
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
.
.
.
Setelah Ella menyelesaikan mandi, Ella bergegas keluar dari kamar Erik, dengan menggunakan baju Erik yang terlihat kebesaran, hingga panjang kemejanya sampai lutut, Ella sudah menggenakan baju segera menghampiri Erik.
" Nggak punya hairdryer Yang? " tanya Ella berjalan mendekati Erik.
" Nggak ada Yang, " Erik lalu melihat penampilan Ella dari atas hingga bawah.
" Pakai celanamu! " teriak Erik.
" Jangan godain Mas, ntar kalau mas khilaf bagaimana! " Lanjut Erik sambil menyuruh Ella pergi.
" Ini sudah pakai Yang, " jawab Ella sambil menunjukkan celana pendek tipis yang tertupi baju kebesarannya, Erik yang melihat itu semakin sulit untuk menelan salivanya.
" Pakai celanamu tadi! Kalau nggak mau ganti, jangan salahkan Mas, jika akan menyerangmu sekarang juga, " ucap Erik masih dengan senyum mesumnya. Ella yang mendengar itu langsung berlari menuju kamar Erik.
" Iya, iya. Aku ganti sekarang, " ucap Ella sambil berlari menuju kamar Erik, Erik pun hanya tersenyum dan memegang dadanya.
Tingtung tingtung tingtung.
( Bunyi suara bel pintu apartemen ).
Erik yang mendengar bunyi bel pintu langsung berjalan menuju ke depan untuk membukanya.
" Mama, " ucap Erik kaget melihat mama Jihan didepannya.
" Ada apa kok kaget begitu? " tanya mama Jihan.
" Nggak papa kok Ma, kaget aja tumben ada tamu tak diundang, " ucap Erik sambil mengusap tengkuknya yang tidak gatal.
Mama Jihan berjalan masuk ke dalam apartemen Erik dan langsung duduk di sofa depan tv.
" Siapa yang datang Ya- " ucap Ella terpotong saat melihat mama Jihan sedang duduk di kursi depan tv.
" Lhah, ada calon menantu mama rupanya, " ucap mama Jihan sambil merentangkan tangannya menghampiri Ella.
" Hehehe iya Ma, tadi habis dari kampus mampir kesini, " ucap Ella masih dalam pelukan mama Jihan.
" Erik, bisa kamu jelaskan apa yang kamu lakukan dengan Ella, kenapa Ella memakai bajumu, kenapa rambut Ella basah begini, jangan -jangan kamu, " tanya mama Jihan bertubi- tubi, namun sejenak menghentikan pertanyaannya lalu menutup mulutnya, Erik yang mendengar itu hanya tersenyum.
" Iya Ma, Erik nyicil bikin cucu buat Mama, " ucap Erik dengan candanya.
__ADS_1
" Awas kamu ya Rik, kalau macam-macam, nggak direstuin sama mas Danu baru nangis nanti kamu, " ucap mama Jihan sambil menjewer telinga Erik.
" Ampun- ampun sakit Ma, nggak coba- coba deh, paling peluk- peluk gemes saja, ya nggak Yang, " ucap Erik meminta dukungan ke Ella.
Ella yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
" Tadi itu Ella masak Ma, trus diganggu sama mas Erik sampai baju dan rambut Ella kotor semua, jadi Ella mandi sekalian, " jelas Ella, mama Jihan hanya tersenyum mendengar penjelasan Ella, karena selain cantik dan pintar Ella ternyata juga bisa masak.
" Ayoh, mendingan Mama makan masakan calon menantu Mama ini, " ucap Erik menarik tangan mama Jihan menuju meja makan.
" Waw sepertinya enak, ini Ella semua yang masak, " tanya mama Jihan.
" Iya Ma, tapi nggak tau rasanya, heheheh, " ucap Ella sambil menyerahkan piring ke mama Jihan.
" Ambilin Yang, " Ella yang mendengar perintah Erik langsung mengambilkan makanan di piring Erik.
" La, nanti kalau sudah nikah jangan kaget ya liat kelakuan Erik yang super manja ini, " ucap mama Jihan.
" Dia ini anak bontot Mama jadi apa- apa masih minta bantuan Mama, sudah SMA aja makannya masih minta disuap, celana dalam aja masih nyuruh nyarikan Mama, " lanjut mama Jihan
" Oh...ya?" tanya Ella heran.
" Ma...udah Ma jangan bongkar lagi, nanti Lala nggak mau nikah sama Erik, " ucap Erik dengan sedikit kesal mendengar cerita mamanya.
" Kamu rencana kapan mau nikah sama Erik Sayang, " tanya mama Jihan.
" Ow.. gitu ya, berarti masih lama dong Mama nambah cucunya, " ucap mama Jihan, Erik dan Ella pun saling memandang.
" Mama minta saja sama Mas Bima, " ucap Erik sambil memandang mamanya.
" Kamu kan tau kakak ipar mu sudah tidak bisa hamil lagi, " ucap mama Jihan.
" Oke nanti Erik nyicil bikin cucu cowok buat Mama, " ucap Erik dengan candaannya sambil melirik ke Ella.
" Mas,,,jangan mesum! " teriak Ella.
" Iya- iya Mas becanda kok, " jawab cepat Erik.
" Mama pengennya kamu segera nikah, biar mama cepat -cepat dapat cucu cowok, " ucap mama Jihan.
" Doain aja Ma, biar Lala mau cepat- cepat nikah sama Erik, tanpa harus nunggu kuliahnya selesai, " ucap Erik dengan melirik lagi ke arah Ella.
Ella yang mendengar itu hanya terdiam memikirkan perkataan mama Jihan.
" Udah nggak usah difikirkan, yang penting mama maunya kamu yang nanti akan mendampingi Erik, " ucap mama Jihan.
" Mas praktik jam berapa hari ini, " ucap Ella mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
" Jam lima sore Yang, "jawab singkat Erik.
" Mama mau Erik antar sekalian nanti? " tanya Erik.
" Nggak usah, di bawah ada Pak Bejo kok, Mama bentar lagi juga mau pulang, mau ada arisan tempatnya Bu Wina, " ucap mama Jihan, Erik hanya mengangguk mendengar ucapan mamanya.
" Baiklah, kalau begitu kan Erik jadi bisa tidur sebentar, " ucap Erik yang sudah menuju sofa depan tv.
" Ya udah, karena sudah selesai makan Mama pulang dulu ya, sudah kenyang soalnya sama masakan calon menantu Mama, " ucap mama Jihan sambil tersenyum kearah Ella.
" Awas jangan macam-macam kamu ya Rik, " ucap mama Jihan, saat akan keluar dari pintu apartemen. Erik hanya tersenyum sambil menutup pintu, lalu menghampiri Ella yang sedang mencuci piring di dapur lalu melingkarkan tangannya di perut Ella.
" Tangannya tolong dikondisikan Yang, geli tau nggak sih! " peringat Ella.
" Five minutes please! " pinta Erik.
Ella hanya bisa menurut dan menyelesaikan cucian piringnya.
" Ayo, Ella sudah selesai ini, " Ella pun berjalan dengan Erik yang masih memeluknya dari samping, kemudian Ella duduk di sofa depan tv.
" Kita ke KUA sekarang yuk, " tawar Erik.
" Ngapain? "
" Nikah, Mas nggak bisa jauh- jauh darimu, berat tau nggak Yang, " ucap Erik.
" Hehehe gombalan receh, katanya mau tidur, sana buruan tidur, " ucap Ella mengusir Erik dari samping duduknya.
" Tidurnya sambil meluk kamu boleh? " tanya Erik.
" NO " tolak Ella keras.
" Ya udah mas tidur dipangkuanmu saja, " ucap Erik lalu merapikan paha Ella dan tidur dipahanya.
" Manjanya.." ucap Ella pelan lalu mengusap lembut rambut Erik, sampai Ella tertidur dengan posisi duduk.
Sampai jam setengah lima sore keduanya pun terbangun, lalu Erik bergegas mandi, karena sudah waktunya prektek.
" Riz... saya terlambat tiga puluh menit ya, " ucap Erik yang sedang menelephone asistennya, tak lama telephone pun di tutup.
" Apa aku naik taksi saja Mas, " tawar Ella.
" Nggak, Mas mandi sebentar habis itu Mas antar kamu dulu, " ucap Erik lalu menuju kamarnya.
Erik melajukan mobilnya mengantar Ella sampai di depan rumah, lalu Erik segera pamit dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit, sampai di rumah sakit Erik sudah disambut oleh dua puluh pasien yang sudah menunggu, selama satu tahun praktik Erik sekarang menjadi dokter favorit para ibu hamil, karena selain tampan Erik mudah diajak komunikasi, dan detail dalam menjelaskan kondisi pasiennya.
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like, vote, coment ya.😊🙏
__ADS_1