
Happy Reading, ada yang masih setiap menunggu saya up?🤔🤔🤔
*
*
Erik terbangun dari tidurnya, menatap Ella yang masih terlihat kelelahan, menciumi lekuk leher Ella. Ella hanya membalikkan badan saat merasakan kecupan- kecupan kecil itu.
" Yang, masih ngantuk, jangan ganggu aku, " ucap Ella yang masih memejamkan matanya.
" Apa kamu selelah itu? " tanya Erik namun tak mendapatkan jawaban dari istrinya. Dia lalu meninggalkan Ella berjalan menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, setelah selesai dia berjalan menuju dapur berniat membuatkan sarapan istrinya, mengingat ini sudah hampir jam 9 pagi, Erik memanggang roti tawar lalu mengolesi selai coklat kacang ke roti itu.
Erik berjalan menuju kamar lagi, setelah menunggu Ella yang tidak kunjung datang, dia menatap istrinya yang masih terlelap, lalu meletakkan susu coklat dan roti panggang dimeja samping ranjang.
" Yank, sarapan dulu, " ucap Erik, Ella hanya menggeliat meregangkan tubuhnya namun matanya masih terpejam.
Cup
Erik yang gemas dengan kelakuan Ella mengecup singkat bibir Ella, Ella perlahan mulai membuka matanya, menatap wajah suaminya yang duduk didepannya.
" Bajuku kamu buang dimana yang? " tanya Ella yang belum mengenakan pakaian sehelai pun ditubuhnya, Erik tersenyum ke arah Ella, Erik segera mengenakan lingrie ke tubuh Ella, saat Ella sudah duduk Erik menunjukkan bercak darah yang menempel disprei, seolah memberi tau Ella kalau dia berhasil merobek selaput daranya.
" Kamu yang mengambilnya! " cibir Ella lalu berdiri hendak kekamar mandi, namun saat berjalan ia merasakan perih diarea bawahnya, ia lalu memelankan jalannya, Erik yang melihat itu langsung menggendong Ella ke kamar mandi.
" Mas keluar saja, aku mau bersih- bersih dulu, " ucap Ella saat berada didalam kamar mandi.
" Biar mas bantu, kenapa harus menyuruh Mas keluar? mas akan mandi lagi denganmu, " jelas Erik yang membuat Ella semakin malu.
Ella akhirnya hanya bisa mengalah menuruti apa yang Erik inginkan, dimandikan oleh suaminya untuk kesekian kalinya.
" Kamu duduk disini dulu biar mas ambilkan baju, " ucap Erik saat mendudukkan Ella didepan meja nakas. Ella yang mendengar itu hanya mengangguk, ntah baju apa yang akan ia kenakan mengingat baju- bajunya masih dirumah ayah danu. Erik datang dari arah wardrobe menghampiri Ella dan menyerahkan lingrie bermotif zebra ke Ella, Ella yang melihat itu hanya melotot tak percaya.
" Mas ini masih pagi, haruskah aku pakai baju seperti ini? " protes Ella.
" Nggak ada lagi baju mas yang kecil yang, lagian nggak papa juga pakai baju ini, mumpung kita masih dirumah, besuk kan kita sudah mulai bekerja lagi, " jelas Erik lalu memakaikan lingrie itu ditubuh Ella.
" Wah...kamu sexy sayang," ucap Erik saat melihat pakaian yang Ella pakai, membuat Ella semakin malu, Erik lalu mengeringkan rambut Ella dengan handuk ditangannya.
" Ayo makan dulu, " ajak Erik lalu menyuapi makanan kemulut istrinya.
__ADS_1
" Mas sudah makan? " tanya Ella karena Erik tak kunjung memakannya.
" Sudah, tadi mas sarapan salad buah, apa masih sakit? " Ella hanya menggeleng pelan saat mengetahui maksud Erik.
" Berarti mas boleh minta lagi dong, " goda Erik, Ella menunduk malu untuk menjawab suaminya itu.
Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka melakukan kegiatan itu lagi, kali ini Ella dibuat Erik tak berdaya, karena Erik berhasil memenangkan tiga ronde, mereka kelelahan hingga kembali tertidur pulas, melupakan makan siang karena mereka bermain hingga jam 12.
Ella terbangun saat merasakan perutnya yang lapar, Dia merasa geli sendiri mengingat kejadian sebelum tidur tadi, Ia lalu menatap suaminya, mencubit pelan pipi suaminya itu, hingga membuat Erik terbangun, Erik kembali memeluk Ella menenggelamkan wajahnya didada Ella, seperti bayi yang akan menyusu.
" Yank, " ucap Ella.
" Hmmm..."
" Lapar, " keluh Ella.
" Mas pesan online saja ya, kamu mau makan apa? "
Erik lalu mengambil ponselnya, memesan makanan yang diminta Ella.
" Satu ronde lagi sepertinya bisa, sambil menunggu makanan datang, " pinta Erik, Ella yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang, tapi mau tidak mau dia harus melayani suaminya itu, dia takut, jika tidak dilayani Erik akan mencari kepuasan diluar rumah.
" Ini masih siang tapi sudah 4 ronde, belum nanti malam, " ucap Ella saat melihat Erik masuk kedalam kamarnya.
" Nanti malam sepertinya mas mampu kalau hanya 5 ronde, " goda Erik.
" Mas, besuk Lala sudah mulai praktek, jadi jangan buat Lala kelelahan, " Erik yang mendengar itu tertawa melihat kearah Ella.
" Kita harus lembur biar segera mendapatkan Erik junior, " ucap Erik menatap Ella.
" Ayo katanya lapar mas sudah siapkan dimeja makan, " ucap Erik lalu segera mengangkat tubuh istrinya kemeja makan.
" Besuk biar Mas antar kamu ke klinik ya, " ucap Erik sambil menyuapi makanan kemulutnya, mereka makan sepiring berdua dengan sendok dipegang oleh Erik, terlihat seperti pengantin baru yang romantis.
Malam semakin larut. Namun kedua manusia itu masih asyik bermain dengan mainan barunya.
" Mas sudah. besuk Lala harus keklinik, " ucap Ella karena merasa kelelahan, Erik masih tetap melakukan aktivitasnya hingga mencapai pelepasan untuk kesekian kalinya, lalu merebahkan tubuhnya disamping istrinya.
" Tidurlah sayang maafkan mas yang membuatmu lelah seharian ini, tubuhmu sangat indah membuatku sulit mengendalikannya, " ucap Erik yang masih bisa didengar Ella, Dia lalu mengecup seluruh wajah Ella yang terlihat lelah. Menutup tubuh polos istrinya dengan selimut tebal, ia lalu masuk kedalam selimut, memejamkan mata agar bisa menyambut hari esok.
__ADS_1
***
Kriiinnnggggg.....kriiiinnnnggggg....
Bunyi suara alarm sedari tadi berbunyi, namun dua manusia itu enggan untuk mematikannya, hingga bunyi ke 5 kali Ella baru bisa mematikkannya.
" Astaga, sudah jam 7 yang, " ucap Ella yang kaget melihat ke arah jam disampingnya.
" Biar saja, katakan pada Ratna bahwa kamu masih ingin cuti, "
" Nggak bisa yang, pasti sudah ada pasien datang disana, " jelasnya lalu berjalan pelan memasuki kamar mandi, Erik tersenyum melihat cara berjalan istrinya mengingat- ingat kejadian seharian kemaren. Erik lalu pergi menyusul istrinya berniat untuk mandi bersama dan memandikan istrinya.
Setelah selesai Ella segera berganti baju dengan baju yang kemaren ia pakai, namun sudaj dicuci tentunya, Ella berjalan menuju dapur sambil melihat kearah jam didinding,
" Aku sarapan dijalan saja yang, ayo berangkat sekarang nanti keburu macet, " ucap Ella sambil membawa roti dan susu kotak ditangannya.
" Kenapa harus buru- buru sih, lagian siapa juga yang akan memarahimu, " maki Erik saat berada dimobil.
" Yang, pasienku anak-anak, kamu kan tau anak-anak itu sulit diajak ngomong, dan kalau sakit pasti rewel, kasian kalau harus melihatnya menangis, " jelas Ella.
" Aku turun ya, mas hati- hati pulangnya, " pesan Ella saat sudah berada di depan klinik. Namun yang ada Erik justru turun dan meraih tangan Ella lalu mengantarkan Ella kedalam ruangannya, sampai diruangan Erik justru duduk dikursi Ella, Ella hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu.
" Mas, Lala sudah ditunggu pasien, " ucap Ella.
" Morning kiss dulu, " ucap Erik lalu meraih pinggang Ella dan mendudukkan dipangkuannya, Ella segera memberikan ciuman itu agar Erik segera pergi dari ruangannya.
" Selamat pagi dok, ada dua-," ucapan Ratna terpotong saat melihat adegan romantis pasangan itu.
" Maaf...maaf maafkan saya dok. Saya tidak tau jika ada dokter Erik disini, " ucapnya, lalu segera pergi keluar dari ruangan Ella.
" Tu kan, paling enak itu di apartemen tidak ada yang menganggu, " gerutu Erik saat ratna sudah berada diluar.
" Kamu ini ya, nggak ada puas- puasnya, sudah sana nanti kita lanjutkan dirumah, " ucap Ella yang masih duduk diatas pangkuan Erik sambil mencubit hidung suaminya itu.
" Mumpung masih kuat yang, nanti mas jemput ya, " Ella yang mendengar itu hanya mengangguk menyetujui.
" Mas berangkat dulu, aku mencintaimu, " ucap Erik membisikkan ditelinga Ella. Ella tersenyum kearah Erik tanpa menjawab ucapan suaminya itu.
Senyum Erik terlihat merekah saat keluar dari ruang praktek Ella. Membuat semua perawat disana bingung dengan apa yang telah terjadi. Dia berjalan keluar menuju parkir mobil dan segera melajukkan mobilnya ke rumah sakit, karena sudah banyak pekerjaan yang telah menantinya.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca jangan lupa vote,like dan comentnya. Maaf ya bila dalam penulisan banyak kata- kata yang tidak sempurna harap maklum karena ini karya perdana saya.👍🙏😊