Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Di mana Pengantinnya?


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Dua jam kemudian.


Naura sudah tampil cantik dengan ball gown warna silver model sabrina, yang menampilkan sebagian dadanya yang putih mulus. Rambut Naura yang lurus dikeriting, dijalin hingga ringkas, menyisakan anak rambut di samping pipinya, tak lupa veil senada dengan gaun pengantin menutupi rambut Naura. Mahkota, anting dan kalung dari berlian ikut tampil untuk mempermanis penampilannya.


Saat ini Naura tengah menatap dirinya dalam pantulan kaca, sekalian menunggu Abhi yang masih mengenakan jas di kamar sebelah. Tak lama setelah meratapi kecantikannya, pintu kamar terbuka lebar. Naura lekas mengarahkan tatapan ke pintu kamar. Rasa penasaran bagaimana wujud pangerannya sudah di pucuk kepala. Ia tidak sabar untuk melihat ketampanan Abhi.


Bak pangeran yang menjemput permaisurinya, Abhi berjalan pelan menghampiri posisi Naura saat ini. Suara sepatu Abhi yang bertarung dengan lantai sangat terdengar jelas di pendengaran Naura.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pada Naura. Abhi mengulurkan tangannya, lalu membawa Naura keluar kamar. Diikuti para MUA yang sedari tadi menyaksikan drama penjemputan mempelai wanita. Para bridesmaids sudah ikut ke hotel, jadilah para MUA yang membantu memegangi gaun Naura saat ini.


Sang Ratu terheran-heran tatkala Sang Pangeran menolak ajakan pak Ridwan untuk naik ke wedding car yang disiapkan Erik. Tidak mungkin Abhi mengajaknya pergi menggunakan kereta kencana, kan? Batin Naura.


Ia kemudian mengikuti langkah Abhi yang membawanya ke arah samping rumah, menghampiri mobil pengantin yang sudah disiapkan oleh Abhi.


Mobil Jaguar E-Type dengan warna hitam, sama persis dengan mobil pangeran William dan Kate Middleton yang mereka gunakan untuk datang ke gereja. Bagian bumper pun sudah dihias dengan pita dan bunga, perpaduan warna silver dan merah yang membuat mobil itu semakin memukau. Abhi sudah tidak sabar untuk menaikinya.


“Abhi ….” Panggilan itu terdengar lembut. Namun, raut wajah Naura tampak protes saat melihat Abhi mengisyaratkan padanya untuk masuk. Ia ragu, bagaimana kalau nanti dandanannya rusak terkena angin? Karena mobil tipe itu di design tanpa atap.


Abhi terlihat acuh dengan panggilan istrinya. “Kalian masuk ke mobil itu ya!” seru abhi, memerintah pada dua orang MUA yang sedari tadi mengikuti istrinya.

__ADS_1


Melihat mereka sudah pergi menghampiri mobil, Abhi memutar tubuh Naura untuk menghadap ke arahnya. “Kau cantik hari ini, dan aku juga ingin menyempurnakan itu dengan penampilan kita," ujarnya menjelaskan pada sang istri.


“Toyota Camry putih di sana lebih menarik Abhi," sanggah Naura, kekeh ingin tetap menaiki mobil yang normal dari pada mobil lawas. Ia khawatir kalau-kalau macet di tengah jalan. Ia tidak mau hal itu terjadi, dan membuat pestanya berantakan.


“Tapi tidak menurutku, Sayang. Untuk wanita spesial, aku tidak ingin memberikan yang biasa-biasa saja! Aku ingin yang spesial juga, dong!” Abhi menatap wajah Naura. “mau naik sendiri atau mau aku naik’i. Eh … maksudnya aku bantu naik ke mobil.” Abhi tersenyum jenaka, saat melihat bibir tipis Naura terbuka sejajar, memamerkan barisan giginya.


Naura yang tidak tahan dengan godaan Abhi mencubit pipi gembul pria yang mengenakan jas warna silver itu. Dia gemas sendiri, tapi juga luluh dengan rayuan Abhi.


Naura memutuskan untuk lekas naik, duduk di samping bangku kemudi. Sedangkan mobil yang disiapkan papanya sudah bersiap untuk menggiring mobil tersebut dari belakang. Berjaga kalau mobil yang dikemudikan Abhi bermasalah.


Di perjalanan, tangan kiri Abhi tak lepas dari sela jemari Naura. Sesekali ia mendekatkan tangan itu ke bibir, mengecupnya cepat dan berulang-ulang. Dan Naura hanya menyengir kuda saat melihat kelakuan suaminya.


Abhi segera menurunkan tangannya saat mendengar teguran Naura yang meminta untuk fokus ke arah jalan. Dengan kecepatan pelan, mobil itu melaju ke arah hotel EL Group.


🌸🌸🌸


Di pelataran hotel El Group, seolah tengah diselenggarakan pameran mobil mewah. Berbaris rapi mobil yang harganya fantastis. Mobil-mobil itu milik tamu yang diundang Erik dan kedua mempelai.


Pesta pernikahan Naura dan Abhi akan diadakan di dalam ruangan, tepatnya di aula lantai dasar. Sebuah ruang yang mampu menampung 1000 orang sekaligus. Jalan menuju ruangan itu pun sudah terpasang karpet merah sebagai penunjuk arah para tamu yang hadir. Di dinding menuju ruangan juga terpajang potret Naura dan Abhi yang tengah berfoto bersama, mengundang penasaran tamu yang melewati foto-foto tersebut.


Tidak ada cerita tentang foto itu. Hanya foto selfie mereka berdua yang diambil beberapa hari yang lalu. Mengingat keduanya langsung memutuskan menikah setelah menangani kasus Martinus.

__ADS_1


Erik serta keluarga besarnya, termasuk keluarga dari Abhi, kini berdiri di depan pintu, menunggu mobil pengantin tiba. Sekaligus menyambut tamu undangan yang baru saja hadir.


Tidak bisa dipungkiri oleh Erik. Ia tengah merasakan kesedihan dan kehilangan tapi tertutup dengan perasaan bahagia karena putrinya kini menemukan tambatan hatinya. Naura, yang sudah ia besarkan dengan penuh cinta akan hilang darinya, gadis itu akan tinggal bersama imam baru, yaitu Abhi.


Ia tak kuasa untuk membayangkan, bagaimana ia tanpa anak-anaknya nanti? Keempat buah hatinya sudah memiliki kehidupan masing-masing dan tinggallah mereka berdua dengan wanita yang paling ia cintai saat ini. Ia semakin sedih saat menatap istrinya. Bertanya dalam hati, kenapa waktu harus berjalan secepat ini?


Erik tampak cemas saat jarum jam sudah menunjukan pukul sepuluh. Para tamu undangan sudah banyak yang hadir. Sebagian sudah duduk di kursi yang sudah disediakan, sebagian lagi tengah menikmati jamuan yang sudah disiapkan di atas meja di dalam aula.


Erik menjauh dari Ella, untuk menelepon orang rumah, menanyakan posisi Naura saat ini. Ia tidak ingin terjadi hal buruk dengan putrinya hingga harus menunda pesta pagi ini.


“Mobil pengantin sudah berangkat satu jam yang lalu, Pak!” penjaga di rumah Erik menjawab dari seberang telepon. Dan itu membuat rasa khawatir Erik kian meningkat.


“Kenapa mereka belum tiba di hotel?” tanya Erik. Namun, detik berikutnya ia menghela nafas lega saat melihat mobil yang sudah ia siapkan, terlihat hilalnya.


“Mereka sudah datang!” ujarnya memberitahu dengan tegas, supaya penjaga rumah tidak khawatir mencari keberadaan Naura. Ia kembali berjalan ke arah sang istri bersiap menyambut Naura. Tapi ia terkejut saat melihat kaki siapa yang keluar dari dalam mobil. Kaki wanita yang mengenakan celana jeans.


“Di mana pengantinnya?” selidik Erik menatap marah ke arah Ridwan. Ia ingin marah pada pria yang baru saja keluar karena penumpang di bangku belakang bukan putrinya.


Semua orang tampak panik, mendekat ke arah Toyota Camry warna putih, mencoba mencuri dengar di mana Ridwan menyembunyikan kedua mempelai saat ini.


...----------------...

__ADS_1


...Jagan kada ingatlah bari like, vote, hadiah wan komen nag positif. Terima kasih 🙏...


__ADS_2