
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.ππ
Tarik nafas bila nggak kuatπ. maaf sengaja up malam biar nggak ganggu yang berpuasa, Yang suka jangan lupa kasih like dan votenya.π
Drrrrttttt....Drrrrttttt.
Getar suara ponsel Erik yang berdering membuat Erik mau tak mau harus bangun dari tidur nyenyaknya, dia segera mencari- cari keberadaan ponselnya menggunakan tangan kiri, karena tangan kanannya di pakai Ella sebagai bantal.
" Hmmm... " jawab Erik ketika sudah mengangkatnya.
" Erik ini sudah jam delapan, kenapa belum bangun juga, " terdengar suara mama Jihan yang memekakkan telinga, tanpa basa- basi Erik segera mematikannya karena merasa terganggu, dia masih ingin menikmati pelukkan hangat dari sang istri, tidak peduli jika sekarang jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi, ponselnya kembali berdering, Erik kembali mengangkatnya karena sedari tadi ponselnya masih dalam genggamannya.
" Hallo..." ucap mama Jihan.
" Kenapa ma, " jawab Erik.
" Kakakmu sudah pulang, mereka ingin bertemu denganmu, cepatlah kesini, " perintah mama Jihan.
" Iya nanti siang Erik ke sana, " ucap Erik sambil menciumi rambut Ella, setelah mengetahui Ella sudah bangun.
" Kalau bisa pagi ini Rik, Zoya sudah mencarimu katanya pengen ketemu tante cantik, " jelas mama Jihan.
" Iya tunggu Lala bangun ma, nanti Erik ke sana, " ucap Erik sambil menatap wajah Ella.
" Lembur sampai jam berapa sampai jam segini belum bangun? " goda mama Jihan.
" Sampai subuh ma, mama pokoknya terima jadi cucu saja, nggak usah protes, " jawab Erik yang menanggapi mamanya.
" Dasar anak nakal, pasti Lala nggak bisa jalan, sana siap- siap buruan kesini, " ucap mama Jihan.
" Oke ! " Erik segera meletakkan teleponnya setelah panggilan berakhir.
" Siapa yank,," tanya Ella yang memeluk Erik.
" Mama, minta kita ke sana karena kak Bima sudah pulang, tapi aku males bangun, kita tidur lagi saja, atau masih mau berusaha lagi, " ucap Erik.
" Usaha apa? " tanya Ella yang masih memikirkan ucapan Erik.
__ADS_1
" Buatin cucu cowok buat mama, bagaimana? " ucap Erik menatap serius wajah Ella, Ella lalu tersenyum mengingat kejadian semalam.
FLASHBACK ON
Erik dan Ella baru saja keluar kamar mandi setelah menggosok gigi malam bersama sebelum tidur, Erik segera mamatikan lampu dan menyalakan lampu tidur lalu merebahkan tubuhnya diranjang, sedangkan Ella turun ke lantai satu untuk mengambil air mineral, setelah kembali ke kamar, dia melihat erik yang sudah tidur.
" Alhamdulillah sudah tidur jadi ditunda dulu malam pertamanya, " ucap Ella menggoda Erik, Erik yang belum terlelap tidur kembali membuka matanya.
" Siapa bilang aku tidur," ucap Erik sambil membawa Ella ke dalam pelukannya.
" Hahahah... aku kirain sudah tidur, " ucap Ella sambil menatap wajah Erik dari dekat.
" Mas pertama kali sakit nggak sih? " lanjut Ella bertanya pada Erik.
" Mas juga nggak tau, karena Mas belum pernah merasakannya, bagaimana kalau kita belajar bersama, kita coba dulu," ucap Erik lalu mengecup semua bagian wajah Ella dengan lembut.
" Mas gurunya? " ucap Ella sambil tertawa, tanpa menjawab ucapan Ella, Erik segera mencium bibir Ella, ciuman penuh dengan perasaan, hingga Ella terhanyut dalam ciuman lembut tersebut, saling ******* dan bertukar saliva, namun tiba- tiba Erik melepaskan ciuman tersebut. memandang Ella dengan lekat.
" Kamu cantik sayang, " ucap Erik memuji Ella, Ella yang mendapat pujian itu langsung melepaskan baju atas Erik, tanpa di perintahkan oleh Si pemilik.
" Sepertinya istriku sudah tidak sabar, " ucap Erik yang terkekeh, membuat Ella malu dan cepat- cepat menutup dirinya dengan selimut sampai ujung kepalanya.
" Hahahah geli yank, stop heh, ! " ucap Ella sambil tertawa menahan geli karena kelakuan Erik, Erik yang mendengar itu malah semakin gencar dan memberikan tanda merah di sana.
" Nikmatilah sayang! " perintah Erik lirih di samping telinga Ella hingga membuat darah Ella memanas, Erik lalu melanjutkan aksinya memperdalam ciumannya dan menurunkan ciumannya di kedua benda kenyal milik Ella, Ella yang merasakan sentuhan lembut Erik semakin menikmatinya, terbuai akan gairah yang baru pertama ia rasakan. Erik segera melepaskan baju yang Ella pakai satu persatu hingga semuanya terlepas, Erik menahan nafasnya ketika melihat tubuh telanjang Ella, tubuh yang sudah dipenuhi tanda merah dimana-mana, menikmati kesempurnaan ciptaan Tuhan di depannya ini.
" Ternyata lebih indah dari yang aku bayangkan, " ucap Erik, Ella hanya tersenyum kearahnya, Erik segera menciumi setiap bagian tubuh Ella, hingga membuat Ella mengeluarkan desahannya.
" Ini milikkmu, sudah 28 tahun aku menjaganya, " ucap Ella. Erik yang mendengar itu semakin sulit menelan ludahnya, nafasnya semakin memburu karena aliran darah yang semakin memanas. Erik segera melanjutkan aksinya mengukung tubuh Ella dengan tubuhnya, kembali menciumi semua tubuh Ella tanda melewatkan satu bagian tubuhnya. Ella yang melihat itu mengalungkan kakinya dipinggang Erik.
" Emmmhhh, emmmmhhhh, yanghhh " desahan Ella memenuhi kamar pengantin baru yang sudah dihias itu.
" Sahyannghhh, ssshhhh...aahhhh, " Erik tersenyum mendengar suara terindah Ella, Erik segera membuka pakaiannya sendiri, terlihat miliknya sudah siap memasuki Ella, Erik menempelkan miliknya di milik Ella.
" Mashh,, pelan-pelan ya, " peringat Ella sambil mengalungkan tangannya ke leher Erik.
" Iya pasti sayang, pukul bahu Mas kalau kamu merasa sakit, Mas akan menghentikannya, " ucap Erik, Erik mulai mendorong pinggulnya agar miliknya bisa masuk.
__ADS_1
" Aw...aw...Mashh sakith.." ucap Ella ketika Erik mulai mendorongnya.
" Tahan sayank, sebentar lagi masuk, " ucap Erik.
" Tapi ini sakit mas, Lala nggak kuat perihnya, " ucap Ella yang memang merasakan sakit. Erik yang mendengar itu mengangkat miliknya yang baru akan masuk itu. Erik mulai mengambil nafas panjang karena merasa frustasi.
" Kita coba sekali lagi, kamu tahan ya, " desah Erik lembut Ella menjawab dengan anggukan kepala, Erik lalu kembali mencobanya.
" Kenapa sulit sekali masuk sih yank, jangan- jangan punyamu nggak ada lubangnya, " ucap Erik.
" Enak aja! ayo coba lagi, namanya juga buka segel dimana- mana juga sulit, " maki Ella yang tidak terima mendengar omongan Erik.
Erik lalu mencoba kembali penyatuannya dengan milik Ella, Ella menjadi semakin keras berteriak saat erik mulai kuat mendorongnya.
" Yank...yank...udah... stop dulu, aku ambil nafas dulu, nanti dicoba lagi, " ucap Ella sambil terengah-engah, Erik yang mendengar itu kembali segera mencabut miliknya yang belum berhasil menembus selaput dara Ella. Sampai terdengar suara ketukan pintu erik segera memakai baju dan berjalan untuk membukanya.
" Kenapa? " tanya Erik saat mengetahui siapa yang di depan kamar istrinya.
" Kalian ini malam-malam bikin keributan, ingat kamar ini nggak kedap suara, Gheo baru saja tidur, jadi kalau mau maen jangan pakai teriak-teriak bisa kan! " maki Damar yang merasa terganggu oleh tetangga kamarnya.
" Nggak pengertian banget, tau gitu tadi aku bawa saja Ella ke hotel," ucap Erik.
" Pokoknya ingat pesan gue, jangan berisik mana Sashi nggak bisa di pakai lagi, " desah Damar lalu berlalu meninggalkan Erik. Erik kembali keranjang melihat Ella menutup tubuh telanjangnya dengan selimut.
" Kenapa? " tanya Ella yang melihat Erik dengan wajah ditekuk.
" Besuk saja kita lanjutin, suara kita mengganggu tetangga kamar, " ucap Erik lalu masuk kedalam selimut yang Ella pakai, dan membawa Ella kedalam pelukannya.
" Pelukkan saja malam ini, besuk kita lanjutkan misi kita, " ucap Erik sambil mengeratkan pelukkannya.
FLASHBACK OFF
" Boleh ayo kita coba lagi, " ucap Ella yang membuat Erik tersenyum lebar, segera Erik memulai membuka bajunya, namun ketika akan memasuki Ella terdengar suara ketukan pintu.
" La bangun sayang, ayo sarapan dan ajak suamimu, " teriak tante Sinta dari luar kamar.
" Bentar tant, Ella mau mandi dulu, " jawab Ella lalu menatap Erik yang sudah kecewa.
__ADS_1
" Mandi bareng saja yuk, " bisik Ella di telinga Erik. Erik tersenyum dan segera mengangkat tubuh Ella kekamar mandi, lalu keduanya mandi bersama dibawah guyuran air shower saling memandikan, saling berciuman memberikan tanda disetiap leher dan dada pasangannya, hanya itu yang terjadi tidak ada **** pagi ini, hanya menyampaikan rasa cinta yang mereka rasakan.
Terimakasih sudah membaca jangan lupa kasih vote, like dan comentnyaπππ