
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
Ella Pov
" Ella, " ucapnya
Terdengar suara wanita paruh baya yang sangat aku kenali, aku yang mendengar itu segara berhenti dan berbalik menatapnya.
" Tant-, " ucapanku terpotong saat mama Jihan mendekat ke arahku.
" Mama La, " ucapnya jelas sambil memelukku.
" Sampai kapan pun kamu akan tetap jadi anak perempuan Mama, " lanjutnya yang makin mempererat pelukkanku.
" Maafkan aku Ma, " ucapku sambil melepaskan pelukkannya.
" Kamu tidak salah Sayang, " ucapnya menenangkanku.
" Maafkan Ella yang harus pergi dari semua ini, maaf kan Ella yang tidak bisa terus bertahan disisi Mas Erik, " ucapku yang sudah kembali menangis.
" Sudahlah Sayang, itu memang kesalahan anak mama yang manja itu, biarkanlah dia yang menanggungnya sendiri. " ucap mama Jihan.
" Jaga dirimu La, mama akan terus berdoa semoga kamu segera mendapatkan jodoh yang terbaik, " lanjutnya berkata padaku, aku pun hanya mengangguk mengerti.
" Jangan lupaka Mama Sayang, " lanjutnya.
" Iya Ma, Ella akan selalu ingat terus sama Mama, sama lontong sayurnya Mama dan cheese cake buatan Mama, " balasku sambil tersenyum menatap wanita berusia 50an itu.
" Pergilah Sayang, maafkan Mama sudah menghentikanmu, " ucapnya sambil melepaskan tanganku.
" Iya Ma, Mama jaga diri, jaga kesehatan juga ya, " ucapku berpesan padanya.
" Iya Sayang, kamu hati- hati ya, " pesan mama Jihan.
" Bye...assalamu'alaikum Ma, " ucapku memberikan salam padanya, dia pun mencium seluruh wajahku seperti yang Mas Erik lakukan dulu ketika berpisah denganku.
" Wa'alaikumsalam Sayang, " kami pun akhirnya benar-benat berpisah. Aku masih menatap seluruh keluargaku, dan melambaikan tangan ke arah mereka.
Aku segera berjalan menuju ruang tunggu, meninggakan keluargaku dan mantan calon mertuaku itu, aku tak menyangka mama Jihan akan datang menemuiku, setelah semalam aku berpamitan padanya akan melanjutkan kuliahku namun aku sengaja tak memberitahu padanya kemana aku akan pergi.
Cukup sudah saatnya aku melupakan sakit ini, aku harus bisa berdamai dengan masa laluku, aku pun segera duduk diruang tunggu bersama bu Lusi karena suaminya sudah disana dua hari yang lalu, setelah menunggu sepuluh menit panggilan untuk masuk pesawat pun terdengar, aku segera masuk ke dalam pesawat bersama bu Lusi.
"Selamat tinggal Mas Erik, semoga aku segera bisa melupakannmu, melupakan manis dan pahitnya kenangan kita, semoga kamu bahagia dengan hidupmu aku pun akan mencoba mencari kebahagiaanku sendiri disana, terima kasih untuk cinta dan luka yang telah kau beri," ucapku lirih yang masih bisa didengar bu Lusi.
__ADS_1
" Non nggak papa? " tanyanya padaku
" Nggak papa bu, Ella baik- baik saja, " balasku.
Setelah pesawat berada di udara, aku segera memejamkan mataku yang mulai lelah karena drama perpisahan tadi, aku juga sudah lelah karena semalam jam tidurku berkurang, karena pekerjaan berkemasku, aku merasakan bahwa aku bisa tertidur sangat nyenyak di sini, seperti benar -benar pergi meninggalkan dunia ini.
Setelah kurang lebih tujuh jam perjalanan di udara sampailah kami di bandara Mascot, Sydney, Australia, pak Iwan sudah terlihat menunggu kami di pintu kedatangan bandara, dan membawa kami ke rumah yang sudah dibeli kak Damar.
Aku pun segera merebahkan tubuhku, memasang headset ke telingaku memutar musik diponselku.
Sebelum bertemu denganmu diriku bahagia
Semenjak bertemu denganmu ku makin bahagia
**Semakin lama aku semakin tau tentang engkau
Sedikit kecewa ternyata engkau tak baik
Pertama tama semua manis yang engkau berikan
Membuat aku merasakan cinta sebenarnya
Semakin hari semakin terungkap
yang sesungguhnya
Maafkan ku harus pergi
Ku tak suka dengan ini
Aku tak bodoh
Seperti kekasihmu yang lain
Terimakasih oh Tuhan
Tunjukkan siapa dia
Maaf kita putus
So thank you so much
I'm sorry good bye
__ADS_1
Seribu cara kau membuai
Ku dengan puitis
Tapi kau lupa bahwa
Ku juga manusia
Yang punya mata
Perihnya hati dan perasaan
Maaf aku pergi
Dan takkan untukmu lagi
(i'm sorry good bye)
Maafkan ku harus pergi
Ku tak suka dengan ini
Aku tak bodoh seperti
Kekasihmu yang lain
Terimakasih oh Tuhan
Tunjukkan siapa dia
Maaf kita putus
So thank you so much
I'm sorry good bye**
Nggak tau kenapa setelah mendengar lagu itu aku kembali mengingatnya lagi, segera ku lepas headset di telingaku, karena aku tak ingin terlarut dalam kesedihan lagi dan segera menuju kamar mandi, aku berendam di bath up tak lupa menuangkan cairan aroma terapi ke dalamnya,
" Ya Allah semoga ini yang terakhir kali aku menangisinya, dan permudahkanlah aku melupakannya, " ucapku lirih.
Setelah tiga puluh menit aku pun beranjak dari kamar mandi kulirik jam sudah jam sepuluh malam, aku pun turun menuju ke dapur mencari makanan namun hanya ada roti yang dibawakan ayah padaku tadi siang,
aku pun membawanya ke meja makan dan saat kumasukkan kedalam mulut roti itu lagi- lagi aku teringat akan Mas Erik yang suka menyuapiku roti yang sama saat di apartemennya.
__ADS_1
" Ha Allah sesulit inikah melupakannya, apa kau juga sulit melupankanku Mas, huft... mana mungkin, bahkan mungkin saat ini kamu sedang bercinta dengannya, " ucapku yang tak bisa lagi menahan air mataku. aku pun segera meletakkan rotinya kembali dan segera menuju kekamarku, aku berharap hari- hari sulit ini akan segera terlewati.
Terimakasih sudah mampir, jangan lupa like, vote, dan coment biar semangat ngetiknya.😊🙏