Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Baby K


__ADS_3

Happy reading, bacanya pelan-pelan sambil tarik nafas, karena mengandung kata-kata fulgar...😂😂😂😃😃😃😆😆😆 jangan lupa like Lhoh ya...! Jangan pelit untuk tekan like, sedih sih dari hampir 6rb yang favorit, yang like cuma paling banter 400😇😇.


.


.


.


.


Setelah Erik menyetujui bu Lasmi untuk memanggil salah satu perawat untuk membantunya, dia langsung menelepon perawat yang tengah berada di depan untuk segera masuk ke ruang bersalin.


Setelah semua siap dengan sarung tangan dan perlengkapan daruratnya, bu Lasmi membuka kaki Ella lebar-lebar. Dia sendiri merasa canggung karena Erik selalu melihat gerak-gerik yang di lakukan.


“Mbak..., nanti ngejannya jangan bersuara ya, lihat perut saja, tangannya taruh paha. Tapi sebentar dulu, tunggu mulesnya datang dulu ya,” ucap lembut bu Lasmi sambil merangsang perut Ella dengan tangannya. Ella yang mendengar itu mulai berteriak-teriak mengumpat suaminya.


“Mbak, jangan berteriak! Rileks dulu tunggu mulesnya datang,”


peringat bu Lasmi yang hanya dilihat oleh Erik.


“Bagaimana nggak teriak ini sudah mau keluar, sudah nggak bisa aku tahan lagi, masih disuruh nunggu mules,” maki Ella pada bu Lasmi. Bu Lasmi hanya diam sambil merangsang perut Ella.


“Ayo Bu..., nggak papa ngejan sekarang,” perintah bu Lasmi saat merasakan perut Ella sudah kencang.


“Aaaaaahhhhh..., huffff...hufff...hufff”


“Jangan teriak bu, nanti tenaganya cepat habis, dan jangan diangkat pantatnya, nanti robekkannya semakin banyak,” jelas lembut bu Lasmi, “Stop dulu kita, tunggu mulesnya datang lagi,” lanjut bu Lasmi saat melihat Ella akan kembali mengejan.


“Mashhh... Haushh,” ucap Ella pada Erik.


Erik langsung gelagapan mengambilkan Ella minuman, dia lalu menyodorkan pipet minuman ke bibir Ella.


“Dokter bisa bantu rangsangan lewat payu*ara?” tanya bu Lasmi saat melihat tangan Erik yang tidak digunakan.


“Ingat ya Mbak, lihat perut saja, kunci mulut, jangan angkat pantat!” peringat ulang bu Lasmi.


“Ayo ngejan sekarang!” perintah bu Lasmi.


“emmmmhhhh...,hmmmm, hufh...,hah..hah...hh,”


“Iya bagus ayo Bu, sedikit lagi, sambung lagi nafasnya,”


ucap bu Lasmi sambil membuka kaki Ella lebar-lebar.


“Nggak kuat .., stop dulu!” ucap Ella yang merasa lelah mengejan, tenaganya sudah hampir habis padahal baru dua kali mengejan.


Bu Lasmi lalu menatap ke arah Erik, yang sudah menganggukan kepala menuruti ucapan Ella.

__ADS_1


“Mau minum lagi?” tanya Erik.


“Aku ngantuk mau tidur,” ucap Ella pada suaminya yang selalu di sampingnya.


“Nggak boleh Sayang, nanti kasian kepala dedeknya,”


“Tapi aku ngantuk..., Aaaaawhhhh shakithh Masshh,” teriak Ella saat mulas itu kembali datang.


Bu Lasmi pun segera menuntunnya, agar bayinya segera lahir dan bertemu dengan kedua orangtuanya.


“Lihat perutmu Sayang, buka mata, jangan mejam, Mas akan mengenggam tanganmu,” ucap Erik yang melihat Ella mulai mengejan pelan.


“Iya bagus Mbak. sambung lagi nafasnya..., Iyak bagusss... sekali lagi Mbak! ayo sedikit lagi itu sudah terlihat rambutnya!” ucap bu Lasmi sambil melebarkan kembali kaki Ella.


“Boleh aku menamparmu karena sudah membuatku seperti ini,” pinta Ella pada Erik di tengah proses mengejannya.


Erik menatap wajah istrinya yang tengah kesakitan itu. Karena tidak mendapat jawaban dari Erik, Ella lansung menjambak rambut suaminya dengan kuat.


“Dokter Erik bantu dorong perutnya!” perintah bu Lasmi pada atasannya yang tepat berada di depan perut Ella. Tidak lama terlihat kepala bayi itu sudah keluar dari kemal*an Ella, Erik yang masih dijambak pun pasrah, tenaganya sudah habis untuk menyaksikan kesakitan istrinya yang tambah brutal itu.


“Awas teliti dulu! Ada lilitan atau tidak?” ucap Erik saat bu Lasmi mulai menarik anaknya.


Bu Lasmi mulai mengecek leher bayi Ella.


“Nggak ada Dok semua aman,” ucap bu Lasmi pelan-pelan menarik Erik junior yang kakinya masih tertinggal di sana.


“Oweekkk...oweekkk...oweekkk,” tangisan pertama Erik junior pun terdengar memenuhi ruangan itu, bu Lasmi pun langsung menerima upah berupa air kencing dari bayi atasannya.


Ella terlihat sudah tidak berdaya lagi selain mengucapkan kata 'Alhamdulillah' berulangkali, dan Erik yang menangis sambil menciumi wajah istrinya sambil mengucapkan 'terimakasih'.


“Nih...,hibur Mama Papamu Nak,” ucap bu Lasmi sambil meletakkan bayi itu di depan dada Ella dan bu Lasmi kembali mengurusi bagian intim Ella, meminta perawat satunya untuk mengambil benang dan jarum.


“Kenapa mirip sekali denganmu?” ucap Ella sambil menyentuh pipi lembut anaknya. Erik tersenyum di tengah tangisnya, bayi itu bisa sama persis dengannya bahkan rambutnya sama ikalnya. Ella lalu tersenyum senang saat anaknya mulai mendapatkan Asi pertamanya.


“Aw..., kenapa sudah pintar begini dia,” ucapnya saat anaknya mulai menghis*p Air susunya.


“Pintar dong, kan diajarin sama Papanya, wah... Papa jadi punya rival nih.” Bu Lasmi hanya tersenyum senang saat mendengar ucapan atasannya itu.


“Mas lenganmu berdarah?” tanya Ella saat melihat sedikit darah di lengan Erik.


“Nggak papa kamu juga berdarah, lebih banyak malahan.” Erik tersenyum menatap istrinya.


“Bayi boynya lahir pukul 16.43 Wib ya Dok, detailnya nanti, setelah selesai IMD,” lapor Bu Lasmi setelah selesai menjahit bagian intim Ella.


“Kalau sudah selesai segera tinggalkan ruangan ini!” perintah Erik pada bu Lasmi yang sudah mencuci tangannya.


“Yang,” panggil Erik pada Ella yang masih berwajah pucat itu.

__ADS_1


“Hmmm...,” jawab Ella sambil menoleh ke arah suaminya.


“Kapok nggak?” Ella terdiam sambil menatap anaknya yang masih menyusu.


“Nggak!” jawab singkat Ella.


“Terimakasih ya, sudah bersedia melahirkan keturunanku,” ucap Erik sambil mencium pipi Ella, airmatanya masih menetes di wajahnya.


“Ucapan saja nih, nggak ada kadonya,” goda Ella sambil memainkan pipi anaknya, dan Erik sedang memainkan jari anaknya yang masih lembut itu.


“Kadonya ada di rumah.” Ella tersenyum saat mendengar ucapan Erik, rasanya luar biasa setelah anaknya keluar, rasa sakit yang dia rasakan sebelum bayinya lahir seketika menghilang menjadi tangis kebahagiaan.


“Iya..., aku juga berterimakasih Mas sudah berada di sini saat aku mengalami kesakitan dan selalu berada di sini menemaniku.” Erik lalu memeluk istrinya, yang setengah berbaring itu.


“Kamu terbaik, tercantik, ter...,semuanya deh pokoknya,” ucap Erik sambil mengusap rambut Ella.


“Mas nggak mengadzani anak kita?” Erik tersenyum saat mendengar perkataan Ella, lalu dia mulai mendekatkan bibirnya ke telinga anaknya.


“Allahu Akbar, Allahu Akbar...”


Ella terharu saat mendengarkan suara Erik yang mengumandangkan adzan untuk bayinya itu, mereka berdua tidak bisa membendung airmata yang mengalir begitu derasnya.


Setelah selesai, Erik lalu mengankat bayinya untuk dipakaikan baju, lalu kembali meletakkannya di box bayi yang memang sudah disediakan di sana.


Satu jam berlalu...


Erik dan Ella kini sudah berpindah di ruang VVIP rumah sakit. Sebenarnya Erik ingin membawa Ella ke ruang pribadinya tapi karena terlalu jauh, jadi dia memutuskan untuk mengambil kamar ruangan VVIP.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Erik menyuruh Ella untuk beristirahat agar tenaganya segera pulih kembali. Dia masih belum melepaskan pandangannya ke arah bayi di depannya itu, dia tersenyum senang saat melihat wajah anaknya yang sama persis dengannya.


Tidak lama pintu kamar terbuka terlihat keluarga besar Erik memasuki ruangan, membuat gaduh seisi ruangan kamar Ella, hingga Ella terbangun dari tidurnya.


“Aduh... Gantengnya cucu Oma ini, sampai Papamu saja kalah ganteng,” ucap Jihan saat pertama kali menggendong bayi Erik.


“Coba lihat deh Opa, gantengan aku kan sama Papa, Papa itu cengeng dikit-dikit nangis,” sindir Jihan sambil melirik Erik. Erik yang berada di samping Ella, hanya tersenyum simpul ke arah mamanya.


Ella yang sudah bangun pun enggan melepaskan pelukkan Erik yang semakin erat.


“Siapa nama anak kita Yang?” tanya Erik pada Ella.


“Baby K.”


“Kenzie?” tanya Erik yang menebak huruf K tersebut.


Ella tersenyum ke arah Erik, sambil membalas pelukkan Erik.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa jempol likenya, vote yang banyak biar bisa masuk setidaknya 100 besarlah.👍😘😘😘😜😜😜😜


__ADS_2