Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Cemburu Buta


__ADS_3

Happy Reading


Pagi ini terdengar Ella tengah sibuk berada di dapur, padahal jam di dinding baru menunjukkan pukul 6 pagi, semalam dia tertidur nyenyak, jadi bisa bangun lebih pagi dari kemaren, dua piring nasi goreng sudah selesai ia siapkan di meja, entah suaminya akan suka atau tidak yang penting dia sudah berusaha menyiapkan sarapan pagi ini.


Ella berjalan menuju kamar berniat membangunkan suaminya, mengingat sekarang sudah jam setengah tujuh, saat masuk ke dalam kamar terlihat suaminya masih nyenyak dibawah selimut tebal bewarna biru.


" Yang, bangun yuk. Antar aku ke klinik, " ucap Ella sambil mencubit gemas pipi suaminya.


" Morning sayang, " sapa Ella saat melihat mata Erik terbuka.


" Morning kiss dong, " pinta Erik sambil menunjuk bibirnya. Setelah mendapatkan kecupan dari Ella, Erik merebahkan tubuhnya kembali, meletakan kepalanya dipangkuan Ella menghadapkan wajahnya ke arah perut Ella.


" Berapa lama lagi yang? " tanya Erik. Ella yang mengerti maksud suaminya itu hanya tersenyum sambil mengusap pelan rambut Erik


" Segalau itu ya? baru juga kemaren sore, " ucap Ella. Erik yang mendengar ucapan Ella hanya memanyunkan bibirnya, lalu segera beranjak ke kamar mandi.


" Nggak mau mandi bareng? " goda Ella yang melihat suaminya berjalan ke kamar mandi.


" Nggak! takut khilaf, " jawab Erik lalu cepat-cepat menutup pintu kamar mandi, Ella yang mendengar itu semakin tertawa keras.


Dan pagi itu, Ella mandi terpisah dengan suaminya, menikmati kehangatan air shower di kamar mandi yang berada diluar kamar, setelah menyelesaikan mandinya ia segera menuju wardrobe mengambil baju yang diantarkan bu Lusi kemaren.


Hari ini Ella berencana ingin menemani Erik ke rumah sakit setelah pulang dari klinik, mengingat kemaren dia kesepian saat ditinggal Erik praktek.


" Cobalah sarapan nasi goreng yang, ini sangat enak aku jamin pasti kamu pasti akan ketagihan, " ucap Ella yang melihat Erik tidak mau makan nasi goreng buatannya.


" Nggak, Mas sarapan disana saja nanti, " jawab Erik yang menolak nasi goreng buatan Ella, karena dia tidak terbiasa sarapan karbohidrat di pagi hari.


" Aku bangun pagi-pagi buat masak yang, cobalah satu suap saja, " ucap Ella lalu menyodorkan nasi goreng ke mulut Erik, Erik akhirnya menurut dan membuka mulut demi menghargai istrinya.


" Bagaimana? " tanya Ella.

__ADS_1


" Enak, mau lagi, tapi kamu suapin, " pinta Erik manja.


" Dasar TTM. " Cibir Ella.


" Apa itu! Teman Tapi Mesra? " tebak Erik.


" Tua-Tua Manja, " ucap Ella, sambil menyuapkan nasi goreng ke mulut suaminya.


" Belum tua yang, baru setengah tua, " ucap Erik sambil mengunyah makanan dimulutnya.


" 38 tahun yang, itu rambut kalau nggak diwarna pasti bentar lagi putih, cocok nanti di panggil Opa Erik? " goda Ella sambil menunjuk rambut suaminya, semakin membuat Erik kesal, Erik hanya menatap istrinya yang sedang tertawa, lalu mencium singkat pipi istrinya.


" Aku nanti nyusul ke rumah sakit ya, " ucap Ella yang memgusap-usap pipinya karena terkena bibir Erik.


" Okey, disana juga ada ruangan khusus buat istirahat, " jelas Erik.


" Nanti aku mau naik taksi saja, " Erik yang mendengar itu mengangguk menyetujui permintaan Ella, mengingat banyaknya pekerjaan yang tengah menunggu disana.


Setelah selesai sarapan mereka segera meninggalkan apartemen mewah itu untuk memulai aktivitasnya masing-masing, Ella begitu semangat karena pagi ini dia akan bertemu dengan anak-anak kecil, menurutnya itu suatu hiburan tersendiri baginya dapat melihat dan mendengar tawanya. Berbeda dengan lelaki yang dibalik kemudi itu, dia terlihat tidak bersemangat entah karena pekerjaan atau kerena kebutuhan biologisnya yang tidak terpenuhi. Ella segera mencium pipi Erik sebelum dia keluar dari mobil, dia berpamitan kepada suaminya dan berjanji akan menemani bekerja nanti siang.


Mata Ella menatap jalanan dari balik jendela hitam taksi itu, menikmati kemacetan ibu kota.


" Huft... " Desahnya lalu menyandarkan kepalanya disandaran kursi mobil, sambil memejamkan matanya berharap kemacetan akan segera teratasi, setelah satu jam terjebak macet, taksi itu berhenti tepat dipintu masuk rumah sakit suaminya. Ella segera membayar ongkos taksi dan masuk ke rumah sakit. Sebagian orang yang mengenal Ella, sudah tau untuk apa tujuannya kesini yang pasti untuk bertemu suaminya, Ella bertanya kepada petugas menanyakan keberadaan suaminya, setelah mendapatkan jawaban Ella segera menuju ruangan suaminya, di lantai paling atas gedung rumah sakit.


" Hay, sudah datang? " ucap Erik saat melihat istrinya dibalik pintu. " Apa sudah makan siang? " lanjut Erik yang berjalan menuju istrinya lalu membawa Ella duduk di sofa.


" Belum, justru aku kesini pengen makan siang dengan suamiku, " ucap Ella sambil bergelayut manja dilengan suaminya. Erik yang gemas dengan kelakuan Ella mencubit pelan hidung istrinya.


" Mas telepon bu Santi dulu biar dia yang menyiapkan makan siang untuk kita, Mas nggak bisa makan diluar karena pekerjaan Mas masih banyak, " jelas Erik, lalu menelepon assistannya yang berusia 45 tahun itu untuk menyiapkan makan siang.


Seperti biasa mereka makan siang satu piring berdua, makan siang pertama dikantor setelah status mereka berubah, jauh dari kata romantis karena Erik masih berkutat dengan berkasnya dan Ella menyuapinya serta menyuapkan ke mulutnya sendiri.

__ADS_1


" Pasti kamu kemaren nunda-nunda ya? makanya bisa sebanyak ini pekerjaanmu, " cibir Ella.


" Nggak juga, kemaren kan habis cuti jadi ya wajar kalau menumpuk, " jelas Erik.


Setelah menyelesaikan makan siangnya Erik menyuruh Ella untuk beristirahat di kamar ruangan itu. Ella hanya menurut karena dia juga sangat lelah, dia tidur diranjang Erik yang berada disebelah ruang kerja suaminya, mencium aroma parfum yang menyeruak diruangan itu.


Saat Erik akan mulai praktek, dia melihat Ella masih terlelap jadi dia hanya meninggalkan note disana. Dia segera beranjak dari kamar setelah mencium lembut kening istrinya, Erik berjalan menuju ruang praktek karena ada 20 wanita hamil yang sudah menunggunya. Pasien pertama dimulai pukul 4 sore, saat sampai didepan ruangan Erik menyapa pasien yang sudah beberapa kali datang ke rumah sakit, lalu segera mendudukan dirinya dikursi memulai praktek hari ini.


Ella terbangun tepat pukul 6 sore , cukup lama dia tertidur diruangan suaminya, mungkin karena aroma parfum dari suaminya. Dia mencari suaminya namun yang didapat hanya note kecil dimeja samping ranjang.


Ella segera mengambil baju yang tadi Erik bawakan untuknya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Cukup lama Ella berada di kamar mandi, saat sudah pukul 7 malam perutnya terasa lapar, dia segera menghubungi suaminya tapi tak kunjung diangkat, akhirnya dia memutuskan untuk turun kebawah ke ruang praktek suaminya. Saat sudah berada di dekat ruangan Erik, Ella bertemu dengan bu Santi dan bertanya tentang suaminya.


" Mas Erik sudah selesai Bu? " tanya Ella yang melihat bu Santi keluar dari ruangan Erik.


" Tinggal satu pasien mbak, ini yang terakhir, " jawab bu Santi.


" Ow...aku akan masuk ke dalam, " ucap Ella. Setelah itu Ella segera membuka pintu yang baru saja tertutup itu, matanya terasa panas saat melihat suaminya tertawa riang dengan seorang wanita yang tengah hamil besar. Ella menarik nafas panjang sambil memejamkan matanya, hatinya sakit saat melihat tangan suaminya memegang perut wanita itu.


" Ya Allah, kenapa ini seperti dejavu, dan wanita itu? jangan- jangan dia anak Mas Erik. " batin Ella, sekuat tenaga Ella mengumpulkan hatinya untuk memanggil suaminya.


" Mas! " ucap Ella, Erik yang mendengar itu langsung menoleh ke arah suara.


" Hay, sayang. Sudah bangun? " ucap Erik datar, wanita yang tengah berbaring itu langsung duduk, karena merasa tidak nyaman karena dilihat wanita lain.


Ella yang melihat kelakuan wanita hamil itu justru semakin curiga dengan kelakuan suaminya. Ella berjalan pelan munuju kursi suaminya, matanya berusaha sebisa mungkin menahan air mata yang akan terjatuh.


" Dimana bu Santi? " tanya Ella basi-basi.


" Itu, tadi mas suruh dia pulang, karena anaknya sedang sakit, pasien Mas juga sudah habis, ini yang terakhir, " jelas Erik.

__ADS_1


Ella yang mendengar kata pasien hatinya sedikit lega, namun rasa cemburunya masih tinggi mengingat wanita hamil itu disentuh oleh suaminya.


Terimakasih sudah membaca jangan lupa like, vote, dan coment.👍🙏


__ADS_2