Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Nostalgia


__ADS_3

Happy Reading


Ella pov.


Entah apa yang ingin dikatakan kak Ruben dan Yasmine setelah mengetahui aku sudah mulai praktek diklinik seminggu yang lalu, dia berniat menemuiku, mereka mengajakku bertemu di restoran Italy di dekat klinik, dan malam ini aku sedang menunggu kedatangannya, duduk sendiri dimeja paling ujung sambil sesekali menatap pintu masuk.


" Hay La, " sapa Yasmine yang mendekat kearahku, aku yang melihat itu beranjak dari dudukku dan memelukknya.


" Syukurlah, kamu sudah sehat, " ucapnya.


" Dari dulu aku sehat Yas, " ucapku menanggapi ucapannya.


" Kenapa? sepertinya ada yang penting, " tanyaku saat melihat pandangan mata sepasang sijoli itu.


" Kita lebih baik pesan makanan dulu ya, " ucap kak Ruben.


" Baiklah, " jawabku. Lalu segera memesan makanan.


Setelah beberapa menit makanan yang kami pesan sudah disajikan didepan meja, aku mulai makan sambil mendengar celotehan dari Yasmine.


" Kamu tau La, kita dulu sering kesini waktu kuliah. Dulu Kenzie selalu yang minta traktir makan disini, " ucap Yasmine menceritakan masa lalunya bersama Zie,


" Kalian beruntung punya banyak kenangan bersamanya, " ucapku menanggapi ucapan Yasmine. Yasmine yang mendengar itu hanya menoleh ke arah suaminya.


" O..ya La, karena kamu sekarang sudah sehat, aku akan menyampaikan pesan Ken waktu itu, " ucap kak Ruben yang terhenti, aku menatapnya mencoba mendengarkan apa yang selanjutkan akan dibicarakan.


" Mungkin Ken sudah mempunyai firasat jika dia akan pergi, jadi sebelum dia berangkat kerumahmu waktu itu dia bilang telah menyerahkan saham yang di perusahaanku kepadamu, "


" Kak.. " potongku yang tak suka dengan ucapannya.


" Jangan dipotong dulu La, dengarkan aku bicara, " ucapnya, Yasmine yang mendengar itu hanya mengangguk menyuruhku menurutinya.


" Aku tau Ken sangat mencintaimu ntah apa yang dipikirkanya semua asetnya ternyata sudah diatas namakan menjadi atas namamu. Setelah kepulangannya dari Sydny dia ternyata sudah meminta pengacara untuk mengurus semuanya. " jelas kak Ruben.


" Tapi Ella nggak berhak untuk menerimanya kak, kakak berikan saja untuk ayah dan bunda Zie, " ucapku

__ADS_1


" Bahkan Ken sudah memikirkan semua itu La, menjamin mereka supaya tidak akan kekurangan, " jelas kak Ruben memotong ucapanku.


" Dia punya saham 30% diperusahaanku La, jadi kamu sekarang yang berhak atas semua itu, dan aku harap kamu juga bisa menjaga kliniknya agar tetap berjalan, kita hanya bisa mengenangnya lewat apa yang sudah dia tinggalkan, Kenzie orang yang baik, meskipun dulu dia bekerja didunia malam dia juga tidak pernah berbuat macam- macam. " ucap kak Ruben.


" Sudahlah kak, jangan ceritakan itu, Zie sudah jahat padaku dia pergi meninggalkanku, tanpa memikirkan perasaanku disini, " ucapku yang sudah mulai menangis.


" Dia tidak kuasa melawan takdir La, sebenarnya sebelum berangkat aku sudah menawarkan untuk ikut masuk kedalam mobilku, tapi dia bersikeras untuk membawa mobilnya sendiri, karena setelah akad dia berencana membawamu kerumahnya, namun kecelakaan maut itu tidak bisa dihindari, kami melihatnya di depan mata kami sendiri, kehilangan sahabat kami, " ucap Ruben menceritakan kejadian saat itu.


" Kami yang melihat kejadian itu sangat syok, melihat mobilnya bertabrakan langsung dengan truk, " aku yang mendengar itu kembali menangis membayangkan Zie yang menahan sakitnya saat itu.


" Sebelum dia kehilangan kesadarannya dilokasi. Dia memintaku untuk ikut menjagamu jika dia pergi nanti, saat aku mengangkat tubuhnya aku mendengar dia terus mengatakan maaf padamu, aku heran kenapa dia begitu mencintaimu, bahkan jika aku meninggalkan Yasmine aku tak akan seperti itu, " ucap kak Ruben yang diselingi candaan, Yasmine yang mendengar itu hanya melotot dan memukul lengan kak Ruben.


" Iya sayang aku akan seperti Kenzie, dihatiku hanya ada kamu, " ucapnya menenangkan Yasmine yang sedang merajuk. Aku tersenyum tipis kearah Yasmine.


" Kalian romantis sekali, membuatku iri, " ledekku pada mereka.


" Berusahalah untuk mencari cinta sejatimu La, agar dia juga akan tenang disana, " ucap Yasmine menasehatiku.


" Entahlah, aku belum memikirkannya, aku tidak mau sakit lagi saat orang yang aku cintai meninggalkan aku. " ucapku.


" Sepertinya hatiku sudah ikut terkubur bersama Zie disana, " ucapku


" La, jangan seperti itu, kamu harus bahagia, maka dia juga akan bahagia, " ucap kak Ruben. Aku pun menatap heran kedua orang ini, begitu menyemangatiku untuk menemukan cinta sejatiku.


Kami akhirnya melanjutkan makan setelah kami menemukan kesepakatan. Mereka menceritakan kenangannya bersama Zie, membuatku semakin merindukannya. Aku pun segera pamit setelah melihat jam ditanganku menunjukan pukul delapan malam. Aku segera melajukan mobilku kerumah Zie, aku ingin mengenangnya, mengenang kenangan indah bersamanya.


Setelah sampai di rumahnya, aku segera masuk ke dapur berniat membuat mie kuah, padahal aku habis makan tapi entah kenapa aku bisa ingin sekali memakan mie, setelah mie siap aku membawanya ke meja makan, baru akan memulai makan kudengar suara bel pintu berbunyi.


" Perasaan nggak ada yang kenal aku disini, siapa yang datang, " ucapku lirih, sambil berjalan membuka pintu.


" Mas Erik, " ucapku kaget saat melihat dia berdiri didepan pintu.


" Hay, boleh Mas masuk? " ucapnya


" Mmm..silahkan, kok bisa disini? " tanyaku

__ADS_1


" Iya, tadi Mas kebetulan lewat, terus melihat mobil kamu, jadi Mas berhenti, " ucapnya menjelaskan.


" Baunya enak, apa kamu sedang memasak? " tanya Mas Erik


" Iya aku tadi baru bikin mie instan, aku ingat pertama kali aku masuk rumah ini zie memintaku membuatkan aku makanan, kerena tidak ada stok jadi aku hanya buatkan dia mie, " jelasku pada Mas Erik, Mas Erik hanya terdiam saat mendengarnya.


" Boleh Mas ikut makan, kebetulan Mas sangat lapar, " pintanya.


" Boleh sini duduk, " ajakku pada Mas Erik.


" Kamu cuma bikin satu ya, buat Lala saja kalau gitu, " ucap Mas Erik.


" Nggak papa, tadi Lala sudah makan buat Mas saja, " jelasku namun Mas Erik tetap menolak, aku mulai menyuapkan mie kedalam mulut Mas Erik, tanpa mengindahkan ucapnya.


" Apa Enak, " tanyaku sambil menyuapkan ke mulutku sendiri.


" Ini mie yang paling enak yang pernah Mas makan, " ucapnya memuji masakanku.


" Apa kamu sedang bernostalgia dengan kenanganmu bersamanya La? " lanjutnya bertanya padaku sambil menatap curiga kearahku.


Aku yang mendengar itu hanya pura-pura tidak peduli dengan ucapannya, kumakan mie itu dengan lahap tanpa menatapnya, tapi air mataku tak dapat kebendung lagi. Mas Erik yang melihat itu langsung membawaku kedalam pelukkannya.


" Dia jahat Mas, dia meninggalkanku, aku belum bisa melupakannya, " ucapku


" Tidak perlu kamu lupakan La, " ucap Mas Erik menenangkanku.


" Kenangan manis akan sulit dilupakan, biarlah Mas juga ikut menciptakan kenangan manis dikehidupanmu lagi, biarkan Mas ikut menjagamu, merawatmu dan melindungimu, " ucap Mas Erik.


" Dulu setelah makan mie, Zie mengajakku menonton film, apa Mas mau menonton film denganku? " tawarku pada Mas Erik.


" Apa kamu berniat menggantikan kenangan ken dengan Mas, kalau begitu akan Mas temani sampai pagi, " ucap Mas Erik lalu tiba- tiba dia menggendongku dan membawaku keruang bioskop,


Kalau dulu Zie mengajakku menonton film romantis tapi berbeda dengan Mas Erik, dia malah mengajakku menonton film komedi, aku bisa tertawa menikmati film itu, dan kulihat Mas Erik tak berhenti menatapku saat aku tertawa.


Terimakasih jangan lupa like, vote, dan comentnya.👍🙏

__ADS_1


__ADS_2