Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Komunikasi dan Kompromi


__ADS_3

...Selamat Membaca...


Naura tengah merasa jengah malam ini. Ia merasa kesepian, meski berada di tengah keramaian keluarga besarnya. Setelah Abhi menyelesaikan shalat Maghrib pria itu izin keluar untuk menghadiri acara reuni alumni mahasiswa angkatannya.


Awalnya, Naura tidak mengizinkan Abhi untuk pergi. Namun, karena pria itu berkata hanya sebentar ia pun mengizinkannya. Dan sekarang berimbas pada mood nya. Mau ngapa-ngapain enggan.


"Ma, di mana om baru?" tanya Gwen pada Naura. Entahlah, kenapa para keponakanya itu memanggil Naura dengan sebutan 'mama' tapi sejauh ini ia nyaman-nyaman saja.


"Pergi, Gwen," jawabnya singkat. Lalu kembali fokus ke arah layar di depannya, tapi tetap saja ia tidak bisa konsentrasi. Pikirannya melayang, memikirkan tentang Abhi ngapain, sudah makan apa belum, atau jangan-jangan dia tengah ngobrol asyik dengan Olivia?


"Astaga!" Naura memekik sambil menepuk jidatnya, saat mengingat nama Olivia pernah menjadi daftar salah satu nama mantan pacar suaminya. Erik dan Ella yang mendengar suara Naura menoleh ke arahnya.


"Kenapa?" tanya Ella, penasaran. Naura tidak menjawab ia justru berpindah duduk di samping Erik.


"Pa, apa yang laki-laki lakukan ketika bertemu mantan?" tanya Naura.


Erik tersenyum tipis, "tergantung!"


Naura mengernyit tak paham, "Maksudnya, Pa?"


"Tergantung bertemu nya di mana? Kalau ketemunya di ruang terbuka ya menyapa kalau di dalam kamar ya tinggal dipakai." Erik menatap Ella, lalu terbahak saat melihat ekpresi lucu istrinya. Mata Ella membulat sempurna, bibirnya terbuka bersiap untuk mengeluarkan suara. "Ada cucu kita, Sayang, jangan marah! Kalau mau marah ke kamar saja, yuk! Aku keluarkan gombalan receh ku, biar kamu berseri-seri lagi," peringat Erik, kini beralih menatap Leya, dan Shaqueena tengah bermain di karpet.


"Coba jelaskan apa maksud ucapanmu tadi!" minta Ella mengabaikan peringatan Erik.


"Oma ... ini gimana?" Leya datang dengan Barbie tanpa baju di tangannya, menyerahkan pada Ella, bermaksud meminta bantuan pada sang Oma untuk memakaikan pakaian pada Barbie nya.


Erik merasa lega, karena Leya menyelamatkan nyawanya dari singa yang hendak mengamuk. Ia lalu menatap Naura yang duduk di sampingnya.


"Apa kamu ingat cerita papa? Saat kita liburan keluarga beberapa tahun yang lalu. Di dekat menara Eiffel?" tanya Erik, dan Naura menggelengkan kepalanya.


"Rumah tangga itu bagaikan sebuah kapal yang akan berlayar dalam kurun waktu yang lama. Abhi sebagai nahkoda dengan pangkat perwira dan kamu pembantunya." Erik membenarkan posisi duduknya, mencari tempat ternyaman. "Jangan sampai kamu sebagai Pembantu, memasukan barang rongsokan ke geladak kapal! Apalagi barang itu kamu campur dengan barang baru, itu kesalahan besar."


"Kamu tahu sifat air laut, kan? Bagaimana kalau terkena karat yang ada di rongsokan? Karat itu akan menyebar dan merusak barang baru, kan?" Erik menjeda, memberi waktu Naura untuk menjawab.


Dan Naura lekas menjawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Tinggalkan masa lalu, tinggalkan semua kenangan dengan mantan. Takutnya, jika kamu terus mengingat mantan Abhi, ataupun mantanmuβ€”


"Nana nggak punya mantan, wlex!" protes Naura.


"Iya, cinta pertamamu. Itu akan menganggu kebahagian kalian ke depannya. Jika kamu percaya Abhi mencintaimu. Kamu pasti tidak akan ragu dengan apa yang dia ucapkan, dan kamu tahu ... tak selamanya cinta pertama bisa membawamu ke surga. Lihat kakak-kakakmu, mereka bahagia bukan dengan cinta pertamanya."


Naura terdiam, mencari kebenaran atas ucapan Erik. "Lalu, kalau Abhi macam-macam di luar sana, bagaimana?" tanya Naura.


"Sejauh ini papa lihat Abhi, fine." Erik menatap Naura. "Pernikahan bahagia itu tentang penyatuan dua orang pemaaf. Ya, sebisa mungkin kontrol ego kalian. Pria itu tidak suka dilawan apalagi sama istrinya. Kalau Abhi sedang marah, coba kamu yang mengalah, meski dia salah. Tegur dia saat dalam kondisi tenang. Cowok itu, lebih suka dinasehati dalam keadaan tenang. Tanya saja ke mamamu, iyakan, Yang?" Erik memainkan rambut Ella, sambil mencoba mencari pembenaran.


"Apa?" Ella justru bertanya, ia tidak paham dengan apa yang dua orang itu bicarakan, lantaran sedari tadi terus fokus dengan boneka Barbie di tangannya.


"Ish," desah Erik. "Luangkan waktu sebelum tidur untuk bicara dengan pasanganmu. Jadi, multifungsi kan ranjang itu? Bukan hanya mencurahkan hasrat saja. Tapi, juga untuk saling mencurahkan apa yang menganggu pikiran dan hati kita. Singkatnya, komunikasi dan kompromi sangat diperlukan kalau kamu mau hubunganmu dengan Abhi tenang dan bahagia."


"Apa Papa juga langsung bisa melupakan mantan?" tanya Naura, lagi.


"Papa nggak pernah benar-benar serius sih, sama mantan, yang papa seriusin cuma mama kamu." Erik tersenyum tipis sambil memainkan pipi istrinya yang sudah keriput. Ingin sekali ia menciumnya tapi masih ada anak di bawah umur di depannya.


Bibir Naura mengerucut. Melihat tatapan sang papa pada mamanya, tampak jelas Erik menatap mamanya dengan penuh cinta. Ia jadi merindukan Abhi nya.


Di sana tampak Abhi tengah berkumpul dengan beberapa rekannya, dan jelas belahan jiwanya itu menjadi pria tertampan dari yang lainnya.


Namun, sesaat kemudian mata Naura terbelalak, ketika melihat bayangan Olivia ada di foto tersebut. Dengan emosi ia mengirimkan pesan balasan untuk Abhi.


πŸ“¨ Kenapa ada Olivia?


Pesan terkirim dengan cepat, tapi tidak dengan balasannya. Padahal, Naura bisa melihat status Abhi sedang online.


πŸ“¨ Belahan jiwaku, kenapa ada Olivia di sana?


Ketiknya lagi. Lalu segera mengirimkan ke nomor sang suami.


πŸ“¨ Abhi


πŸ“¨ Abhi 😑

__ADS_1


πŸ“¨ Abhi 🀯


πŸ“¨ Aku marah beneran sama kamu.


Beberapa detik kemudian Naura menerima balasan dari Abhi. Tapi yang lebih mengejutkan lagi, pria itu seolah sengaja membuat emosinya meledak, karena Abhi justru mengirimkan fotonya saat berdua bersama Olivia.


"Kalau begini, caranya. Mana bisa aku maafin kamu?!" ucap Naura, suaranya lirih takut Erik kembali mendengarnya, dan akan diberi ceramah panjang kali lebar lagi.


"Nana ngantuk. Nana naik ke kamar ya Pa, Ma," pamit Naura lalu berjalan meninggalkan ruang keluarga. Ia tidak lagi membalas pesan dari Abhi. Ia memilih mengunci kamar dan memejamkan matanya.


Β πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Di sisi lain, Abhi tengah ngobrol dengan rekan-rekannya, membahas tentang kabar dan kesibukannya masing-masing. Mereka memang jarang bertemu, sebagian dari rekannya sudah menjadi pengacara ternama. Namun, adapula yang masih melanjutkan pendidikan S3 nya. Seperti Olivia.


Gadis itu juga hadir di sana. Ia datang dengan salah satu teman Abhi, seorang pengacara juga. Ya, setelah putus dari mantan adik iparnya. Terdengar gosip jika wanita itu menjalin kasih dengan rekan Abhi. Dan Abhi enggan untuk mencari kabar tentang Olivia.


Ketika mereka berdua berpapasan, Oliva meminta foto bersama sebagai kenang-kenangan. Bukan hanya mereka berdua yang berfoto, tapi ada 5 orang yang ikut berpose. Lalu dengan sigap Olivia mengirimkan gambar itu ke group alumni.


Saat Abhi melihat rentetan pesan dari Naura, dengan jahil ... Abhi berniat mengerjainya. Pria itu sengaja mengedit dan memotong foto tersebut. Menyisakan dia dan Olivia yang memang berdiri bersisian. Ia tidak tahu, kalau pesan bergambar itu akan membawa dirinya masuk ke dalam masalah.


Saat beberapa menit tidak mendapat balasan dari Naura, Abhi justru cemas. Matanya berkali-kali menatap ke arah layar. Padahal dia sangat berharap, jika Naura akan mengirimkan balasan dengan kata-kata jealous yang menggemaskan. Tapi justru zonk.


Merasa tidak nyaman dengan suasana hatinya. Tepat pukul 10 malam Abhi pamit undur diri.


"Aduh, yang pengantin baru ... masih sore juga sudah izin pulang. Kenapa tidak Lo bawa saja tadi, Bhi!" celetuk salah satu rekannya.


"Lain waktu, takut kalian kepincut sama pesona bini gue!" balas Abhi. Ia segera berlalu setelah bertos-ria dengan semua temannya. Saat Abhi baru beberapa langkah meninggalkan keramaian, panggilan dari Olivia menghentikan langkahnya.


"Boleh aku nebeng kamu, Bhi. Sepertinya kita searah, kan?" bujuk Olivia saat ia sudah berdiri di depan Abhi.


...----------------...


...Jangan lupa untuk like, dan VOTE, GIFT....


...Terima kasih, 😍...

__ADS_1


__ADS_2