
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
Sydney.
Author Pov
Hari ini Ella terlihat bahagia, karena sore ini dia menjemput ayah Danu dan Damar, Sashi tidak ikut karena dia tengah hamil muda. Saat ini Ella dan Kenzie tengah menunggu diruang tunggu kedatangan ayah Danu dan Damar.
" Kok, aku deg- degan ya Re," ucap Kenzie.
" Santai saja, ayah baik kok pasti ayah akan menyukaimu, " ucap Ella menenangkan Kenzie sambil memakan kripik kentangnya.
" Nich makan dulu, " ucap Ella sambil, menyuapkan kripik kentang ke mulut Kenzie, Kenzie pun tersenyum melihat kelakuan Ella.
Dua hari yang lalu Ella dan Kenzie menjemput kedua orang tua Kenzie dan adik perempuan Kenzie di bandara. Kedua orang tua Kenzie sangat menyukai Ella karena selain cantik Ella juga gadis yang lembut itu menurut bunda dari Kenzie.
Setelah menunggu lima belas menit terlihat ayah Danu dan Damar berjalan menarik kopernya dari pintu kedatangan. Ella dan Kenzie segera menghampirinya.
" Assalamu'alaikum ayah, kak Damar yang ganteng, " ucap Ella dengan nada centilnya sambil memeluk ayah Danu.
" Wa'alaikumsalam sayang, " jawab ayah Danu lalu melepaskan pelukan Ella dan beralih ke Kenzie. Kenzie segera membalas pelukan dari ayah Ella, sedangkan Damar hanya menyalami berkenalan ulang dengan Kenzie.
" Kita langsung pulang ya yah, " tawar Ella ayah Danu hanya mengangguk karena sudah merasa capek. Diperjalanan hanya diisi dengan suara Ella yang bercerita pada ayahnya, dengan Kenzie yang mendengarkan di belakang kemudi dan Damar berada di sampingnya.
Setelah sampai rumah Kenzie berniat untuk langsung pulang, namun ayah Danu mencegahnya karena ingin mengajaknya makan bersama. Kenzie pun akhirnya menyetujui permintaan calon mertuanya itu.
" Nak Ken sudah lama kenal sama Lala, " tanya ayah Danu saat duduk di meja makan.
" Sejak di Jakarta om, saya sudah tau Lala, namun dia tak pernah mempedulikan saya, " ucap Kenzie sambil menatap Ella yang duduk di sampingnya.
" lalu bagaimana rencana kedepannya? " tanya ayah danu, kenzie yang melihat itu terdiam sesaat.
" Insya Allah, besuk keluarga saya akan meminta Ella secara resmi om, " jelas Kenzie
" Baiklah, saya berharap kamu laki-laki yang di kirimkan Allah untuk Lala, " ucap ayah Danu.
" Kamu kerja dimana Ken? " tanya Damar saat tak mendengar ayahnya bertanya lagi.
" Sementara ini saya hanya bekerja part time di salah satu rumah sakit disini kak, " jawab Kenzie jujur.
" Apa kamu sudah punya penghasilan cukup untuk hidup berdua dengan Lala, kamu tahu kan kewajiban apa saja yang harus kamu penuhi jika menjadikan Lala sebagai istrimu, dan kamu juga harus tahu bahwa Lala dari kecil tak pernah kekurangan sesuatu apapun. " ucap Damar.
__ADS_1
" Insya Allah saya paham kak dan saya pastikan saya akan memenuhi semua kebutuhan Lala, " ucap Kenzie memegang tangan Ella, Ella yang melihat Damar akan berbicara lagi pun segera menegurnya.
" Kak " tegur Ella pada Damar.
" Kakak harus pastikan dong La, kalau nanti kamu tidak akan hidup kekurangan, " ucap ketus Damar, karena sebenarnya dia kecewa dengan keputusan yang Ella ambil.
" Aku dan Kenzie nggak akan kekurangan, kita akan sama- sama memulainya dari nol untuk membuat klinik, " sahut Ella.
" Terus modalnya? apa kamu akan meminta pada ayah, " ucap Damar meremehkan.
" Insya Allah untuk modal sudah ada kak, dan saat ini sudah dalam tahap pembangunan klinik, meski belum berjalan saya yakin suatu saat bisa dikelola dengan baik oleh Lala, " jelas Kenzie sambil menatap ke arah Ella.
" Sudahlah ayah tidak mau kalian berdebat lagi, dan kamu Mar, ayah berharap kamu bisa bersikap lebih dewasa lagi. Kebahagiaan tak dapat diukur dari seberapa materi yang kita punya. Ayah rasa nak Kenzie anak yang baik dan mau bekerja keras, " ucap ayah Danu menasehati Damar.
" Yah, aku hanya ingin memastikan saja, bagaimana kehidupan Lala selanjutnya nanti, " ucap Damar.
" Kak Damar benar om, tapi om dan kak Damar tenang saja karena saya akan jamin bahwa Lala tidak akan kekurangan apapun. " ucap Kenzie yakin.
" Baiklah bawa orang tuamu besuk datang ke sini, " ucap ayah Danu.
" Baik om, terima kasih. " ucap Kenzie sambil tersenyum kearah ayah Danu.
Mereka melanjutkan makan malam yang penuh ketegangan itu, Kenzie merasa jika Damar tidak menyukainya, karena mendengar cerita bahwa Kenzie hanya anak pemilik sebagian kebun sawit dan pendiri panti asuhan di Banjarmasin. Kenzie juga enggan menceritakan bahwa dia mempunyai bisnis properti dengan sahabatnya di Jakarta, jika di hitung labanya satu bulan bisa mencapai milyaran rupiah bahkan Kenzie dan Ella sudah menyusun rencana membuka sebuah klinik di Jakarta yang sekarang sedang proses pembangunan, dan tentunya semua itu hasil tabungan dari Kenzie. Bahkan Kenzie sudah mulai membangun rumah yang diimpikan Ella, tapi tentunya tanpa sepengetahuan Ella karena rencananya rumah itu akan menjadi kado pernikahannya nanti.
" Hati- hati ya, sudah malam soalnya, jalanan pasti sudah sepi, " peringat Ella yang melihat Kenzie akan masuk ke dalam mobil.
" Iya, kamu juga ya segera istirahat. "
" Zie, " ucap Ella menahan tangan Kenzie.
" Jangan diambil hati ya ucapan kak Damar, "
" Nggak. Aku tau niatnya baik kamu tenang saja. " ucap Kenzie sambil tersenyum.
" Bolehkah aku mencium keningmu? " tanya Kenzie. Ella hanya menjawab Kenzie dengan anggukan dan senyuman tipis.
Setelah mendapatkan ijin dari Ella, Kenzie segera mendaratkan kecupan dikening Ella, cukup lama dia mengecup Ella sampai suara deheman dari kak Damar menyadarkan keduanya.
" Bye assalamu'alaikum, " lanjutnya
" Wa'alaikumsalam, " ucap Ella, lalu segera masuk ke dalam rumah setelah mobil Kenzie menghilang.
__ADS_1
Keesokan harinya Ella membantu bu Lusi menyiapkan menu masakan makan malam, bu Lusi sengaja membuat menu masakan jawa. Seharian Ella berkutat di dapur membantu bu Lusi dan membuat cake kesukaannya. Sampai sore hari dia pun menuju kamarnya untuk istirahat sebentar.
Ella segera masuk kamar mandi setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Dia ingin mempersiapkan dirinya untuk calon suaminya nanti. Malam ini Ella memakai dress berwarna dusty pink, dengan lengan pendek rambutnya dibuat sanggul modern jangan tanya siapa yang mendadaninya sudah pasti Nindi, karena mami Nindi bekerja sebagai MUA jadi mudah buat Nindi jika hanya mendadani temannya itu.
" Perfect, " ucap Nindi setelah selesai mendadani Ella.
" Apa ini tidak terlalu berlebihan Nin, sepertinya terlalu tebal make upnya? " tanya Ella.
" Cakep kok. Aura pengantinnya keluar heheh, " canda Nindi. tak lama terdengar suara deru mobil berhenti di depan rumah Ella.
" Tuh, calon penganten datang " ucap Nindi Ella pun tersenyum kearahnya.
" Kamu kapan? " goda Ella
" Jangan bertanya padaku, coba kau carikan aku lelaki tampan yang mau denganku, " ucap Nindi yang diakhiri perintah buat Ella. Tak lama terdengar ketukan pintu dari bu Lusi menyuruh Ella untuk turun kebawah.
Ella pun segera kebawah menuju ruang tamu menghampiri Kenzie dan keluarnya. Tatapan Kenzie tak henti- hentinya menatap Ella, matanya fokus pada penampilan Ella malam ini.
" Kak Rere cantik banget, " ucap Keisya adik Kenzie yang berusia 21 tahun itu.
" Kamu juga, " bisik Ella ketelinga gadis itu.
Ella segera mendudukkan dirinya di samping ayah Danu dan tepat di hadapan Kenzie.
" Baiklah karena formasinya sudah lengkap semua saya akan memulainya. Saya akan memperkenalkan diri saya. Perkenalkan saya Kenan ayah dari putra kandung saya Kenzie, saya datang kesini diminta Ken buat melamar putri dari pak Danu, saya harap kedatangan kami tidak menganggu waktu istirahat keluarga pak Danu, " ucap ayah Kenzie.
" Selamat malam pak Kenan, saya sangat senang dengan kedatangan anda yang tiba- tiba ini. Saya bersyukur akhirnya anak saya ada yang melirik juga, " ucap ayah Danu sambil menatap Ella diakhir katanya.
" Saya sebagai ayah dari Ella hanya bisa merestuinya dan untuk jawabannya saya kembalikan ke putri saya yang manja ini, " ucap ayah Danu.
" Bolehkah saya meminta sendiri pada calon istri saya om? " potong Kenzie. Ayah Danu pun mengangguk menyetujui.
" Re , aku bukan laki -laki yang pandai merangkai kata- kata manis, tapi aku ingin kamu tahu isi hatiku. Enam tahun yang lalu saat pertemuan pertama kita, aku sangat takjub dengan keindahan fisikmu, tatapan matamu dan sopan- santunmu, aku mencarimu di Jakarta namun tak kunjung juga aku menemukanmu, sampai akhirnya aku bertemu denganmu di rumah sakit dengan kondisimu yang sedang tidak baik, hingga akhirnya Allah mempertemukan kita kembali disini, semakin aku kenal denganmu aku semakin jatuh hati padamu karena ternyata kamu orang yang tak mudah untuk di dekati, aku semakin penasaran dengan dirimu, setiap malam aku selalu berdoa agar kamu yang akan menjadi jodohku, aku nggak akan minta kamu jadi ibu dari anak- anakku, aku hanya minta kamu mendampingiku sampai aku menutup mata itu saja hanya itu yang aku inginkan. Karena hanya dengan bersamamu itu sudah cukup dan aku yakin bisa melewati cobaan sebesar apapun itu, apakah kamu bersedia melakukan itu untukku? " ucap Kenzie panjang lebar.
Ella yang mendengar itu pun sudah berurai air mata, mengingat perjuangan Kenzie yang selama ini mengejarnya.
" Zie, "ucap Ella menatap dalam mata Kenzie
" Terima kasih, terimakasih sudah mampu bertahan hingga sampai saat ini, terimakasih sudah bertahan dengan sikapku selama ini padamu, terima kasih sudah menjadi obat untuk luka hatiku, dan terima kasih sudah menjadikanku wanita yang akan mendampingimu sampai terakhir hidupmu, " Ella pun sudah menangis sesenggukan.
" Mulai sekarang aku akan mendampingimu saat suka maupun duka, dalam keadaan sakit ataupun sehat, dan aku akan berada di saat kamu membutuhkanku, karena aku mencintaimu jadi aku menerima permintaanmu. " ucap Ella diakhiri dengan senyuman.
__ADS_1
Bunda dan adik Kenzie pun ikut menangis mendengar dan mengingat perjuangan Kenzie yang selalu meminta doa dari bundanya untuk meluluhkan hati gadis pujaannya. Tapi sekarang dia bahagia karena usahanya tidak sia- sia Allah menjawab doanya selama ini. Kedua keluarga pun makan malam bersama diselingi dengan canda dan tawa. Mereka sepakat bahwa Ella dan Kenzie akan menikah di Jakarta tepatnya sebulan lagi setelah keduanya menyelesaikan urusannya di sydney.
Terimakasih atas dukungannya jangan lupa like, vote, dan coment.🙏👍