
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
Author Pov
Proses pemakaman Kenzie berjalan dengan lancar, saat ini Ella masih bertahan diatas gundukan tanah yang masih basah. Tangisnya masih belum berhenti, sambil mengusap nisan bertuliskan nama Kenzie. Sudah berapa kali Damar mengajaknya untuk pulang namun Ella hanya menggelengkan kepalanya menolak karena masih mau disana, Damar juga khawatir akan kondisi Ella saat ini, sudah berulang kali dia menghubungi Erik, namun panggilan Damar tidak pernah Erik jawab.
" La, ayo pulang, ini sudah sore La, " ajak Damar.
" Kakak pulang dulu saja, Lala bisa pulang naik taksi, " ucap Ella yang masih enggan beranjak dari sana.
Damar pun berniat meninggalkan Ella dan mencari Erik dirumah mamanya, karena jaraknya yang juga tidak terlalu jauh,
" Kakak tinggal ya La, " Ella yang mendengar itu hanya mengangguk pelan. Segera Damar pergi dari sana melajukan mobilnya kerumah Erik.
Damar turun dari mobil setelah sampai dikediaman rumah Erik dan segera menekan bel pintu rumahnya.
" Damar " ucap papa Yusuf yang kaget melihat Damar bertamu kesana.
" Apa Erik disini om? " tanya Damar.
" Erik ada dikamar, nggak mau keluar, om juga heran kenapa dia jadi seperti itu, " ucap papa Bayu.
" Boleh Damar bicara dengan Erik om, " tanya Damar.
" Masuklah, tolong kamu bujuk dia agar dia mau makan, " ucap ayah Yusuf
Damar segera berlari menuju lantai dua, dan mengetuk pintu kamar Erik.
" Rik, buka pintunya, gue pengen ngomong ke loe, " ucap Damar. Erik yang tau Damar datang kesana segera membuka pintu dan memberikan bogeman ke pipi Damar.
" Ini semua gara- gara loe Mar," ucap Erik yang melampiaskan kemarahannya kepada Damar.
" Dia pergi gara- gara loe Mar, " lanjutnya kembali memberikan pukulan ke pipi Damar. Damar hanya diam menerima perlakuan Erik karena ia sadar akan kesalahannya. Setelah Erik berhenti memukuli Damar, Damar segera memulai bicara tentang tujuannya menemui Erik.
" Rik, gue minta maaf, semua ini memang salah gue, gue mau minta tolong sama loe, " Erik yang mendengar itu hanya mendengus kesal mengingat kelakuan Damar dulu.
" Ken kecelakaan Rik, dia sudah meninggalkan Lala. " ucap Damar yang menangis karena mengingat kesedihan Ella.
" Gue butuh loe buat suport Lala, dia rapuh setelah ditinggal Ken, dia nggak mau pulang Rik, Lala aku tinggal di pemakaman. " Erik yang mendengar itu masih bingung kembali mencerna ucapan Damar. Dia juga tak percaya jika Kenzie telah pergi. Erik terdiam menunggu Damar berbicara lagi.
" Aku nggak tau Rik bagaimana membujuk Lala, tolong jemput dia agar mau pulang, " perintah Damar.
Erik yang mendengar itu segera mengambil jaket dan kunci mobilnya meninggalkan Damar di kamarnya sendiri.
Setelah sampai dipemakaman, Erik mencari- cari keberadaan Ella namun tidak ditemukan. setelah ditelusuri kembali Ella ternyata pinsan, Erik yang melihat itu segera mengangkat tubuh Ella dan menggendongnya kedalam mobil. Lalu membawanya pulang kerumah ayah Danu.
*****
" Ayo La, makan " ucap Erik saat berkunjung kerumah Ella. Ella masih belum bisa makan dengan baik setelah pemakaman Kenzie kemaren, pikirannya masih kosong.
__ADS_1
" Mas Erik tau nggak! saat Lala sedih dulu Zie selalu ada buat Lala, saat Lala ingat dengan Mas Erik dia selalu memberi semangat pada Lala, bahwa hidup itu akan terus berjalan, sekarang orang itu telah pergi Mas padahal Lala belum bisa membalas kebaikkannya, tapi ternyata Allah lebih sayang kepadanya. Zie itu orang baik pasti Allah akan menyayanginya, bener nggak Mas? " tanya Ella yang pikirannya seperti anak- anak bertanya pada orang yang tidak mengenalnya.
" La, Mas janji Mas akan jadi pengganti dia," ucap Erik menghibur Ella.
" Hehehe, lucu. Dulu Mas yang digantiin oleh Zie, sekarang Mas yang minta gantiin Zie." ucap Ella dengan senyum namun tatapan masih kosong.
" Ya Allah kuatkan Lala dari cobaan ini, beri dia kekuatan lebih untuk menghadapinya, " batin Erik.
" Lala makan ya, ayo biar Mas suapin, " Erik menyodorkan sendok didepan mulut Ella namun Ella masih enggan untuk memakannya.
" Mas, tinggalkan Lala sendiri, Lala pengen sendiri dulu," ucap Ella mengusir Erik.
" Baiklah Mas pergi, kamu harus makan nanti," pesan Erik pada Ella namun tak mendapatkan jawaban dari Ella.
Ella mengambil ponsel Kenzie yang ia bawa, Ella melihat galeri foto yang ada diponsel Kenzie. Semua berisi foto tentang Ella, cuma ada satu foto yang diambil setelah menyerahkan undangan pernikahan pada Mas Erik. Dia memakai jas hitamnya dan Ella memakai dress putih warna yang kontras namun terlihat serasi dipakai mereka.
" Kenapa kamu pergi secepat ini Zie, kamu bilang kamu mencintaiku? kenapa kamu meninggalkanku Zie, bawalah aku bersamamu Zie, " ucap Ella disela-sela tangisnya sambil menetap layar ponsel milik Kenzie.
" Ella, " panggil tante Sinta, Ella yang mendengar itu enggan menjawab maupun menoleh.
" Makan yuk sayang, kamu nggak boleh seperti ini terus, kamu tau kalau Kenzie melihatmu pasti akan sedih, karena Kenzie tidak bisa menghapus air matamu, " jelas tante Sinta menghibur Ella.
" Kenapa harus Zie tant, kenapa nggak Ella saja yang duluan pergi, biar Ella nggak merasakan sakitnya ditinggalkan lagi, " ucap Ella.
" Hus... nggak boleh begitu, ini semua sudah takdir Allah, nggak ada yang bisa dirubah." ucap tante Sinta.
" Tante keluarlah dulu, biarkan Lala sendiri dulu, " ucap Ella. Setelah tante Sinta keluar Ella berniat memutar musik di ponsel Kenzie, namun hanya ada satu lagu. Dia pun memutarnya.
Terangi hati yang redup ini
Sendiri ku berteman sepi
Berharap mampu lalui semua ini
Tersenyum ku tak mampu
Hilang semua dayaku
Cinta pegang tanganku ini
Ku tak mampu bertahan lagi
Dalamnya luka hatiku
Cinta genggam tanganku ini
Dan yakinkan bahwa diriku
Mampu berjalan
__ADS_1
Meskipun tanpanya
Menahan perihnya batinku
Mencoba untuk melangkah lagi
Berdiri di hadapan pelangi
Berharap mampu mencinta sekali lagi
Tersenyum ku tak mampu
Terdiam dan membisu
Cinta pegang tanganku ini
Ku tak mampu bertahan lagi
Dalamnya luka hatiku
Cinta genggam tanganku ini
Dan yakinkan bahwa diriku
Mampu berjalan
Meskipun tanpanya
Meski aku terjatuh,
Ku coba berdiri,
Oh... cinta genggam tanganku
Ho*...
" Kenapa kamu hanya menyimpan lagu ini Zie, apa kamu berusaha menguatkan aku lewat lagu ini, " ucap Ella sambil tersenyum tipis, lagu itu tetap Ella putar hingga dia tertidur.
*****
Ella terbangun dari tidurnya, setelah merasakan kain dingin yang menempel dikeningnya. Ella demam semalam dan tante Sinta yang merawat Ella.
" Ini sudah pagi, " ucap Ella lirih saat duduk di ranjangnya, dan segera beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
" La, ayo sarapan dulu," ucap tante Sinta yang melihat Ella keluar dari kamar mandinya.
" Nggak tante, Ella mau kemakam Zie dulu," ucap Ella lalu mengambil jas putih yang Yasmine berikan dan memakainya, jas itu adalah jas yang dipakai Kenzie saat kecelakaan, tidak ada aroma darah hanya aroma parfum maskulin Kenzie yang masih menempel disana, Ella menghirup dalam-dalam aroma parfum itu, membayangkan Kenzie masih disampingnya, merasakan seolah-olah Kenzie berjalan dengannya.
Ella berlalu pergi tanpa berpamitan pada ayah maupun kak Dama, dia langsung melajukan mobil Yaris putihnya ke makam Kenzie.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca jangan lupa vote, like dan coment.👍🙏
biar fell nya dapat, bisa di putar lagunya di youtube mike mohede~ mampu tanpanya.