Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Penjelasan Damar


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.πŸ™πŸ‘


Author Pov


Setelah sampai di rumah, Kenzie pun segera menuntun Ella untuk masuk kedalam rumah, sebenarnya fisik Ella nggak ada yang lecet, cuma dia masih syok dengan kejadian tadi.


" Ken, La " panggil ayah Danu yang datang dari arah dapur. Ella dan Kenzie pun segera mendekat keruang tengah.


" Demi kebaikkan kalian, lebih baik kalian jangan keluar rumah dan jangan dulu bertemu, ayah takut kejadian seperti ini akan terulang lagi, " ucap ayah Danu.


" Lala, nggak bisa ketemu Zie dong yah, " tanya Ella.


" Bisa nanti waktu pengajian biar Zie datang kerumah, " jawab ayah Danu.


" Apa ini pingitan yah? tradisi orang zaman dulu? " tanya Ella sambil tertawa.


" Mana ada pingitan cuma dua hari, dan pingitan itu bertemunya setelah akad diucapkan, bukan sebelum akad, " ucap ayah Danu.


" Baiklah yah, Ken akan menurutinya." ucap Kenzie yang paham maksud ayah Danu.


" Kamu memang anak baik Ken, " puji ayah Danu.


" Pilihan Lala nggak pernah salah yah, " sahut Ella, lalu menatap Kenzie dan tersenyum ke arahnya.


" Kalau begitu Ken pamit dulu ya yah, tadi ayah sudah telepon Ken dan nanyain keadaan Lala terus, " pamit Ken pada ayah Danu.

__ADS_1


" Kamu hati- hati ya jaga dirimu."


" Iya yah assalamu'alaikum,"


" Wa'alaikumsalam." ucap ayah Danu dan Ella lalu ayah Danu mengantarkan Kenzie ke depan rumah.


Ella yang masih duduk didepan kursi segera memanggil Art nya.


" Bu Nani, apa kak Damar sudah pulang? "


" Sudah non, den Damar sedang di kamar tadi baru main sama non Ghea," jelas bu Nani.


" Baiklah, tolong bikinin jus apel ya bu taruh di kamar Ella," perintah Ella lalu segera menuju kamar kak Damar.


" Kak apa Lala menganggu? boleh lala masuk? " ucap Ella tak lama pintu kamar Damar terbuka.


" Kenapa? katanya kamu habis kecelakaan mana yang sakit," ucap Damar yang khawatir kondisi Ella.


" Lala mau ngomong sama kakak, dan Lala juga sudah baik-baik saja, hanya mobil Lala saja yang lecet karena menabrak trotoar, " jelas Ella.


" Masuklah, kenapa? apa ada yang penting? "


" Ini soal Mas Erik kak, kenapa kak Damar merahasiakan semua kebenarannya pada Lala, kenapa kak Damar tidak memberitahu lala tentang batalnya pernikahan Mas Erik." tanya Ella


" Ow... jadi kamu sudah tau sekarang? " cibir Damar dengan senyumnya.

__ADS_1


" Kak, lala serius! "ucap Ella yang sudah emosi karena merasa dipermainkan oleh Damar.


" Kamu jangan asal nyalahin kakak seperti itu la, intropeksi dirimu dulu bagaimana sikapmu selama ini ke dia, jangankan bercerita untuk mendengar namanya saja kamu nggak mau, kakak sudah berulang kali mencoba mengatakannya padamu, tapi kamu keras kepala menolaknya, dan sekarang dia sakit La, sakit hatinya setelah lama menunggu. kamu malah memilih orang lain. " jelas Damar. Ella terdiam merenungkan ucapan Damar yang memang benar adanya.


" Lalu kenapa kakak tidak memberikan nomor ponselku padanya? " tanya Ella lagi.


" Kalau itu, memang salah kakak. Sebenarnya kakak hanya ingin kamu fokus dulu kekuliahmu, kakak fikir kamu tetap akan mencintai Erik tapi ternyata kamu pindah kelain hati, " ucap Damar.


" Semua sudah terjadi La, maafin kakak juga, kakak yang salah disini, apa kamu bisa membatalkan pernikahanmu? " ucap Damar ella segera menoleh ke arah Damar dengan tatapan tajam.


" Maksudmu apa kak! aku nggak akan membatalkan pernikahanku dengan Zie karena aku mencintainya, aku sudah nggak peduli dengan Mas Erik lagi, " ucap Ella lalu hendak meninggalkan kamar Damar.


" Ceh ! kamu bilang mencintai Ken, bagaimana dengan cintamu pada Erik? itu masih ada kan La, kakak paling tau kamu La, kamu tidak bisa berbohong pada kakak " Ella tidak menjawab ucapan Damar, segera dia berlalu menuju kamarnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang, memikirkan ucapan Damar,


" Aku sudah tidak mencintainya, bahkan aku membencinya saat ini, apa lagi mengingat kejadian tadi siang, " ucap lirih.


" Aku yakin, hanya Kenzie yang ada dihatiku saat ini, tidak ada Mas Erik lagi, " lanjut Ella.


Ella pun segera menuju kamar mandinya, berniat untuk mandi, perlahan Ella membuka kancing baju atasnya ia menatap tubuhnya di pantulan cermin kamar mandi,


" Ya Allah, " ucap Ella meneteskan air matanya. Lalu menyentuh kissmark yang diberikan oleh Erik.


" Kenapa dia melakukan ini? " bagaimana nanti kalau belum hilang saat malam pertamaku? apa yang harus aku katakan pada Zie? " ucap Ella yang masih menangis menyesali perbuatan mantannya itu. Segera Ella menyalakan showernya, dan mengeluarkan air matanya disana. membiarkan air matanya menyatu dengan air mandinya.


Terimakasih jangan lupa vote ya, like dan comentπŸ‘πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2