Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Ramadhan Pertama


__ADS_3

Mohon Maaf kemaren nggak up🙏


Happy Reading jangan lupa like dan votenya.


Seminggu telah berlalu. Erik sudah sehat dan kembali bekerja di rumah sakitnya. Sekarang Erik sedang berada di ruang praktek melayani pasien ibu hamil yang datang kepadanya, sedari tadi dia melirik jam di tangannya, jam sudah pukul 5 sore itu artinya sebentar lagi dia akan segera bertemu dengan istrinya, mengingat tadi Ella berjanji akan ke rumah sakit untuk berbuka puasa bersama dengannya, hari ini adalah puasa hari ke 5 dan hari pertama Ella mengikuti puasa.


Sedangkan Ella tengah berjalan masuk ke rumah sakit setelah turun dari taksi yang ditumpangi, dia berjalan ke ruang praktek Erik dengan membawa kotak bekal yang sudah berisi takjil kesukaan suaminya, Ella menyapa setiap orang yang dikenal, dan tersenyum ke arah perawat yang menyapanya.


Sampai di depan ruang praktek, dia melihat bu Santi tengah berdiri di depan pintu.


" Bu santi! " panggil Ella, bu Santi menoleh ke arah suara.


" Mas Erik masih di dalam? " tanya Ella saat sudah berada di depan bu Santi.


" Iya masih Mbak, " jawab bu Santi.


" Bilang sama Mas Erik ya, Kalau saya sudah datang, " pesan Ella pada bu Santi, dia tidak mau masuk ke dalam ruang praktek suaminya karena takut cemburu melihat Erik yang memeriksa pasien wanita.


" Iya mbak, setelah pasien di dalam keluar, saya akan menyampaikannya, " jawab bu Santi.


Ella segera berjalan menuju ruang pribadi Erik di lantai paling atas gedung rumah sakit itu, ruangan dengan desain lengkap, seperti rumah kedua untuk Erik. Setelah sampai dia menyiapkan takjil yang tadi dia bawa, Ella menatap pintu masuk saat pintu itu terdengar di buka oleh seseorang.


" Assalamu'alaikum, " salam Erik, sambil mencium kening Ella.


" Wa'alaikumsalam, " balas Ella yang tengah menyiapkan makanan di atas meja.


" Kamu masak sendiri yang? nanti kamu kecapekkan lhoh..." Ucap Erik saat melihat tatanan makanan di meja.


" Iya sayang, tenanglah aku nggak akan kecapekkan kalau hanya memasak saja, sini duduk kita tunggu adzan maghrib, " ucap Ella sambil menepuk bangku kursi di sampingnya. Erik mendudukkan badannya di samping Ella.


" Jangan dekat-dekat nanti khilaf, " goda Ella yang melihat Erik memeluknya dari samping.


" 5 menit lagi buka, kalau khilaf tinggal di angkat saja ke ranjang, " ucap Erik sambil menunjuk kamar dengan dagu.


" Mesumnya naik level, " cibir Ella saat mendengar Erik bicara mesum.


" Maklumlah yang, kan pengantin baru! " ucap Erik yang masih memeluk istrinya.


" Pasien Mas masih banyak? " tanya Ella.


" Tinggal 3 lagi, tadi mas izin buka puasa, mudah-mudahan nggak ada tambahan pasien lagi, " jelas Erik.

__ADS_1


" Kenapa memangnya? "


" Biar kita bisa cepat-cepat pulang, " ucap Erik sambil tersenyum ke arah Ella, Ella hanya mendorong tubuh Erik agar suaminya melepaskan pelukkannya.


Selang beberapa menit terdengar bunyi ponsel mengumandangkan adzan maghrib yang tadi sengaja di setting Ella, mengingat ruang pribadi Erik yang tinggi jadi suara adzan dari luar tidak akan jelas.


Mereka berdua menikmati buka bersama di ruang pribadi Erik, Erik masa bodoh dengan pasien yang tengah menunggunya, yang terpenting dia sudah izin berbuka puasa. Terserah mereka akan menunggu atau meninggalkan yang penting Erik berbuka puasa dulu.


Erik kembali ke ruang praktek setelah pukul 6 lewat, meminta maaf pada pasien yang tengah menunggunya, mungkin dia merasa bersalah karena sudah membuat para ibu hamil itu menunggu lama. Erik kembali melanjutkan bekerja, sedangkan Ella menunggu di ruang pribadi miliknya.


Sepasang pengantin baru itu berjalan santai keluar dari rumah sakit, bermesraan di koridor rumah sakit, dengan Erik yang merengkuh pinggang Ella, seolah mengumumkan kalau wanita cantik ini istrinya. Mereka melewati tatapan kagum dari para perawat yang melihatnya, menjawab senyum singkat dari para karyawan yang menyapa mereka. Setelah menyelesaikan pekerjaannya Erik segera mengajak istrinya pulang ke apartemen.


" Nggak mau mampir dulu yang," tanya Erik dibalik kursi kemudi, saat mobil berhenti lampu merah.


" Sepertinya nggak deh yang, kita langsung pulang saja, takutnya nanti kemalaman, malahan nggak bisa bangun buat sahur, " ucap Ella sambil memainkan ponsel ditangannya.


" Baiklah, Ny. Erik, " Erik menjalankan mobilnya saat lampu sudah berganti menjadi warna hijau.


Setelah mobil berhenti di gedung apartemen, Erik segera turun dan membukakan pintu untuk Ella.


" Mau Mas gendhong? " Ella hanya menggelangkan kepala sebagai jawaban.


Mereka berjalan beriringan menaiki lift, saat di dalam lift mereka saling diam tanpa kata, hanya mata dan bibir mereka yang saling manatap, seolah menyampaikan keinginan mereka setelah sampai di apartemen.


Ting...


Bunyi lift sampai di lantai tujuan terdengar, Ella berjalan mendahului Erik, meninggalkan lelaki itu yang tengah menertawakannya karena perubahan wajahnya yang memerah. Erik merasa lucu dengan sikap istrinya yang malu- malu itu, dia berlari mendekati Ella, lalu menggendong dari belakang, Ella yang kaget karena tidak siap hampir saja terjatuh.


" Lepas yang, malu ih... " Ucap Ella.


" Diamlah sayang, nanti kamu jatuh, hitunglah 10 langkah lagi kita sampai, " ucap Erik yang sedang berjalan menuju pintu apartemen, Ella yang mendengar itu segera mengalungkan tangannya di leher Erik dan membenamkan wajahnya karena malu dilihat orang.


" Tekan passwordnya! " perintah Erik saat tepat berada di depan pintu apartemen. Ella yang masih di gendongan Erik segera menekan tombol di depannya itu.


" Kenapa membawa aku ke kamar yang, aku kan masih pengen lihat tv, " ucap Ella saat Erik merebahkan tubuhnya di ranjang, Erik tersenyum ke arah Ella sambil melepas satu-persatu kancing kemeja hitam yang dia kenakan.


" Kamu jangan pura -pura tidak tau yang, sudah seminggu Mas berpuasa, " ucap Erik yang sudah mengukung tubuh Ella, Ella menatap suaminya sambil menahan senyuman mengingat hari-hari Erik berpuasa seminggu.


" Kamu nggak pengen aku pakai baju haram itu? " goda Ella, Erik hanya mengernyitkan dahinya, bingung dengan ucapan istrinya. Seolah meminta Ella untuk menjelaskan.


" Iya lingrie, baju itu kan haram bila dipakai di luar rumah, " jelas Ella sambil terkekeh.

__ADS_1


" Sepertinya tidak perlu, karena Mas sudah tidak bisa lagi menahannya, jadi spesial untuk malam ini, Mas akan langsung menikmatimu, " ucap Erik sambil melepaskan semua baju yang Ella pakai, ini pertama kalinya setelah Erik cuti seminggu.


Pengantin baru itu menikmati malam yang indah, mengungkapkan perasaanya melalui sentuhan lembut, saling menyalurkan rasa cinta dan kerinduan setelah lama tidak melakukannya, berharap bulan ini akan ada hasil dari cinta mereka, kalau pun gagal Erik tidak akan menyerah begitu saja.


Maaf saya sensor, yang dewasa pasti paham apa yang mereka lakukan.😊


" Yang...yang... bangun siapin sahur! " ucap Erik membangunkan istrinya.


" Sayang, aku masih mengantuk, 5 menit lagi ya, " ucap Ella kembali menarik selimut yang tadi dibuka Erik.


Erik yang melihat Ella masih belum bisa membuka matanya berinisiatif untuk memasak karena jam di dinding sudah jam 3 pagi, dia berjalan menuju dapur, memasak makanan yang bisa dia masak. 30 menit untuk membuat tumis kangkung dan telur dadar karena hanya itu yang bisa Erik masak dengan stok bahan yang ada.


Setelah selesai, dia kembali ke kamar untuk membangunkan istrinya.


" Yang...Ayo sahur, " ucap Erik saat sudah duduk ditepi ranjang.


" Sayang...Ayo bangun, " Ella yang mendengar teriakkan Erik perlahan membuka matanya.


" Astaga! jam berapa ini? " ucap Ella yang sudah duduk karena kaget saat menyadari ini sudah waktu sahur.


" Hampir jam 4 sayang, pakai bajumu, " ucap Erik sambil menyerahkan baju daster kebanggaan Ella.


" Kamu sih, disuruh berhenti nggak mau, kesiangan kan jadinya, mana belum masak lagi! " ucap Ella memaki Erik, Erik hanya tersenyum tipis mengingat kejadian semalam yang membuat Ella tidur jam 1 pagi.


Erik lalu menggendong Ella setelah melihat Ella selesai memakai bajunya, mendudukkan Ella di meja makan, Ella tersenyum setelah melihat makanan di meja makan, ternyata suaminya telah menyediakan buah-buahan, tumis kangkung, telur dadar, serta susu segelas susu coklat untuknya, walau sederhana yang penting bisa sahur bersama.


Erik memakan buah pisang kesukaannya, sambil menatap Ella yang sedang makan nasi dengan tumis kangkung dan telur.


" Enak? " tanya Erik.


" Enak sih, tapi lain kali garamnya dikurangi sedikit, " ucap Ella lalu menyuapkan makanan ke mulut Erik, Erik tersenyum saat merasakkan masakannya yang sedikit keasinan itu.


" Tadi Mas masaknya sambil bayangin kamu, jadi kebanyakkan ngasih garam, " kilah Erik sambil tertawa.


" Pinter ngeles kamu. Tapi, terima kasih ya Mas sudah memasak untukku, kalau kamu nggak masakkin mungkin kita nggak bisa sahur, " ucap Ella tulus.


" Ini cuma wujud tanggung jawab saja karena membuatmu lelah semalam, " ucap Erik sambil memainkan matanya ke arah Ella, dia menatap istrinya dengan senyuman jahil. Ella yang melihat itu hanya memukul kecil lengan Erik.


Mereka melanjutkan sahur dan mandi junub bersama, sholat bersama dan melanjutkan tidurnya hingga siang hari, mengingat hari ini adalah weekend buat mereka berdua.


Terima kasih sudah membaca jangan lupa vote, like dan coment ya🙏👍

__ADS_1


__ADS_2