Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa untuk like dulu ya. 👍


.


.


.


Saat ini Ella tengah bersantai ria di depan tv, menonton acara talk show di salah satu siaran tv nasional, sesekali dia melihat ke arah jam yang menempel di dinding belakangnya, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi suaminya belum juga menghubunginya, dia mulai gusar, setidaknya Erik bisa memberitahunya jam berapa dia akan pulang.


Malam ini dia menyiapkan makan malam kesukaan Erik, kepiting saos lada hitam, Ella hari ini menjadi penurut dengan suaminya, duduk beristirahat di rumah, hanya saja, dia tadi keluar sebentar untuk berbelanja sayur di swalayan depan apartemennya.


Ella memainkan remot tv di depannya mengganti channel tv secara acak, hatinya ingin sekali marah dengan suaminya karena Erik tidak memberi kabar apapun kepadanya, biasanya jam 8 dia sudah berada di pelukkan hangat suaminya, dia teringat pekerjaan suaminya memang penting, bahkan dia mengalah, selalu mengambil operasi cecar saat jam kerja saja, di luar itu dia menyerahkan pada pathner nya Reyhan.


Rasa marahnya seketika lenyap saat mendengar bunyi kunci terbuka dari arah luar, dia langsung berlari menghampiri Erik, memeluk erat suaminya yang baru dua langkah di belakang pintu itu. Erik terlihat sangat lelah, tapi dia tidak melupakan kebiasaanya, sama seperti para suami di luar sana yang mencium istrinya saat tiba di rumah sehabis pulang bekerja. Dia memberikan kecupan lama di ujung kepala Ella.


Setelah merasa puas dia mengajak istrinya untuk duduk di sofa.


“ Sepertinya kamu sangat merindukanku ya? ” tanya Erik sambil menghempaskan tubuhnya di sofa depan tv. Ella mengangguk karena merasa ucapan Erik benar adanya.


“ Aku siapkan air hangat ya? ” tawar Ella pada suaminya, tapi Erik justru menepuk dada nya menyuruh Ella bersandar di sana.


“ Mas lapar, ” keluh Erik sambil menciumi rambut wangi istrinya.


“ Lala ambilkan makan malam ya, ” Erik mengangguk menyetujui, Ella lalu melepaskan pelukkan Erik dan beranjak dari duduknya menuju meja makan, mematikan lilin elektrik yang sebenarnya sudah dia siapkan dari tadi, karena berniat ingin candelight dinner dengan suaminya meski hanya di rumah saja, dia lalu mengambil makanan dan membawanya ke depan tv.


“ Nih makan, ” ucap Ella sambil menyerahkan makanan ke tangan Erik.


“ Suapin! ” perintah Erik sambil memegang stik PS yang ada di tangannya, Ella yang melihat itu hanya menggeleng tak percaya, bisa-bisanya seorang dokter kandungan pulang ke rumah langsung memainkan PS nya, tapi mendingan sih dari pada harus bermain game online yang lagi hits saat ini.


“ Buka mulutmu, ” ucap Ella sambil menyodorkan sendok berisi daging kepiting ke depan mulut suaminya. Erik menuruti dengan senang hati, sambil masih fokus ke arah layar 60 inch di depannya.


“ Enak banget Yang, sumpah! Cuma sedikit kelebihan gula, ” ucap Erik yang tidak menoleh ke arah Ella, Ella lalu mencicipi makanan buatanya itu, dan dia baru menyadari jika dia terlalu banyak memasukkan gula sebagai pengganti micin tadi. Ella lalu tersenyum ke arah suaminya dan kembali menyuapi Erik dengan nasi dan daging kepiting.


“ Aku jadi seperti ibu mengurusi anaknya, ” ucap Ella dengan sedikit senyumnya.

__ADS_1


“ Hahaha... Nggak papa! Ini salah satu bentuk melayani suami juga, nanti biar dicatat sama malaikat, ” ucap Erik sambil tersenyum ke arah game PS nya.


“ Aduh...! Ndak ada pelancarnya ya? Ambilin minum dong Yang, ” perintah Erik sambil mencium pipi kiri Ella. Ella lalu segera berdiri dan mengambilkan air putih hangat untuk suaminya, dan kembali duduk di samping Erik, lalu menyerahkan air hangat itu padanya.


“ Yang. Sekalian kerupuk sepertinya akan tambah enak, ” ucap Erik yang sudah melihat tubuh Ella disampingnya


“ Hah! Kamu ini! Kenapa nggak sekalian tadi sih? ” gerutu Ella sambil kembali berjalan ke arah dapur mengambil kerupuk udang kesukaan suaminya itu, lalu kembali duduk di samping Erik.


“ Thank you my quenn, ” ucap Erik sambil memasukkan kerupuk ke mulutnya. Lalu kembali Ella menyuapi suaminya yang tinggal beberapa sendok itu.


Setelah selesai menyuapi Erik, Ella langsung berjalan ke kamarnya, berniat untuk istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih 15 menit, dia tidak ingin hari pertamanya besok akan kacau karena dia kurang beristirahat. Tidak butuh waktu lama Ella sudah masuk ke dalam alam mimpinya, meninggalkan Erik yang masih asyik dengan stik PS nya.


“ Yang... Yang..., ” panggilan Erik pun sudah tidak mampu dia jawab.


Erik yang tidak mendapat jawaban dari istrinya langsung mematikan game PS nya dan beranjak menuju kamar yang sudah temaram itu.


“ Ih... Kok ditinggal tidur sih..., ” ucap Erik sambil menarik pelan hidung istrinya, lalu menyelimuti istri cantiknya itu dengan selimut tebal. Ella tidak bergerak sama sekali saat Erik menggodanya karena dia sudah tertidur nyenyak.


*****


Tumben-tumbenan dia memberi pembatas, biasanya juga menempel seperti perangko dengan amplop. Batin Ella, saat menyadari Erik yang meletakkan guling di sampingnya sebagai pembatas.


Dia lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai Ella menuju dapur untuk membuat sarapan dan makan siang agar bisa di bawanya ke rumah sakit.


Saat Ella sedang memasak dia di kagetkan dengan kemunculan Erik yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.


“ Kangen, ” ucapnya yang membuat Ella berbalik menghadap Erik, lalu memberikan kecupan selamat pagi di kening Erik.


“ Minggir dulu Yang, nanti bisa hancur masakkanku jika kamu terus seperti ini! ” peringat Ella yang tidak di indahkan Erik, Ella yang melihat Erik tidak bergerak, berinisiatif membuatkan kopi hitam untuknya agar Erik segera pergi dari dapur.


“ Ini bawa ke meja makan! ” perintah Ella, namun Erik masih belum mau melepaskan pelukkannya, dengan kesal Ella mematikan kompor di depannya, karena memang pelukkan Erik sangat menganggunya ketika sedang memasak. Ella lalu berjalan sambil membawa kopi di tangannya, karena menahan tubuh Erik yang menempel di belakangnya, membuat langkah Ella semakin berat, hingga membuat kopi itu bergoyang dan menumpahi tangan kananya, reflek Ella melepaskan cangkir kopi itu, hingga membuat kakinya tersiram kopi panas, Erik yang melihat itu langsung melepaskan pelukannya dan mengangkat tubuh Ella ke sofa agar tidak terkena pecahan gelas.


“ Gimana sih! Kok bisa seceroboh itu, ” ucap Erik yang membuat Ella menatap tajam ke arahnya, Ella lebih memilih diam dari pada menanggapi ucapan Erik, sambil meniup tangannya yang sedikit terkena air panas itu, Erik berjalan ke ruang kerjanya mengambil salep luka bakar.


Setelah mendapatkannya Erik kembali duduk di sofa, menghampiri istrinya yang masih meniup-niup tangannya, Erik lalu mengangkat kaki Ella, meletakkannya di pangkuannya dengan telaten mengolesi luka bakar itu, Ella yang menerima perlakuan Erik, merasa dejavu dengan kejadian ini, dia seketika menarik kakinya dari pangkuan Erik, yang membuat Erik manatapnya bingung.

__ADS_1


“ Kenapa? ” tanya suaminya itu.


“ Nggak papa, sudah sembuh kok, nggak perlu salep lagi, ” jelasnya lalu dia kembali terdiam memikirkan kejadian pagi ini.


“ Ini taggal berapa Yang? ” tanya Ella.


“ Tanggal 19! Kenapa? Gajian masih lama, ” canda Erik sambil tertawa ke arah istrinya.


“ Nggak. Besok hari peringatan kematian Kenzie, boleh nggak kalau aku datang ke makamnya, ” ucap Ella yang membuat Erik terdiam, ntah kenapa hanya dengan mendengar nama lelaki itu disebut istrinya hatinya seperti di patahkan dengan pisau belati, namun sebisa mungkin dia menyembunyikannya dari Ella.


“ Tentu boleh dong! Besuk biar Mas menemanimu, ” jawab Erik berusaha menutupi rasa cemburunya, bahkan terlihat lucu jika dia harus cemburu dengan orang yang sudah meninggal.


“ Nggak usah Mas. Biar aku ke sana sendiri saja, ” tolak Ella.


“ Mau mas antar atau tidak pergi ke sana! ” Ella terdiam lalu dengan tidak rela menjawab dengan anggukkan kepala.


Dia hanya takut jika dia akan menangis saat di makam Kenzie nanti, dan itu akan di ketahui oleh Erik, dia juga harus menjaga perasaan suaminya yang sensitif itu, itulah alasan sebenarnya dia tidak ingin diantar oleh Erik.


“ Ayo kita siap-siap! ” Ajak Ella lalu berdiri dari sofa.


“ Kemana? Kamu nggak boleh pergi ya, lukamu tidak akan segera sembuh jika kamu banyak bergerak! ” Ella yang mendengar itu kembali menghempaskan tubuhnya ke sofa.


“ Luka ini tidak seberapa Mas, ” ucapnya menatap Erik.


“ Sudah sejak kemarin Lala membayangkan menimang-nimang bayi, kenapa haris di gagalkan dengan luka ini, ” ucap Ella dengan raut wajah yang cemberut. Erik menatap wajah Ella yang membuatnya ingin segera mencium bibirnya yang manyun itu. Ella diam sejenak menatap tv yang tidak dinyalakan itu.


“ Baiklah untuk kali ini Mas yang mengalah, ” ucapnya yang dihadiahi kecupan di pipi oleh Ella.


“ Suami terbaik deh pokoknya, ” ucap Ella sambil berjalan ke arah kamar mandi meninggalkan Erik yang tengah menyentuh pipinya yang terasa hangat itu, dia melengkungkan bibirnya melihat istrinya bersikap seperti itu.


" Sepertinya aku jatuh cinta lagi kepadamu, "


ucap Erik lirih.


Terimakasih sudah membaca karya saya semoga suka, jangan lupa kasih bintang 5 ya,

__ADS_1


Votes dan likes+ comen positif.👍🙏😊


__ADS_2