Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Bertemu Mantan


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.πŸ™πŸ‘


Ella Pov


H-6 sebelum pernikahan.


Semalam aku sudah memberitahu Mas Erik, bahwa aku ingin bertemu dengannya sore ini, dia langsung membalas " baik " kita akan bertemu direstoran jepang langganan kita dulu. Aku baru tau kalau Mas Erik selama ini masih menggunakan nomer ponselnya yang dulu, aku pikir dia sudah mengganti nomernya. Karena selama berada di Sydney aku tak menghubunginya sama sekali. Aku menyuruhnya mengajak istri dan juga anaknya, aku ingin berdamai dengan mereka, setidaknya dia bisa menjadi kakak buatku, mengingat kami dulu berhubungan dengan baik. Sore ini aku akan berdamai dengan Riza, aku juga mengajak Zie, tapi aku mau dia memberi waktu buatku untuk berbicara dengan Mas Erik dan Riza, jadi aku meminta ijin padanya untuk berangkat duluan. Jadi kita akan ketemuan disana.


Aku segera turun dari taksi saat tiba di depan restoran Jepang tempat kita bertemu, aku berjalan masuk ke dalam resto itu, kulihat Mas Erik sedang menungguku dikursi terakhir kita bertemu tiga tahun yang lalu, ntah karena apa dia memilih duduk disana. Dia tetap terlihat menawan dengan kemeja merah dengan lengan yang digulung ke atas, sayang rambutnya sedikit panjang, dia tampak lebih dewasa saat ini, pantaslah sekarang dia sudah 36tahun heheh. Kubuyarkan lamunanku saat aku teringat Zie calon suamiku, aku berjalan kearahnya yang belum menyadari kedatanganku.


" Assalamu'alaikum Mas, boleh aku duduk Mas? " ucapku padanya, dia sedikit kaget karena kedatanganku yang mengejutkan.


" Lala... wa'alaikumsalam, " jawabnya sambil menatapku.


" Hay...gimana kabarnya Mas? " tanyaku padanya yang masih terbengong menatapku.


" Emmm...baik, kamu? "


" Aku alhamdulillah baik, mana istri dan anakmu Mas? " tanyaku padanya.


" Bisa kita pasan minuman dulu la, " ucapnya dan kujawab dengan anggukan.


Aku pun memesan minuman jus apel kesukaanku, setelah itu kami pun terdiam, binggung apa yang ingin dibicarakan, aku melihat tatapan mata Mas Erik masih seperti dulu saat dia masih bersamaku. Aku nggak tau apa arti dari tatapan itu.


" La,, " ucapnya memanggilku dan aku menatap wajahnya yang akan berbicara.


" La, maafkan Mas, bisakah kita kembali sepertu dulu? " ucapnya yang mengagetkanku.

__ADS_1


" Nggak bisa Mas, kita sudah punya kehidupan masing- masing, " tolakku langsung padanya.


" La, Mas mau jelasin, kalau saat itu Mas nggak jadi menikahi Riza, setelah akad ke tiga Mas yang berhasil Mas ucapkan dia malah berkata bahwa pernikahan kami tidak sah, " jelasnya, aku pun terdiam mendengarkannya, pikiranku pun sudah berlarian kemana- mana.


" Dia berkata jujur kalau yang menghamili dia adalah pacarnya, namun pacarnya tidak mau bertanggung jawab, dan Riza menjebak Mas saat itu dengan memberi Mas obat tidur kedalam kopi Mas, dan kejadian di rumah sakit itu Mas juga tidak tau, setelah meminum minuman darinya Mas jadi bernafsu dengannya hingga akhirnya kamu datang menyadarkan kesalahan Mas, mas jujur nggak pernah nglakuin itu pada siapapun La, "ucapnya panjang lebar menjelaskan kepadaku, aku heran kenapa dia tidak menjelaskan langsung saat itu.


" Kenapa Mas tidak menjelaskan ke Lala waktu itu? apa Mas senang melihat Lala merasakan sakit hati. dan sekarang setelah sembuh Mas meminta Lala untuk kembali. " ucapku.


" La, ketika Mas tau kejadian sebenarnya Mas langsung kerumah ayah mencarimu, tapi Damar bilang kamu sudah pergi, dan dia melarang Mas untuk menyusulmu karena ingin kamu fokus dulu kekuliahmu, dia menyuruh Mas menunggumu disini La, tanpa memberi nomer ponsel kamu yang baru. Mas menunggumu kembali La, " ucapnya terhenti karena sudah mulai menangis.


" Mas selalu menunggumu kembali La, Mas selalu datang ketempat-tempat kenangan kita, mungkin orang yang tidak kenal Mas menganggap Mas gila, karena Mas selalu pergi menonton film sendiri dengan kursi kosong disebelah Mas, pergi ke taman kenangan sendiri, Mas berharap Lala masih setia dan akan kembali kepelukan Mas." ucapnya aku pun ikut mengeluarkan air mataku.


" Kenapa ini, kenapa kak Damar melakukan itu, aku salah, aku menyakitimu dengan meninggalkanmu tanpa harus mendengarkan penjelasanmu waktu itu, " batinku dalam hati.


" Tapi Mas sangat sedih La, saat mendengar bahwa kamu akan menikah dengan laki-laki yang kamu cintai, Mas sangat marah pada Damar karena tidak mengizinkan Mas menyusulmu dan memberitahumu La, "


Aku pun menghela nafas panjang saat mendengar permintaannya itu.


" Maaf Mas, semua sudah terlambat Lala akan menikah enam hari lagi dan sebenarnya tujuan Lala kesini hanya ingin berdamai dengan masa lalu Lala dan r


Riza, aku berharap kita akan selalu menjadi kakak dan adik yang saling mengingatkan dan ini, " ucapku sambil mengambil undangan bewarna merah hari didalam tasku,


" Aku berharap Mas bisa datang dihari bahagiaku, " ucapku. Aku pun segera menghapus air mataku saat melihat Zie berjalan ke arah mejaku, aku pun melambaikan tanganku, ku lihat Mas Erik masih menatapku dengan mata sendunya. Setelah Zie didepanku, segera ku kenalkan dia dengan Mas Erik.


" Mas kenalin ini Kenzie calon suami Lala, Mas pasti sudah mengenalnya karena dia dulu praktek koas di rumah sakit Mas, " ucapku mengenalkan Zie pada Mas Erik. Zie pun mengulurkan tangannya didepan Mas Erik.


" Erik, " ucapnya singkat menerima tangan Eie.

__ADS_1


" O ya Mas, maaf kita harus pamit karena Kenzie nggak bisa makan seafood, " ucapku pada Mas Erik, dia pun tak menjawab ucapanku. Kulihat dia masih terdiam di tempat duduknya, aku pun segera meninggalkan tempat itu bersama Kenzie.


" Apa kamu nggak papa? kenapa matamu sembab? apa dia menyakitimu? " tanya Zie saat kami berjalan keluar.


" Nggak, dia tidak menyakitiku, " jawabku. lalu Zie menggenggam tanganku erat.


" Ayo aku akan mengajakmu kesuatu tempat, " ucapnya.


" Kemana? "


" Kerumah masa depan, " aku pun hanya tersenyum tipis padanya, karena belum paham maksudnya pikiranku masih kacau dengan ucapan Mas Erik tadi.


Kami pun berlalu meninggalkan resto itu, restoran Jepang penuh dengan kenangan. kenangan dengan Mas Erik saat masih menjadi tunangannya, kenangan sedih saat mendengar Mas Erik akan menikah walaupun tidak jadi tapi dulu aku begitu terpukul saat mengetahuinya. Dan kenangan saat aku menyerahkan undangan pernikahanku padanya.


" Nglamunin mantan ya? "


" Iya, dia jujur kalau dulu dia hanya dijebak orang. " ucapku menceritakan semuanya kepada Zie apa yang sebenarnya terjadi padaku dan Mas Erik.


Dia hanya tersenyum menanggapi ceritaku dengan masih fokus kearah jalan.


Aku masih bingung kenapa kak Damar tidak memberitahuku tentang kebenaranya kepadaku. Di perjalanan aku membayangkan kehidupan Mas Erik yang juga pasti sulit waktu aku pergi meninggalkannya.


Terimakasih sudah membaca jangan lupa like, vote, dan comentπŸ‘πŸ™


pilih mana


DOKTER BEDANG ATAU DOKTER KANDUNGAN.

__ADS_1


__ADS_2