
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.๐๐
POV KENZIE
Aku merasa hubunganku dengan Rere semakin baik dan aku yakin dia sudah mulai mencintaiku, dari bentuk perhatian dan sikapnya padaku aku bisa merasakannya. Aku bersyukur karena Allah mendengar doa-doaku selama ini, wanita yang aku cintai yang dulu dingin padaku kini aku mampu menghangatkannya.
Tak terasa tiga bulan lagi aku dan Rere akan wisuda kami akan mendapatkan gelar kami masing- masing, kesempatan untuk bertemu dengannya pun semakin sempit karena kesibukan kami yang samakin banyak. Namun hari ini Rere memberitahu padaku kalau nanti siang dia akan datang ke apartemen. Aku nggak tau apa yang akan dia lakukan, karena dia selalu membuat kejutan- kejutan kecil saat di apartemenku.
Tak lama terdengar suara bel pintu berbunyi aku yakin pasti itu Rere, aku sebenarnya sudah merindukannya. namun aku tak mau menganggunya dalam mengerjakan tugas akhir. Aku pun segera berlari membuka pintu apartemenku, setelah kubuka terlihat wanita cantik memakai longdress panjang bewarna merah hati bermotif bunga lily kecil- kecil, dengan lengan yang pendek. dia sangat anggun siang ini tak seperti biasanya yang memakai celana jeans.
" Assalamu'alaikum, makan siang datang, " ucapnya setelah pintu kubuka.
" Wa'alaikumsalam, maaf saya nggak pesan makan siang, bisakah di cansel saja orderannya, " ucapku yang menggoda.
" Apa kau tak merindukanku, sepertinya kau tak suka dengan kedatanganku? " ucapnya aku pun hanya tersenyum menatapnya.
" Bagaimana aku tak merindukanmu, aku bahkan setiap malam tersiksa karena merasakan ini, hari ini kamu terlihat lebih cantik apa ada sesuatu yang aku lewatkan? " ucapku panjang lebar.
" Ayo kita makan dulu, hari ini aku bawa lontong opor, jujur ini aku sendiri yang memasak, tapi aku sedikit ragu dengan rasanya, " ucapnya
" Apapun yang kamu masak pasti akan enak, karena aku selalu menikmatinya." ucapku
Setelah selesai makan kami pun duduk didepan ruang tv, kami terdiam cukup lama bingung apa yang akan dibicarakan, kami larut dalam pemikiran kami masing-masing. padahal jika tidak bertemu pikiran sudah kemana-mana tentang kata-kata yang akan diucapkan pertama kali saat bertemu.
" Apa yang kamu lakukan dua minggu ini, " tanya ku pada Rere yang sedang memainkan game di handponenya
" Hanya mengerjakan tugas dari dosen, dan kamu tau dua bulan lagi aku akan resmi menjadi Dr. Rehuella Z sp.A hehehe, " ucapnya dengam senyum lebar.
" Baguslah, dokter anak yang suka main game di handpone, hahaha. " ucapku dengan candaan.
" Kni cuma hiburan saja, aku akan tetap profesional saat bekerja nanti. " ucapnya.
" Sepertinya aku tidak jadi ke Banjarmasin, soalnya sebelum wisuda nanti orangtuaku akan datang, " ucapnya, yang membuat aku kecewa.
Aku berpikir apa aku melamarmu saja saat keluargamu disini, karena ayah dan bunda pasti juga akan datang saat kita wisuda. Namun aku ragu saat mengingat kalau dia belum juga mencintaiku, setelah enam bulan yang lalu aku ragu untuk bertanya lagi, aku takut membuat dia bimbang jika selalu menanyakan tentang hatinya.
" Sedang memikirkan apa? " terdengar suara Rere membuyarkan lamunanku.
" Apa kau takut tak akan bertemu lagi denganku, " lanjutnya.
" Re, maukah kau menikah denganku? " ucapku tanpa berpikir lagi, kulihat Rere menatapku dengan senyuman.
__ADS_1
" Ya Allah, apa artinya Rere mau menerimaku, " ucapku dalam hati.
" Apa kau serius dengan ucapanmu Zie? " tanya Rere padaku.
" Serius, bahkan aku sangat berdebar menantikan jawaban darimu, " ucapku padanya.
" Kapan kamu bersedia menikahiku, " ucap Rere yang membuat aku syok.
" Apa kamu menerimaku Re, " tanya ku meyakinkan lagi.
" Setelah semua yang kita lewati selama ini, aku rasa kau telah berhasil membawa hatiku bersamamu, aku merindukanmu saat satu hari tak dapat melihat wajahmu yang menyebalkan ini, " ucapnya sambil mencubit hidungku.
" Baiklah, aku akan segera menikahimu, bolehkah kita berpelukan, " ucapku padanya dia pun segera memelukku.
" Terima kasih Re, aku mencintaimu bahkan lebih dari hidupku, " ucapku padanya.
" Aku juga, " ucapnya, aku pun semakin mempererat pelukanku.
" Aku akan pinsan kehabisan nafas kalau kamu seperti ini, " ucapnya padaku.
" Maaf, maafkan aku, aku hanya terlalu bahagia, " jelasku padanya dan aku segera melepaskan pelukanku.
" Bolehkah aku memberitahu ayah dan bundaku bila aku akan menikahimu, " ucapku sengaja menggodanya.
Tak lama aku pun segera mengambil ponsel dan melakukan panggilan vidio pada ibuku.
" Assalamu'alaikum bun, "
" Wa'alaikumsalam sayang, kenapa tumben telepone siang hari, " tanya bunda padaku karena aku biasa meneleponenya setiap malam hari.
" Bun, ken punya berita bahagia buat bunda, ken akan segera menikah bun, " ucapku dengan memberitahu bundaku kulihat Rere tersenyum melihat kearahku.
" Benarkah? apa dengan wanita yang setiap hari kau ceritakan pada bunda nak, " tanya bunda.
" iya bun dengan dia, semua juga karena doa dari bunda,"
" Iya, sayang. semoga kamu bahagia ya, " ucap bunda
" Apa bunda ingin berbicara dengan calon istriku? " ucapku sambil menatap Rere.
" Boleh, " jawab bunda
__ADS_1
" Assalamu'alaikum tante? "
" Wa'alaikumsalam sayang, gimana kabarmu Re? " tanya bunda
" Alhamdulillah sehat tant, tante bagaimana? "
" Tante juga sehat, apa benar kamu menerima lamaran anak tante, "
" Kya, saya bersedia menjadi istri anak tante, "
" Syukurlah nak, semoga Allah mempermudah semuanya nanti, "
" Amin. "
" Apa bunda sudah percaya sekarang kalau anakmu ini akan segera menikahi gadis pujaannya, " ucapku setelah menerima ponsel dari Rere.
" Iya, bunda akan menyiapkan semuanya kalian akan menikah dimana? " aku pun bertanya tanpa suara pada Rere yang sebenarnya dia juga mendengar pertanyaan bunda tak lama aku pun mendapatkan jawabannnya.
" Di Jakarta bun, tapi ken ingin kita buat acara lamaran disini, saat ayah Rere disini juga. " ucapku menjelaskan.
" Baiklah, untuk lamaran bunda serahin kekamu, bunda hanya bisa mendoakan, bunda pamit ya sayang ini ada tamu soalanya, " ucap bunda,
" Baiklah bun, assalamu'alaikum, "
segera kututup panggilan setelah mendapatkan jawaban dari bunda.
" Apa kamu bahagia,? " tanya Rere padaku.
" Aku sangat bahagia, seperti tidak ada lagi yang aku inginkan saat ini, " ucapku.
" Bisnis sudah jalan, calon istri didepan mata, tinggal nanti sampai di Jakarta kita cari rumah sama-sama, " lanjutku, dia pun tersenyum menatapku.
" Bolehkah aku meminta ciuman pertamaku padamu? " pintaku pada Rere.
" Aku akan memberikannya saat malam pertama kita, " jawabnya serius. " Bahkan seluruh yang kupunya ini milikmu, " lanjutnya.
" Hahaha baiklah, "
Kami pun akhirnya berbicara tentang rencana pernikahan kita nantinya, Rere pun menginginkan pernikahan yang sederhana, mengadakan pengajian dan mengundang anak panti sebelum sehari akad nikah kami dan sebelum itu Rere akan berkunjung ke banjarmasin menemui anak-anak panti disana. Tak lama terdengar suara dering handpone Rere, dia pun segera menggeser tombol warna hijau yang ada dilayar handponenya dan mengarahkan kamera depannya.
" Hallo " ucapnya setelah menatap laki- laki yang meneleponenya.
__ADS_1
Terimakasih atas dukungannya jangan lupa klik like, vote dan comentnya๐๐