Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Ucapan Terimakasih


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa vote dan like ya..👍🙏.


.


.


.


Setelah tiba di rumah, Erik segera mengangkat tubuh Ella yang sudah terlelap di samping kursi kemudi, membawa istrinya masuk ke dalam kamar utama, yang memang sudah di sediakan untuk mereka berdua.


Erik menyelimuti tubuh istrinya, mengecup pelan dahi Ella yang terlihat sangat lelah itu, dia meninggalkan Ella di kamar sendiri untuk menemui pelayan yang setiap hari menjaga rumahnya. Erik segera meminta pelayan untuk meletakkan barang belanjaannya ke kamar yang ada di samping kamar utama, setelah itj Erik kembali ke kamar menemani Ella.


Erik yang melihat istrinya terlelap tidak tega untuk membangunkannya, dia kemudian meninggalkan Ella untuk masuk ke dalam kamar mandi membersihkan yang sudah bau keringat, dan dia berencana akan menyusul istrinya tidur, biarlah dia ikutan tidur meski baru jam 8 malam, dia juga bingung mau ngapain.


“Yang ..., nggak mau mandi dulu?” bisik Erik sambil memeluk istrinya yang tidur menyamping. Dia meletakkan tangannya di perut Ella merasakan calon anaknya yang sedang bergerak aktiv.


“Boy diamlah Mama baru tidur, kamu lapar ya?” ucap Erik mencoba mengajak ngobrol anaknya, kepalanya sudah dia letakkan di atas pinggang istrinya, “Sabar ya, bentar lagi Mama bangun, kamu mau makan apa? Kalau Papa lagi pengen makan nasi goreng buatan Mama,” lanjut Erik sambil merasakan gerakan halus dari perut Ella. Ella yang tertidur pulas tidak bisa merasakan kehangatan antara Erik dan calon anaknya.


Hingga anaknya itu sedikit tenang, Erik kembali merebahkan tubuhnya di samping Ella, karena merasa lelah, Erik akhirnya tidur dengan cepat, melupakan perutnya yang belum terisi.


***


Tepat pukul 1 dini hari Ella terbangun karena merasa gerakan perutnya yang semakin kuat, dia meletakkan tangan Erik ke perutnya, meminta Erik agar menenangkan anaknya.


“Kamu belum makan sih, makanya dia aktiv,” ucap Erik yang masih memejamkan mata, tanganya tak berhenti untuk merasakan gerakan dari perut Ella, tendangan dari calon anaknya itu berpindah-pindah membuat Ella merasa tidak nyaman.


Ella yang merasa gerah dan lengket di sekujur tubuhnya, segera beranjak menuju kamar mandi, dia ingin berendam dengan air hangat, ditemani suara music classic agar calon anaknya sedilkit tenang. Tidak lupa Ella memcampurkan aroma terapi ke dalam air berendam agar dia bisa sedikit rileks.


Erik yang merasa Ella terlalu lama berada di kamar mandi, dia segera mengetok pintu kamar mandi yang tadi dikunci oleh Ella.


“Yang..., kok di kunci! Kamu baik-baik saja kan?” teriak Erik yang masih setengah sadar dia takut istrinya terpeleset di kamar mandi.


“Hmmm...,” jawab Ella saat mendengar teriakan Erik, dia lalu beranjak dari posisi berendamnya, memakai handuk mandi dan membuka kunci kamar mandi.


“Kenapa lama? Kamu nggak papa kan?” tanya Erik saat melihat Ella keluar dari kamar mandi.


“Nggak papa, aku cuma berendam, panas soalnya. Di mana bajuku Mas?”

__ADS_1


“Ambillah di lemari itu.” Ella segera membuka lemari yang ditunjuk suaminya, mencari baju yang paling cocok untuk dia kenakan.


Baju apaan ini, ini lemari kenapa isinya lingrie semua? Dasar lelaki otak ranjang. Batin Ella sambil melirik ke arah Erik yang masih setengah sadar.


Setelah memakai baju yang terlihat paling sopan, Ella segera mengeringkan rambut dan memakai body lotion. Erik sedikit melirik saat mencium aroma wangi dari yang Ella pakai, tapi Ella enggan mendekat ke arahnya dia lebih memilih duduk di balkon sambil menikmati pemandangan, karena dirinya sudah tidak mengantuk lagi.


Erik yang sadar Ella tidak berada di sampingnya segera menyusul Ella di balkon.


“Nggak mau tidur lagi?” Ella menggeleng karena merasa rasa kantuknya sudah menghilang.


“Masuklah! Di luar dingin sepertinya akan turun hujan,” perintah Erik.


“Sebentar lagi.” Erik yang mendengar jawaban Ella, pelan-pelan berjalan menghampiri Ella, memeluk Ella dari belakang.


“Apa di sini lebih indah dari pada menatap Mas?” Ella terkekeh saat mendengar ucapan suaminya.


“Jelas kamu yang terbaik dari apapun di dunia ini,” jawab Ella.


“Benarkah? Kalah begitu buatkan suami terbaikmu ini nasi goreng!” Ella berbalik menatap Erik.


“Mas belum makan?”


“Ayo temani aku di dapur, sepertinya anakmu juga menginginkannya,” ucap Ella lalu berjalan melewati kamar menuju dapur yang berada di lantai 1.


Duapuluh menit Ella sudah menyajikan nasi goreng kesukaan suaminya, tidak lupa memberikan telur ceplok di atasnya. Mereka makan berdua karena Erik tahu jika istrinya juga belum makan dari kemarin siang. Pelayan yang mengatahui tuan dan nyonya itu memasak sendiri, hanya bisa minta maaf pada mereka.


“Kamu lagi nyidam nasi goreng ya Mas? Kok makannya lahap banget.”


“Iya, dari tadi sore mau bangunin kamu tapi Mas tidak tega, sepertinya kamu kelelahan,” jelas Erik.


“Nggak lelah juga, cuma ngantuk saja sulit mata ini untuk dibuka,” ucap Ella sambil menerima suapan dari suaminya. Setelah menghabiskan nasi goreng, Erik meminta Ella untuk naik ke atas terlebih dahulu, membiarkan dia yang mencuci piring dan gelas kotornya.


Ella yang tengah melihat artikel di ponselnya, segera meletakan benda pipih itu ke samping bantal, malu jika Erik mengetahui dia sedang membaca artikel terlarang. Erik yang baru datang mendekat ke arah Ella dan duduk di samping Ella.


“Terimakasih untuk nasi goreng yang sangat enak itu, sebagai ucapan terimakasih Mas berikan hadiah juga untukmu,” ucap Erik sambil menyerahkan paperbag di tangannya. Ella tersenyum senang saat mendapat perlakuan romantis dari suaminya.


“Terimakasih, kapan Mas belinya?” tanya Ella yang penasaran, dia berpikir apa waktu tidur suaminya pergi ke luar.

__ADS_1


“Tadi. Bukalah! Tidak usah sungkan begitu sudah kewajiban Mas membuatmu bahagia,” perintah Erik sambil tersenyum bangga.


“Sepertinya aku akan mengikuti jejakmu, dengan memberikan kejutan seperti ini,” ucap Ella yang belum melihat isi di dalam paparbag itu. Dia lalu mencium pipi Erik singkat, lalu tersenyum nakal ke arah suaminya, setelah itu kembali fokus pada bingkisan yang Erik berikan.


Setelah mengetahui isi di dalam peparbag, raut wajah Ella langsung berubah, menatap Erik dengan amarah.


“Bisa nggak sih, kalau ngasih hadiah tidak seperti ini, tiap bulan Mas selalu beliin baju aku seperti ini, di lemari apartemen juga masih banyak yang belum terpakai!” maki Ella saat melihat betapa fulgarnya lingrie yang di belikan Erik.


“Kamu tau nggak Yang, setiap Mas melihat baju seperti itu, bayangan Mas selalu kamu yang menggoda Mas dengan baju seperti itu, jadi Mas belikan!”


“Iya. Tapi ya nggak tiap hari juga kamu belikan aku baju seperti itu, paket yang datang kemarin pasti isinya juga lingrie kan?” tanya Ella yang teringat paket di apartemen yang baru di terima kemarin pagi. Erik hanya mengangguk dan tersenyum. Dia lalu membawa Ella ke dalam pelukkannya.


“Mas bingung mau gimana lagi menghabiskan uang Mas yang banyak itu. Hahaha,” Ucap Erik, “Lagian kalau nggak beli buat kamu, mau buat siapa lagi? Hum...! Buat Mama? Kan lucu juga, Mama kan sudah tua? Apa kamu mau Mas beliin buat wanita lain?” lanjut Erik sambil terkekeh di ujung kalimatnya.


“Awas saja kalau berani!” peringat Ella sambil beranjak ke kamar mandi karena dari tadi ingin buang air kecil.


Erik yang melihat istrinya pergi ke kamar mandi, mencoba meraih ponsel Ella yang berada di samping bantal istrinya. Bibir Erik terangkat saat menyalakan dan mengetahui bacaan istriya yang belum sempat dia tutup. Ella yang baru keluar dari kamar mandi langsung berlari dan meraih ponselnya dari tangan Erik.


“Jangan lari Sayang! Nanti kalau jatuh bagaimana?” ucap Erik yang melihat tingkah Ella. Namun, tidak lama terdengar tawa keras dari bibir Erik.


“Hahaha..., sini biar Mas ajarin nggak usah baca artikel seperti itu!” ucap Erik yang masih juga tertawa sambil memegang perutnya, “Kamu nggak tau sepintar apa suamimu ini? Kalau hanya ingin tau ‘posisi bercinta saat hamil tua’ nggak perlu baca artikel, Mas sudah katam! Kamu lupa Mas seorang dokter?” jelas Erik panjang lebar.


Ella yang malu hanya bisa menutup wajahnya dengan selimut, tiba-tiba dia memberanikan diri untuk menjawab ucapan suaminya, “Iya Dokter mesum, suami mesum!” teriaknya yang masih bersembunyi dibalik selimut.


Erik masih terkekeh saat mendapat gelar terbarunya.


“Mesumnya cuma denganmu,” ucapnya sambil membuka selimut Ella. Senyum Erik makin lebar saat melihat wajah istrinya yang sudah seperti tomat.


Dia mendekatkan wajahnya, membuat Ella semakin tidak bisa menyembunyikan rasa malu yang dia rasakan.


“You Love Me?”


“No!” Erik terkekeh saat mendengar jawaban dari istrinya.


“Terimalah hukumanmu, beraninya tidak mencintaiku!” ucap Erik lalu mencium bibir istrinya dengan lembut, tangannya sudah bersiap untuk membuka lingrie yang Ella kenakan, Erik selalu tau kelemahan Ella. istrinya akan terlena dengan sentuhan lembut tangannya itu.


Dini hari ini Erik kembali memberi nafkah batin Ella di tengah hujan deras yang mengguyur kota Jakarta. Ella yang menikmati sentuhan Erik, semakin menginginkan suaminya hingga tidak sadar dia memeluk erat suaminya agar suaminya tidak segera mengakhiri pagi yang indah itu.

__ADS_1


“Sampai jantungku berhenti berdetak aku akan selalu mencintaimu Dokter mesum,” lirih Ella di samping telinga Erik yang sudah terlelap. Ella lalu menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua yang masih telanjang.


TBC....


__ADS_2