Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Hanya Ingin Uang


__ADS_3

Happy Reading jangan lupa untuk vote dan likeπŸ‘.


🌷


🌷


Erik hanya bisa merutuki kebodohannya, saat panggilan dari bunda Kenzie terputus, dia baru sadar mungkin saja 1 jam yang lalu istrinya menelepon karena sedang membutuhkan bantuannya, dia menyesal karena tadi mengabaikan panggilan istrinya, bahkan sms istrinya juga tidak dia balas.


Dia kembali meraih ponselnya, menekan kembali nomor telepon Ella yang sudah tidak aktif itu, Erik semakin frustasi mengacak rambutnya dengan kasar, Erik segera menghubungi assistannya untuk memesankan tiket ke Banjarmasin malam ini juga. Namun, jadwal penerbangan ke Banjarmasin hanya ada besuk pagi, dia semakin kesal karena pesawat tidak dapat mengantarnya dalam kondisi darurat seperti ini, dia bersumpah setelah ini akan membeli pesawat pribadi sendiri.


Erik hanya bisa menunggu sampai pagi datang, membayangkan istrinya yang ketakutan dibawa oleh penculik itu, dia terus memikirkan wajah ketakutan Ella, memikirkan calon anaknya juga yang masih sangat kecil, dia kembali meraih ponselnya menghubungi Damar.


β€œ Mar, loe di mana? ” tanya Erik saat sambungan telepon tersambung.


β€œ Di rumah, kenapa? ” tanya Damar.


β€œ Bisa ke rumah sakit gue, aku butuh bantuan loe! ” perintah Erik, lalu segera menutup panggilannya saat mendapatkan jawaban Damar.


Dia merebahkan tubuhnya di sofa, memijit kepalanya yang sudah mulai pusing, saat tadi bunda Kenzie meneleponnya, dia sebenarnya sedang meeting bersama tamunya untuk membahas kerja sama pembukaan rumah sakit baru di Australia. Namun, Erik langsung pergi saat mendengar kabar Ella diculik, Erik harus segera menemukan Ella, mengingat kondisi Ella dan dia juga belum paham lokasi di sana.


Pintu ruangan Erik terbuka, terlihat Damar yang sudah mengenakkan kaos hitam dan jaket denimnya.


β€œ Ada apa? Kamu bertengkar dengan Lala? ” tanya Damar yang sudah duduk di depan Erik.


β€œ Mar, Lala pergi ke Banjarmasin kemarin, ” ucap Erik pelan.


β€œ Apa! Kok nggak loe temani? ” kaget Damar.


β€œ Gue tadi ada pertemuan penting, jadi aku izinkan dia berangkat sendiri, ” ucap Erik lalu duduk dan menatap Damar.


β€œ Dia sekarang diculik Mar, ” lanjut Erik yang membuat Damar mengepalkan tangannya.


β€œ Lalu kenapa kamu masih di sini, apa hanya berdiam dan berdoa Lala akan tiba dengan sendirinya? ” maki Damar pada sahabatnya.


β€œ Tidak ada pesawat yang berangkat ke sana malam ini Mar, ” ucap Erik.


β€œ Bodoh! Berdirilah kita berangkat malam ini juga, ” ucap Damar, lalu segera dia menghubungi sekertarisnya untuk menyiapkan pesawat yang akan membawa mereka ke Banjarmasin.

__ADS_1


Erik menurut dengan Damar, pikirannya sudah tidak bisa berfikir jernih, syukurlah ada Damar yang mau mengantarnya ke Banjarmasin malam ini, dia sudah berada di dalam pesawat malam ini, dia bersumpah akan membawa istrinya pulang secepatnya dan tidak akan membiarkan istrinya pergi sendiri lagi.


β€œ Siapa yang berani menculik Lala, ” ucap Damar saat sudah duduk di samping kabin Erik. Erik hanya memejamkan mata sambil memikirkan siapa penculik sebenarnya.


β€œ Dia hamil Mar, aku hanya takut anakku tidak bisa bertahan, ” ucap Erik yang menghela nafas lelah.


β€œ Itu memang kamu yang benar-benar bodoh! Sudah tau istri hamil dibiarkan pergi ke Banjarmasin sendiri, ” gerutu Damar yang menyalahkan Erik.


β€œ Aku rasa kamu lebih paham sifat adikmu Mar, jadi tidak perlu aku menjawab makianmu, ” ucap Erik, Damar tersenyum smirk ke arah Erik menyadari sifat adiknya yang keras kepala.


β€œ Makanlah! Kamu pasti belum makan, karena memikirkan Lala, ” perintah Damar sambil memanggil pramugara yang tengah berdiri tak jauh darinya.


**


Di sisi lain, Ella mengerjapkan matanya, mengawasi satu-persatu orang di depannya, dia sudah sadarkan diri namun mobil masih berjalan pelan, tangan yang terikat dan mulut yang di plaster membuatnya kesulitan untuk meminta tolong. Ella di bawa turun saat mobil sudah berhenti di sebuah gudang kosong, sebelum dia berdiri, dia mendengar orang berteriak dan bertanya pada kedua penculik yang membawa Ella.


β€œ Siapa yang kalian bawa? ” terdengar suara dari dalam gudang.


β€œ Wanita ini sepertinya orang kaya bos, bisa kita jadikan tambang emas, ” penculik itu meraih lengan Ella, lalu di dudukkan di kursi dan diikat di sana.


β€œ Dari mana asalmu? Dan cepat hubungi keluargamu, ” ucapnya, Ella masih diam mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Ella merasa mual dan ingin sekali muntah saat deru nafas penculik itu menyeruak di depan hidungnya, orang didepannya ini sangat menjijikkan, lelaki bartato, badan krempeng, dengan telinga penuh anting, rambut seperti tidak dicuci berbulan-bulan, dengan kaos khas penculik bewarna hitam.


Setelah mendengar pertanyaan orang itu, Ella mengerti dan paham tujuan mereka menculiknya yaitu hanya ingin uang, bukan menginginkan nyawanya. Ella menghela nafas panjang saat tangan penculik itu terlepas dari dagunya.


**


Erik segera menghubungi bunda Kenzie, meminta alamat lengkap setelah tiba di bandara, tepat pukul 5 pagi Erik tiba di rumah kediaman orang tua Kenzie, dia langsung disambut isak tangis dari wanita paruh baya itu, dia meminta maaf karena tidak bisa menjaga Ella dengan baik, Haikal yang tahu jika Erik sudah datang segera menyerahkan cctv rekaman hotel kepada Erik. Erik menatap Haikal dengan seksama, melihat bayangan Kenzie di sana, Haikal yang merasa di tatap mencoba menenangkan Erik.


β€œ Santai Bung, aku nggak akan melirik barang orang lain, ini murni karena aku ingin menolongmu, ” ucap Haikal sambil menepuk punggung Erik.


Damar yang baru terbangun dari tidurnya, terkejut saat melihat rekan bisnisnya berada di sini, Haikal lalu menjelaskan semuanya secara singkat, agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Driiiinngg Driinnngg.


Tiba-tiba ada suara panggilan telepon dari ponsel Erik, dia mengambil dan melihat ke arah layar ponselnya, menunjukkan nomor Ella, dia langsung buru-buru mengangkat dan mendengar suara cemas istrinya.

__ADS_1


β€œ Mas, aku, aku dicul..


Sebelum Ella selesai bicara, ponselnya sudah diambil oleh penculik itu.


β€œ Hallo, selamat pagi Tuan, ” ucap penculik itu dengan besar kepala.


β€œ Tuan, jika Anda ingin istrimu selamat, siapkan uang tunai 200 juta dan bawa ke tempat yang kami tunjukkan, ” ucap penculik itu.


β€œ Asalkan kalian menjamin keselamatan istri dan anakku, aku akan memberikan lebih dari 200 juta pada kalian, ” ucap Erik.


β€œ Hahaha, jadi istri cantikmu ini sedang hamil? Bagaimana jika kami bermain-main sebentar dengannya, ” ucap penculik itu.


β€œ Kalian mau uang, saya kasih! Tapi kalian jangan melukai dan menyentuh istriku sedikitpun! ” peringat Erik.


β€œ Kalau begitu maaf jika harus menambahkannya menjadi 300 juta, siapkan uang tunai dalam waktu 1 jam dari sekarang, setengah jam lagi aku akan menghubungi Tuan, dan jangan coba-coba melapor polisi, jika Anda tidak mau Aaaa...” Erik yang mendengar suara teriakkan Ella meremas ponselnya dengan kencang sampai terlihat warna urat nadi ditangannya.


β€œ Oke! oke. Jangan sakiti istriku, aku akan siapkan uangnya sekarang, ” panik Erik.


Setelah itu penculik mematikan teleponnya, Erik menghela nafas panjang sedikit lega karena penculik itu hanya meminta tebusan uang bukan untuk balas dendam, Haikal menghampiri Erik, yang sudah mulai tenang.


β€œ Kita sudah melacak lokasi spesifiknya, apa mau beraksi sekarang? ” tanya Haikal.


β€œ Kasih tau saya, jika tidak ada perintah dariku, jangan asal kesana, aku hanya takut karena nyawa Lala ada ditangannya, lebih baik aku siapkan uangnya sekarang, ” jelas Erik.


β€œ Hey bung, lihatlah! ” ucap Haikal menunjuk anak buahnya.


β€œ Kita banyak orang di sini, mereka akan membantumu, kita harus menyelamatkan istrimu secepatnya, ” ucap Haikal setelah mendengar ucapan Erik.


β€œ Aku hanya tidak ingin kehilangan istriku lagi, aku tidak akan mengambil resiko jika itu menyangkut keselamatan anak dan istriku, ” ucap Erik menjelaskan.


β€œ Ceh. Terserah kamu sajalah! ” ucap Haikal pasrah dengan Erik.


Erik mendudukkan dirinya di kursi, menunggu penculik itu meneleponnya kembali, sedangkan Damar pergi mengambil uang dengan sekertarisnya.


Terima kasih yang sudah vote.πŸ™


Jangan lupa untuk vote terus ya, like ,coment yang membangun boleh jugaπŸ™πŸ‘.

__ADS_1


__ADS_2