Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Tersenyum Di Tengah Cobaan


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa vote dan likenya ya👍😊


.


.


.


Setelah melihat suaminya masuk ke dalam sel, Ella segera keluar untuk menemui Damar dan Yohan, meminta Yohan untuk mencarikan penginapan di dekat polsek.


Sampai pukul 3 siang Ella baru mendapatkan penginapan yang tepat, dan dekat dengan tempat Erik ditahan. Pikirannya masih memikirkan cara agar bisa membebaskan Erik secepatnya.


“Ibu tidak usah khawatir, saya sudah menyerahkan buktinya, jika Pak Erik tidak sepenuhnya bersalah,” ujar Yohan saat melihat Ella yang sedang melamun.


“Jika bukti yang saya berikan itu benar, Insya Allah pak Erik akan segera bebas, paling lama satu minggu lagi,” lanjut Yohan.


Ella mengalihkan tatapannya ke arah assistan Yohan, dia yang sudah bekerja keras selama ini untuk mencari bukti, meski pekerjaannya sedikit lama, tapi Ella yakin jika Yohan juga sudah kesusahan mencari semua buktinya.


Damar yang melihat Ella bersedih semakin tidak tega, Damar berniat membawa Ella ke dokter kandungan, tapi yang ada Ella selalu menolak dari tadi, dia bilang bahwa dia baik-baik saja.


“Jangan seperti ini, jangan sampai Erik menyalahkan Kakak karena sudah membawamu ke sini, kamu dan anakmu harus baik-baik saja,” ucap Damar sambil membawa susu hamil untuk adiknya.


“Aku nggak papa Kak! Jangan terlalu mengkhawatirkan diriku, aku hanya merindukkan Mas Erik,” ucap Ella sambil tersenyum ke arah Damar.


“Istirahatlah, besok kamu bisa bertemu lagi dengannya.” Ella mengangguk saat mendengar ucapan Damar.


“Kakak kalau mau pulang ke Jakarta, pulanglah dulu Kak, aku masih ingin di sini, mungkin sampai Mas Erik keluar,” ucap Ella yang akan beranjak dari duduknya.


“Iya kemungkinan Kakak harus pulang nanti malam, karena besok ada rapat penting,” ucap Damar sambil melihat raut wajah adiknya.


“Tapi Ibu jangan khawatir, saya menginap di kamar depan kok, jadi kalau ada apa-apa tinggal ketok saja pintunya,” sahut Yohan yang sebenarnya juga khawatir dengan kondisi Ella. Dia lalu berpamitan pada Ella dan Damar karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


Setelah kepergian Damar dan Yohan, kini Ella berada di kamar sendiri, dia masih terus memikirkan suaminya. Meski Yohan selalu berkata jika suaminya akan segera bebas, tapi Ella masih belum yakin dengan ucapan Yohan itu, mengingat anak yang dianiaya suaminya itu termasuk orang berpengaruh di Bali.


Ella menatap pemandangan indah dari dalam kamarnya. Pemandangan malam hari yang hanya terlihat lampu yang menyala bergantian, perutnya terasa lapar, beruntungnya tadi Yohan menyiapkan segala keperluannya, termasuk berbelanja kebutuhan rumah. Mungkin dia tahu jika Ella akan di Bali sedikit lama dari yang dia pikirkan.


Setelah selesai memasak Ella sengaja memanggil Yohan untuk datang ke kamarnya, karena dia tidak akan habis untuk memakan makanan yang sudah dia masak tadi.

__ADS_1


Mereka makan berdua di meja makan tempat Ella menginap, Yohan yang awalnya sedikit canggung, lama kelamaan bisa mencairkan suasana. Namun, seketika hanya terdengar suara sakkan dari bibir Ella.


“Apa Mas Erik bisa makan dengan baik Pak?”


“Tenanglah Bu! Besok Ibu bisa mengirimkan makanan yang enak untuk Bapak, pasti bapak akan sangat menyukainya,” ucap Yohan menghibur Ella.


“Bolehkah seperti itu Pak? Kalau boleh besok aku akan mengantarkan makanan kesukaan Mas Erik, tolong Bapak besok carikan kepiting segar di pasar ya!” ucap Ella sambil menghapus airmatanya. Yohan hanya mengagguk sebagai jawaban.


Setelah menyelesaikan makan malamnya dengan Yohan, Ella segera meminta Yohan untuk keluar dari penginapannya, tidak enak juga menahan pria itu di kamarnya.


“Ingat ya Pak, kepitingnya yang segar!” peringat Ella saat melihat Yohan hendak pergi.


“Siap Bu!” jawabnya singkat lalu melanjutkan jalannya yang tadi sempat terhenti.


*****


Pagi ini tepat pukul 8 pagi Ella sudah siap dengan membawa kepiting lada hitam dan nasi. Dia juga sudah terlihat rapi dan siap untuk menemui suaminya. Dia berjalan pelan setelah memasuki area kantor polisi, dia harus menyiapkan hatinya agar tidak menangis, saat di depan suaminya karena itu pasti akan membuat suaminya semakin terbebani.


Jantungnya berdegup kenjang saat polisi menyuruhnya menunggu di ruangan yang sudah di sediakan, rasanya seperti jatuh cinta untuk pertama kalinya dengan Erik. Tak lama bibirnya terangkat saat melihat Erik sudah keluar dari ruangan yang tidak ingin di ucapkannya itu.


“Hai,” sapa Ella tersenyum manis saat melihat kedatangan Erik.


“Nggak akan capek, Mas makan dulu gih,, aku bawain kepiting kesukaanmu,” tawar Ella sambil menyodorkan kotak bekal yang tadi dia bawa.


“Mas sudah makan tadi, kamu saja yang makan,” ucap Erik yang menolak makanan dari istrinya.


“Makan lagi juga boleh kok, biar tubuh Mas berisi lagi, sini biar aku suapin,” ucap Ella sambil membuka bekal makanannya. Erik hanya bisa menatap wajah istrinya itu, dia sebenarnya juga merindukan masakkan istrinya ini sejak lama, tapi dia bisa apa? tapi sekarang seperti mimpi Ella datang ke ruang tahanan, mengantarkan makanan kesukaannya, dia merasa beruntung memiliki wanita seperti Ella, karena tidak meninggalkannya saat dia sedang berada dalam kesulitan.


Ella tersenyum saat melihat Erik mau memakan masakkannya dengan lahap. Dia terus menatap suaminya, yang lebih memilih memakan makanannya sendiri itu.


“Apa Mas lupa dengan rasa masakkanku?” tanya Ella. Erik hanya menggelengkan kepala sambil menundukkan kepalanya.


“Mas nggak akan pernah melupakan rasa masakkanmu,” ucapnya sambil perlahan menaikkan wajahnya.


“Makanlah!” ucap Erik sambil menyodorkan daging kepiting ke depan mulut Ella. Ella pun menerima suapan itu, lalu mencoba tersenyum ke arah Erik, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tidak akan menangis saat menemui suaminya. Tak lama Ella tersedak karena memikirkan kesedihan yang dialaminya, akibat kebodohan Ella yang tidak membawa minuman akhirnya Erik harus berlari ke arah dapur untuk meminta air mineral.


“Pelan-pelan dong Yang,” ucap Erik sambil membuka tutup botol itu. Ella segera menerima dan meminum air mineral yang Erik berikan tadi hingga habis setengahnya, lalu memberikan kembali pada Erik.

__ADS_1


“Aku sudah nggak papa, lanjutkan makanmu, maaf menganggu,” ucap Ella sambil menampilkan senyumnya.


Erik yang semula duduk di depan Ella, kini dia sudah pindah berada di samping Ella. Sambil melanjutkan acara makan pagi keduanya.


“Kamu masih minum susu kan?” tanya Erik memulai season introgasinya.


“Kalau ingat saja.”


“Bentar lagi ya, kamu bersabarlah!” ucap Erik sambil mengenggam tangan Ella.


“Aku akan bersabar, asal kamu tidak menyuruhku pergi aku akan tetap berada di sampingmu,” ucap Ella yang sudah berada di pelukan Erik. Erik yang sudah menyelesaikan makananya, bersiap memeluk dan memanjakan istrinya itu meski hanya sebentar. Dia memeluk Ella erat, begitupun dengan Ella yang membalas pelukkan Erik, dia merindukan tidur di pelukan suaminya, belaian suaminya yang setiap malam dia rasakan.


“Hmm... Jangan tidur di sini Yang, bisa-bisa nanti kamu di bawa masuk ke sel,” canda Erik saat Ella mulai memejamkan matanya.


“Biar saja, asal aku masuknya bersamamu,” jawab Ella yang masih menikmati pelukan Erik.


“Aku merindukanmu,” bisik Erik di telinga Ella.


“Doakan Mas ya!” bisiknya lagi. Ella hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, lalu menatap ke arah wajah suaminya.


“Aku mencintamu,” ucap Ella tiba-tiba sambil menatap mata Erik.


“Tapi aku kecewa dengan sikapmu yang menyembunyikan kadaanmu, kemarin,” lanjut Ella.


“Maaf, Mas tidak ingin kamu khawatir, dan itu akan menganggu perkembangan anak kita nantinya, hanya itu alasan Mas, percayalah!” ucap Erik menjelaskan.


“Kamu tahu aku lebih khawatir jika kamu pergi tanpa kabar, aku berpikir bahwa kamu sudah mendapatkan istri baru yang lebih baik dariku,” ucap Ella.


“Itu tidak akan mungkin, karena aku tidak akan bisa menggantikan posisimu dengan wanita manapun.” Ella tertawa mendengar ucapan suaminya. Erik yang melihat itu merasa senang karena sejak pertemuannya kemarin, Erik belum melihat senyum dari istrinya.


Seperti kejutan saat melihat senyum Ella di tengah cobaan yang sedang mereka jalani.


.


.


Insya Allah lanjut nanti lagi...

__ADS_1


Tapi jangan lupa untuk votenya ya...😜


__ADS_2