
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
AUTHOR POV
Sudah jam tujuh malam tapi Kenzie juga belum sadarkan diri, Ella sudah mengganti bajunya dibantu oleh tante Sinta, Ella pun tak mau beranjak dari depan pintu ruangan Kenzie di rawat, padahal ayah dan bunda Kenzie meminta Ella untuk beristirahat, Ella ikut panik ketika banyak dokter yang masuk kedalam ruang rawat Kenzie. Dia takut terjadi sesuatu dengan calon suaminya itu.
Tak berapa lama pintu ruangan pun terbuka, keluarlah dokter laki -laki yang menangani Kenzie meminta keluarga pasien untuk masuk kedalam karena Kenzie sudah sadar, Ella yang mendengar itu sedikit lega, ayah dan bunda Kenzie masuk kedalam ruangan itu, tak lama bunda Kenzie meminta Ella untuk ikut masuk karena Kenzie memintanya. Ella segera melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ruangan itu.
" Zie, " panggil Ella yang baru memasuki ruangan tersebut, Kenzie pun mencoba tersenyum saat melihat Ella. Sambil menahan rasa sakit ditubuhnya. Ella melihat tubuh Kenzie yang dipenuhi dengan selang hanya bisa menangis.
" Mana yang sakit Zie? katakan biar aku panggilkan dokter," ucap Ella, ayah dan bunda Kenzie yang ikut di dalam ruangan itu hanya melihat sambil berusaha menahan tangisnya.
" Nggak ada Re.." ucap Zie yang hanya bisa setengah suara.
" Tolong jangan menangis, aku akan sedih, " ucap Zie dengan terbata-bata, Ella pun segera menghapus air matanya.
" Maafkan aku karena tidak jadi menikahimu, " lanjutnya.
" Jangan katakan itu Zie, kita akan menikah saat kamu sembuh Zie, " ucap Ella yang berusaha menahan air matanya.
" Re... aku mencintaimu, mungkin takdir kita cuma sampai di sini, " ucap Zie.
" Jangan bicara seperti itu Zie. Kau sudah berjanji padaku akan menjagaku, menemaniku, dan kita akan saling mencintai, tinggal dirumah kita, mendidik anak- anak kita nanti, please Zie bertahanlah, jangan kau ingkari janjimu, " ucap Ella yang sudah menangis.
" Re aku mencintaimu, jangan terus bersedih saat aku pergi nanti, terus lah bahagia aku hanya ingin kamu bahagia, karena aku juga akan bahagia disana. "
__ADS_1
" Tidak Zie, bahagiaku itu bersamamu, " ucap Ella.
" Yah bun, " panggil Kenzie. ayah dan bunda Kenzie pun mendekat.
" Jadi kan Rere sebagai penggan tiku jika aku pergi nanti, bantu aku jaga dia agar dia tidak terus menangisi ku, " pesan Kenzie pada ayah bundanya. Mereka pun tak dapat menahan tangisny.
" Re..." ucap Kenzie sambil meraih tengkuk Ella agar bisa dekat, Ella yang mengerti itu langsung mendekat dan ******* bibir Kenzie, Kenzie pun bisa tersenyum tipis.
" Terima kasih atas semuanya, kamu sudah ada disampingku saat- saat terakhirku " ucap Kenzie setelah melepas ciumannya. Kemudian nafasnya tersengal -sengal, tubuhnya kembali drop, dokter yang mengetahui itu menyuruh semua yang ada disana untuk keluar ruangan. Ella pun keluar dari ruang ICU itu, ayah Danu segera manahan tubuh Ella saat Ella hampir terjatuh, tak lama dokter keluar dari ruang ICU memberitahu bahwa Kenzie sudah tiada tepat pukul 08.15 malam, tangis Ella pun semakin pecah, dia segera menerobos pintu ICU.
" Zie, kamu jahat Zie, kamu mengingkari janjimu, " ucap Ella sambil menggoyang- nggoyangkan tubuh Zie.
" Kenapa kau tinggalkan aku sendiri Zie, " ucap Ella yang sudah menyandarkan kepalanya didada Kenzie, bunda Kenzie pun masuk dan memeluk Ella menenangkan Ella yang sangat terpukul.
" Ikhlaskan sayank, biar Ken juga tenang disana. Kamu harus kuat, bunda akan selalu berada disisimu, " ucap bunda Kenzie. Ella pun semakin keras menangis hingga dia tidak sadarkan diri, Damar yang mengetahui itu langsung mengangkat tubuh Ella ke ruang UGD agar Ella mendapatkan perawatan.
" Zie... Zie. Jangan pergi Zie, tetap temani aku zie, " ucap Ella dalam tidurnya. Ayah Danu yang mendengar itu ikut menangis turut merasakan kesedihan anaknya, dia tak sanggup melihat Ella lemah seperti itu.
" Zie ! " teriak Ella, lalu dia bangun dari tidurnya, semua orang yang diruangan itu menatap Ella dengan sedih melihat kondisinya saat ini.
" Sayang, " ucap ayah Danu sambil membawa Ella kedalam pelukannya,
" Dia pergi Yah, orang yang aku cintai selalu pergi lagi, " Damar yang mendengar itu berniat meminta bantuan pada Erik, siapa tau dia bisa menenangkan Ella, tapi telepon Erik tak diangkat.
" Zie ...Jangan pergi Zie, aku butuh kamu. " ucap Ella lirih, Ella pun segera melepas infusnya berlari menuju kamar jenazah yang Kenzie kunjungi tempo hari lalu karena jenazah Kenzie akan dimandikan disana.
__ADS_1
" La, " teriak Damar yang melihat Ella berlari dari ruang rawatnya.
" Zie... " ucap Ella yang sudah berdiri disamping jenazah Zie. Petugas segera menutup bagian tubuh bawah kenzie dengan kain putih.
" Zie, kenapa kamu tega ninggalin aku, apa salahku Zie, katakan Zie? biar aku bisa tetap berada disisimu, " ucap Ella sambil menyentuh kedua pipi Zie dengan lembut dan penuh perasaan, mendekatkan wajahnya di depan wajah Kenzie menatap lekat wajah tampan itu. Wajah yang akan selalu dirindukan.
" Maafkan aku Zie, bangunlah Zie, jangan tinggalkan aku, " ucap Ella lagi yang masih terus menangis.
" Maaf mbak, jenazahnya kita mandikan dulu ya, " ucap petugas itu. Ella yang mendengar itu langsung mencium semua bagian wajah Kenzie dan terakhir mencium bibir Kenzie.
" Tunggu aku disana sayang, " ucap Ella lirih sebelum beranjak pergi dari sana, bunda Kenzie yang mengetahui Ella keluar dari ruangan itu langsung menuntun Ella untuk duduk.
" Bunda, jenazah Zie biar di makamkan disini ya, jangan dibawa pulang ke Banjarmasin," ucap Ella memohon, bunda Kenzie pun memeluk Ella semakin erat.
" Iya sayang, tapi kamu harus ikhlas ya, nggak boleh seperti ini terus, biar Ken juga bahagia di sana, " ucap bunda Kenzie.
" Bunda akan selalu menemanimu sayang, " ucap bunda Kenzie menenangkan Ella.
Tepat pukul dua belas malam jenazah Kenzie dibawa pulang kerumah ayah Danu, semua atas permintaan Ella dan keluarga Kenzie menyetujuinya, rencana besuk jenazah Kenzie akan di makamkan didekat makam ibu Ella.
" La, " panggil Yasmine.
" Ini tadi jas yang terakhir dipakai Kenzie, di dalam jas itu ada flashdisk, aku nggak tau isinya apa, coba kamu simpan dulu, " ucap Yasmine yang ikut datang kerumah Ella bersama Ruben, mengingat Ruben adalah sahabat dekat Kenzie. Ella pun menerimanya dan menyimpan di kamarnya, lalu kembali lagi duduk di.dekat jenazah Kenzie, dia nggak ingin berjauhan dengan jenazah Kenzie untuk yang terakhir. Menatap tubuh Kenzie yang sudah dibalut dengan kain putih dan ditutupi kain batik, sambil merapalkan doa-doa untuk Kenzie.
Terimakasih sudah membaca.🙏👍
__ADS_1
terus dukung karya saya ya...