
Happy Reading, jangan lupa votenya.👍🙏
*
*
" Mas..."
" Hmm..."
" Apa aku masih bisa pergi ke Banjarmasin? "
" Sayang! " Ucap Erik memutar kursi yang di duduki Ella menatap lekat wajah istrinya.
" Kamu tau sendiri anak kita masih sekecil itu, akan terlalu beresiko jika kamu pergi naik peasawt, " jelas Erik dengan nada lembut, Ella diam tanpa membalas dan menatap Erik di depannya.
" Ya sudah. Ayo pulang sudah selesaikan prakteknya, " ucap Ella segera berdiri dan mengambil tas miliknya, Erik hanya bisa mengikuti Ella yang sudah lebih dulu berjalan.
" Yang, pelan- pelan jalannya, kita ke apotek dulu ambil vitamin! " ucap Erik saat sudah di samping Ella.
" Aku tunggu di mobil saja, aku sudah capek, " ucap Ella.
" Tapi, Yang. Mas cuma sebentar, jadi kamu ikut saja, " ucap Erik sambil menarik tangan Ella agar Ella tidak pergi ke tempat parkir, akhirnya Ella hanya bisa mengalah mengikuti Erik.
Erik segera mengajak pulang Ella setelah vitamin sudah di tangannya. Saat dalam mobil suasana hening, Ella masih diam seribu bahasa, sedangkan Erik juga bingung harus mengizinkan Ella atau tidak, karena dia juga tidak bisa menemani istrinya pergi.
" Mau mampir beli sesuatu nggak Yang, " tanya Erik memecah keheningan.
" Nggak langsung pulang saja, " jawab Ella tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Erik.
" Kamu marah sama Mas? " tanya Erik saat melihat sikap Ella yang dingin kepadanya.
" Nggak, Lala cuma kecewa saja," ucap Ella.
" Kecewa sama Mas karena membuatmu hamil? " canda Erik sambil terkekeh menatap istrinya berharap istri ikut tersenyum juga, namun hanya kehampaan yang dia dapatkan.
" Kecewa karena rencanaku yang sudah di susun jauh-jauh hari, akhirnya harus batal, " ucap Ella berhenti sejenak, lalu menatap Erik yang di belakang kemudi.
" Lala cuma bingung gimana cara ngomong ke bundanya Kenzie, karena dia sudah sangat mengharapakan kehadiranku, " jelas Ella lagi.
" Ya, tinggal kasih tau saja jika kamu sedang hamil, dia pasti ngerti, " kata Erik menanggapi ucapan Ella.
" Iya, pasti dia akan bilang tidak apa-apa, tapi dalam hatinya pasti sangat kecewa denganku, " ucap Ella lalu kembali menatap jendela di sampingnya.
" Kalau Mas mengizinkan apa kamu akan berangkat? " tanya Erik yang bisa menebak apa yang di inginkan istrinya.
" Ya, iyalah Mas, " ucap Ella menatap Erik.
__ADS_1
" Apa kamu bisa menjamin, jika anak kita akan baik-baik saja, " Ella terdiam saat mendengar ucapan terakhir Erik, dalam hatinya dia juga takut jika terjadi sesuatu dengan janinnya mengingat usianya baru 5 minggu.
" Mas juga nggak bisa menemanimu Yang, nanti kalau terjadi apa-apa denganmu disana, bagaimana? " Erik akhirnya mengungkapkan kekhawatirannya.
" Mereka keluargaku Mas, Mas juga lihat sendiri bagaimana hubunganku dengan mereka selama ini, jika memang terjadi sesuatu pasti mereka juga akan menolongku, " jelas Ella sambil membuka pintu dan turun dari mobil karena mobil sudah sampai di tempat parkir apartemen. Ella berjalan tanpa menunggu Erik di belakangnya.
Ella masuk ke dalam apartemen setelah pintu terbuka.
" Mas, tadi Lala sudah memasak, kalau Mas lapar makan sendiri dulu, Lala capek mau istirahat, " ucap Ella memberitahu suaminya, Erik yang mendengar itu segera mengganti pakaian dan segera menuju meja makan, sudah tersedia aneka sayur kesukaannya.
Makan sendiri tanpa di temani Ella memang membuat selera makan Erik menurun, tapi mengingat ucapan istrinya jika dia capek, Erik hanya bisa mengerti dan memahami kondisi istrinya yang tengah berbadan dua, selesai makan Erik segera menyusul Ella ke kamar, saat pintu terbuka Erik melihat Ella sedang menelepon seseorang, Ella segera mematikan panggilannya saat melihat Erik memasuki kamar, bukan karna takut ketahuan, tapi karena ingin segera tidur dan melupakan rasa kecewanya.
" Siapa? " tanya Erik penasaran.
" Keisya, " ucap Ella singkat lalu merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga ujung leher.
Erik masih duduk ditepi ranjang membelakangi Ella, mencoba berbicara dengan istrinya yang keras kepala. Dia tidak bisa melihat Ella bertingkah seperti itu padanya, sikap dingin Ella sangat menyiksa buatnya.
" Yang, rencana berapa hari kamu ke Banjarmasin? " tanya Erik. Ella yang mendengar pertanyaan suaminya langsung membalikkan badan ke arah Erik.
" Secepatnya aku akan pulang, setelah acara pestanya selesai, " Erik memijit pelipisnya, karena tidak ada kepastian dari Ella.
" Apa sebulan? " tanya Erik memastikan.
" Jangan ngaco deh Mas, aku kesana cuma sebentar, nggak akan lama, " jelas Ella.
" Jangan lupa selalu vidio call dengan Mas, minum vitamin rutin, dan maksimal 1 minggu kamu harus sudah berada di rumah, " ucap Erik yang melanjutkan ucapannya.
" Benarkah aku bisa pergi? " Erik mengangguk malas.
" Mas akan membawakan obat penguat kandungan untuk kamu minum, " jelas Erik.
" Beneran Mas? " ucap Ella yang sudah memeluk Erik dari belakang.
" Iya, tapi Mas akan minta jatah Mas dulu sebelum kamu tinggal, " pinta Erik yang sudah di peluk Ella.
" Emang nggak papa ya? kalau hamil muda nglakuin begituan? " tanya Ella.
" Nggak ada larangan, kecuali kalau memang ada masalah dan kontraksi harus segera dihentikan, " jelas Erik.
Erik lalu merebahkan tubuh Ella di atas ranjang, melakukannya dengan pelan karena takut akan menyakiti istri dan calon anaknya.
*****
Dua hari telah berlalu. Pagi ini Ella akan berangkat sendiri ke Banjarmasin, Ella melirik sekilas wajah Erik yang murung dari tadi bangun tidur, beberapa kali Ella mengajak berbicara dengannya namun dia tak menjawab atau pun menyahut ucapannya.
" Ayolah Yang, jangan seperti itu wajahmu, aku janji, jika semua sudah beres aku akan segera kembali ke rumah, " ucap Ella yang menatap raut wajah suaminya.
__ADS_1
" Emang nggak malu, apa? di tempat umum wajahmu seperti bebek berebut makanan, " ucap Ella yang di bumbui candaan. Namun Erik tidak merespon ucapan Ella.
" Obatnya sudah dibawa? sudah di minum tadi vitamin yang Mas berikan? kalau ada apa-apa harus langsung hubungi Mas, " tanya Erik panjang lebar.
" Iya Sayang, jangan khawatir, " ucap Ella yang sudah mengangguk dari tadi.
" Obat mualnya sudah dibawa belum? " tanya Erik lagi memastikan.
" Sudah pak dokter, " jawab Ella sekenanya.
" Aku serius Yang, ini juga buat kamu dan anak kita, " maki Erik pada istrinya, Ella hanya menghela nafas panjang.
" Dan satu lagi, jangan terlalu kecapekkan, jangan terlalu lama berdiri apalagi mengangkat beban dan harus jaga anak kita, Mas akan menyalahkanmu jika terjadi sesuatu dengan anak kita, " pesan Erik panjang lebar pada Ella.
" Iya Sayang, sudah ya aku masuk dulu, Mas juga hati -hati di rumah, jaga kesehatan, dan jangan telat makan," Erik lalu mengecup seluruh wajah Ella dan memeluknya erat.
" Mas bakalan kangen banget sama kamu Yang, " ucap Erik yang berat melepaskan Ella.
" Lala juga, I Love You Pap, " ucap Ella.
" Panggilan yang bagus, " ucap Erik lalu tersenyum menatap Ella.
" Bye, Assalamu'alaikum, " pamit Ella.
" Wa' alaikumsalam, I Love You Too Mam, " balas Erik.
Ella segera masuk ke bandara, meninggalkan suaminya yang masih berdiri menatapnya di tengah-tengah kerumunan.
Erik merasa berat melepas istrinya pergi, dia mengkhawatirkan kondisi Ella karena Ella tak lagi satu melainkan ada anaknya di rahim sang istri.
" Hanya sebentar, semoga semua akan baik-baik saja, " ucap lirih Erik sambil berjalan meninggalkan bandara.
Sedangkan Ella tengah duduk di ruang tunggu menunggu panggilan untuk menaiki pesawat komersil yang akan membawanya ke Bandara Syamsudin Noor. Rencananya sampai disana dia akan di jemput Keisya dan calon suaminya, untuk sementara Ella akan tinggal di rumah Bunda Kenzie.
Ella segera masuk ke dalam pesawat setelah mendengar panggilan masuk penumpang, dia berjalan tanpa pendamping di sampingnya, mengantre boarding dengan orang-orang yang tidak dikenalinya.
" Bismillah, " ucap Ella saat kakinya menginjakkan pesawat, seketika dia segera mengambil ponsel di tas yang tengah berdering.
" Iya Yang, "
" Bila kram perut saat di pesawat, tarik nafas panjang buang pelan-pelan, " peringat Erik di ujung telepon.
" Iya Sayang, " jawab Ella.
" Hati- hati ya, ingatlah aku selalu menunggumu pulang, " ucap Erik.
" Iya Sayang, cinta akan membawaku kembali padamu, sudah ya, pesawat akan segera take off, " ucap Ella lalu segera mematikan panggilannya dan menyetting dalam mode pesawat.
__ADS_1
Terima Kasih yang sudah vote, like dan komentar, dukung terus karya saya ya, 👍🙏😊