Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Extra Part : Rainer Abiyasa Damanik


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Rainer Abiyasa Damanik


Satu hari setelah drama melahirkan itu terjadi. Di salah satu ruangan VVIP rumah sakit ternama di Jakarta. Dari luar ruangan memang tampak sepi tapi di dalamnya—suara teriakan anak-anak begitu menggaung, telapak kaki dari pria-pria kecil itu dengan gerakan berlari, melompat ke sofa, turun sofa, mendadak suasana pasar Gombrong pindah ke ruangan tersebut. Tidak ada yang menegur, membiarkan saja mereka bertingkah sesuka hati.


Beruntung, Rain dan ayahnya sedang di ruang bayi saat ini. Jadi, tidak mendengar suara kakak-kakaknya yang sedang ribut.


Rainer Abiyasa Damanik, bayi laki-laki itu lahir dengan sehat wal’afiat tanpa kurang satu apapun. Mengejutkan lagi, gusi gigi bayi itu sudah tumbuh. Naura sampai bertanya pada dokter masalah Rain, tapi dokter bilang itu tidak apa-apa.


Saat ini Naura tengah menatap ke arah gadis-gadis mungil sedang duduk di karpet, menyaksikan acara layar televisi yang menayangkan acara kartoon, sedangkan para orang dewasa tengah duduk di sofa memperhatikan anaknya masing-masing.


“Masuk angin?” tanya Maura. Saat melihat saudara kembarnya mengenakan selimut tebal untuk menutupi ujung kaki hingga batas leher.


“Nggak,” jawab Naura singkat.


“Pucat sekali wajahmu, sudah makan?” tanya Maura, lagi.


“Sudah.” Naura kembali menjawab singkat pertanyaan saudaranya.


“Kapok nggak melahirkan?”


“Nggak.”


“Pa, kayanya ada yang aneh sama Nana. Dari tadi jawabnya singkat-singkat terus. Bibirnya lengket kaya dikasih lem alteco.” Maura menggoda.


“Diem bisa nggak!”


“Cerita makanya! Jangan mendem sendiri gitu?!” desak Maura yang kini tengah menimang putrinya yang hendak tertidur.


“Aku belum bisa menyusui Rain, dia tidak bisa menyusuu dariku. Karena punyaku belum keluar, bukan belum keluar tapi tidak bisa keluar.” Naura memberanikan diri untuk bercerita pada Maura. Oleh karena itulah dia menyembunyikan tubuhnya menutupi dadanya yang membengkak karena tidak bisa dikeluarkan.

__ADS_1


“Suruh bantu Abhi saja,” saran Maura. Dia tidak tahu betapa beratnya perjuangan Naura.


"Gila, kamu, Ra!"


Saat terdengar suara pintu terbuka, semua orang menoleh ke arah pintu kamar. Ada Abhi yang tengah mendorong box bayi. Shaqueena yang memang dekat dengan Abhi, mulai mendekat lebih dulu. Mendadak semuanya terdiam mendekat ke arah box yang sudah berada di samping ranjang.


"Astaga, hei ganteng ya, Bee ...."


"Em ... kamu mau?" tanya Kenzo yang berdiri di sampingnya.


"Ini Milena, mau diapain?"


"Nggak salah, kalau nambah lagi." Kenzo menyahut lagi. "kata papa Erik makin banyak anak, wanita akan tampak lebih muda dari umur yang sesungguhnya. Iya kan, Pa?" Kenzo menoleh ke arah Erik mencari pembelaan.


"Ih, mesum," sahut Erik, menatap kesal ke arah Kenzo.


"Mumpung Riella, belum 40 tahun, Pa!" Kenzo menjelaskan maksudnya.


"Tapi, lihat itu Milena belum ada setahun," sahut Alby.


"Aku nggak mau begini terus, Bhi."


"Ke kamar mandi, aku bantu." tawar Abhi.


Ella yang curiga dengan masalah yang Naura alami mulai mendekati putrinya. "Kenapa?" tanya Ella.


"Ini, Ma. Asi untuk Rain nggak bisa dikeluarin jadi bengkak!" adu Abhi, yang ingin berkata jujur pada mertuanya. Itu demi kebaikan Naura, juga.


"Masalahnya?!"


"Anunya nggak muncul, jadi Rain nggak pinter mainnya, dia semalam rewel sampai dikasih susu formula sama perawat."

__ADS_1


"Ayahnya Rain nggak pintar, sih!" canda Ella, "harusnya kemarin teraphy dulu biar puttingnya keluar. Sekarang bingung, kan?" ucap Ella, "ke kamar mandi yuk? biar mama bantuin, dari pada yang bantuin nanti Abhi."


"Dengan senang hati kalau dia mau Abhi bantuin, Ma!" Abhi tertawa, tapi langsung mendapat cubitan dari istrinya. Setelah itu, Ella membantu Naura masuk ke kamar mandi. Menolak dengan tegas pria yang saat ini tengah tersenyum jahil ke arah putrinya.


...🌼🌼...


Empat Tahun Kemudian.


Waktu berjalan begitu cepat, Rain tumbuh menjadi pria kecil yang menggemaskan. Sama seperti ayahnya, garis pipi, caranya berbicara, hampir 90 persen semuanya mengikuti gen Abhi, termasuk caranya merayu sang bunda ketika meminta mainan yang diinginkan. Merengek dengan pujian-pujian yang dilontarkan pada Naura.


Pagi ini, ketika Naura hendak membantu mengenakan baju seragam, dia menolak bantuannya. Ia justru membelakangi tubuh Naura yang saat ini duduk di tepi ranjang. Seolah malu jika otot tubuhnya dilihat oleh sang bunda.


"Rain marah sama Bunda?" selidik Naura.


"Nggak." Jawabannya begitu singkat, seperti papanya yang sedang ngambek.


Wajah pria itu semakin tertekuk, bibirnya manyun, Naura bisa melihat itu dari pantulan kaca. Ia sendiri merasa lucu, sebenarnya rain ini mirip siapa? Gaya rambutnya, sedikit bergelombang, mungkin kalau lebih panjang lagi, mirip vokalis Letto.


"Rain, ayo berangkat!" ajak Abhi yang baru saja masuk ke kamar putranya. "loh, loh, kok belum siap, Bun?" selidik Abhi, pria itu terlihat lebih matang dengan kaca mata yang menghiasi wajahnya.


"Entahlah! Kamu urus ya?! Aku mual lagi." Naura kemudian berlari keluar kamar meninggalkan mereka berdua di kamar Rain.


Jauh berbeda ketika hamil Rain. Kehamilan Naura yang kedua ini memang lebih merepotkan, lebih mudah lelah dan mual berlebihan. Bahkan dia yang biasa menunggui Rain sekolah, terpaksa harus vakum, dan menitipkan putranya pada Maura, yang kebetulan putrinya bersekolah di tempat yang sama dengan Rain.


Alur kehidupan Naura begitu bewarna, ia pernah merasakan sakit, berjuang pulih, dan akhirnya Tuhan memberikan pasangan yang luar biasa. Luar biasa, manis, lebay, pinter merayu, saleh, mesum semua ada di Abhichandra Damanik, ia menyukai pria itu. Ia butuh pria itu, untuk melanjutkan sisa hidupnya.


...----------------...


Surat Cinta Untuk Readers :


Harusnya part ini nggak ada, sudah end sejak beberapa hari yang lalu. Maaf ya kalau beberapa hari ini bab nya terasa garing. Cerita ini benar-benar END.

__ADS_1


Sampai ketemu di cerita Alby-Maura, kapannya masih belum tahu, masih mau nyelesaian Pampam sama mas Virzha. Terima kasih sudah menjadi pembaca setia Ella.


Yang mau tau infonya, bisa follow Ig @rehuella1


__ADS_2