Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Extra Part


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Naura menyadari ada yang aneh dalam dirinya. Tidak biasanya ia kebingungan saat sendirian di apartemen, pasti ada aja yang bisa dilakukan di hari sebelum ini.


Tapi kali ini aroma parfum Abhi begitu menganggu konsentrasinya. Sampai ia tidak bisa melakukan apapun di apartemen. Makan pun, butiran nasi itu seolah tak mampu melewati kerongkongannya.


Asisten rumah tangga yang dikirimkan mamanya sudah kembali ke rumahnya. Kini ia kesepian, di temani televisi yang menyala tanpa suara. Naura meraih ponselnya dan mengetikan pesan kepada suaminya, menanyakan keberadaan Abhi, padahal pria itu sudah berjanji akan pulang sebelum makan siang. Tapi sampai jam makan siang lewat ia belum pulang.


πŸ“¨ Pengacara Abhi :


Kamu di mana?


Tidak sampai satu menit pesan pun terjawab. Sama singkatnya dengan pesan yang ia kirim.


πŸ“©Pengacara Abhi :


Makan siang.


πŸ“¨ Pengacara Abhi :


Dengan siapa?


πŸ“© Pengacara Abhi :


Sama teman.


πŸ“¨ Pengacara Abhi :


Nyebelin, teman siapa, sini kirim fotonya!


πŸ“© Pengacara Abhi :


Kalau kangen bilang saja! Nggak usah tanya-tanya pakai lagunya Kangen Band gituπŸ˜‚


Naura tidak menjawab pesan itu, ia kesal dengan respon Abhi yang justru menertawakannya.


πŸ“© Pengacara Abhi :


Nana ....


πŸ“© Pengacara Abhi :


Nana, Sayang ... Kok gk dibalas? Apa kamu sampai pinsan karena menahan rindu padaku?


πŸ“© Pengacara Abhi :


Nana, Sayang jangan di read aja, balas napa?

__ADS_1


πŸ“© Pengacara Abhi :


Sayang, Nana ... I love you, aku juga merindukanmu. Tunggu aku 15 menit lagi, aku segera tiba di apartemen.


πŸ“¨ Pengacara Abhi:


Ya, bawain es campur 99 with durian! I love you more honey.


Pesan beruntun itu pun berakhir, Naura mengulangi lagi membaca pesan singkat yang dikirimkan Abhi. Ia tertawa sendiri saat membaca ulang, merasa aneh dengan sikapnya.


Kamu dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa? Naura yang teringat lagu itu bernyanyi dengan lirih. Sambil mengecek play list ponsel lagunya, jangan sampai Abhi menemukan lagu itu di ponselnya, atau pria itu akan meledeknya saat tiba di rumah nanti.


...----------------...


Yang namanya pengantin baru segala kesalahan pun akan tampak indah di mata pasangan. Mereka pun begitu, seperti malam ini, meski Abhi tidak membawakan es campur pesanan Naura, tapi istrinya tetap luluh dengan rayuan Abhi. Suaminya itu berjanji akan membawanya pergi ke kedainya langsung besok siang.


Malam ini mereka sedang menonton film Eddie The Eagle. Abhi yang memilihkan film itu, tentang seorang anak muda yang berjuang menjadi juara di ajang bergengsi Ski. Abhi bilang dia suka sama Hugh Jackman katanya mirip dengan dirinya, dan Naura pun hanya mengiyakan saat Abhi mengatakan hal itu.


"Bhi kamu kentut, ya?" Naura memukul dada Abhi dengan keras, saat mencium aroma busuk menusuk hidungnya, dan itu mengganggu konsentrasi Abhi saat tengah menikmati adegan menegangkan. Sampai ia melewatkan proses jatuhnya Eddie dalam film tersebut.


"Iya, deh sepertinya. Kenapa bau ya?" jawabnya malas sambil membuka kulit kacang.


"Iyalah, bau banget, air cooler nya hadapin sini biar cepat hilang bau-nya!" titahnya sambil mengangkat kepalanya dari dada Abhi.


Abhi pun berjalan mendekati air cooler merek ternama itu, melaksanakan apa yang diperintahkan istrinya.


Abhi memang sudah mengatakan padanya, setelah acara pesta pernikahan selesai. Ia akan mengantar mama dan adiknya ke Pematang Siantar. Dan Naura bersedia ditinggal, asalkan tidak lebih dari 3 hari.


Rencana dinner romantis malam ini pun gagal, karena Naura mengeluh sakit di bagian intimnya. Saat Abhi menawarinya untuk pergi ke dokter, ia pun menolak dengan tegas.


"Sayang ... kenapa nggak tanya papa mertua saja? Dia kan dokter kandungan pasti tahu obat yang manjur," saran Abhi, saat film yang diputar menayangkan adegan membosankan.


Dan itu mampu membuat Naura mendongakan kepalanya ke arah Abhi. "Kamu mau dimarahin papa?!" Naura menarik tubuhnya dari dekapan Abhi, lalu duduk bersila menghadap suaminya. "Pasti papa bilang gini, 'kamu itu ya, anak aku tu masih virgin, harusnya kamu sadar jika itu menyakitinya, pasti kamu menyantapnya seperti singa kelaparan. Sekarang kamu pulang tunggu sampai Nana pulih!" Naura mengambil nafas. "aku kan nggak mau jauh darimu!" ujarnya dengan suara manja, sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Abhi.


Abhi pun membalas dengan mengusap rambut istrinya dengan gemas. Sampai usapan itu melembut dan membuat Naura terlelap di dadanya.


Ia tak mengira bisa merasakan lagi mencintai. Apalagi jatuh cinta dengan wanita yang dulu sering berdebat dengannya. Ternyata cinta ke dua tidak seburuk yang ia pikirkan. Rasa trauma atas kehilangan cinta pertamanya membuat Abhi lebih berhati-hati lagi untuk menjaga Naura.


Abhi yang merasa pegal, mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar. Setelah merasa semua aman, ia kembali ke ruang televisi, melanjutkan film yang belum habis diputar.


Bunyi pesan masuk terdengar, dari ponsel istrinya. Tercantum di sana nama Hanif, antara ragu dan penasaran, akhirnya Abhi membuka ponsel tersebut.


Smartphone istrinya itu memang tidak menggunakan password jadi Abhi bebas membuka pesan dari Hanif.


πŸ“© Hanif :


Nana, kata Nora dia merindukanmu. Apakah besok kita boleh main ke rumahmu?

__ADS_1


Abhi membalas pesan dari Hanif.


πŸ“¨ Hanif :


Silakan, jangan lebih dari jam 10 pagi.


Belum ada satu menit ponsel itu pun kembali menerima pesan.


πŸ“©Hanif :


Siap, Nana. Kamu mau aku bawain es campur kesukaanmu?


Abhi mengernyit, tapi ia enggan membalas pesan dari Hanif. Ada rasa kesal saat mengetahui jika ternyata es pesanan tadi adalah kesukaan istrinya.


"Bahkan dia lebih paham dari aku!" gumamnya sambil mematikan televisi. Ia sudah tidak berselera menyaksikan film nya. Ia memilih berbaring di samping Naura yang sudah terlelap.


"Sayang ...." Abhi memanggil dengan suara lirih. Mengulangi terus panggilan lembut itu, sampai Naura menggeliatkan tubuhnya.


"Selain es campur durian, apa lagi yang kamu sukai?" tanya Abhi.


"Nothing, aku hanya suka es durian sama kamu!" jawabnya dengan kesadaran yang masih setengah.


"Gombal ih, lalu bagaimana dengan Hanif?" selidik Abhi.


"Sama seperti kamu yang masih mencintai mantanmu!"


Abhi menarik hidung Naura supaya istrinya itu sadar dengan apa yang sudah diucapkan.


"Aku memang mencintai Olivia! Tapi, itu dulu!"


"Aku pun juga begitu, Bhi! Aku memang mencintai Hanif tapi itu dulu! Sekarang ada pengacara nyebelin, yang mengakar disini!" Naura menunjuk dadanya.


Abhi tersenyum meski Naura mengatakannya dengan mata terpejam.


"One and Only?"


"Hmm ...."


"Forever?"


"Yes, Abh! Dah tidur besok lagi ngobrolnya! Besok beli es campur toping durian!" Naura menarik selimut yang sudah ditarik Abhi, lalu membelakangi tubuh suaminya. Abhi yang tidak terima bergegas membalikan tubuh Naura, meminta istrinya untuk memeluk tubuhnya.


"Jangan lupa! Bawa aku ke alam mimpimu!" lirih Abhi di depan wajah Naura.


...----------------...


Di cerita Abhi-Naura ini tidak ada konflik berat ya! Jadi jangan bosen, bentar lagi ku publish kisah Maura-Albi setelah Kudapat Jandanya End. Di mana? Insya Allah di NOVELTOON aplikasi kesayangan readers. Aku up ini biar readers gak kabur. ✌️✌️ πŸ˜‚πŸ˜‚ yang belum follow Ig Rehuella1 buruan follow.πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2