Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Baby Shop


__ADS_3

Lanjut ya... baru semangat ngetik nih... jangan lupa untuk like dan komentar positif.👍🙏


.


.


.


Setelah menuruti Ella makan bakso, Erik membawa istrinya itu ke sebuah baby shop ternama di Jakarta, mengingat pinggangnya sudah tidak sakit lagi dan juga kehamilan Ella yang sudah hampir 8 bulan.


Ella tersenyum senang saat Erik menghentikan mobilnya, dia sudah sejak kemarin meminta Erik untuk menemaninya belanja perlengkapan bayi, tapi Erik terus menundanya hingga saat ini dia baru bisa menemaninya.


Bukan hanya Ella yang antusias memilih ternyata Erik lebih parah lagi, setiap melihat baju anak cowok yang terlihat lucu dia segera memasukkannya ke dalam troli, berbeda dengan Ella yang masih berpikir panjang, dia hanya membutuhkan pakaian bayi, setidaknya hingga bayinya berusia 2 bulan, setelah itu kan dia bisa keluar lagi untuk mencari koleksi baju bayi model terbaru.


“Kita cari warna biru dan hitam semua Yang, kan anak kita cowok?” ucap Erik saat melihat baju bayi yang terpampang di depannya.


“Nggak aku maunya warna putih semua saja, kita cari warna netral biar adeknya nanti juga bisa ikut makai,” ucap Ella yang lebih berpikir panjang.


“Idihh..., adeknya ya beliin yang baru dong, masak mau dikasih bekas kakaknya! Emang Mas semiskin itu! Banyak rezeki kok pelit sama anak,” ucap Erik yang berubah menjadi cerewet.


“Terserah, aku maunya warna putih,” ucap Ella sambil mengambil baju bayi yang hampir semuanya bewarna putih. Sedangkan Erik mengambil baju bayi yang dominan bewarna biru.


“Yang itu lucu deh..., kalau aku couplean sama anak kita,” ucap Erik sambil menunjuk ke arah costum bayi berkarakter Iron Man.


“Iya lucu bayinya, kalau kamu ya...,” ucap Ella yang tidak melanjutkan ucapannya lagi karena melihat tatapan Erik yang sudah mulai mengancamnya.


Dengan percaya diri yang over, Erik memakai topeng Iron Man lalu menunjukkan ke depan wajah Ella.

__ADS_1


“Masih lucu kan Yang!” tunjuknya sambil menghadapkan ke wajah Ella.


“Untung sepi, kalau nggak kutinggal kamu! nggak mau deh punya suami sedikit crazy,” ucap Ella sambil terkekeh.


“Kamu iri kan nggak bisa couplean sama jagoan kita, bentar deh habis ini Mas buatin baby cewek,” ucap Erik yang langsung mendapat cubitan dari Ella.


“Kok makin ganas sih,” lanjut Erik sambil mengusap pinggangnya saat Ella melepas cubitannya.


Mereka melanjutkan jalannya, menghampiri koleksi sepatu bayi, Ella tersenyum saat melihat sepatu cewek yang mulai mengikuti model orang dewasa itu.


“Lucu Yang!” teriak Ella sambil menunjukkan sepatu highells bayi bewarna pink.


“Ambillah buat di simpan untuk anak ke dua nanti,” ucapnya sambil masih melihat koleksi sepatu bayi laki-laki. Ella pun bingung sambil menatap sepatu bayi itu, karena merasa suka akhirnya Ella mengambil sepatu bayi itu dan menaruhnya di troli. Erik yang melihat Ella memasukkan sepatu bayi cewek hanya bisa tersenyum, karena menurutnya seperti doa agar secepatnya menghamili Ella kembali setelah anaknya lahir.


Setelah mendapatkan beberapa koleksi sepatu bayi, mereka melanjutkan jalannya menuju bagian selimut, Ella mempercayakan pilihan selimut dan kain bedongnya pada Erik. Dia ingin melihat koleksi baju cewek, dan ternyata dia mengambilnya lebih dari satu, karena takut jika nanti saat dia hamil anak perempuan koleksi baju itu sudah tidak di produksi lagi.


“Nggak papa cuma takut tidak akan di produksi lagi saja, lucu kan?” jawabnya sambil menunjukkan baju bayi cewek bewarna grey.


“Yang couple denganmu nggak ada ya?” tanya Erik.


“Nggak ada, aku nggak perlu beli yang kembar, ayo lanjutkan, aku sudah nggak sabar ingin menghabiskan uangmu,” ucap Ella sambil berjalan pelan.


“Kalau begini saja, nggak ngeluh capek, coba ntar kalau di ranjang baru 5 menit, aku capek Mas, gantian ya,” bisik Erik menggoda istrinya. Ella hanya diam tidak menanggapi ucapan Erik yang mesum itu. Hingga langkah mereka terhenti di koleksi stroller, berbagai merk tersedia di sana dan lagi-lagi Ella mempercayakan kepada Erik karena dia tidak mengetahui merk stroller yang bagus.


“Box bayinya sekalian nggak Yang?” tanya Erik saat melihat koleksi box bayi yang beraneka bentuk.


“Nggak usah kita panggil desain interior saja nanti ke rumah,” jawab Ella sambil melanjutkan jalannya. Dia berhenti di koleksi underwear yang memang dia butuhkan karena dia membutuhkan celana hamil mengingat perutnya yang semakin membesar, dengan tidak tau malunya Erik ikut memilihkan underwear istrinya, sambil menunjuk warna yang paling dia suka, Erik sangat menyukai jika Ella mengenakan warna hitam, jadi memasukkan underwear yang berwarna hitam semua tanpa memperhatikan bahan kain yang produk itu gunakan, alhasil Ella kembali mengembalikan barang yang tadi Erik pilihkan sambil menggerutu tidak jelas.

__ADS_1


“Ini kok begini Yang, apa enaknya coba?” tanya Erik yang pura-pura tidak tau sambil menunjukkan celana G-string ke arah Ella. Ella tidak ingin menanggapi ocehan suaminya yang mulai nakal itu. Ella hanya melirik sambil menahan senyumnya.


“Nakal banget sih!” ucap Ella sambil melewati suaminya yang sudah satu meter di depannya. Ella lalu memilih bra menyusui karena pasti akan dia butuhkan saat anaknya lahir. Belum selesai memilih lagi-lagi Erik sudah memilihkan bra menyusui untuknya, membuat Ella mengomel karena Erik tidak memikirkan kenyaman, dia hanya memikirkan keseksian istrinya saat memakai bra yang dia pilihkan.


Tanpa berpamitan dengan Ella yang tengah memilih, dia mendorong troli dan berhenti di koleksi lingrie yang juga tersedia di sana, tanpa sepengetahuan Ella dia segera memilih dan menyembunyikannya di bagian paling bawah, agar istrinya itu tidak lagi mengembalikkan benda keinginanya itu. Setelah selesai memilih Ella segera menghampiri Erik dan meletakkan bra pilihannya ke dalam troli.


“Kenapa kok senyum-senyum sendiri?” tanya Ella saat berdiri di depan Erik.


“Kamu makin cantik.” Ella hanya tersenyum saat mendapat pujian dari suaminya, tanpa rasa curiga apa yang tengah Erik perbuat.


Mereka berjalan menuju aneka parfum dan minyak bayi, Ella dan Erik sepakat tidak akan memberi anaknya bedak tabur, dia hanya membeli bedak cair yang sedikit lebih aman dari bedak tabur.


Ella yang merasa lelah terpaksa harus duduk sejenak, menyerahkan pilihannya pada Erik untuk memilih produk bayi, Erik merasa kebingunggan lantaran semua produk menurutnya bagus, hingga dia di datangi oleh sales produk bayi yang menjelaskan tentang produk bayi terbaik.


Mata Ella terus melirik ke arah sales wanita itu, matanya menatap belahan dada wanita yang terlihat sudah dibuka 2 kancing, branya pun tercetak jelas jika wanita itu memakai warna merah. Jangan dilihat rok bawahnya yang sudah tercetak jelas pantatnya yang semok. Ella membuang nafasnya dengan kasar lalu menghampiri Erik di tengah rasa lelahnya. Erik hanya tersenyum karena tau jika istrinya itu cemburu dan tidak ingin melihat dirinya tergoda.


“Seneng ya lihat yang begituan!” ucap Ella yang sudah sedikit menjauh dari wanita itu.


“Lebih suka punyamu, dia bekas di jamah banyak pria, kalau punyamu hanya untuk Mas,” ucap Erik sambil tersenyum memeluk istrinya.


“Sudah yuk..., sepertinya sudah lengkap,” ajak Ella pada suaminya, mereka berdua berjalan menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


Erik menyuruh Ella untuk duduk, karena merasa kasihan jika harus berdiri terlalu lama, tidak lupa dia menyerahkan air mineral untuk istrinya.


Setelah selesai melakukan pembayaran Erik segera membawa mobilnya menuju rumah pribadinya, bukan lagi ke apartemen, karena dia akan meletakkan barang-barang itu di sana.


Terimakasih yang sudah mendukung kisah Erik dan Ella. Jangan lupa untuk like ya!! votenya besok hari senin saja.👍🙏😁

__ADS_1


__ADS_2