
Happy reading jangan lupa kasih vote dan like, biar saya bahagia😁👍🙏
.
.
.
Satu bulan kemudian ...
Kehamilan Ella kali ini sangat menguntungkan baginya, karena dia tidak merasakan mual dan ngidam, justru nafsu makannya semakin bertambah banyak, hingga berat badannya sudah naik 1 kg. Berbeda dengan Erik yang mengalami gejala ibu hamil, awalnya Ella juga kaget karena melihat suaminya yang mengalami moorning sickness, tapi setelah Erik menjelaskan akhirnya dia paham dan mengerti bahwa dia mengalami couvade syndrome, mungkin itu terjadi kerena rasa sayangnya yang begitu besar terhadap Ella.
Seminggu yang lalu Erik memberitahu kabar kehamilan Ella pada Jihan, dan rencananya sore nanti kedua orangtua Erik akan mengadakan acara syukuran dan pengajian atas kehamilan Ella.
Saat ini Ella masih berada di ruang pribadi milik suaminya, berguling ke sana ke mari di atas ranjang, sambil menunggu suaminya yang sedang menyelesaikan berkasnya.
“Kamu ke rumah Mama dulu saja Yang, biar diantar Yohan. Mas masih banyak pekerjaan,” ucap Erik yang melihat Ella mulai bosan.
“Boleh..., tapi aku naik taksi saja, biar Yohan nggak mondar-mandir,” jawab Ella yang sudah berdiri di samping Erik.
“Kamu nggak mau lihat anak kita dulu, kalau mau biar aku minta bu Santi untuk menyiapkan alat USG nya,” tawar Erik sambil melirik ke arah istrinya.
“Nggak usah, kapan-kapan saja, aku cuma mau di manjain dulu sama kamu sebelum pergi,” ucap Ella sambil meraih lengan Erik.
“Mau di manjain atau di kasih nafkah batin?” goda Erik sambil mencubit pipi istrinya.
“Boleh.”
"Boleh apa?"
"Boleh juga kalau ada plus-plusnya," bisik Ella sambil memijat punggung suaminya.
Erik yang mendengar bisikkan itu langsung mengangkat tubuh istrinya. Dibawanya Ella keranjang ruang favoritnya itu, entah kenapa semenjak Ella hamil nafsunya pada Erik melebihi hari-hari sebelum dia hamil, bahkan dia selalu marah jika suaminya tidak ingin memeluk ataupun memberi nafkah batin padanya.
Erik semakin suka dengan sikap istrinya yang seperti ini, tidak pernah malu-malu, berbeda ketika belum hamil, yang selalu Erik dulu yang meminta.
****
Satu jam berlalu, terlihat Ella sedang berjalan keluar dari rumah sakit, dia hendak pergi ke rumah mertuanya untuk menghadiri acara pengajian dan syukuran calon anaknya.
Taxi online yang dia pesan sudah menunggunya di depan pintu masuk, Erik yang mengantarkan segera membuka pintu untuk Ella, tapi sebelum Ella masuk ke dalam mobil, Erik menahan tangan Ella.
__ADS_1
“Tunggu Mas di sana ya, aku mencintaimu,” ucap Erik sambil memeluk Ella tanpa mempedulikan keadaan sekitar yang melihat ke arahnya.
“Mas ih..., seperti mau berpisah lama saja,” cibir Ella saat melihat sikap Erik.
“Nggak tau kenapa, Mas ingin selalu di dekatmu hari ini, kamu hati-hati jaga anak kita, jangan ikut melalukan pekerjaan saat di rumah Mama, selesai praktik Mas akan segera ke sana,” ucapnya sambil melepaskan pelukkannya lalu mencium lama kening Ella. Setelah terlepas dari pelukkan Erik, Ella segera masuk ke dalam taxi yang tengah menunggunya, dia membuka kaca mobil dan menatap suaminya itu lama.
“Hati-hati ya pak, istri saya sedang hamil!” pesan Erik pada sopir taxi itu.
Yang dijawab anggukan olehnya.
Ella melambaikan tangannya ke arah Erik, saat taxi itu mulai berjalan. Matanya masih menatap Erik hingga taxi itu benar-benar meninggalkan rumah sakit.
“Pengantin baru ya Bu, sepertinya suaminya sayang banget sama Ibu?” ujar sopir taxi itu.
“Hampir satu tahun Pak,” ucap Ella sambil tersenyum ke arah spion depan.
“Pantes saja! kalau saya, dulu sudah 35 tahun nikah sama istri saya, sudah menikmati manis dan pahitnya kehidupan hahaha,” ujar sopir taxi itu.
“Bapak juga terlihat sayang dengan istri Bapak,” ucap Ella memuji sopir taxi tersebut.
“Iya itu pasti bu, dia cinta pertama dan terakhir saya, begitupun dengan dirinya yang menjadikan saya cinta terakhirnya,” ucap sopir taxi itu dia lalu diam bingung ingin melanjutkan ceritanya atau tidak.
“Ibu beruntung bisa merasakan hamil, istri saya tidak bisa hamil, karena rahimnya harus diangkat karena ada tumor besar yang bersarang di rahimnya, beruntungnya saya suami yang setia, hehehe,” jelasnya memuji diri sendiri.
“Nikmatilah waktu bersamanya, karena kita tidak tau, kapan ajal akan menjemput kita! jangan seperti saya di saat istri saya membutuhkan bantuan, saya justru tengah asyik mencari uang, dia pergi tanpa kata terakhir yang seharusnya di ucapakannya,” ucapnya.
“Maksud Bapak istri Ba...”
“Iya, istri saya pergi dan tidak akan pernah bisa kembali, makanya setiap saya melihat pasangan yang romantis, saya bahagia, dan semoga hanya maut yang bisa memisahkan ibu dan bapak tadi,” potong sopir taxi itu lalu menjelaskan panjang lebar. Ella yang mendengar itu hanya bisa mengaminkan doa sopir taxi yang sudah tua itu.
Duapuluh menit berlalu, kini Ella sudah sampai di kediaman rumah orangtua Erik, dia disambut dengan doa-doa terbaik dari mertuanya.
“Erik mana La?” tanya Jihan sambil menuntun menantu kesayangannya itu.
“Nanti menyusul Ma, dia masih ada pasien yang membutuhkannya, nanti pasti datang,” ucap Ella sambil melihat jam ditanganya yang sudah menunjukkan pukul 2 siang.
“Gimana? Kamu mau makan apa biar Mama buatkan,” tanya Jihan pada Ella.
“Lala nggak nyidam apa-apa Ma, Mas Erik itu yang suka nyidam aneh-aneh,” ucap Ella mengadu pada mertuanya.
“Benarkah? Biarin saja, biar dia ngrasain penderitaan wanita, jadi dia nggak akan tega buat nyakitin kamu,” ujar Jihan. Ella pun tersenyum manis ke arah saat mendengarkan ucapan mertuanya itu.
__ADS_1
“Istirahatlah dulu di kamar Erik dan nanti malam kalian harus tidur di sini,” perintah Jihan pada Ella.
“Iya Ma, Lala terserah Mas Erik saja,” jawab Ella lalu segera berdiri, beranjak menuju kamar suaminya yang berada di lantai dua. Saat dia masuk kamar matanya tertuju pada kotak box bewarna coklat yang ada di atas lemari, tanganya terulur meraih kotak bewarna coklat itu, terlihat foto Erik dari bayi hingga dia memakai seragam abu-abu putih. Ella yang melihat foto itu tak hentinya menertawakan Erik saat masih kecil.
“Mungkin jika anakmu cowok wajahnya akan seperti ini.”
Ella menatap foto itu, sambil mengusap perutnya yang masih rata itu.
Setelah selesai, Ella berjalan menuju ranjang milik Erik, dia merebahkan tubuhnya di sana, sambil menunggu waktu acara pengajian di mulai. Namun, Ella justru tertidur dengan nyenyak di ranjang suaminya itu, hingga dering ponselnya pun dihiraukannya.
Setelah 5x ponsel itu berdering, akhirnya Ella yang baru bangun segera mengangkat telepon itu.
“Yang. Mas minta maaf ya, Mas nggak bisa datang ke acara syukuran, dan Mas harus pergi karena ada urusan mendadak,” ucap Erik di ujung telepon, Ella masih belum bisa merespon dengan baik ucapan Erik.
“Mas mau ke mana?” tanya Ella yang khawatir.
“Mas minta sama kamu, jaga anak kita, jaga kesehatanmu saat Mas pergi, Mas janji akan pulang secepatnya,” jawab Erik tanpa menjawab pertanyaan dari Ella.
“Tapi Mas ... Mas ...”
Tut. tut. tut....
Telepon pun terputus saat Ella berteriak memanggil nama suaminya, dia segera menekan kembali tombol hijau di layar ponselnya, tapi yang ada nomor ponsel itu sudah tidak aktif.
Dia lalu segera keluar kamar, mencari mertuanya, yang tengah berada di dapur.
“Ma. Apa tadi Mas Erik datang?” tanya Ella saat berada di depan mertuanya.
“Nggak kok La, kenapa?” tanya Jihan yang ikut khawatir.
“Tadi Mas Erik telepon, dia bilang mau pergi, dan tidak bisa datang ke acara pengajian, Lala khawatir terjadi sesuatu dengan Mas Erik, Lala mau mencari Mas Erik dulu ya Ma,” ucapnya sambil berjalan keluar.
Tapi Jihan segera bertindak dan mencegah tangan Ella.
“Pengajiannya sebentar lagi di mulai, bersabarlah kita akan mencari Erik sama-sama nanti setelah acara selesai, dan kita juga bisa mendoakan Erik sekalian,” jelas Jihan pada Ella, kaki Ella pun semakin lemas, merasa tidak bisa melangkah lagi. Dia mencoba kembali menghubungi suaminya, nomornya masih tidak aktif, dia semakin bertambah khawatir dengan Erik karena sejak pagi tingkahnya juga sangat aneh, akhirnya dia hanya bisa menuruti mertuanya, dan mengikuti acara pengajian hingga selesai, sesekali dia menatap ke arah pintu masuk, melihat siapa saja orang yang datang ke acara itu.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa kasih vote dan like ya...🙏👍