Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Assisten Baru


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


POV ERIK


Aku begitu senang saat mengetahui bahwa yang di kandung Riza bukan anakku, aku sangat bersyukur atas gagalnya pernikahan ini. Kuedarkan pandanganku mencari sosok Damar dideretan kursi tamu, namun sepertinya dia sudah pergi,


" Pa, ma Erik pergi dulu! " ucapku pada kedua orang tuaku.


" Kamu mau kemana nak? " teriak mama padaku yang sudah berjalan pergi ingin pergi.


" Merumah Lala ma, " teriak ku yang sudah menjauh dari mama.


Segera aku melajukan mobilku kerumah Lala, aku ingin menjelaskan padanya tentang semua yang sudah terjadi, kuparkirkan mobilku tepat didepan pintu masuk rumahnya. saat aku sampai aku ketuk pintu didepanku.


tok ....tok....tok....tok....


Ketukku keras karena aku sudah tidak sabar untuk menjelaskan dan segera meluapkan rasa rinduku padanya.


" Siang yah, assalamu'alaikum, " ucapku pada ayah Danu yang kaget akan kedatanganku.


" Wa'alaikumsalam, kenapa kamu ke sini, bukannya seharusnya kamu menikah hari ini, " ucapnya


" Apa Erik tidak disuruh duduk dulu yah, " ucapku karena tak sabar ingin masuk kerumahnya.


" Hahahah... masuklah. " ucap ayah Danu sambil tertawa


" Apa Lala dirumah ya? " tanyaku padanya


" Lala... " ucapnya terhenti


" Maaf yah, aku nylonong duluan aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya, " ucapku sambil berlari menuju lantai dua. kuketuk pintu kamar lala.


" Sayank, Lala... buka pintunya donk mas mau menjelaskan kesalahpahaman ini sayank, " ucapku sambil mengetuk pintu namun tak kunjung terbuka,lalu kuketuk lagi pintu itu.


" Sayank, apa kamu sedang mandi? bolehkah mas masuk? " ucapku, namun yang ada pintu sebelah kamar Lala yang terbuka kulihat Sashi keluar dari kamar itu.


" Kak Erik, " ucapnya yang kaget melihatku berdiri didepan pintu Lala.

__ADS_1


"Hay Shi. apa Lala sedang mandi? dari tadi aku ketuk -ketuk pintunya namun tidak ada jawaban. " tanyaku pada Sashi yang sudah berdiri didepanku.


" Kenapa kak Erik disini? harusnya kan kak Erik sedang menikah? ini hlo masih pakai baju pengantin, " ucapnya sambil menunjuk baju yang aku pakai.


" Sudahlah, aku tak mau menjelaskan padamu sebelum Lala tahu kebenarannya lebih dulu, " ucapku pada Sashi.


" Sampai besuk juga nggak akan terbuka pintu itu, " ucapnya. " Lala itu pergi dari sini karena ingin melupakan semua kenangan tentangmu, " lanjutnya sambil menatapku tajam.


" Apa?? " teriakku pada Sashi


" Kenapa kau membentak istriku " ucap Damar yang baru datang dari arah tangga.


" Apa benar lala pergi, Lala pergi kemana? " tanyaku pada Damar.


" Apa urusanmu, urus saja istri barumu dan lupakan Lala, " ucap Damar menatapku.


" Mar, tolong Mar kasih tau aku dimana Lala? " tanyaku.


" Nggak akan, " teriak Damar.


" Aku akan menceritakan kejadian sebenarnya, tapi jawab dulu kemana perginya Lala, " ucapku merayunya.


" Mar, tolong ngertiin aku, sebenarnya...." aku pun menceritakan semua kejadian sebenarnya pada Damar dan Sashi.


" Tapi kamu sudah bercumbu denganya dihadapan Lala, apa Lala akan begitu mudahnya memaafkan dan percaya padamu. " ucap Damar, aku pun berfikir benar juga kejadian itu pasti sudah meninggalkan kebencian dihati Lala.


" Lala pergi ke Australia dan aku berharap kau tak akan menyusulnya, biarkan dia meraih keinginannya dulu, setelah semua yang terjadi aku yakin dia juga sangat membencimu, " ucap Damar padaku


" Tidak, mana mungkin Lala membenciku, aku tau dia sangat mencintaiku, " ucapku dengan yakin .


" Hahah, apa kau senarsis itu, hingga tidak akan ada laki- laki yang bisa membahagiakan lala, " ucapnya


" Tunggulah, disini sampai dia selesai kuliahnya, kalau kau benar mencintainya, kau pasti akan tahan menunggu dia tiga tahun lagi hehehe." ucap Damar menggodaku.


" Apa kau becanda Mar, empat bulan saja serasa satu abad, kau menyuruhku menungggunya selama itu lagi? " ucapku yang tidak terima.


" Aku yakin kamu bisa, cuma kalau tiga tahun lagi kira- kira berapa ya umurmu? " ucap Damar meledekku.

__ADS_1


" Dasar kamu Mar, gini- gini gue masih sehat ya, " ucapku tanpa aku sadari ternyata ayah Danu mendengarkan semua pembicaraanku dengan Damar.


" Aduh Mas, " ucap Sashi merintih kesakitan.


" Kenapa dek, " tanya Damar.


" Perutku sakit, " ucap Sashi, kulihat ada air ketuban mengalir dari arah pahanya.


" BODOH !! istrimu mau melahirkan, " ucapku pada Damar. " angkat istrimu, antarkan ke rumah sakitku sakarang! " ucapku pada Damar yang sudah panik


" Mas... baju bayi. " ku dengar ucapan Sashi pada Damar.


" Bu... tolong ambilkan tas bayi yang ada di kamar Damar, " teriak Damar yang tengah berjalan sambil menggendong Sashi, ayah Danu pun ikut panik setelah melihat Sashi yang kesakitan.


" Ayah tunggu disini saja, nanti kalau bayinya sudah lahir Damar kabari, " ucap Damar pada ayah Danu.


Segera kumasuk kedalam mobil dan kulajukan menuju rumah sakit kepunyaanku.


" Tenanglah Mar, kamu jangan panik kasian Sashi nanti juga ikut panik, suruh tarik nafas dalam dan keluarkan pelan- pelan, " ucapku yang melihat Damar dari spion depan.


" Diam kamu! cepat sedikit bawa mobilnya, " teriak Damar padaku


" Hey, apa kamu lupa aku ini siapa? kalau mau melahirkan di mobil pun aku bisa membantunya, " ucapku yang kubumbui dengan candaan agar Damar bisa terlepas dari paniknya.


Setelah sampai dirumah sakit, perawat langsung membawa Sashi ke ruang bersalin.


" Segera cek semuanya, dan laporkan pada saya! " perintahku pada bidan yang bertugas.


" Mau aku yang menangani atau mau bidan cewek yang ambil alih, " ucapku pada Damar saat kulihat dia berdiri di depan pintu.


" Minggir loe, pergi saja sana nggak sudi ya punyaku kamu lihat- lihat apalagi kamu pegang- pegang, " ucap Damar.


" Hahaha baiklah, kudoakan semoga lancar, temanilah Sashi di dalam saat proses melahirkan, biar loe tau gimana bundamu dulu melahirkanmu, " ucapku pada Damar. " Aku keruanganku dulu kalau sudah tidak kuat sashinya, bisa ambil jalan cesarean section/sesar, tapi usahakan lahir normal dulu karena posisinya semua bagus dan proses pembukaannya juga cepat, sudah pembukaan tujuh tinggal tiga lagi, " ucapku setelah seorang bidan memberitahuku laporan Sashi.


" Bye papa Damar, selamat dianiaya oleh istrimu, " ucapku pada Damar dia pun tak menjawab hanya menatap tajam kearahku.


segera kulangkahkan kakiku menuju lantai lima. begitu aku masuk ruangan aku jadi teringat saat Lala melemparkan cincin ke arah wajahku, segera ku ambil ponselku dikantong jas, yang baru aku sadari ternyata aku masih memakai jas waktu akad tadi.

__ADS_1


" Hallo, dengar baik- baik! Carikan aku assisten wanita yang sudah bersuami, sudah punya anak, bukan wanita penggoda, usia diatas 35 tahun keatas, punya reputasi baik saat membantu dan melayani pasien persalinan, secepatnya karena besuk aku akan mulai praktek kembali, " perintahku pada ketua HRD dirumah sakit itu.


Terimakasih sudah membaca klik like, vote, coment ya🙏👍😊


__ADS_2