendekat, tatapan memohon itu dapat Erik terima, dia tau Ella takut, tapi dia lebih takut lagi jika harus kehilangan istri tercintanya.


Damar dan Haikal mulai menyerang kedua anak buah penculik itu, jangan salahkan Damar jika mereka bisa saja mati ditangannya, karena Damar adalah petarung hebat sejak sekolah dulu, dan Haikal dia termasuk selain CEO dia juga mafia profesional di Singapura sana.

__ADS_1


“ Jangan mendekat, kalau tidak mau dia mati! ” teriak penculik itu, sambil melepas ikatan Ella dari kursi. Setelah lepas dia menarik Ella untuk berdiri dan perlahan mundur dari Erik. Erik yang melihat itu berusaha memikirkan cara untuk menyerang, tapi dia tidak mau istrinya terluka karena sama saja jika dia menyerang istrinya yang akan menjadi korbannya.


“ Saya sudah peringatkan tadi, jangan berbuat macam-macam, ” ucap penculik itu.


“ Lepaskan istriku, aku sudah menuruti dengan membawakan uang sesuai yang kamu minta, dan sudah mengantarkannya, sekarang tepati janjimu, ” jelas Erik.


“ Ceh. Nggak akan semudah itu, karena kalian sudah melihat wajahku, maka aku akan tetap menahannya, ” ucap bos penculik itu yang sudah emosi.


“ Lalu apa? Kamu mau minta uang lagi? Lepaskan istriku! ” teriak Erik yang sudah mulai terpancing emosinya.


“ Tentu saja membunuh kalian semua, ” ucap bos penculik itu.


Erik menatap wajah istrinya yang sudah mulai ketakutan, Ella menghela nafas panjang, berusaha mencari cara agar bisa terlepas dari penculik itu, dia berusaha sekuat tenaga menggigit tangan penculik yang melingkar di lehernya, digigitnya tangan itu dengan kuat, hingga membuat tangan bertato itu lepas dari leher Ella, dia langsung berlari mendekat ke arah suaminya, ingin segera berlindung di belakang punggung Erik,


“ Brengsek! ” ucap bos penculik itu lalu membidikkan pistolnya ke arah Erik dan segera menarik pelatuknya.


DOR !


Terdengar suara tembakkan menggelegar di gudang itu.


Penasaran nggak? Sama saya juga.😊


Terima kasih yang sudah ngasih vote, like, komentar.


🙏


Vote dan like lagi yuk, biar semangat ngetiknya.👍🙏😊

__ADS_1


__ADS_2