Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Because I Love You


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


.


.


.


Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit, hari ini Anna sudah diperbolehkan pulang. Anna masih enggan memberitahukan keadaan yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke Singapura, entah harus bagaimana lagi membujuk Panji agar mau menikahinya. Sashi juga sudah mengetahui jika Anna tengah hamil anak dari Panji. dia sudah menduga hal seperti ini cepat atau lambat akan terjadi mengingat cerita Anna tempo hari.


Sekarang Ella tengah berada di kelas, mengikuti mata kuliah dosen pujaan hatinya, beberapa kali Sashi menegur Ella karena tidak fokus mengikuti pelajaran, sungguh! sebenarnya dia masih memikirkan masalah Anna, dia tidak mau jika bayi Anna lahir tanpa seorang ayah.


Secepatnya aku harus bicara dengan Panji. Batin Ella.


Setelah bel istirahat berbunyi Ella langsung keluar meninggalkan kelasnya, panggilan Erik yang memanggil namanya tak dihiraukannya.


Dia berjalan menuju lantai tiga menuju kelas Panji, dia berniat bicara dengan Panji sendiri nanti setelah pulang kuliah.


" Hay Nji, tumben loe nggak ke kantin, " ucap Ella setelah melihat Panji yang duduk di kursi kelasnya.


" Lagi malas saja La, " ucap Panji sambil menatap Ella.


" Nanti pulang kuliah gue tunggu di cafe xx ya, ada hal penting yang pengen gue omongin ke loe, " ucap Ella, Panji hanya mengangguk tanda menyetujuinya.


Hari ini Ella kebetulan menggunakan mobilnya sendiri jadi tidak perlu menunggu Erik, dia berniat memberitahu Erik kalau dia mau ketemu Panji, namun panggilan Sashi menghentikannya.


" Dicariin juga, kemana sich loe? main ngilang gitu aja, " ucap Sashi yang mengagetkan Ella.


" Ada urusan sebentar tadi, " jawab Ella sambil mendekat ke arah Sashi.


" Ayo masuk kelas! " Ella hanya menuruti Sashi, karena memang mata kuliah terakhir akan segera dimulai.


Setelah kuliah berakhir, Ella segera melajukan mobilnya ke arah cafe xx. Saat tiba di cafe xx Ella melihat Panji sudah duduk di kursi pojok dekat jendela, lalu Ella segera berjalan mendekat ke meja Panji.


" Kenapa kok murung gitu wajahnya? " tanya Ella basa-basi.


" Loe pasti tau kan La, masalah gue sama Anna," ucap Panji, Ella hanya diam membiarkan Panji menyelesaikan ucapannya.


" Gue nggak bisa nikahin Anna La! " ucap Panji yang membuat Ella kaget tidak percaya.


" Gue nggak cinta sama Anna, La, " lanjutnya. Ella yang mendengar itu hanya diam sambil mengigit bibir bagian bawahnya menahan emosi yang menggebu, yang ingin segera dia keluarkan.


" Semua hanya kecelakaan La, please jangan paksa gue buat nikahin Anna, " jelas Panji, Panji pun akhirnya diam setelah mengungkapkan isi hatinya.


" Nji, loe tau kan siapa yang ngambil keprawanan Anna, dulu dia suci Nji, setelah loe ambil apa loe tega menghancurkan masa depannya juga, apa loe nggak mau merawat dan membesarkan darah dagingmu sendiri, dan loe sudah berbuat salah kenapa harus berbuat salah lagi dengan menyuruh Anna menggugurkan bayinya, dimana perasaanmu Nji? " ucap Ella.


" Dan apa loe tau bagaimana hancurnya Anna saat loe menolak bertanggung jawab? nikahi Anna, Nji, demi masa depan Anna dan bayinya, " lanjut Ella sedikit menaikkan emosinya karena sudah geram melihat ekspresi wajah Panji yang datar.


" Tapi La, gue nggak cinta sama Anna, " ucap Panji kesal.

__ADS_1


" Kalau loe nggak cinta kenapa loe lakuin itu, Nji? " geram Ella.


" Itu karna Anna yang menggodaku La," ucap Panji.


" Stop Nji ! " teriak Ella yang sudah tidak dapat menahan emosinya.


" Kalian berdua sama-sama salah, tapi jangan korbankan janin yang tidak berdosa," ucap Ella.


" Jangan jadi pengecut Nji, please nikahi Anna, " lanjut Ella meminta Panji.


" Gue nggak bisa La, tolong jangan paksa gue," teriak Panji.


" Kenapa? " ucap Ella dengan nada tinggi.


" Karena gue masih mencintaimu La, gue belum bisa melupakan loe, " ucap Panji lirih tapi masih bisa di dengar Ella. Ella hanya menggelengkan kepala setelah mendengar itu.


" Loe tau sendiri La, dari dulu gue cinta sama loe, gue hanya mencari pelampiasan saja La, " jelas Panji.


" Loe bilang cinta ke gue, tapi loe merusak sahabat gue," ucap Ella, Panji hanya diam.


" Please Nji, nikahi Anna dengan atau tanpa cinta, lupain gue karena gue sudah bahagia dengan mas Erik, " ucap Ella.


" Anna pasti bisa bikin loe bahagia. " lanjutnya.


Panji hanya mengusap kepalanya kasar. Ella segera meninggalkan Panji di cafe itu. la kecewa dengan sikap Panji selama ini, memacari sahabatnya tapi hatinya tidak untuk Anna.


" Mas kok disini? " tanya Ella yang masih bingung dengan keberadaan Erik.


" Iya, Mas tadi kebetulan lewat trus lihat mobil kamu, " ucap Erik berbohong.


" Sendirian saja? " lanjut Erik.


" Nggak kok, tadi habis ketemuan sama Panji, ngomongin soal Anna, " jelas Ella yang tidak mau terjadi salah paham antara dia dan Erik.


" Kita naik motor yuk, " tawar Erik.


" Mobilku bagaimana? " ucap Ella.


" Biar nanti asisten Mas yang ngambil, " ucap Erik.


" Oke dech, " jawab Ella.


Panji yang melihat Erik dan Ella pun hanya tersenyum sinis.


" Kamu benar La, kamu sudah bahagia bersamanya, mungkin harusnya aku segera melepaskanmu dan mulai belajar mencintai Anna, " gumam Panji.


***


" Kita mau kemana Yang? " tanya Ella yang duduk di belakang Erik.

__ADS_1


" Ke tempat yang indah, " Ella pun mengeratkan pelukannya memeluk Erik dari belakang.


Setelah satu setengah jam perjalanan mereka berdua sampai di puncak, dengan motor yang masih berjalan pelan.


" Kita lihat pemandangan dari atas sini Yang, sepertinya indah, " ucap Ella.


" Masih ada yang lebih indah lagi, " ucap Erik.


" Dimana Yang? " tanya Ella.


" Di matamu, hehehe matamu selalu indah ketika kamu melihat Mas, soalnya Mas selalu melihat ada cinta di matamu untuk Mas, " ucap Erik.


" Aduh....aduh....." ucap Ella.


" Kenapa Yang, " tanya Erik sedikit panik.


" Meleleh hati adek bang, dengar gombalanmu, " ucap Ella.


" Hahaha kirain kenapa, I Love U " ucap Erik yang masih fokus kejalan.


Mereka pun memilih berhenti disebuah taman yang dilengkapi dengan area bermain anak,


" Wah indah ya, udaranya juga masih sejuk, " ucap Ella.


" Mas jadi teringat waktu kamu kecil sering Mas gendong buat liat sunset, mau Mas gendong lagi? " canda Erik.


" Tapi disini nggak bisa lihat sunset karena tertutup kabut, " lanjut Erik.


" Nggak mau, Lala berat soalnya, " ucap Ella.


" La, Mas cinta sama Lala, " ucap Erik yang berada di depan Ella.


" Iya Ella sudah tau, " ucap Ella yang menatap Erik penuh selidik.


" Terimakasih ya, tadi kamu sudah bilang ke Panji kalau kamu bahagia bersama Mas, Mas akan selalu berusaha untuk selalu bikin kamu bahagia, " ucap Erik.


" Mas tadi dengerin Ella bicara sama Panji? " ucap Ella.


" Iya, Mas khawatir dia akan merebutmu dari Mas, " ucap Erik.


" Hehehe. Mas aneh, Mas percaya saja sama Lala, walaupun banyak cowok ganteng yang deketi Lala, disini nggak ada yang lain selain kamu Mas, " ucap Ella sambil menunjuk dadanya, Erik membawa Ella ke dalam pelukkannya, lalu mendongakkan kepala Ella dan mencium bibir Ella, merasa tidak ada ponalakkan dari Ella, Erik melanjutkan ciumannya menjadi *******- ******* kecil, Ella pun ikut terbuai dalam ciuman yang diberikan Erik, lembut, dingin, manis, kenyal semua Ella rasakan, ini adalah ciuman terpanas pertama yang ia rasakan, sungguh Ella tidak bisa menjelaskan, setelah merasa kehabisan nafas Ella melepaskan ciuman tersebut.


" Terima kasih " ucap Erik dengan tersenyum manis.


" Buat? " tanya Ella bingung.


" Ciuman panasnya, " Ella yang mendengar ucapan Erik, wajahnya langsung merona merah karena malu.


Terima kasih atas dukungannya, jangan lupa vote, like, dan coment. 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2