Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
L D R


__ADS_3

Maaf ini saya bikin sudut pandang Ella ya!


Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


POV ELLA


Bulan ke dua aku koas, Mas Erik berkunjung ke Surabaya selama tiga hari, tepatnya di apartemen yang di sewa kak Damar untukku. Dia masih sama seperti biasanya cerewet dan pastinya romantis, aku merasa dia lebih menyayangiku, setelah dua bulan berpisah, dia sering mengucapkan kata- kata romantis alias gombalan recehnya yang selalu membuatku tertawa dalam hati. Hari ini Mas Erik sudah akan kembali ke Jakarta dan aku mengantarkannya ke bandara Juanda sore ini,


" Sampai ketemu di Jakarta ya, dua bulan lagi, " ucapnya memberitahuku, Mas Erik sekarang sudah tidak mengajar lagi di kampus UI, dia hanya fokus pada rumah sakit yang ia pegang dan membantu kak Bima bila sedang kualahan, mengingat Mas Erik yang juga memiliki saham disana.


" Iya sampai jumpa Sayang, " ucapku sambil memeluknya, ntah kenapa perpisahan kali ini tidak terlalu berat seperti saat kita berpisah untuk pertama kalinya. Mas Erik menciumi seluruh wajahku dan terakhir mencium bibirku, aku pun tersenyum menatapnya.


" I Love You, jaga dirimu, makan yang teratur ya, " ucapnya memperingatkan ku.


" I Love You too , kamu juga ya, " balasku sambil melepaskan pelukannya.


" Bye assalamu'alaikum " ucapnya.


" Wa'alaikumsalam." balasku. yang masih menatapnya hingga tak terlihat punggungnya.


Aku langsung berjalan meninggalkan bandara itu, mencari taksi dan segera pulang ke apartemen, setelah sampai aku segera mandi dan membersihkan apartemen yang sudah berantakan, karena ulahku dan Mas Erik.


Setelah selesai, aku merebahkan tubuhku sambil menunggu telephone dari Mas Erik, ku tengok jam di dinding, sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


" seharusnya dia sudah sampai, " ucapku lirih. karena tak sabar menunggu akhirnya aku berinisiatif untuk menelephone nya.


" Kok belum aktif, " ucapku yang mulai khawatir. Nggak tau kenapa perasaanku nggak karuan, takut terjadi apa- apa dengan pesawat yang ditumpanginya. Karena lelah menunggu akhirnya aku pun tertidur. Hingga keesokkan harinya aku terbangun karena bunyi ponsel di sampingku.


" Hmmm..." ucapku sambil menatap layar ponsel didepanku, terlihat wajah calon suamiku yang belum mandi.

__ADS_1


" Sudah bangun Yang, ayo bangun buruan siap-siap tugas, " ucapnya menyemangatiku


" Iya Sayang, kenapa baru telephone, semalam aku tungguin tau nggak, "ucapku memarahinya


" Iya maaf, Mas ketiduran semalam, Mas lupa nyalain ponsel, " ujarnya menjelaskan kepadaku.


" Mas ke rumah sakit jam berapa? " aku melirik jam masih jam enam pagi.


" Nanti jam 8 kok, kenapa? " tanyanya


" Nggak papa kok, cuma mau pesan saja jangan lirik sana- sini ya, " peringatku padanya


" Nglirik pun semua perawat dan staf juga sudah tau kalau Mas itu hanya milikmu, " ucapnya.


" Siapa tau kan ada yang mau merebut Mas dariku, kita kan nggak tau Mas, apalagi sekarang lagi musim pelakor, " ucapku menasehatinya.


" Ini hloh!, ada cincin di jari manisku, mana mungkin ada yang berani mendekatiku, " teriakku sambil menunjukkan cincin ke depan kamera. Mas Erik pun hanya tersenyum senang.


" Yang, WO nya sudah dapat, aku dapat rekomendasi teman kuliah Mas dulu, " ucapnya memberi tau ku.


" Baiklah, tinggal Mas saja yang mengatur kan aku sudah memberitahukan bagaimana konsepnya, " ucapku.


" Oke dech, pokoknya sesuai keinginan Nyonya Erik, " ucapnya yang diselingi candaan.


" Udah dulu ya Yang, mau mandi terus siap- siap ke rumah sakit, " ucapku karena sudah hampir setengah tujuh.


" Nandinya nggak mau Mas temani saja nih, " candanya sambil tersenyum ke arahku.


" Nggak mau, ntar saja kalau sudah halal, kita mandi bareng, " balasku.

__ADS_1


" Ok baiklah aku pegang ucapanmu, " ucapnya. Aku hanya tersenyum jahil ke arahnya.


"Oke hati- hati ya, I Love You and I Miss You, " lanjutnya.


" I Love You too Sayang, " balasku.


" Nggak kangen sama Mas, " tanyanya.


" Nggak kemaren sudah diobati, " ucapku sambil terkekeh.


" Okay, assalamu'alaikum " ucapnya memberi salam.


" Wa'alaikumsalam, " balasku lalu segera menutup panggilan video itu dan bergegas mandi.


Seringnya komunikasi dan saling percaya adalah kunci hubunganku dengannya saat ini, hal sepele pun sering Mas Erik tanyakan, setelah selesai mandi aku bersiap- siap akan kerumah sakit tempat aku praktek. rumah sakit ini adalah salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya, tinggal sendiri tanpa saudara dan sahabat awalnya begitu berat karena bertemu dengan orang- orang yang belum aku kenal, tapi setelah aku seminggu disini aku berteman dengan dewi teman seperjuanganku tapi dia berasal dari Surabaya juga, dan dokter pembimbingku yaitu dokter Agnes, dia masih muda cantik dan pintar tentunya. masa praktekku kurang dari dua bulan lagi. aku pun semakin tak sabar, karena sebulan setelah koas Mas Erik mengajakku menikah, tanpa harus menunggu empat bulan lagi, aku pun menyetujui permintaannya, karena aku juga merasa kasihan karena Mas Erik sudah terlalu lama menungguku.


Hari ini aku begitu sibuk, karena hari senin dan kebetulan banyak pasien masuk, aku pun tak sempat menerima telphone dari Mas Erik, padahal aku tau dari tadi ponsel dilaciku berbunyi. aku hanya bisa membalasnya lewat pesan saja.


📤***baru banyak pasien sayang, i miis you😘


📥ok jangan lupa makan siang, i miis you too*😍😘**


Hanya itu balasan darinya, dan seperti itulah kebiasaanku dan Mas Erik kita saling mengingatkan, saling mengerti dan memahami satu sama lain. hampir tiga tahun aku bersamanya aku cukup paham apa yang disukai dan tidak disukainya.


Hari ini aku pulang praktik jam lima sore, aku pun berniat menelphone Mas Erik, tp akhirnya aku urungkan karena mengingat ini jam praktiknya.


Hari -hari pun aku lalui hanya dengan melihat dan mendengar suaranya, tak dapat menyentuhnya apalagi merasakan pelukkannya. setiap akan tidur biasanya ia akan menelphone ku menceritakan kegiatan seharian saat dirumah sakit, aku pun sama halnya dengan Mas Erik, dan setiap pagi dia selalu membangunkan aku dengan ocehannya, mungkin seperti itu nanti jika kita sudah berumah tangga dia akan lebih dominan terhadapku, dan mungkin aku akan sering mendapatkan omelan darinya setiap hari darinya, ini adalah kisah Ldr aku yang aku jalani selama tiga bulan ini, aku selalu bersyukur mempunyai pasangan seperti dia, tampan, setia, romantis, pengertian, dokter lagi, pokoknya yang kebanyakan wanita inginkan ada didirinya. aku selalu merindukannya saat aku berada jauh darinya, dan aku bisa dibuat jatuh cinta berkali-kali olehnya.


Terimakasih sudah memberi dukungan, jangan lupa like, vote dan coment ya biar saya semangat buat ngetik part nya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2