Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Martabak


__ADS_3

Lanjut ya... jangan bosan baca kisah mereka😜😁👍


.


.


.


Satu minggu kemudian.


Saat ini Kalun sudah bersama Ella dan Erik, Ella yang setiap malam menangis karena merindukan Kalun, mau tidak mau Erik harus menjemput Kalun, dengan syarat mereka akan menggunakan jasa baby sitter.


Setelah Erik memeriksa kondisi Ella melalui transvaginal, Ella kini tangah hamil 6 minggu, dan fase ini Ella mulai menginginkan banyak hal, mulai dari sate, kerak telor, rujak, mangga muda, setiap hari Erik selalu keluar rumah untuk membelikan keinginan Ella.


Saat ini Ella tengah berada di dapur, dia ingin membuat martabak bangka ala Ella, dengan bantuan aplikasi merah dan buku panduan, dia bisa membuat kue keinginannya. Sudah ketiga kalinya adonan yang dia buat gagal, setiap dia memasukkan ke dalam cetakkan hasilnya tidak mau mengembang. Kini dia tengah membuat adonan keempat, dia yakin dia bisa membuatnya, siapa tau nanti dia bisa membuat outlet martabak bangka di Jakarta. Erik yang sudah lelah menggendong Kalun mendekat ke arah Ella, memeriksa hasil karya istrinya.


“Mana kuenya Ma...?” tanya Erik.


“Belum jadi Pa...” Erik terkekeh saat mendengar jawaban Ella.


“Dua jam berkutat di dapur hasilnya zonk!”


“Ganti baju sana, ayo kita beli martabak bangka yang enak.” Ella cemberut saat mendapatkan cibiran dari suaminya. Matanya melirik ke arah Erik sambil mengaduk kasar adonan keempatnya.


“Pergilah jangan mengangguku, atau kamu mau adonan keempatku ini mendarat di wajahmu!” peringat Ella sambil membalas senyum ke arah anaknya.


“Nih, Papa yang melanjutkan!” perintah Ella sambil menyerahkan baskom adonan ke arah Erik.


“Harus enak, seperti martabak bangka, lembut dalamnya, kering di luar kalau nggak seperti itu kamu harus mengulangi lagi,” lanjut Ella sambil tersenyum ke arah suaminya. Erik hanya bisa menerima adonan itu sambil menatap resep di buku yang Ella berikan.


“Mudah begini kok, bisa gagal terus,” ucap Erik sambil memasukkan adonan ke dalam cetakkan.


“Mau di kasih topping apa Ma...” teriak Erik dari arah dapur.


“Coklat sama keju,” ucap Ella yang siap menikmati martabak buatan suaminya.


Sepuluh menit kemudian, Erik membawa hasil karyanya ke depan Ella, yang tengah bermain dengan Kalun.


“Martabak siap dinikmati,” ucap Erik sambil membawa martabak itu di depan Ella

__ADS_1


“Suap!” perintah Ella, Erik menghela nafas panjang saat mendengar permintaan Ella. Dia lalu mengambil martabak itu dan menyuapkan ke Ella, Ella diam sejenak sambil menikmati martabak buatan Erik.


“Nggak enak, keras!” protes Ella saat menikmati martabak itu.


“Buatkan lagi!” perintah Ella. Dengan rasa lelah Erik segera kembali ke dapur meninggalkan martabak yang sudah jadi di depan tv.


Tigapuluh menit kemudian Erik kembali membawa martabak buatannya ke depan Ella. Dia kaget saat melihat Ella tertidur dengan nyenyak di samping Kalun yang sudah akan mulai memasukkan martabak buatannya, bayi itu sudah pintar meraih benda dan memasukkan ke dalam mulutnya. Erik hanya melihat apa yang akan di lakukan Kalun setelah ini, dia tersenyum saat Kalun mulai bisa memasukkan martabak itu ke dalam bibirnya.


Ella yang terbangun dari tidur ayamnya langsung melihat ke arah Kalun, dia panik dan segera melempar martabak itu ke arah Erik.


“Kenapa Papa diam saja!” maki Ella pada suaminya.


“Ini belum waktunya Kalun MPASI Pa, jangan di biarkan seperti ini,” lanjutnya.


“Yang salah kamu, yang disalahkan selalu aku. Nih dah jadi martabaknya kamu pasti suka dan mau nambah lagi,” ucap Erik sambil membawa piring berisi martabak ke depan Ella. Ella tersenyum bahagia setelah mencicipi martabak kedua buatannya.


“Ini baru enak, tapi Papa saja yang makan, aku sudah tidak ingin memakannya.” Erik hanya bisa membuang nafas panjang setelah mendengar ucapan istrinya.


“Selalu seperti ini,” ucap Erik sambil mencubit pipi Ella.


Hingga malam berlalu Erik yang merasa lelah mulai merebahkan tubuhnya sambil memeluk Kalun yang telah tertidur. Sedangkan Ella masih asyik merapikan rambutnya yang sudah rapi, lalu memakai lipstick merah merona di bibirnya. Erik yang melihat penampilan Ella hanya bisa memendam senyumnya.


“Kamu mau kemana sih, bibir merona, pakaian sexy, rambut disibakkan, mau menggoda Mas ya? Nggak usah seperti itu, aku sudah bisa tergoda kok,” ucap Erik sambil mendekat ke arah Ella.


“Tidurlah aku capek!” perintah Ella lalu merebahkan, dan menyelimuti tubuhnya, sambil menatap Kalun yang tepat berada di sampingnya.


“Baiklah kita tidur lebih awal malam ini, selamat tidur istriku yang cantik dan semok,” ucap Erik sambil mencium seluruh wajah Ella.


“Selamat tidur suami mesumku, semoga mimpi indah,” ucap Ella yang kembali menarik selimut yang sudah dibuka Erik tadi.


***


Pagi harinya, untuk pertama kalinya dia merasakan mual lagi setelah kelahiran Kalun, dia memuntahkan isi perut di dalam kamar mandi. Erik yang sudah bangun dan mengajak jalan-jalan Kalun di taman, segera mendekati Ella setelah diberitahu pelayan.


“Bagaimana Apa ada yang sakit?” tanya Erik saat berada di samping Ella.


“Ngga- huek...huek...,” Ella tidak bisa melanjutkan ucapannya karena merasakan rasa mual lagi, setelah selesai muntah Ella lalu mendekatkan wajahnya di bibir Erik, mengendus aroma tubuh suaminya.


“Papa belum gosok gigi ya?” tanya Ella. Erik yang mendengar itu langsung meletakkan tangannya ke depan bibir, mencium aroma nafasnya sendiri.

__ADS_1


“Wangi kok, Mas sudah gosok gigi tadi pakai tootwash juga, kamu itu yang belum gosok gigi bangun tidur langsung muntah, jadi bau mulutmu sendiri,” jelas Erik.


“Nggak! Papa yang belum gosok gigi, sudah sana mandi!” perintah Ella sambil mendorong tubuh suaminya ke dalam kamar mandi.


“Aku sudah mandi Cintakuu..., ayo kalau kamu mau Mas mandiin?” ucap Erik sambil menarik tangan Ella.


Ella yang belum juga mandi hanya menurut, lalu membuka pakaiannya, dan segera mandi. Ella segera keluar kamar mandi sebelum Erik menyelesaikan mandinya. Dia lalu mencari Kalun yang sudah digendong baby sitter, lalu membawa anaknya ke ruang keluarga.


Erik yang baru selesai mandi segera menyusul Ella yang tengah bermain dengan Kalun. Dia duduk di samping Ella yang memainkan mainan Kalun.


“Papa tadi nggak jadi mandi ya?” tanya Ella menatap ke arah Erik.


“Jadi kok, rambut Mas saja masih basah,” jawab Erik sambil memperlihatkan rambutnya.


“Kok masih bau! Ini sama persis baunya seperti Mondy ( kucing peliharaan Ella dan Erik )!” cibir Ella sambil mengendus tubuh Erik, “Mandi lagi sana, nggak kuat aku Mas!” lanjut Ella memberi perintah pada suaminya.


“Kalau nggak mau dekat-dekat denganku, nggk papa! tapi jangan ngrepotin gini dong Ma,” ucap Erik yang mengeluh karna baru jam 7 pagi, dia harus diminta mandi 3x.


“Tapi Papa bau!” ucap singkat Ella, “Bu..., Bu..., coba cium Papa Kalun!” pelayan paruh baya itu bingung saat mendengar ucapan Ella, karena dia hanya paham jika diminta mencium Erik, tapi cium bagian mananya dia juga tidak paham.


“Bapak masih bau kan Bu, begitu dia bilang sudah mandi!” cibir Ella yang tega memperlakukan Erik seperti itu.


Erik lalu pergi ke kamar, bersiap akan pergi ke rumah sakit, tanpa mandi terlebih dahulu.


“Papa mau pergi?”


“Iya.”


“Nggak boleh, aku pengen Papa menemaniku belanja,” ucap Ella sambil menghadang langkah Erik. Erik hanya bisa tepok jidat saat menhadapi sikap Ella yang absurd itu, tapi dia selalu menuruti apa yang dikatakan istrinya karena mecintai Ella.


.


.


.


Terimakasih^_^


Jangan lupa like dan votenya ya.👍😁😊

__ADS_1


__ADS_2