
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
POV ELLA
Seminggu telah berlalu setelah kepulanganku dari Surabaya, aku masih belum mau bertemu dengan mas Erik, entah kenapa begitu sulit rasanya menguatkan hati untuk bertemu dengannya. Dia sudah berpuluh kali mengirim sms kepadaku, dia meminta maaf atas kekhilafannya. Aku tak berniat membalas satu pun pesan yang dia kirim, panggilan telephone, video sama sekali tak ada yang pernah aku angkat, berulang kali kak Damar dan Sashi bertanya tentang hubunganku dengan mas Erik, tapi yang ada mereka tak mendapatkan jawaban dariku.
***
Dan hari ini adalah hari kesepuluh setelah aku mengetahui perselingkuhannya, seperti menjadi kebiasaannya setiap hari berulang kali memintaku untuk menemuinya. Dan akhirnya aku memberanikan diri untuk bertemu dengannya malam ini di restoran Jepang langganan saat kita masih bersama.
Malam ini aku ingin tampil secantik mungkin agar tidak terlihat buruk saat bertemu dengannya. Aku sengaja pergi dengan taksi karena aku nggak mau menyetir saat pikiranku sedang kacau, setelah sampai aku segera berjalan masuk ke dalam restoran itu, dia terlihat sedang menunggu kedatanganku, dia terlihat buruk dengan rambut yang tidak di sisir rapi, kumis yang sedikit panjang dan ada mata panda di sekitar mata indahnya, seperti orang yang kurang tidur.
" Ada apa Mas, tolong langsung ke intinya saja, karena aku tak punya banyak waktu, " ucapku begitu aku duduk.
" Kita pesan makan dulu ya Sayang, " ucapnya
" Jangan lagi panggil aku seperti itu Mas, aku tidak layak untuk mendapatkan panggilan Sayang, " balasku menatapnya tajam, dia menunduk menyadari kesalahan yang telah dia lakukan.
" La, Mas mau minta maaf, " ucapnya sambil menatapku.
" Riza hamil La, Mas harus bertanggung jawab atas kehamilannya, " ucapnya.
DEG!
Jantungku semakin sesak mendengar itu. Aku manarik nafas panjang untuk menahan emosiku dan rasa sesak di dadaku.
Ya, Allah rasanya ingin segera berlari dan menangis sekeras mungkin. Batinku dalam hati,
" Maaf kan Mas yang terpaksa harus menikahinya, Mas sendiri juga nggak tau anak siapa yang ada di perut Riza La, " jelasnya.
Aku berusaha kuat, ikhlas untuk menerima semua ini tiga tahun aku menjaga jodoh orang, aku pikir mas Erik akan menjadi yang pertama dan terakhir untukku. Aku mencoba meyakinkan diriku, bahwa aku pasti akan baik-baik saja tanpanya, lelaki seperti dia tidak patut untuk menerima cinta tulusku.
" Sudahlah Mas, semua sudah berakhir, mungkin sudah takdir jika kita harus menjalani kehidupan kita masing masing, Insya Allah aku ikhlas, dan terima kasih atas cinta dan luka yang telah kau berikan, " ucapku yang sudah berdiri dan segera akan pergi.
" Tapi La, Mas mencintaimu, " ucapnya sambil menahan tanganku.
" Mas nggak tau apa yang Mas lakukan padanya hingga dia hamil, " lanjutnya.
" Bodoh kamu Mas, " teriakku dengan emosi, bagaimana dia bisa berkata seperti itu, dia dokter kandungan harusnya lebih paham dengan apa yang dia lakukan.
__ADS_1
" Ya. Mas memang bodoh La, saat itu Mas tertidur di apartemen Riza, dan paginya Mas sudah tidak memakai pakaian apapun, Mas tidak ingat melakukannya atau tidak, " jelasnya.
" Stop Mas jangan ceritakan perselingkuhanmu dengannya padaku, maaf aku harus pergi, " teriakku, lalu segera meninggalkannya karena sudah tak dapat menahan air mataku yang akan turun dari tadi.
Aku berjalan keluar menyusuri jalanan kota, air mataku jatuh dengan derasnya, air mata yang sedari tadi ku bendung.
" Hamil! kamu tega Mas sama aku hiks....hiks mengkhianati cintaku hiks...., menghamili orang lain, berbicara bahwa kamu mencintaiku, tega kamu mempermainkan perasaanku, aku benci sama kamu Mas hiks,,," ucapku dalam tangis.
" Seandainya aku tau hubungan kita akan berakhir, maka lebih baik dulu aku tidak mencintaimu Mas, " ucapku lirih. Tak lama hujan turun mengguyur badanku, aku semakin larut dalam tangisku, sepertinya alam merestuiku untuk mengeluarkan semua air mata ini.
" Ya Allah, hapuskanlah kesedihan yang aku rasakan ini, gantikan dengan kebahagiaan. " ucapku sambil menatap langit.
teth...teth....teth...
( bunyi suara klakson mobil )
" Hay Nona masuklah aku akan mengantarkanmu pulang, " teriak laki- laki yang berada dalam mobil. Aku hanya menoleh sebentar ke arah mobil itu, lalu melanjutkan jalanku, ku lihat dia turun dan menyodorkan payung di atasku.
" Nggak baik malam-malam hujan-hujanan seperti ini, nanti kamu sakit, " ucapnya sambil memayungi tubuhku.
" Maaf, apa kita saling mengenal? " tanyaku penuh selidik ke arahnya.
" Jangan- jangan kau mau menculikku! , " ucapku lagi.
" Maaf bisakah kau tinggalkan aku sendiri, aku pusing mendengar ocehanmu, " ucapku menatapnya.
" Heh...ayolah Nona, biarkan aku mengantarmu tidak baik wanita berjalan sendiri di malam hari apalagi cuacanya seperti ini, aku tau kamu sedang patah hati, tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan, kasihan orang yang peduli padamu, " ucapnya
" Ceh,, tau apa kamu tentangku, hingga kamu beraninya menasehatiku " balasku menatapnya sinis.
" Come on Nona naiklah, aku akan mengantarmu pulang! " ucapnya memaksaku
" Tinggalkan saya sendiri, " teriakku padanya
Kenapa ada orang keras kepala seperti dia, kenal aja nggak. Batinku
" Baiklah aku akan menemanimu berjalan hingga sampai rumahmu, " ucapnya.
Mau tak mau aku pun masuk ke dalam mobil percuma saja berdebat dengan orang sinting ini, dia melajukan mobilnya mengantarku sampai di depan rumah, aku tak berkata sepatah kata pun padanya,
__ADS_1
" Terima kasih, sampai bertemu lagi, " ucapnya menyindirku, aku hanya menatap heran orang yang baru ku temui tadi.
Aku segera masuk ke rumah tanpa berkata apapun padanya, berjalan menuju kamar ayah, ku ketuk pintu kamar ayah yang berada di lantai satu,
" Yah, Ayah apa Lala boleh masuk, " ucapku sambil mengetuk pintu.
Sesaat pintu itu terbuka, terlihat lelaki tua yang sangat aku sayangi, aku langsung menghambur dan menangis di pelukkannya, ayah semakin bingung saat melihatku yang kacau, dia hanya mengusap-usap punggungku, menenangkan diriku yang menangis.
" Dia mengkhianatiku Yah, dia jahat Yah, " ayah terdiam sambil mencerna ucapanku.
" Sudahlah Sayang, mungkin dia bukan yang terbaik untuk Lala, harusnya Lala bersyukur karena kamu mengetahuinya sebelum acara pernikahanmu, " ucap ayahku.
" Ayah akan selalu mencintaimu Nak, Ayah akan selalu ada saat- saat tersulit kamu, " aku semakin mempererat pelukanku padanya menyalurkan rasa sedihku padanya.
" Ayah yakin pasti Allah menyiapkan jodoh yang terbaik untuk kamu, Ayah akan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu, " ucap ayah yang sudah tidak dapat menahan air matanya. Aku semakin menangis dipelukkan ayah saat mendengarkan nasehatnya.
" Jangan menangis lagi, karena setelah ini pasti akan ada kejutan yang indah untukmu, ambil hikmah dari semua ini Sayang, " ucapnya lagi aku hanya mengangguk dan mengusap air mataku.
" Sudah sana tidur sudah jam sepuluh malam, besuk kamu wisuda kan? emang mau nanti foto kamu saat wisuda matanya bengkak, " ucap ayaku diselingi candaanya
" Baiklah Yah, makasih sudah menguatkan Lala," ucapku sambil menyandarkan kepalaku di lengan atasnya.
" Sudah sana , masuk kamar, lalu mandi pakai air hangat, dan tidur, lihat ini baju Ayah ikut basah, " ucap ayahku.
" Baiklah Yah aku pergi, " ucapku.
Aku segera berdiri dan meninggalkan kamar ayah, saat aku keluar kamar ayah, di samping pintu sudah ada kak Damar yang berdiri menungguku.
" Apa benar Erik mengkhianatimu La, " tanya kak Damar.
" Bukan urusanmu Kak, " jawabku yang tak ingin menambah beban pikirannya.
" Jawab Kakak La, " teriaknya.
" Sudahlah Kak, Lala mau istirahat, " ucapku sambil meninggalkannya namun kak Damar malah mengikuti dari belakang.
" Baiklah Kakak akan cari tau sendiri, kalau dia benar mengkhianatimu, Kakak akan memberi dia pelajaran, " ucap kak Damar saat aku sudah sampai didepan pintu kamarku.
" Urus saja Sashi Kak, jangan urus urusanku, semuanya sudah selesai dan tak ada yang perlu dibahas lagi, " ucapku lalu segera masuk kedalam kamar, membiarkan kak Damar yang menatapku dengan sendu.
__ADS_1
Benar, semua sudah berakhir Erik & Ella the end. Acara lamaran yang romantis, gombalan- gombalan yang menggelikan harus aku lupakan, semoga Allah segera mempertemukanku dengan jodoh yang lebih baik.
Terimakasih atas dukungannya, jangan lupa like, vote dan coment.🙏😊