Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Wanita Hamil


__ADS_3

Happy Reading


Ella hanya terdiam menatap jalanan dari jendela mobil, suasana malam ini sangat mencekam, berulangkali Erik menjelaskan, namun cemburu buta itu telah merasuki hati dan pikiran Ella.


Erik berusaha mengajak bicara istrinya saat berada di dalam mobil namun yang Erik dapatkan hanyalah kebisuan istrinya. Sampai tiba di lobby Ella turun terlebih dahulu dari Erik, Erik yang meraih tangan Ella untuk digenggam, justru ditepis kasar oleh Ella, dia hanya memanyunkan bibir saat mendapati respon istrinya. Erik sangat lelah, dia ingin segera merebahkan tubuhnya saat tiba di apartemen nanti.


Ella yang berjalan didepan tidak peduli dengan apa yang Erik lakukan, dia segera masuk ke dalam apartemen diikuti Erik dari belakang, dia berjalan menuju kamarnya, ingin segera tidur karena sudah hampir jam 9 malam, sampai di depan pintu kamar Ella segera masuk, dia cepat-cepat menutup pintu dan mengunci kamarnya.


" Yang, buka pintunya yang, " ucap Erik sambil mengetuk-ngetuk pintu.


" Please yang, ngertiin Mas dong, " ucap Erik lagi.


Ella segera membuka pintu, tersenyum jahat ke arah Erik, namun Erik membalasnya dengan senyuman yang sangat manis, berharap Ella memdengarkan ucapannya, namun pikirannya ditepis jauh-jauh saat melihat istrinya menyerahkan barang yang ada ditangannya.


" Malam ini Mas tidur diluar, Lala nggak mau tidur dengan Mas, " ucap Ella sambil menyerahkan bantal, guling dan selimut, lalu segera menutup dan mengunci kembali pintu kamar.


" Yang, apa kamu tega Mas digigit nyamuk? nanti kalau Mas kedinginan siapa yang akan memeluk Mas, please yang, buka pintunya! " bujuk Erik. Ella yang berada di dalam kamar hanya diam tak menjawab ucapan suaminya, dia lebih memilih mengganti pakaiannya dan merebahkan dirinya di ranjang empuk suaminya itu.


" Yang..." Ketukan Erik masih terdengar sedari tadi, tapi yang berada di dalam kamar tidak peduli sama sekali.


" Kamu beneran tega yang, nanti kalau Mas sakit karena kedinginan di sofa, jangan menyesal ya? " ucap Erik. Ella hanya menutup telinganya dengan tangan seolah masa bodoh dengan apa yang suaminya katakan.


Erik yang tidak mendapat jawaban dari Ella segera berjalan ke arah sofa depan tv, meletakkan bantal dan kawannya disofa sambil menghela nafas panjang, dia sangat lelah hari ini, dia ingin segera tidur namun yang ada dia malah mendapat hukuman dari istrinya. Dia kembali berdiri mematikan lampu, dia sudah menyerah untuk membujuk istrinya, Erik menarik selimut sambil memeluk guling, berharap malam yang panjang ini akan segera berlalu.


Sedangkan Ella yang berada di kamar tidak bisa memejamkan matanya, dia hanya bisa membolak- balikkan badannya mencari posisi ternyaman untuk bisa terlelap. Ucapan suaminya tadi tergiang dipikirannya, kedinginan, digigit nyamuk, ia merasa kasihan juga dengan suaminya itu, dia juga mengingat jika suaminya belum makan malam.


" Apa aku buka saja ya pintu kamarnya, " ucap Ella lirih, lalu berpikir lagi.


" Tapi aku masih jengkel dengannya, nggak rela kalau dia pegang-pegang wanita lain. Aaaahhhh aku harus bagaimana? " keluh Ella.

__ADS_1


Setelah berpikir lama akhirnya Ella memutuskan untuk keluar dari kamar karena dia juga merasa lapar karena belum makan malam, dia membuka pintu pelan-pelan, berjalan menuju dapur, saat melewati depan tv ia memelankan langkahnya sambil melirik sofa dimana tempat suaminya tidur.


" Beneran sudah tidur? kok jadi kasian ya, " batin Ella saat melihat suaminya.


Ella berniat membuat mie instan supaya Erik terbangun saat mencium aroma mie tersebut, namun yang ada Erik justru tidak bergerak sama sekali, Ella menjadi semakin kesal saat tidak ada respon dari suaminya.


" Nyebelin. Kalau sudah tidur susah dibangunin, " ucap Ella lirih sambil mulai memakan mie yang didepannya.


Pikiran Ella berlarian kemana-mana, takut suaminya sakit juga, dengan sengaja dia menyuarakan sendok yang beradu dengan mangkoknya, agar Erik terbangun, namun respon Erik tetap sama diam tidak bergerak.


Dia lalu berjalan pelan mendekat ke arah sofa, melihat suaminya yang sudah terlelap disana, benar saja ketika dia melihat ke arah wajah Erik, ada nyamuk yang hinggap di dahinya. Ella jadi tidak tega kalau Erik tidur di depan tv sampai pagi. Ella lalu memapah Erik dan membawanya ke kamar.


" Jadi gue sendiri yang repot, " ujar Ella saat berjalan memapah suaminya. Erik yang sebenarnya sudah bangun dari tadi saat Ella memasak hanya bisa tertawa dalam hati saat mendengar ucapan istrinya. Ella langsung merebahkan suaminya karena sudah tidak kuat lagi menahan beratnya, ketika Ella akan berdiri Erik langsung merengkuh pinggang Ella, hingga Ella terjatuh diatas tubuh Erik.


" Jangan marah lagi ya, " bisik Erik ditelinga Ella yang pura-pura memejamkan mata, Ella yang mendengar itu justru bertambah kesal karena Erik ternyata hanya berpura-pura tidur.


" Apa Mas berhenti praktek saja ya? " Ella yang mendengar itu langsung mengarahkan pandangannya ke mata Erik.


" Kenapa memangnya? " tatapan Ella masih belum teralihkan.


" Mas nggak mau, kalau tiap malam harus kamu marahi seperti ini, " jelas Erik yang membuat Ella jadi merasa bersalah.


" Habisnya kamu itu lucu yang, udah kewajiban Mas sebagai dokter kandungan memeriksa kondisi janin wanita hamil, tapi kamu malah cemburu kaya gitu, " jelas Erik.


" Lala cuma nggak mau nanti Mas kalau jadi kepengen gimana? terus nanti tiba-tiba ada setan lewat menghasut pikiran Mas, gimana? " ucap Ella.


" Sayangku, cintaku...Mas ini dokter! sudah disumpah untuk menolong pasien yang membutuhkan, bukan untuk bertindak kriminal seperti yang ada dipikiranmu, " ucap Erik sambil menunjuk dahi Ella dengan jari tulunjuknya.


" Tapi Lala nggak rela Mas, " ucap Ella lalu segera melepas pelukkan Erik dan duduk ditepi ranjang.

__ADS_1


" Ya sudah mulai besuk, Mas berhenti praktek saja, " ucap Erik sambik memeluk Ella.


" Ya nggak gitu juga dong! " teriak Ella yang tidak terima suaminya berhenti jadi dokter.


" Lalu Mas harus bagaimana? kamu cemburu tidak pada tempatnya? " ucap Erik yang sudah bingung menghadapi istrinya yang cemburu buta gara-gara wanita hamil, Ella justru malah menangis di pelukkan Erik.


" Begini ya, emosinya kalau sedang datang bulan, " lanjut Erik, Ella terdiam saat mendengar ucapan suaminya berpikir solusi yang tepat.


" Ya sudah Mas boleh praktek lagi, tapi..." ucap Ella menggantungkan ucapannya, Erik segera menghadapkan Ella ke arahnya.


" Nggak usah saja! Mas nggak jadi dokter juga masih dapat uang kok, lagian Mas nggak bisa bekerja kalau dibatasi pergerakkannya, " ucap Erik saat tak mendengar ucapan Ella lagi.


" Nggak! pokoknya tetap harus praktek, tapi janji nggak boleh macam- macam, " Erik tertawa saat mendengar penuturan Ella.


" Macem-macem sama istri saja belum bisa, mana sempat macam-macam sama pasien Mas," jelas Erik sambil mencubit pipi Ella.


" Apa Mas sudah makan? " tanya Ella saat mengingat suaminya yang belum makan.


" Belum, tapi Mas nggak lapar, Mas hanya merindukkan pelukkanmu, untung kamu tadi bawa Mas kesini, Mas nggak akan bisa nyenyak kalau nggak ada kamu disamping Mas," jelas Erik lalu menidurkan Ella diranjang memeluk erat istrinya itu, Ella tersenyum ke arah Erik, mengusa-usap punggung Erik, seperti ibu yang menidurkan anaknya.


Dan malam ini, Ella benar-benar merestui profesi suaminya, rela tidak rela dia harus merelakan tangan suaminya menyentuh wanita hamil yang datang padanya.


CUP CUP CUP CUP


Cium Ella ke seluruh wajah Erik yang sudah terlelap.


" Maafkan sikap cemburuku sayang, aku hanya takut kehilangan kamu lagi, " ucap Ella lalu menarik selimut kebadan Erik dan tubuhnya.


Terimakasih sudah membaca, sudah up pagi nih jangan lupa like,vote dan coment biar tambah strong ngetiknya. 👍🙏

__ADS_1


__ADS_2