
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
POV AUTHOR
Ella pun segera memarkirkan mobilnya saat tiba di rumah sakit, dia berjalan menuju ruang rawat inap Kenzie. malam ini, Ella berniat ingin bermalam lagi dirumah sakit, Ella merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Kenzie.
" Assalamu'alaikum, " ucap Ella saat masuk ke ruang rawat inap Kenzie.
" Wa'alaikumsalam, " ucap Nindi hanya menoleh ke arah Ella lalu kembali fokus pada ponselnya.
" Dari tadi dia tidur, bangunin saja La, " ucap Nindi.
" Biarkan saja, biar dia istirahat, " ucap Ella mengecilkan suaranya agar tidak mengganggu Kenzie.
" Kamu mau tidur sini kan La? "
" Iya, kasian Zie nggak ada yang menemani. "
" Aku mau pulang ya, takut ganggu nanti, " ucap Nindi.
" Apa maksudmu? " ucap Ella yang siap menerkam nindi hidup- hidup.
" Aku harus membersihkan apartemenku, karena lusa orangtuaku akan berkunjung kesini, " ucap Nindi menjelaskan, Ella pun hanya menghela nafas panjang.
" Tau gitu tadi aku nggak kesini, " ucap Ella merutuki kelakuannya sendiri.
" Kamu pulang saja La, aku nggak papa kok disini sendiri, " ucap Kenzie yang ternyata sudah bangun dan mendengarkan pembicaraan kedua gadis itu.
" Heh... " kaget Ella. " nggak kok Zie, aku temani kamu saja disini, tadi aku sudah pamit sama bu Lusi. " ucap Ella. lalu mendekat ke arah Kenzie.
" Apa kamu lapar? " tanya Ella
" Nggak kok, tadi sudah makan sama makanan rumah sakit, " jawab Kenzie.
" La, aku duluan ya, sudah malam soalnya, " ucap Nindi.
" Baiklah, aku tadi bawa cake ambillah kalau kamu mau? " tawar Ella sambil menatap Nindi.
" Ini sudah, " ucap Nindi menunjukkan bungkus cake yang dibawa Ella. Ella pun tersenyum menatap Nindi yang paling cepat kalau soal makanan.
Setelah Nindi pergi kecanggungan pun terjadi antara Ella dan Kenzie, mereka terdiam cukup lama, tenggelam dalam pikiran masing- masing. Ella mau tidur pun juga belum bisa karena tadi dia tertidur cukup lama saat di rumah, sedangkan Kenzie juga baru bangun tidurnya. Tak lama Kenzie mencoba memecah kecanggungan yang ada.
" Makasih ya La, sudah bawa aku ke rumah sakit, " ucap Kenzie .
" Nggak usah berterimakasih, karena ini juga kesalahanku, seharusnya aku yang meminta maaf padamu, " ucap Ella menjelaskan pada Kenzie.
__ADS_1
" Sudahlah, jangan merasa bersalah seperti itu, " ucap Kenzie menatap Ella tajam. Ella pun hanya tersenyum tipis, mereka akhirnya mampu mencairkan suasana dengan obrolan- obrolan kecil dan candaan.
" Re, masihkah hatimu tertutup untukku?, apakah sudah tidak ada kesempatan lagi buatku untuk memilikimu, " tanya Kenzie tiba- tiba, Ella pun sedikit kaget dengan pertanyaan Kenzie, dia memikirkan ucapan Kenzie.
" Izinkan aku mengobati luka hatimu Re, biarkan aku menggantikan kenangannya dangan kenangan- kenangan kita, " lanjut Kenzie menatap Ella yang masih terdiam.
" Baiklah, kalau memang tak ada kesempatan lagi untukku, aku akan mencoba menghilangkan perasaanku padamu tapi berikan aku waktu selama yang aku mampu, " ucap Kenzie menatap wajah Ella dengan tatapan sendu.
" Aku kira kamu orangnya kuat Zie, " ucap Ella.
" Ternyata hatimu seperti hello kitty hahaha, " canda Ella memecahkan ketegangan, Kenzie pun hanya tersenyum tipis karena Ella tak menanggapi ucapannya.
" Zie, memang sulit bagiku untuk melupakannya, tapi aku juga berusaha supaya dia tidak hadir dalam pikiranku, aku nggak tau kapan ini akan berakhir, " ucap Ella dan meraih tangan Kenzie mencoba mencari ketenangan hatinya.
" Tapi aku janji Zie, setelah ini aku akan mulai belajar mencintaimu, menggantikan dirinya dengan dirimu, kenangannya dengan kenangan kita nantinya, " ucap Ella sambil menatap Kenzie.
" Benarkah Re? berarti kesempatan itu masih ada? " ucap girang Kenzie, Ella pun hanya mengangguk.
" Jadi bolehkah aku mulai mendekatimu mulai sekarang, " tanya Kenzie tersenyum bahagia.
" Bukankah dari setahun yang lalu kau sudah mulai mendekatiku? " ucap Ella enzie pun hanya tertawa.
" Aku janji Re, setelah mendapatkan hatimu aku tidak akan mengkhianatimu, apalagi meninggalkanmu, aku akan selalu mencintaimu re, " ucap Kenzie
" Aku tidak suka di janjikan, aku lebih suka melihat pembuktian, " ucap Ella menyindir.
" Silahkan saja kalau bisa, " ucap Ella dengan tertawa.
" O, ya aku tadi bawa cake kesukaanku, apa kau mau mencobanya, ? apa kau alergi keju? " tanya Ella yang menawari cake pada Kenzie.
" Aku akan mencoba menyukai setiap apa yang kamu sukai, dan aku tidak alergi keju, aku hanya alergi udang dan ikan yang tidak dimasak saja, ingatlah itu! heheheh, " ucap Kenzie dengan tersenyum.
" Baiklah, akan selalu ku ingat, demi kamu agar dirimu senang, " ucap Ella Kenzie pun tertawa keras.
" Terimakasih ya Re, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, " ucap Kenzie
" Kita serahkan saja sama Allah, semoga apa yang kita inginkan itulah takdir kita, " ucap Ella, Kenzie hanya mengangguk.
Malam itu Ella memutuskan untuk menggantikan Erik dengan laki- laki di hadapannya itu, Ella bersedia membuka hatinya untuk Kenzie setelah setahun lebih mengenalnya.
" Semoga memang ini satu- satunya jalan yang diberikan oleh Allah untuk aku bisa melupakannya, walau aku tau tak akan bisa sempurna menghilangkannya dari hatiku, " batin Ella sambil menatap Kenzie.
Malam pun semakin larut namun sepasang manusia itu masih asyik dengan cerita- ceritanya, Ella pun akhirnya memutuskan ceritanya ketika melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Dia menyuruh Kenzie istirahat supaya kondisinya cepat pulih, Ella pun ikut merebahkan dirinya di sofa rumah sakit, dia takut sebenarnya tidur satu ruangan dengan laki- laki yang belum menjadi suaminya, namun akhirnya dia terlelap karena rasa kantuk yang mendera.
Dering suara ponsel membangunkan Ella, dia segera mencari dan menggeser tombol hijau pada ponsel tersebut, supaya tidak menganggu Kenzie yang masih terlelap.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum ayah, " ucap Ella saat melihat layar ponselnya menampilkan wajah laki- laki tua tersebut.
" Wa'alaikumsalam nak, sudah berapa lama kamu tidak menelepon ayah? apa kamu tidak merindukan ayahmu yang sudah tua ini, " sindir ayah diujung telepon.
" Lala nggak mau tersiksa mendengar ocehan ayah karena merindukanku, bisa-bisa aku langsung terbang ke jakarta, " jawab Ella.
" Kamu lagi di rumah sakit? siapa yang sakit? " ucap ayah Danu setelah memperhatikan ruangan sekitar Ella.
" Iya, yah ada teman Lala yang sakit, " ucap Ella sambil melirik Kenzie yang masih tertidur di ranjang.
" Bolehkah ayah berkenalan dengan temanmu? " ucap ayah Danu
" Hehehe... maaf yah dia masih tidur, "ucap Ella.
" Baiklah kalau kamu tidak mau mengenalkannya pada ayah, ayah nggak akan merestui kalian. " canda ayah Danu.
" Ayah,,, " ucap Ella dengan manja " tu liat kan " ucap Ella sambil mengarahkan cameranya keranjang namun tak terlihat wajah Kenzie.
" Baiklah ayah percaya, lain kali kenalkan pada ayah, biar ayah tau siapa saja temanmu, " ucap ayah Danu.
" Iya yah, sudah dulu ya takut ganggu nanti, " ucap Ella lalu segera menutup ponselnya setelah mendengar jawaban dari ayahnya.
" Apa Kenzie sudah bisa pulang hari ini dok, " tanya Ella pada dokter yang telah selesai memeriksa kondisi Kenzie.
" Bisa. kondisinya sudah membaik, kalau mau pulang silahkan urus administrasinya, " ucap dokter itu.
" Baiklah, terima kasih, " ucap Ella.
Setelah dokter pergi Ella pun segera pamit karena ingin membayar biaya administrasinya.
" Bentar ya Zie aku keluar sebentar, " pamit Ella.
" Re pakai ini saja, " ucap Kenzie sambil menyerahkan kartu ATM nya.
" Nggak usah, kan aku yang sudah bikin kamu masuk rumah sakit, " ucap Ella.
" Aku nggak mau keluar rumah sakit kalau kamu yang membayarnya, " ancam Kenzie pada Ella dengan tatapan tajamnya.
" Oke baiklah, " ucap Ella lalu mengambil kartu ATM yang diberikan padanya. Kenzie pun tersenyum melihat Ella yang menurut padanya.
" Pinya 121212." ucap Kenzie.
" Kenapa mudah sekali? " gerutu Ella.
" Iya, itu tanggal pertemuan kita pertama kali. " ucap Kenzie sambil tersenyum kearah ella. Ella segera meninggalkan Kenzie menuju ruang administrasi.
__ADS_1
Terimakasih atas respon yang diberikan. jangan lupa like, vote, dan comentnya ya, 👍🙏😀