Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Derita Bumil


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa untuk selalu mendukung karya saya, masuk group yuk, ada poin gratis setiap hari yang akan saya bagikan.πŸ‘πŸ™


🌷


🌷


Seminggu telah berlalu, Erik dan Ella sudah melakukan rutinitasnya kembali, Erik sudah memperingkatkan Ella supaya tidak terlalu capek, mengingat kondisinya yang baru saja pulih, lagian di sana juga sudah ada dokter anak yang baru, harusnya dia tidak usah mengambil jadwal praktik.


Usia kehamilan Ella sudah 8 minggu, sejak pulang dari Banjarmasin Ella tidak bisa tidur dengan nyenyak karena setiap pukul 2 dini hari, dia pasti akan terbangun karena muntah, sudah 6 hari Ella seperti ini, seperti pagi ini Erik yang ikut terbangun ketika mendengar istrinya mengeluarkan isi perutnya, dia dengan setia mengusap tengkuk leher Ella dan membantu menyibakkan rambutnya agar tidak terkena muntahan.


β€œ Sudah? ” tanya Erik saat melihat Ella mengusap bibirnya dengan tisu, dia hanya mengangguk namun, saat Erik akan memapahnya kembali ke kamar, Ella kembali berbalik ke arah wastafel karena kembali merasakan mual dan kembali muntah lagi.


β€œ Sepertinya bayi kita mulai menyusahkanmu, ” ucap Erik di samping tubuh Ella.


β€œ Tidak, aku justru beruntung bisa menikmati fase ini, di luar sana masih banyak wanita yang ingin merasakan hal seperti ini, ” jelas Ella yang membuat Erik merasa bangga punya istri yang tidak pernah mengeluh.


Erik lalu menggendong Ella setelah melihatnya tak mengeluarkan cairan lagi, dia merebahkan Ella di ranjang, menutupi tubuh istrinya dengan selimut. Erik berjalan keluar kamar turun ke bawah ke ruang kerjanya untuk mengambil obat dan suntikkan yang sudah dia siapkan semenjak mengetahui istrinya hamil.


β€œ Kamu mau ngapain Yang? ” tanya Ella saat melihat Erik masuk ke kamar membawa jarum suntik dan alkohol di tangannya.


β€œ Biar tidak muntah lagi, lihatlah tubuhmu sudah mengurus, biar kamu juga tidak lemas, ” jelas Erik.


β€œ Yang, aku tidak suka disuntik, ” ucap Ella mememohon supaya Erik tidak memberikan suntikkan ke tubuhnya.


β€œ Tapi menyuntik mau! ” ucap Erik menggoda istrinya. β€œ Tenanglah Sayang, ini tidak akan sakit, kalau kamu minum obat tablet sama saja pasti akan kembali muntah, ” lanjut Erik menjelaskan, lalu duduk di samping Ella dan menyuntikkan jarum itu ke lengan istrinya.


β€œ Yang, sakit! ” ucap Ella yang membuat Erik terkekeh.


β€œ Sumpah! Aku baru tau kalau kamu takut disuntik, kemaren saat di Banjarmasin nggak begini sama suster, ” ucap Erik.


β€œ Kemaren malu lah kalau harus merengek, ” ucap Ella yang membuat Erik semakin tertawa keras, lalu dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Ella dan menciumi bibir istrinya.


β€œ Kamu nggak jijik sama aku? Aku kan habis muntah, ” ucap Ella setelah Erik melepaskan ciumannya.


β€œ Tidak ada bagian dari tubuhmu yang menjijikan, bagiku semuanya sempurna, ” ucap Erik menatap lekat mata Ella, Ella membalasnya dengan pelukkan erat ke tubuh Erik.


β€œ Tidurlah! ini sudah jam 3 pagi, ” perintah Erik, sambil membalas memeluk Ella.


Ella mengangguk karena merasakan kantuk yang sudah tidak bisa dia tahan.


**


Keesokkan harinya...

__ADS_1


Ella terbangun karena merasakan lapar di perutnya, dia ingin makan tapi dia belum memasak, dia juga beberapa hari ini malas untuk melakukan aktivitas rumah.


β€œ Yang, ” ucap Ella membangunkan suaminya.


β€œ Hm...” jawab Erik yang masih memejamkan matanya.


β€œ Aku lapar, pengen sarapan ini sudah jam 10 pagi, ” ucap Ella.


β€œ Ya sana, bikin sarapan sendiri, Mas masih ngantuk semalam habis nemani kamu begadang, ” ucap Erik yang membuat bibir Ella manyun karena merasa diabaikan. Ella segera beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, dia merasa kesal dengan Erik karena tidak mau membuatkan sarapan untuknya, setelah selesai mandi Ella segera turun ke bawah meninggalkan suaminya yang masih terlelap di balik selimut tebalnya, dia tidak memasak melainkan mengambil snack makanan ringan yang ada di lemari pendingin, snack kentang yang banyak menggunakan msg, lalu membawanya ke dapan tv, menikmati snack kentang itu sambil melihat kartun kesukaanya, mengingat ini hari minggu jadi banyak acara anak-anak disiarkan.


Ella masih menikmati snack itu, sambil tertawa kerena merasa lucu dengan kartun yang dia lihat, tapi saat dia akan menyuapkan makanan kemulut untuk kesekian kalinya, tiba-tiba Erik datang dan mengambil semua jajanan itu.


β€œ Jaga asupan makanmu Yang! ” peringat Erik saat melihat Ella memakan snack itu, Ella menatap heran ke arah sang suami.


β€œ Mas, nggak akan stock makanan seperti ini lagi, ” Ella lalu berdiri, berjalan ke arah dapur meninggalkan Erik yang tengah duduk di sofa.


Ella ingin memasak nasi goreng karena perutnya masih terasa lapar, saat dia menumis bumbu, Ella langsung segera mematikan kembali kompornya, karena mencium aroma bawang yang dia tumis sendiri, Erik yang mendengar suara Ella muntah langsung berlari ke dapur dan mendekati istrinya.


Ella langsung terduduk lemas karena yang dia makan tadi justru dia keluarkan semuanya, dia lelah setelah mengeluarkan cairan dari dalam tubuhnya. Erik jadi tidak tega dan merasa bersalah karena membuatnya istrinya seperti itu.


β€œ Jika Mas tau akan seperti ini, lebih baik Mas akan tunda dulu untuk punya anak, ” ucap Erik menyesali perbuatannya.


β€œ Memangnya kenapa? Punya anak sekarang atau nanti aku juga akan sama-sama merasakan mualnya, ” ucap Ella yang tidak suka dengan ucapan suaminya barusan. β€œ Aku hanya butuh dukungan, bukan penyesalan yang akan membuatku menyalahkan bayi ini, aku nggak suka Mas ngomong seperti itu, ” lanjut Ella, Erik mengangguk mengerti lalu menuntun istrinya ke kursi meja makan.


β€œ Apa kita tinggal di rumah mama saja ya? Biar ada yang menjagamu, ” tawar Erik yang sudah duduk di kursi samping Ella.


β€œ Nggak usah, kan ada Mas di sini, aku lebih nyaman jika hanya berdua denganmu saja, ” jelas Ella yang tidak mau jika harus tinggal di rumah mama Jihan.


Erik hanya menghela nafas panjang saat mendengar penolakan Ella, sejenak hening menghampiri mereka, tenggelam dalam pikirannya masing-masing.


β€œ Mash...,” panggil Ella dengan suara manjanya, Erik yang duduk di sampingnya hanya menoleh tanpa menjawab panggilan Ella.


β€œ Mas tau nggak makanan yang bulat-bulat yang dijual di pinggir jalan, ” ucap Ella.


β€œ Apa? Jangan aneh-anah ya, ” tanya Erik penuh selidik yang membuat Ella cemberut.


β€œ Itu lho...yang seperti bakso tapi bukan bakso, ” jelas Ella lagi.


β€œ Tahu bulat? ” tebak Erik.


β€œ Bukan! ”


β€œ Terus apa Yang, ” ucap Erik yang sudah mulai frustasi.

__ADS_1


β€œ Yang makannya pakai saos kacang, aku pengen itu, ee....eee....bukan bukan. Bukan aku yang kepengen, tapi anakmu, ” ucap Ella sambil menunjuk ke arah perutnya, tersenyum manis ke arah Erik.


Erik hanya menggeleng tidak percaya, selama ini dia hanya mendengar keluhan para calon ayah yang istrinya meminta ini itu ketika istrinya hamil, namun sekarang dia merasakannya sendiri.


β€œ Ayo Yang, bikinkan! ”


β€œ Makanan apa sih? Mas saja nggak tau makanan apa yang kamu maksud! ” ucap Erik yang memang belum benar-benar paham makanan yang diinginkan istrinya.


Ella lalu berdiri, mengambil ponselnya di depan tv, lalu mencari-cari gambar yang dia maksud dan menunjukkannya pada suaminya.


β€œ Ini Yang, aku mau ini, aku tadi lihat di tv ada anak kecil ganteng yang makan itu, sepertinya enak, bikinin ya ...please! ” ucap Ella meminta Erik dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.


β€œ Masya Allah, kamu beneran mau cilok Yang? ” Ella tersenyum mengangguk, β€œ Tapi Mas nggak bisa membuatnya, Mas teleponin bu Lusi ya biar dia yang buatkan, ” lanjut Erik.


β€œ Nggak! Aku mau nya Mas yang buat, ” ucap Ella yang mulai kesal. Erik yang tidak tega melihat istrinya seperti itu hanya bisa menuruti, tidak tau hasilnya yang penting dia akan berusaha dulu.


β€œ Ok...ok...jangan nangis Mas akan buatkan, ” Erik lalu mengambil ponsel untuk mencari resep membuat cilok dalam aplikasi berlogo merah itu, setelah mempelajari Erik segera berjalan ke dapur diikuti Ella di belakangnya.


β€œ Kamu duduk saja, ” pinta Erik lalu Ella duduk di mini bar dapur, melihat suaminya membuat cilok untuknya, sesekali Erik melihat ponselnya melihat video pembuatan cilok, sedangakan Ella dengan santainya menatap suaminya, dengan menyandarkan kepalanya di tangan melihat koki tampan didepannya itu.


β€œ Ayo Pap, dedeknya sudah pengen nih, ” teriak Ella saat melihat Erik masih mengadon adonan cilok. Erik yang mendengar teriakkan Ella merasa gemas dengan wajahnya yang dibuat-buat, dia berjalan ke arah Ella mendekatkan wajahnya ke wajah Ella.


β€œ Bukan adeknya yang kepengen tapi mommynya, ” ucap Erik lalu mencium bibir istrinya, Ella hanya tersenyum menatap langkah suaminya yang kembali ke depan kompor, tatapan mereka bertemu saat Erik juga membalas menatapnya. Dengan jahilnya Ella mendekati Erik, berusaha menggoda Erik yang sedang memasak untuknya.


β€œ Sayang ...,” ucap Ella lembut sambil memeluk Erik dari belakang.


β€œ Duduklah yang manis biar cepat selesai, Mas pasti akan lambat bekerja bila kamu berada di sini, ” ucap Erik karena takut tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak tergoda dengan istrinya.


β€œ Aku nggak jadi pengen cilok saja, aku pengen ..., ” Erik yang mendengar ucapan Ella menggantung langsung membalikkan tubuhnya ke arah Ella, menatap Ella penuh tanda tanya, padahal cilok yang dia buat sebentar lagi akan siap, tetapi dia malah menginginkan hal lain. Ella yang melihat suaminya menatapnya, segera memindahkan tangannya di leher Erik.


β€œ Aku pengen tubuhmu saja, sudah lama kita tidak melakukannya, ” ucap Ella yang membuat Erik tertawa lebar sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya.


β€œ Nakal kamu ya, dasar wanita penggoda, ” Erik lalu segera mencuci tangan dan mematikan kompornya, cilok pertamanya gagal karena dia tergoda dengan istrinya, dia ingin menuruti keinginan bumil cantiknya itu, takut bayinya ileran, dengan senang hati dia akan menurutinya, mengingat sejak mengetahui istrinya hamil dia memang baru sekali melakukannya, Erik meraih tangan Ella, dibawa bumil cantik itu ke kamar.


Namun, saat sampai depan pintu kamar Ella menghentikan langkahnya, manatap erik dengan sendu.


β€œ Dedeknya sudah nggak mau, dedeknya mau minta makan rujak! ” Ucap Ella tanpa rasa bersalah, sedangkan Erik sudah melotot sempurna ke arah Ella lalu menghela nafas panjang, kecewa karena kegagalannya membawa Ella ke kamar, padahal dia tadi sudah sangat senang membayangkan istrinya berada di atasnya.


Yang senyum -senyum sendiri☝, kalau nggak ada berarti saya gagal. 😣


Terima kasih yang sudah vote, like,komentar positifπŸ™.


Masuk group yuk! Biar bisa sharing sama-sama. Akan ada poin yang akan saya bagikan satiap hari.

__ADS_1


__ADS_2