Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Mengerti


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa like dan vote ya!


“Kak!” Damar segera menutup teleponnya saat mendengar panggilan Ella yang mengagetkannya. Dan Ella yang dari tadi berdiri di sana sudah menatap tajam ke arah kakaknya.


Sedangkan Damar masih berusaha menampilkan wajah datarnya, dia masih berusaha menyakinkan diri bahwa Ella tidak mendengarkan obrolannya dengan Erik.


“Lala... Ngapain kamu di sini? “ tanya Damar yang masih ingin menyembunyikan semuanya dari Ella. Ella hanya membalas dengan senyuman ke arah kakaknya.


“Jadi Mas Erik di kantor polisi mana?” tanya Ella masih dengan nada datar. Dia masih menatap ke arah Damar. Menanti jawaban jujur yang keluar dari mulut Damar.


“Jawab Kak!” pekik Ella yang tidak mendapat jawaban dari Damar.


“La tenangkan dirimu!”


“Bagaimana aku bisa tenang Kak, suamiku di penjara, sedangkan aku? Hiks...hiks,” ucapnya yang sudah mulai menangis.


“Tenangkan dirimu dulu, jika sudah tenang baru temui Kakak!” ucap Damar yang akan berjalan meninggalkan Ella.


“Kak, please ceritakan semuanya padaku, apa yang sebenarnya terjadi dengan Mas Erik!” perintah Ella pada Damar.


Damar merutuki kebodohannya karena tadi tidak menutup rapat ruang kerjanya, sehingga membuat Ella bisa masuk dan mendengarkan ucapannya saat menelepon Erik.


Damar lalu mengajak Ella duduk di sofa di ruang kerjanya. Terlihat Sashi yang semula akan memberikan Gheo pada Damar, tapi dia urungkan, karena melihat Ella yang sudah menangis dipelukkan Damar.


“Baiklah Kakak akan menunggu kamu diam, baru Kakak akan cerita semuanya.” Damar masih memeluk Ella agar adiknya itu sedikit lebih tenang.


Ella menghapus airmatanya dengan kedua tangannya berusaha keras menghentikan tangisannya, dia masih sesenggukan sambil bersiap mendengar penjelasan Damar.


“Sudah?” tanya Damar sambil tersenyum simpul ke arah Ella.


“Ceritakan semuanya Kak! Lala siap apapun yang akan aku dengar, Insya Allah Lala kuat,” ucap Ella menatap ke arah Damar.


“Erik ditahan di polsek Bali karena kasus pengniayaan.” Damar melihat reaksi Ella yang sudah kembali menangis. Dia tidak melanjutkan ucapannya karena melihat reaksi Ella seperti itu. Damar hanya takut terjadi sesuatu dengan calon keponakan.


“Lanjutkan Kak!” ucap Ella setelah lebih tenang.

__ADS_1


“Yohan sudah mengurus semuanya, jadi tenanglah sebentar lagi dia akan bebas.”


“Siapa yang dianiaya Mas Erik Kak?” tanya Ella yang benar-benar lupa saat kejadian pesta topeng.


“Temannya Farrel yang dulu hampir saja melecehkanmu! Yohan kehabisan cara karena kedua orangtuanya memiliki kuasa di daerah sana, dan cctv juga sudah dirusak oleh korban,” jelas Damar.


Ella semakin menangis saat menyadari jika suaminya masuk penjara karena dirinya.


“Aku mau ke Bali Kak, aku harus menemui Mas Erik,” ucap Ella yang sudah akan beranjak dari sofa.


“Nggak La, kamu harus tetap di sini sampai Erik pulang!”


“Terserah Kakak mau bilang apa! Malam ini aku akan berangkat ke Bali,” tegas Ella berlalu meninggalkan ruang kerja Damar.


Ella berjalan menuju kamar untuk mengambil ponsel dan tasnya. Dia hendak pulang dan mempersiapkan barang-barangnya untuk di bawa ke Bali. Dia akan terbang ke Bali menemui suaminya malam ini juga. Namun, saat hendak pergi tangan Damar menahan langkah Ella.


“Plaese La! Tunggulah Erik di rumah, Yohan sudah di sana menyerahkan semua buktinya!” ucap Damar yang melihat Ella akan pergi.


“Bukan aku yang menginginkan untuk pergi ke sana Kak! Tapi anakku,” ucap Ella lirih, memakai alasan terakhir bahwa calon anaknya menginginkan itu. Damar diam sejenak saat mendengar ucapan Ella, lalu dia menganggukan kepalanya ke arah Ella.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Damar panjang lebar, Ella segera masuk ke dalam kamarnya, menyiapkan tenaganya agar bisa dan kuat menghadapi hari esok saat bertemu suaminya.


“Apa alasanmu menyembunyikan semua ini Mas?” lirihnya sambil merebahkan tubuhnya di sofa, dia menatap langit-langit kamarnya berharap malam ini akan segera berlalu.


Dan esok akan segera bertemu dengan suaminya.


***


Keesokkan harinya, baru jam 5 pagi Ella sudah terbangun, dia begitu semangat hari ini karena akan bertemu dengan suaminya, rencananya Damar dan Ella akan berangkat pukul 7 pagi, tapi sayangnya pagi ini hujan lebat mengguyur kota Jakarta jadi mau tidak mau dia menunda keberangkatannya hingga pukul 9 pagi.


Ella masuk ke dalam pesawat pribadi milik Damar, dalam hatinya berharap hujan ini tidak akan menghalangi dirinya untuk bertemu dengan Erik, dia begitu merindukan suaminya itu, merindukan semua hal tentang Erik.


“Gimana siap berangkat sekarang?” tanya Damar yang menghampiri tempat duduk Ella.


“Iya, Lala sudah siap,” jawabnya sambil tersenyum ke arah Damar. Damar lalu memastikan seatbelt Ella, lalu meninggalkan Ella setelah semuanya aman.

__ADS_1


Setelah perjalanan 2 jam, pesawat berhasil mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Sampai di sana Ella meminta Damar untuk langsung mengantarnya ke polsek Bali.


“Kita makan siang dulu La, Kakak sudah sangat lapar,” ucap Damar yang sebenarnya takut jika disalahkan Erik karena membawa Ella ke Bali. Karena Damar tidak memberitahu Erik, jika Ella sudah mengetahui semuanya. Ella hanya bisa mengalah dan mengikuti Damar, untuk menemani Damar makan siang terlebih dahulu. Ella yang sadar dengan kekhawatiran Damar akhirnya menyuruh Damar untuk menyewa hotel saja.


“Nggak, Kakak sudah lama tidak bertemu dengan Erik jadi kakak akan menemanimu,” jawabnya saat Ella menawarkan untuk menyewa hotel.


Ella hanya tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari Damar.


Setelah selesai makan siang, Ella dan Damar segera menuju polsek Bali, perasaan Ella campur aduk antara senang, sedih, dan khawatir tentang kondisi Erik. Dia khawatir jika wajah suaminya akan lebam karena siksaan rekannya yang satu tahanan dengannya, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya untuk masuk ke dalam.


“Kenapa?” tanya Damar yang heran dengan kelakuan adiknya yang tiba-tiba tidak bersemangat itu.


“Nggak papa Kak, Ayo!” ucap Ella lalu kembali berjalan mendahului Damar.


"Aneh!" cibir Damar saat melihat tingkah Ella.


Setelah mengisi daftar hadir Ella dan Damar menunggu kedatangan Erik di ruang tunggu. Damar meraih tangan Ella yang bergetar itu, dia paham jika adiknya itu tengah gelisah memikirkan kondisi Erik.


"Tenanglah dia baik-baik saja," ucap Damar.


Setelah 10 menit menunggu, Ella yang dari tadi menatap ke arah pintu dalam, langsung menatap lekat pada tubub laki-laki yang selama ini di rindukannya. Erik baru saja keluar dari ruang tahanan, tubuhnya yang kurus pasti karena makanan di sini tidak enak, atau suaminya itu tidak bisa memakan makanan dengan baik, rambut yang panjang pasti dari dulu tidak pernah di potong, mana mau dia potong rambut tidak di temani Ella.


Ella yang tidak sabar langsung memeluk Erik yang belum sadar dengan kedatangannya tersebut. Dia memeluk erat suaminya tanpa mengingat perutnya yang sedikit menonjol.


“Sayang...,” ucap Erik yang baru menyadari saat melihat Damar duduk di ruang tunggu, dia membalas pelukkan Ella yang sama eratnya, menyalurkan kerinduannya setelah 2 bulan lebih tidak bertemu. Tanpa berucap atau berkata-kata Ella langsung menggigit bibir suaminya yang sudah lama dirindukannya itu, meluapkan kekecewaanya melalui gigitan di bibir Erik . Tapi tangannya masih memeluk erat suaminya, demi mengobati rasa rindu yang dideritanya selama ini.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca kisah Erik dan Ella, jangan bosan untuk menikmati alurnya, dan jangan bosan untuk like dan vote ya, aku tunggu komentar dan saran positifnya.👍🙏😊


__ADS_2