
Happy reading, jangan lupa tekan likeπ .
π
β Hiks....hiks...hiks, β terdengar suara Ella sedang menangis pelan sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya, Ella masih menunduk tidak menyadari bahwa suaminya melihatnya dari pantulan cermin, Erik mendekat ke arah Ella berusaha menyentuh punggung Ella dan menenangkan istrinya, namun, yang ada Ella dengan kasar menghempaskan tangan Erik, karena kaget dengan kedatangan suaminya.
Erik terdiam mematung saat istrinya menghempaskan tangannya, dia heran dan bingung saat melihat istrinya yang tiba-tiba tidak ingin disentuh olehnya itu, dia mencoba memanggil istrinya dengan lembut dan menyentuh punggung Ella.
β Sayang... Kamu kenapa? β Ella terhenyak kaget dari tangisnya, reflek dia segera menghapus air matanya, saat menyadari kedatangan Erik, tapi dia enggan menjawab pertanyaan dari suaminya itu, dia masih sibuk menghapus air matanya yang semakin deras semenjak suaminya di sampingnya, Erik yang tidak mendapat jawaban dari Ella semakin dibuatnya penasaran, dia membalikkan badan Ella, menatap Ella dengan senyuman tipis, lalu mengusap air mata di pipi istrinya.
β Apa Mas punya salah denganmu, apa Mas menyakitimu? " Erik berhenti sejenak.
" Jangan menangis Yang! Maafkan Mas jika Mas menyakitimu, tapi bicaralah biar Mas bisa memperbaiki kesalahan Mas, β ucap Erik yang membuat Ella semakin deras mengeluarkan air matanya, Erik lalu membawa Ella ke dalam pelukkannya, menenangkan Ella seperti anak kecil yang memang butuh perlindungan.
Jam masih menunjukkan pukul 5 pagi, matahari juga belum mengintip, tapi mata Ella sudah sembab, Erik yang masih bingung mengarahkan wajah Ella menghadap dirinya.
β Katakan ada apa? jangan membuat Mas bingung dan merasa bersalah, β tanya Erik sambil mencium dahi Ella, suasana hening sejenak hanya terdengar sesekali Ella menarik ingusnya karena menangis terlalu lama.
β Maaf ... Maafkan aku Mas, β ucapan Ella terputus karena tangisnya sudah kembali pecah, Erik tersenyum mendengar ucapan Ella lalu mengeratkan pelukkannya, air mata Ella sudah membasahi baju yang Erik kenakan.
β Kamu nggak punya salah dengan Mas, nggak usah minta maaf Sayang! β ucap Erik yang masih memeluk istrinya, sesekali dia melirik ke arah meja dekat cermin, akhirnya dia mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Tapi ini masih dugaannya!
β A-aku-aku datang bulan lagi Mas, kita gagal mendapatkannya bulan ini, β Erik yang sebenarnya sudah tahu langsung tertawa keras hingga memenuhi kamar mandi berwarna putih hitam itu. Ella yang melihat respon Erik mencubit keras pinggang Erik, dia berusaha melepaskan pelukkannya dari Erik, tapi yang ada dia justru tidak bisa bergerak.
β Hehehem... Kamu lucu deh Yang, β ucap Erik sambil mengangkat dagu Ella yang panjang itu menghadapnya.
β Sudah jangan menangis lagi, hanya karena hal itu, kita ambil hikmah nya saja, kalau bulan ini kita gagal, berarti bulan depan Mas harus bekerja keras lagi agar bisa menghamilimu, β ucap Erik menatap mata Ella.
β Allah masih ingin memberikan kita waktu untuk berduaan agar kita lebih mengenal lagi pasangan kita, mungkin Allah menunggu kita siap untuk menjadi orang tua, kita intropeksi diri saja. Sudah jangan menangis lagi! atau mau Mas tinggal, β jelas Erik panjang lebar.
β Tapi... β ucap Ella yang masih ragu untuk melanjutkan ucapannya.
β Tapi kan Mas sebentar lagi 39 tahun, takutnya nanti anak kita masih 10 tahun, tapi rambut Mas sudah putih semua, β jelas Ella.
__ADS_1
β Hahaha... Banyak kok orang yang jual hair tonic, nggak papa juga jika rambut Mas berubah putih, asal nggak cintamu saja yang berubah, jangan jadikan masalah kecil menjadi masalah besar, itu akan menyusahkan kita, kita nikmati saja waktu berduaan saat ini, sebelum anak-anak kita hadir dan akan menganggu kita saat sedang berduaan, β ucap Erik lagi yang membuat Ella lebih tenang, dan memeluk Erik lebih erat lagi.
β Lagian kita menikah juga baru 7 bulan Yang, kamu tau pasangan yang datang ke praktik Mas, rata-rata sudah 5 tahun ke atas, dia belum juga mendapatkan anak, tapi Mas lihat mereka masih bisa menikmati hidup, mereka masih bisa tertawa lepas saat menceritakan masalahnya dengan Mas, kita ikuti saja seperti air yang mengalir, Mas janji periode ini Mas akan bekerja keras lagi, kita lembur sampai matahari terbit, β jelas Erik sambil tersenyum di ujung kalimatnya.
β Apa? Enak saja lembur sampai pagi! β ucap Ella yang membuat Erik tertawa lepas.
β Iya. Mas akan berikan vitamin yang terbaik untukmu, asamfolat dan vitamin E sepertinya cukup, dan Mas juga akan minum vitamin buat kualitas spe*m* juga dan... β Erik menghentikan ucapannya karena merasa tidak mampu.
β Dan apa lagi? β tanya Ella sambil menghadap ke arah wajah Erik.
β Yang satu ini Mas tidak bisa mengatakannya, β jelas Erik.
β Kenapa? β tanya Ella yang sudah terlanjur penasaran, Erik diam tidak menjawab.
β Kenapa Mas? β tanya Ella yang semakin penasaran.
Erik masih diam enggan menjawab pertanyaan istrinya, dia bingung jika dia mengatakkannya pasti istrinya akan mengikuti apa yang dia sarankan.
β Mas? β teriak Ella membuyarkan lamunanya.
β Kok begitu? Kenapa? Coba jelaskan! β perintah Ella sambil mengamati dengan serius wajah Erik mencoba mencari kejujuran dari mata suaminya itu.
β Spe*ma itu akan baik kualitasnya jika dikeluarkan minimal 2 X 24 jam, kalau kita ingin kualitas terbaik kita harus melakukan itu, dan kita harus mengatur jadwal kita berhubungan, sebisa mungkin kita harus mengatur sesuai masa suburmu, tapi Mas nggak sanggup! β ucap Erik menjelaskan secara detail sambil mengangkat kedua tanganya di samping telinganya.
Ella terdiam memikirkan semua penjelasan suaminya dengan baik-baik sampai Erik kembali memeluknya lagi.
β Mas harus bisa! Kita akan mengatur jadwal hubungan kita sesuai dengan masa suburku, β ucap Ella tegas lalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Erik yang masih berdiri di depan cermin kamar mandi.
β Heh! Nggak Mas nggak mau, paling susah itu Yang, apalagi jika kamu berada di depan Mas seperti saat ini, β Ella yang mendengar itu menoleh ke arah Erik yang sudah berada tepat di depannya.
β Mas ingat umur! β ucap Ella.
β Kenapa? Mas masih sehat ya, masih kuat kalau untuk semalaman, β ucap Erik cepat, menjawab kekhawatiran Ella.
__ADS_1
β Bukan itu maksudku Yang. Mas ini sudah tua! Kalau usia 39 tahun Mas belum punya anak, terus harus menunggu berapa lama lagi? Ella Cuma kasian dengan Mas, β Erik tiba-tiba terdiam dengan sendu menatap istrinya kok tega sih Ella mengatainya tua, lalu dia berjalan menuju sofa kamar yang menghadap tv 60 inch itu, dia menyalakan tv berisi gosip artis pagi hari, tapi pikirannya masih memikirkan ucapan istrinya yang mengatainya tua itu.
Ella yang merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan, segera menghampiri Erik dan memeluknya, Ella duduk di pangkuan Erik tepat menghadap ke arah Erik, seperti induk koala dengan anaknya.
β Maaf ... Bukan maksud Ella begitu, kalau Mas sudah tua Lala masih bisa kok jatuh cinta lagi padamu, karena Mas sangat tampan, menawan, ganteng, kaya lagi! jangan marah ya, β bujuk Ella sambil memberikan kecupan singkat di bibir suaminya, Erik lalu tersenyum ke arah Ella, tersenyum smirk yang membuat Ella semakin mengeratkan pelukkan kakinya di pinggang Erik.
β Turun kamu berat Yang, β usir Erik karena tidak ingin dirinya tersiksa dengan kelakuan Ella.
β Nggak mau! β ucap Ella manja, yang masih berada di pangkuan Erik.
β Turun! Jangan membuat Mas tersiksa Yang! Mas paling nggak bisa jika kamu bertingkah seperti ini, β jelas Erik karena sudah merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana.
β Biar saja, Lala masih pengen seperti ini, β ucap Ella yang masih ingin menggoda Erik.
β Apa benar kamu sedang datang bulan? β tanya Erik memastikan lagi.
β Iyalah, apa kamu ingin melihatnya, biar jelas terbukti, β jawab Ella yang mulai kesal dengan Erik karena mencurigainya. Erik yang gemas langsung merebahkan tubuh Ella di sofa, lalu Erik mengangkat tangan kedua tangan Ella ke atas kepala Ella, Erik kemudian menciumi perut Ella.
β Hahahaha...β terdengar gelak tawa Ella yang menggelegar di kamar itu.
β Stop Yang! ... Geli yang! ...β Namun Erik masih tetap menciumi perut datar Ella, hendak menurunkan ciumannya ke arah bawah, tapi teriakkan Ella menghentikannya.
β Stop Mas! Aku sedang datang bulan, β Erik yang mendengar itu mendesah kecewa lalu meletakkan kepalanya di atas perut Ella, entah mantra apa yang diucapkan Erik membuat Ella semakin tertawa geli, dan merem*s rambut suaminya itu.
β Bulan depan! Insya Allah berhasil, β ucap Erik sambil mencium lembut perut Ella, lalu dia beranjak dari tidurnya, membebaskan tangan Ella yang sedari tadi dia pegang. Dia duduk di sofa ujung, mengangkat kaki Ella dan memijitnya lembut.
β Hari ini kamu istirahat di rumah ya! Mas nanti jam 8 mau ke rumah sakit, β ucap Erik memberitahu istrinya.
β Ella ikut saja dengan Mas, β pinta Ella yang tidak ingin ditinggal di apartemen sendiri.
β Nggak boleh, besuk saja sekalian jadwal praktik kamu Yang, Mas sudah mengatur ulang jadwalnya, dan kamu Mas kasih jam 8 pagi, β ucap Erik menjelaskan pada istrinya, Ella menurut dengan ucapan suaminya, bekerja satu rumah sakit dengan suaminya tidak akan terlalu menganggu juga, yang penting dia masih bisa melihat bayi -bayi mungil di sana.
Ella merasa beruntung punya laki-laki seperti Erik yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihannya, dia dalam hati berjanji akan selalu berada di sisi Erik, mengenngam tangan suaminya, apapun yang akan terjadi!.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya saya semoga suka, jangan lupa like dan votes ya...
Kritik saran juga bolehππ .