Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Skin To Skin


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa untuk likeπŸ‘. Yang mau ikutan challenge ditunggu sampai nanti malam pukul 23:59 WIB.πŸ™


*


*


Ella yang merasakan tubuhnya tidak bertenaga hanya bisa terbaring lemah di ranjang, Erik yang tadinya tidak terlalu panik mendadak kacau saat menyentuh tubuh Ella yang tidak kunjung turun suhu tubuhnya.


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12 siang, tapi perut mereka belum terisi sama sekali, apalagi Ella yang dari kemaren belum menyentuh makanan apapun, salahkan Erik tidak memberikan Ella sarapan atau minuman, yang dia berikan hanyalah pelukkan hangat agar suhu tubuh Ella bisa segera turun, pikirnya metode skin to skin bisa mempercepat menurunkan suhu tubuh panas istrinya.


β€œ Mas, sepertinya aku akan mati, jika kamu merawatku seperti ini, ” akhirnya Ella mengungkapkan apa yang dia rasakan, walau masih membuat Erik bingung, apa yang harus Erik kerjakan, dia terlalu bodoh jika berhadapan dengan istrinya.


β€œ Kamu mau apa Yang? Tunggu! biar suhumu turun dulu, Mas akan ambilkan apa yang kamu butuhkan, ” ucap Erik sambil memeluk erat tubuh Ella.


Saat tadi Erik mengecek ponselnya, dia tahu kalau Ella muntah bukan karena dia sedang terlambat datang bulan, tapi karena Ella baru sakit. Lagian, mereka baru kali ini melakukan hubungan badan setelah Ella keguguran kemarin, jadi itu terlalu mustahil bisa jadi secepat itu.


β€œ Mas ambilkan aku minum! ” perintah Ella setelah merasa risih saat Erik mulai meraba bagian sensitifnya, ditambah selimut tebal yang menyelimuti tubuhnya, semakin membuat Ella susah untuk bernafas.


β€œ Apa kamu akan baik-baik saja jika Mas tinggalkan? Badanmu masih panas Yang, ” ucap Erik yang khawatir dengan kondisi Ella.

__ADS_1


β€œ Aku akan dehidrasi bila tidak minum, ” ucap Ella yang mulai emosi, Erik lalu segera beranjak dari ranjang tempatnya tidur, dia segera memakai kaos singlet nya, berjalan keluar kamar, Ella yang melihat Erik berpakaian seperti itu hanya menggelengkan kepalanya, Erik tidak menyadari seberapa menariknya tubuhnya itu apalagi hanya menggunakan pakaian seperti itu.


Setelah 5 menit pintu kamar terbuka, Erik masuk membawakan air mineral untuk istrinya, Ella yang masih merasa pusing berusaha untuk duduk dan meminum air mineral yang di bawa Erik tadi.


β€œ Berapa wanita yang sudah melihat tubuhmu? ” tanya Ella saat Erik sudah duduk dihadapannya, seketika hanya terdengar suara jam di dinding berdetak, Erik menatap Ella dengan tersenyum smirk.


β€œ Sudah sakit juga masih bisa cemburu, ” ucap Erik yang masih menatap Ella. Namun, tiba-tiba Ella beranjak dari ranjang berlari menuju kamar mandi, Ella kembali memuntahkan cairan yang baru saja dia minum tadi, Erik yang melihat wajah pucat istrinya segera kembali ke kamar, lalu memakai kemejanya tanpa aba-aba dia langsung mengangkat tubuh Ella yang sudah terkulai lemah itu. Erik membawa Ella ke mobil, berniat ingin segera membawa Ella ke rumah sakit.


β€œ Kita mau kemana Mas? ” tanya Ella yang bingung saat sudah berada di dalam mobil dengan Erik, karena dia masih mengenakan pakaian tidur yang tidak layak untuk dipertontonkan, Erik lalu menatap tubuh Ella dan menghembuskan nafasnya kasar, lalu kembali turun dari mobil meminta selimut pada karyawan villa yang tengah berdiri di depan pintu masuk. Erik kembali ke mobil saat sudah mendapatkan selimut itu, dia melihat Ella yang sedang memejamkan matanya.


β€œ Yang, Sayang, ” panggil Erik sambil menggoyangkan tubuh istrinya, Ella yang mendengar itu hanya mengerjapkan matanya, Erik lalu membungkus tubuh Ella seperti lemper, membuat Ella yang di dalam selimut semakin gerah, Erik segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


β€œ Apa tantemu tidak memberimu makan? Kenapa dia tidak bertanggung jawab sih, tau seperti itu mas tidak mengizinkanmu pergi dengannya, ” ucap Erik yang mulai emosi dengan tante Sinta.


β€œ Sudahlah Mas, yang terpenting kita cari makan dulu, Lala sudah tidak tahan lagi, ” ucap Ella yang tidak ingin mendengarkan kemarahan Erik.


β€œ Kita ke rumah sakit, kalau sudah seperti ini, kamu perlu di infus, biar asaupan makanan juga bisa masuk, ” Ella yang mendengar itu langsung menoleh ke arah suaminya, padahal suaminya ini tau dia sedikit parnoan dengan jarum suntik, bisa-bisanya dia berpikir untuk memasang infus di tubuhnya. Ella menghela nafasnya pelan, dia sudah mulai mengeluarkan keringat karena tubuhnya seperti masuk ke dalam oven.


Saat tiba di rumah sakit, Erik segera mengangkat tubuh Ella ke dalam ruang UGD, langkahnya yang cepat membuat perawat ikut panik, takut kondisi pasien parah, beberapa perawat dan dokter jaga akhirnya mengikuti Erik dari belakang, setelah meletakkan tubuh Ella ke brankar, perawat itu hendak membuka selimut yang membungkus tubuh Ella, namun tiba-tiba Erik menghentikan tangan perawat itu.

__ADS_1


β€œ Kalian keluarlah! Saya hanya butuh alat untuk memeriksa istri saya, ” Ella yang mendengar suaminya berkata seperti itu hanya menatap wajah Erik tak percaya. Dokter Erik yang biasanya ramah menjadi lebih dingin ketika istrinya sakit, tapi dua perawat dan seorang dokter yang mengikuti Erik tadi langsung pergi dari ruang UGD itu, baru akan manarik handle pintu, suara Erik kembali menghentikan langkahnya.


β€œ O ya satu lagi, panggilkan dokter spesialis penyakit dalam, bawa secepatnya kemari, ” perawat yang mendengar perintah Erik hanya bingung saling tatap satu sama lain.


β€œ Cepat lakukan jangan bengong saja! ” teriak Erik karena melihat perawat itu tak kunjung bergerak dari tempatnya berdiri. Lalu mereka berdua segera berlari meninggalkan ruang UGD.


Erik yang cemas hanya bisa mondar-mandir seperti setlikaan, karena perawat itu tak kunjung kembali.


β€œ Kemana sih mereka! Di bayar mahal-mahal tapi kerja tidak becus, bisa-bisa pasien meninggal disini, ” maki Erik yang tak kunjung melihat perawat itu masuk padahal dia sudah 5 menit menunggunya. Ella hanya memejamkan matanya karena sudah tidak kuat lagi menanggapi ucapan Erik.


Erik lalu duduk di samping ranjang Ella, membuka selimut tebal yang membungkus istrinya itu lalu menggantikannya dengan selimut yang lebih tipis, tak lama terdengar suara pintu terbuka terlihat kedua perawat itu masuk dengan seorang dokter laki-laki di sampingnya. Erik yang melihat itu langsung menggelengkan kepalanya tidak percaya.


Erik menatap lekat dokter laki-laki yang katanya spesialis penyakit dalam itu, kacamata tebal mungkin sebagai simbol bahwa dia memang cerdas, dia berkacak pinggang menatap dingin perawat yang berdiri di depannya itu.


β€œ Apa disini tidak ada dokter penyakit dalam perempuan? Saya tidak ingin istri saya di sentuh oleh laki-laki, ” ucap Erik pada kedua perawat di depannya.


β€œ Maaf Pak, dokter perempuan penyakit dalam hanya praktik sore hari, jadi dia tidak akan datang siang ini, ” Erik yang mendengar itu langsung mengambil stetoskop yang ada di kantong sneil dokter di sampingnya itu, lalu segera menyuruh mereka keluar.


Erik segera memeriksa kondisi Ella yang semakin lemah dan segera memasangkan infus di tangan Ella, Erik kesulitan saat memasang jarum infus karena pembuluh darah Ella semakin sulit dicari sedangkan Ella sudah menahan rasa takutnya saat Erik menyuntikkan jarum itu berulang kali. Erik hanya memberikan obat anti mual, dia tidak berani memberikan obat lainnya , karena dia belum tau pasti apa yang Ella alami, Erik hanya bisa menunggu dokter penyakit dalam wanita itu datang, untuk bertindak lebih lanjut.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca jangan lupa likenya ya.πŸ™πŸ‘


__ADS_2