
Happy reading jangan lupa untuk likes, votes dan coment.🙏😂
Dering suara handpone Erik sedari tadi berdering, tapi si pemilik enggan untuk mengambil atau mematikan ponselnya, dia masih ingin merasakan kehangatan yang sudah lama tidak dia rasakan itu. Erik kembali memejamkan mata, saat suara ponselnya berhenti bersuara, tetapi tak lama kemudian terdengar suara kaki mendekati pintu kamarnya, Erik reflek menutup tubuh istrinya dengan selimut, saat mendengar suara orang masuk ke dalam kamarnya, sedangkan istrinya masih terlelap dalam mimpi indahnya padahal jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya saat melihat tubuh Erik dan Ella masih tertutup selimut.
“ Ini sudah jam 9 Erik, kalian ini! Sudah jadi juga masih tetap lembur, ” Erik hanya tersenyum lalu meletakkan telunjuk tangannya ke depan bibir, meminta mamanya untuk diam takut menganggu istrinya yang masih tertidur.
“ Mama tunggu di meja makan! ” perintah mama Jihan sambil berbisik di depan wajah Erik. Erik mengacungkan jari jempol ke arah mamanya, dia lalu membangunkan istrinya, dan mengajaknya untuk mandi bersama, karena takut mamanya akan menunggu terlalu lama.
Setelah 30 menit sepasang pengantin baru itu baru keluar dari kamar, dengan suara renyah dari Ella yang tak mengetahui jika mama mertuanya datang.
“ Pagi Sayang, ” sapa mama Jihan yang melihat Ella berjalan ke arah dapur.
“ Mama. Kapan mama datang? ” tanya Ella yang terkejut melihat kedatangam mertuanya, lalu segera mendekat dan mencium tangan dan kedua pipi mertuanya itu.
“ Baru tadi jam 9 Sayang, ” jawab mama Jihan.
“ Sudah lama dong Ma, kok Mas nggak bangunin Lala sih? ” ucap Ella melirik ke arah suaminya.
“ Sudah, sudah, ayo sini duduk, Mama mau bicara sama kalian, ” ucap mama Jihan, lalu Erik menarik kursi untuk istrinya, meninggalkan kedua wanita itu di meja makan, dia berjalan ke dapur untuk membuatkan susu hamil rasa coklat kesukaan sang istri lalu kembali ke meja makan memberikan susu itu pada Ella.
“ La, Rik besuk minggu acara pesta pernikahan kalian, kalian siap-siap ya, Mama sudah siapkan semuanya, kalian tinggal datang saja, ingat ya La jangan terlalu capek saat acara nanti mengingat Damar dan Mama mengundang banyak tamu, jika kamu capek nanti istirahat saja, mama nggak mau terjadi sesuatu denganmu, ” peringat mama Jihan.
“ Iya Ma, ada Mas Erik kok jadi kalau capek tinggal nyuruh mijitin saja, ” ucap Ella sambil tersenyum ke arah mama Jihan.
“ O ya hampir saja lupa, Mama bawa rujak, Mama taruh di kulkas, Mama tau kalau orang hamil itu pengen makan yang seger-seger, jadi Mama bikinin kamu rujak, ” ucap mama Jihan yang membuat Ella memeluk mama Jihan dari arah samping.
“ Terimakasih Ma, Mama terbaik deh, ” ucap Ella sambil menciumi pipi mertuanya itu.
“ Mama geli deh waktu kamu ngidam aneh- aneh, ”
“ Mas Erik cerita ya ke Mama? ” tanya Ella.
“ Iya, termasuk ngidamnya kamu yang katanya pengen begituan, kok sama ya Mama dulu waktu hamil Erik juga pengennya gitu, sampai Mama samperin Papa Yusuf ke kantornya, ” ucap mama Jihan yang menceritakan pengalamannya saat mengandung Erik. Erik hanya menatap sebentar ke arah mamanya lalu kembali fokus ke layar ponsel.
“ Ih... Mas kenapa cerita ke Mama sih, Lala kan malu, ” maki Ella sambil mencubit tangan Erik yang berada di depannya.
“ Aw...sakit Yang, ”
“ Sukurin! ” cibir Ella.
“ Kalian ini lucu, persis seperti Papa dan Mama waktu muda. Udah ya, Mama pulang dulu, kalian jangan lupa, besok pokoknya harus sudah tinggal di rumah Mama, ” pesan mama Jihan sebelum meninggalkan apartemen mewah milik Erik.
Sejenak mereka berdua terdiam hanya saling memandang, Erik menatap Ella penuh cinta sedangakan Ella menatap suaminya dengan tatapan membunuh, mengingat ucapan mama Jihan tadi, harusnya hal seperti itu tidak perlu dia ceritakan itu kan privasi mereka berdua, masak harus diceritakan apalagi dengan mama mertuanya kan jadi Ella yang malu. Ella masih diam duduk di seberang Erik.
“ Mau makan nggak Yang? ” tawar Erik.
“ Nggak. Ella nggak lapar, ” Erik hanya tersenyum lalu berjalan duduk di samping Ella.
“ Kenapa lagi? Dedeknya mau apalagi? ” tanya Erik yang membuat Ella tersenyum lebar.
“ Dedeknya pengen Papapnya push up 100X, ” Erik langsung menatap Ella tak percaya.
__ADS_1
“ Kenapa? Nggak mau? Ya, sudah lihat saja nanti anakmu ileran, ” ucap Ella ketus, lalu ingin beranjak dari tempat duduknya tapi segera tangan Erik menahan tangan istrinya itu.
“ Iya, Mas akan push up 100X tapi di ranjang ya? ” tawar Erik.
“ Enak saja, dedeknya maunya disini, ” ucap Ella yang membuat Erik memanyunkan bibirnya.
“ Tega kamu Yang, ” ucap Erik lalu segera melakukan apa yang diperintahkan sang istri, tapi dia tidak push up sampai 100X, dia hanya sampai 20X saja, karena Ella menyuruhnya berhenti, lalu menuntun Erik ke kamar memeluk Erik erat seperti tidak ingin di tinggal. Erik hanya menurut pikirnya mungkin itu karena pengaruh hormon estrogen tanpa berpikir jika istrinya itu tengah mengerjainya.
***
Ella dan Erik berjalan membelah lautan tamu yang hadir di gedung hotel milik kakaknya itu, Erik terlihat tersenyum bahagia mengenakan tuxedo bewarna putih yang senada dengan Ella yang memakai gaum ala-ala princess, dia sangat cantik dan Erik sangat menyukai keindahan di sampingnya itu.
Begitupun dengan Ella, senyum tak berhenti terukir, melihat banyaknya tamu yang hadir, dia menatap para sahabatnya yang kini tengah bahagia ada Damar dan keluarganya, Panji dan keluarganya, ayah Danu menatapnya dengan tatapan haru, mungkin kalau dia sedang berada di kamar, dia akan menangis melihat putrinya. Di sana Ella menemukan sosok yang sangat dia rindukkan, bagaimana dia bisa berada di sini, dia ingin segera memeluk wanita itu jika saja dia tidak sedang berjalan menuju singgasananya, Ella hanya bisa tersenyum dengan wanita itu, Nindi membalas senyuman ke arah Ella dan mengacungkan jempolnya. Ya, dia Nindi dia bisa datang ke sini bersama dengan mamanya.
Dan ayah Kenan, dia datang bersama Devan dan Keisya, bunda dan Haikal, ternyata dia sama persis dengan Kenzie, sejenak terbayang Haikal adalah Kenzie, bagaimana perasaannya ketika melihat Ella menikah dengan orang lain. Namun sekarang dia bahagia dengan lelaki yang berdiri di sampingnya itu, lelaki dengan setia menunggunya hingga usianya hampir 40 tahun. Pandangan Ella terarah pada sosok lelaki yang dia kenali, dia pernah menjadi lelaki masa lalunya, yang pernah menyatakan perasaannya pada Ella, dia juga dokter anak, Ella masih ingat jelas bagaimana wajah pria itu saat dia menolak cintanya, seketika lamunanmya buyar saat suaminya menyuruhnya untuk duduk di kursi.
Semua pesta ini di siapkan oleh ke dua pihak keluarga, termasuk kejutan- kejutan kecil yang diberikan oleh Damar yang dengan beraninya menyanyikan lagu untuk kisah cinta Ella dan Erik. Acara diisi dengan banyak hiburan, dari artis penyanyi ternama di Jakarta. Tamu yang hadir juga dari rekan kerja Ella, Erik papa Yusuf dan teman arisan mama Jihan.
“ Yang, ” panggil Erik yang langsung membuat Ella menoleh ke arahnya.
“ Hmmm. ”
“ Lihat cewek nyanyi, kok Mas pengen kamu nyanyiin lagu buat Mas ya, ” ucap Erik.
“ Jangan ngawur deh Mas, Lala nggak bisa nyanyi, ” jelas Ella.
“ Sepertinya anak kita yang kepengen, ” ucap Erik dengan mata puppy eyesnya seperti anak kecil yang meminta adek.
“ Jangan lebay deh Yang, ”
“ Ayo Yang, dedeknya ntar ileran lho, ” ucap Erik lagi sambil mengelus-elus perutnya sendiri berlagak seperti dia yang hamil. Ella terlihat menghela nafas panjang, memberanikan diri berjalan menuju panggung musik di sampingnya dia berjalan pelan, sesekali menatap mata suaminya, menyakinkan kalau ini benar-benar keinginan sang bayi, bukan karena ingin mengerjainya seperti tempo hari lalu.
“ Cek,,cek,, mohon maaf saya minta waktunya sebentar di sini, ” ucap Ella yang masih sedikit ragu, setelah para tamu tenang dia mulai berbicara.
“ Saya berdiri di sini karena permintaan dari suami tercinta saya, ” ucap Ella sambil menatap Erik, Erik hanya tersenyum lebar ke arah Ella.
“ Dia sepertinya baru ngidam meminta saya bernyanyi untuknya, padahal setiap malam saya selalu menyanyikan lagu nina bobo untuknya, tidak tau kenapa malam ini dia begitu manja ingin dinyanyikan oleh saya. Lagu ini mungkin adalah gambaran singkat dari kisah cinta saya dan suami saya, tapi maaf jika suara saya banyak falsnya, karena saya hanya penyanyi kamar mandi, ” ucap Ella di akhiri senyum di ujung kalimatnya.
“ Menua Bersamamu, ” ucap Ella menatap suaminya.
*Cinta kita memang tidak semudah yang di bayangkan
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan
'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu
Hanya kamu di hatiku, yang mampu mengertiku
Menjadikan diriku yang lebih baik
Aku menyayangi kamu
__ADS_1
Kamu selalu setia menemani diriku
Cinta kita memang tidak semudah yang di bayangkan
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada 'tuk saling menyempurnakan
'Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu*
Saat menyanyikan lagu itu Ella terus menatap mata Erik tanpa berpindah pandangan ke arah lain, karena dia sebenarnya tidak percaya diri dengan suaranya, setelah selesai menyanyikan lagu itu tepuk tangan meriah dari para tamu undangan terdengar, jangan dilihat Erik yang sudah menangis haru di tempat duduknya, entah apa yang sedang dia bayangkan, Ella lalu menghampiri suaminya memeluk dan menenangkan Erik di depan para tamu undangan.
“ Terimakasih ” ucap Erik yang membuat Ella tertegun, harus Ella yang mengucapkan itu, karena Erik sudah menemani Ella saat dia terluka di tinggal Kenzie
Para tamu undangan ikut terharu saat mendengar lagu yang Ella nyanyikan, setelah itu mereka mengumumkan berita bahagia bahwa Ella tengah hamil anak Erik, tanpa melihat pandangan mematikan dari dua orang yang berdiri di ujung gedung itu.
Acara sudah selesai sebagian tamu undangan sudah mengucapkan selamat pada Ella dan Erik. Nindi berjalan menghampiri Ella, memeluk dan meluapkan rasa kerinduannya pada sahabatnya karena 2 tahun tidak berjumpa.
“ Aku merindukanmu La, ” ucap Nindi yang sudah menghampiri Ella,
“ Selamat ya, semoga kamu bahagia, ” lanjut Nindi.
“ Iya, kamu kapan? ” Canda Ella.
“ Bentar lagi, maafkan aku karena dulu tidak berada di sampingmu, aku tak habis pikir nasibmu hampir sama denganku, ” ucap Nindi pada Ella.
“ Sudahlah ada suamiku di sini, nanti kamu bisa diusir dari sini karena membuatku menangis, ” ucap Ella saat tidak melihat suaminya di kursi duduknya. Nindi lalu menatap wajah sahabatnya itu, melihat wajah Ella yang bahagia.
“ Berhati-hatilah dengan Axel, aku tadi melihatnya berada di sini, ” peringat Nindi pada Ella yang membuat Ella menatap ke arah suaminya, dia sedang berbincang dengan Axel, Ella hanya mengangguk tanda mengerti, lalu Nindi segera pergi meninggalkan Ella. Ella kembali menyalami tamu undangam yang hadir.
“ Yang, kenalin ini rekan kerja Mas, ” ucap Erik memperkenalkan Axel pada Ella, Ella hanya menatap lelaki di depannya itu, dia pura-pura tidak mengemali lelaki itu.
“ Ella, ” ucap Ella singkat sambil mengulurkan tangannya, Axel menerima tangan Ella dengan senang hati, Ella segera melepaskan tangannya saat axel mulai mengeratkan ganggamannya.
“ Apa kalian sudah saling mengenal? ” tanya Erik menatap Ella, Ella hanya diam lalu segera mengajak Erik pergi dari sana.
“ Sejak kapan Mas mengenal Axel? ” tanya Ella.
“ Sejak Mas menjalin kerjasama dengannya, Mas akan membangun rumah sakit di Australia, dan Axel yang mengurusnya, kita sudah sering bertemu, terakhir Mas meninggalkannya karena Mas ke Banjarmasin untuk mencarimu, ” jelas Erik.
“ Mas! hati-hati dengan Axel, ” ucap Ella memperingatkan.
“ Dia masih saudara dengan Joseph, jadi nggak mungkin dia berani macam-macam dengan Mas Sayang, ” ucap Erik.
“ Apa kamu mengenalnya? ” tanya Erik penasaran.
“ Ya, jelas aku mengenalnya, karena dia sudah mengungkapkan perasaannya padaku, ” ucap Ella.
“ Apa? Kapan? ” kaget Erik saat mendengar ucapan istrinya.
“ Dulu Mas, saat Ella kuliah di Sydney, sepertinya dia masih dendam karena Lala pernah menolaknya, dengan tidak sopan, Lala takut kalau dia akan memisahkan kita, ” ucap Ella.
“ Tenanglah, itu tidak akan terjadi, Mas akan berhati-hati, ” ucap Erik menenangkan Ella.
__ADS_1
Terimakasih jangan lupa votes, likes, dan komentar positif, yang iklan jangan double ya 1 saja cukup😊.
Akan ada badai apalagi ya ke depannya? Semoga tidak membuat Ella dan Erik berpisah!😁😣