
Happy Reading jangan lupa kasih vote yaππ.
*
*
Ella masih terdiam dan memijit kepalanya yang masih terasa pusing, duduk menatap tv yang menyala di depannya, namun fikirannya berlarian ke mana-mana, dia melihat ke arah jam di dinding, sudah menunjukkan angka 4 sore, namun sampai saat ini, dia juga belum menghubungi suaminya, dia mencari- cari ponsel di saku baju yang dia pakai, namun tidak dia dapatkan, dia ingin mengambil ponselnya namun takut jika nanti menganggu orang yang berada di dalam kamar Kenzie.
Saat terdengar suara mobil berhenti Ella segera berdiri dan berjalan menghampiri bunda Kenzie.
β Assalamuβalaikum, β ucap bunda Kenzie saat memasuki rumah bersama Ayah Kenan dan Keisya.
β Waβalaikumsalam Bun, β ucap Ella lalu segera mengajak bunda Kenzie duduk di sofa depan tv.
β Bun, apa Kenzie punya saudara Kembar? β tanya Ella penuh selidik menatap bunda Kenzie.
β Kenapa memangnya, Re? β timpal ayah Kenan.
β Itu, tadi ada yang masuk ke kamar Kenzie, β ucap Ella yang masih sedikit syok.
Terlihat bunda Kenzie menghela nafas panjang, seperti ingin membicarakan rahasia besar, dia menatap Ella, menenangkan Ella supaya tidak terlalu panik, karena takut terjadi apa-apa dengan calon anaknya.
β Sudah pulang rupanya anak nakal itu! β ucap bunda Kenzie.
β Ini yang sebenarnya ingin Bunda ceritakan ke kamu La, makanya bunda dari kemaren minta kamu datang kesini, β ucap bunda Kenzie.
β Tapi dia bukan Kenzie kan, Bun? β tanya Ella lagi memastikan.
β Jika di lihat sekilas memang sama, tapi dia sangat berbeda, dari sifat dan perilakunya, β ucapnya lalu diam sejenak, menghela nafas panjang dan memulai menceritakan semuanya pada Ella.
β Awalnya dia di minta oleh sahabat ayah Kenan, mereka menamainya Haikal Alfarizi, begitu dia lahir, dia di bawa ke singapura dan tinggal di sana bersama orang tua angkatnya, sebenarnya Bunda juga berat untuk menyerahkan dia, namun mengingat perjuangan mereka yang tak kunjung memiliki anak, dengan berat hati Bunda menyerahkan dia. Dia sempat bertemu Kenzie di Sydny, karena sebelum kedua sahabat ayah Kenan meninggal dia berpesan untuk mencari kami semua, Bunda juga baru tahu, saat Haikal menceritakan semuanya beberapa bulan yang lalu, dia mencari tau tentang Kenzie, hingga menemukannya di sana, diam- diam dia juga memberikan separuh sahamnya untuk Kenzie, namun setelah setahun ingin bertemu dengannya kembali, Haikal kehilangan jejak Kenzie, dia belum tau jika saudara kembarnya meninggal karena kecelakaan, dan akhirnya dia mencari keberadaan kami, hingga sebulan sebelum kamu menikah, dia menemukan kami di sini. Kami saat itu sangat bahagia, seperti Kenzie lahir kembali, namun dia bukan Kenzie, β jelas bunda Kenzie panjang lebar di akhiri dengan senyum di akhir cerita.
β Haikal bukan Kenzie, dia berbeda, Haikal sangat dingin dan keras kepala, dia juga sempat marah dan tidak berbicara dengan kami, karena mengira kami telah membuangnya, tapi perlahan dia paham dan menyadari, jika Papa angkatnya dulu yang telah memintanya, β lanjut bunda Kenzie.
β Awalnya Bunda ingin mengenalkanmu dengannya, sebelum kamu menikah dengan Nak Erik, tapi ternyata Allah lebih memilih Erik menjadi jodohmu, β ucap bunda Kenzie sambil tersenyum ke arah Ella.
β Tapi Kenzie tidak pernah cerita ke Ella, Bun? Kalau dia punya saudara kembar, β ucap Ella.
β Iya, memang 2 bulan sebelum Kenzie menikah dia baru menemukan Kenzie, mungkin Kenzie dulu belum sempat menceritakannya kepadamu, Bunda juga nggak pernah dengar Kenzie bercerita tentang Haikal, β jelas bunda Kenzie.
β Sudah jangan di pikirkan lagi, yang jelas dia bukan Kenzie, dia itu Haikal, tapi dia juga anak kandung Bunda, β jelas bunda Kenzie.
β Apa kamu sudah menghubungi suamimu? Tadi dia menelepon Bunda karena mengkhawatirkan kondisimu, β ucap bunda Kenzie yang membuat Ella menyadari belum memberi kabar suaminya, dia lalu berdiri hendak mengambil ponselnya, lalu kembali duduk di sofa.
β Kenapa? β tanya bunda Kenzie yang melihat Ella kembali duduk.
β Lala takut Bun, dia seperti benci ke Lala, β
__ADS_1
β Hehehe, dia sama seperti Kenzie, dia anak yang baik hanya tatapan dan sifatnya saja yang dingin. Pergilah jika terjadi sesuatu panggil Bunda, β ucap bunda Kenzie.
Ella lalu beranjak dari duduknya, melangkahkan kakinya menuju kamar, pelan- pelan dia membuka pintu agar tidak membangunkan orang yang tengah tertidur di dalam kamar, Ella bernafas lega saat tidak mendapati Haikal di tempat tidur, dia segera mengambil ponselnya yang berada di tas, dan akan segera keluar kamar.
Dia berdiri sejenak mengaktifkan ponselnya, namun saat dia berbalik ingin keluar kamar, keningnya membentur dada bidang Haikal, yang memang sedari tadi berdiri di belakang Ella. Ella menghela nafas panjang dan menutup matanya, tidak mau melihat tubuh telanjang lelaki lain selain suaminya, dia berjalan sambil meraba- raba arah pintu keluar, Haikal yang melihat respon Ella terhadap kelakuannya hanya tertawa tanpa suara.
β Lucu juga kelakuannya, β ucap Haikal lirih.
Ella segera membuka matanya saat sudah berada di luar kamar, lalu menghela nafas sedalam-dalamnya.
β Maaf sayang, maafkan istrimu, aku sedikit melirik dada sispacknya tadi, β ucap Ella lirih menyesali kelakuannya tadi.
Ella lalu berjalan ke arah taman, duduk di kursi yang ada di sana, mencoba menghubungi suaminya.
Semoga dia belum mulai praktek. Batin Ella.
Baru terdengar satu kali bunyi β Tut..β layar ponselnya sudah terlihat wajah suaminya yang cemberut di sana.
β Assalamuβalaikum, β ucap Ella ramah.
β Waβalaikumsalam, β jawab Erik di ujung telepon.
β Kok cemberut? Kenapa? Nggak suka ya istrinya telepon? β tanya Ella.
β Nggak papa, hanya capek saja menunggu telepon darimu, β Ella tersenyum ke arah suaminya.
β Maaf Yang, tadi aku ketiduran, capek soalnya, β
β Jangan di ulangi lagi! Mas sangat tidak menyukainya, β ucap Erik.
β Iya Sayang, maaf ya, β ucap Ella tulus.
β Anak kita bagaimana? Apa dia merepotkanmu? β tanya Erik.
β Tidak, dia sangat manis, hanya terkadang aku merasa sedikit pusing, β jelas Ella.
β Kalau kamu pusing, minum vitamin penambah darahnya Yang, apa kamu sudah makan? β tanya Erik.
β Sudah tadi siang, β ucap Ella.
β Apa Bunda tidak memberimu makan lagi? β tanya Erik panik.
β Sayang, tenanglah! Aku juga belum lapar, β ucap Ella.
β Kamu belum lapar? Tapi anak kita juga butuh makan Yank, yang aku tau ibu hamil nafsu makannya akan lebih besar dari biasanya, β ucap Erik panjang lebar.
β Iya Sayang, apa Mas juga sudah makan? β Erik terdiam mendengar pertanyaan Ella.
__ADS_1
β Mas nggak bisa makan dengan baik jika kamu tidak berada di sini, Mas sudah selalu merasa kenyang hanya dengan menikmati rindu saja, β Ella yang mendengar suaminya langsung tertawa keras.
β Mas ..., β panggil Ella manja.
β Belum ada 24 jam kita berpisah, bagaimana jika kita berpisah 1 bulan? β ucap Ella.
β Lihat saja saat kamu pulang, tubuh Mas akan tinggal tulang dan kulit, β ucap Erik.
β Kalau 1 tahun? β tanya Ella lagi.
β Hanya tinggal nama, β ucap Erik cepat.
β Jangan seperti itu Sayang, aku tak akan lama pergi meninggalkanmu, β ucap Ella serius sambil melotot ke arah Erik.
β Cepatlah pulang, Mas sudah sangat merindukanmu, β timpal Erik.
β Iya, pasti aku akan cepat pulang, sudah ya, aku mau mandi dulu, β pamit Ella.
β Kenapa harus di matikan? Aku suami halalmu jadi nggak papa jika harus melihatmu mandi, β canda Erik.
β Mas, jangan mesum! β peringat Ella yang membuat Erik tersenyum.
β Baiklah Sayang, mandilah ingat untuk selalu menghubungi Mas, β ucap Erik.
β Iya, bye Assalamuβalaikum, β salam Ella.
β Waβalaikumsalam, I Love You, β ucap Erik, Ella hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, lalu mematikan ponselnya.
β I Love You Too, Mas, β ucap Ella lirih sambil membayangkan wajah suaminya.
β Sudah bisa melupakan Kenzie rupanya! β ucap Haikal yang mengagetkan Ella karena dia sudah berdiri di belakang kursi yang Ella duduki.
Ella hanya menatap lelaki itu.
Dia bukan Kenzie, Bukan!. Batin Ella meyakinkan.
β Bisa aku duduk di sini, β Ella masih terdiam, lalu tanpa mendapatkan jawaban dari Ella dia langsung duduk di samping Ella.
Sejenak mereka terdiam, namun Haikal menatap wajah Ella yang tengah melihat ikan di kolam depannya.
β Betapa bodohnya saudaraku dulu, bisa mencintai wanita murahan sepertimu, yang bisa dengan mudahnya pindah ke lain hati, β ucap sinis Haikal di sertai tatapan tajam ke arah Ella.
Deg!
Jantung Ella nyeri mendengar penuturan Haikal, memikirkan ucapan Haikal.
Wanita murahan? Itu julukkanku, kerena secepat ini bisa berpindah-pindah hati, benarkah?. Batin Ella.
__ADS_1
β Kamu nggak berhak menghujatku, karena kamu tidak tau bagaimana aku bisa bertahan selama ini, β ucap Ella lalu segera beranjak pergi meninggalkan taman tanpa menatap wajah Haikal.
Terima kasih sudah membaca jangan lupa vote, like dan comentnyaπππ