
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
POV AUTHOR
Malam semakin larut namun kedua gadis itu tak henti- hentinya bercerita tentang kisah percintaannya Ella pun sadar karena ternyata dia lebih beruntung dibanding dengan Nindi yang ditinggal mati oleh pacarnya karena kecelakaan. Setidaknya dia bisa melihat Erik di dunia ini.
" Sudahlah, ayo tidur, sudah jam 12 malam, " ucap Ella sambil menarik selimut tebalnya.
" Baiklah, selamat tidur dan mimpikan aku dalam tidurmu, " ucap Nindi.
" Kamu ini, seperti pamit tidur sama pacar saja, " ledek Ella
" Mamu benar pacar ku dulu selalu seperti itu sebelum kita menutup telepon, " Ella pun hanya tersenyum mendengar penuturan Nindi, lalu mulai memejamkan matanya.
Pagi harinya Ella terbangun karena bunyi alarm di handphonenya, dia segera bangun dan beranjak kekamar mandi. kakinya sudah membaik walaupun jalannya masih tertatih,
" Hey gadis, ayo bangun kamu mau kuliah nggak? " teriak Ella yang sedang membangunkan Nindi setelah keluar dari kamar mandi.
" Ella kenapa kau menggangguku, kau seperti mamiku saja, " ucap Nindi.
" Benarkah?. kalau begitu kau bisa menganggapku mamimu mulai sekarang, " ucap Ella.
" Ayo bangun, " lanjutnya sambil menggoyang- goyangkan punggung Nindi.
" Aku duluan ya, aku tunggu dibawah, " ucap Ella yang akan keluar kamar.
" Apa kau sudah bisa berjalan, " tanya Nindi yang langsung terbangun saat mendengar ucapan Ella.
" Lihatlah, meski tertatih tapi aku bisa kau ajak berlari, " ucap Ella sambil terkekeh.
" Baiklah, aku mandi dulu, " ucap Nindi.
Ella pun segera turun kebawah menuju meja makan dilihatnya bu Lusi senang menyiapkan sarapan di meja makan.
" Hari ini sarapan apa bu? " tanya Ella yang sudah berdiri di dekat bu Lusi.
" Ibu bikinin lontong sayur non, " ucap bu Lusi.
" Wah enak sepertinya, jadi keingat mama Jihan, " ucap Ella. tak lama Ella pun segera mengambil ponselnya didalam tas karena terdengar panggilan telepon.
" Hallo " ucap laki- laki diujung telepon
" Hallo, siapa? " tanya Ella
" Bagaimana kau tak bisa mengenali suaraku, " ucapnya pada Ella.
" K**enzie " jawab Ella
" Yup, 100 untukmu, " Ella hanya tersenyum.
" Ada apa? " tanya Ella yang heran pagi- pagi Kenzie sudah telepone.
" Hanya ingin memastikan saja, bagaimana kondisi kakimu? " ucap Kenzie
" Sudah lebih baik dari kemaren, tidak usah khawatir " ucap Ella.
__ADS_1
" Oke, baiklah sampai bertemu di kampus, " ucap Kenzie, lalu menutup teleponenya.
Ella kekampus diantar oleh pak Iwan, karena kondisi kakinya yang belum sepenuhnya pulih, bu Lusi sebenarnya sudah mengingatkan agar tidak masuk kuliah dulu namun Ella masih tetap ingin masuk, mengingat ini adalah tahun ajaran baru dan dia baru masuk dua hari ini.
Setelah sampai di depan pintu gerbang depan kampus terlihat Kenzie yang sudah membukakan pintu mobil Ella.
" Sini biar kugendong lagi, " ucap Kenzie yang sudah akan menggendong Ella.
" Tidak usah, ini sudah lebih baik kok kan ada Nindi yang siap menuntunku, " tolak Ella yang tidak mau membuat satu kampus heboh bila di gendong Kenzie .
" Okey, apa kalian sudah sarapan, bagaimana kalau kita sarapan dulu di kantin, " tawar Kenzie yang sebenarnya masih ingin berlama-lama dengan Ella.
" Kita sudah sarapan Ken, sarapan lontong sayur dirumah ella, " ucap Nindi heboh.
" Wah, enak donk aku jadi kangen lontong sayur buatan bundaku, " ucap Kenzie
" Kalau kamu mau, datanglah kerumahku saat pulang kuliah nanti, " ucap Ella tersenyum menatap Kenzie. " kita kekelas dulu ya, " pamit Ella yang sudah sampai didepan pintu kelasnya.
" Okey, baiklah, " jawab Kenzie. dia pun tersenyum melihat kepergian Ella,
" Semoga lebih mudah setelah ini, " ucap Kenzie dalam hati.
Setelah pulang dari kampus Kenzie pun melajukan mobilnya menuju rumah Ella, sebenarnya bukan lontong sayurnya yang dia inginkan, tapi dia hanya ingin lebih dekat lagi dengan Ella.
tok...tok...tok..
ketuk Kenzie setelah dia sampai didepan rumah Ella, pintu pun terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya bernama bu Lusi.
" Eh,, ada Mas ganteng, ayo silakan duduk, "
" Apa Rere nya ada bu? " tanya Kenzie, bu Lusi pun hanya mengernyit tak paham.
" Ada, non Ella nya baru ngasih makan peliharaannya, tunggu ya Mas ganteng biar ibu panggilkan dulu, " ucap bu Lusi.
Tak lama Ella pun masuk dengan membawa kucing anggora bewarna abu- abu.
" Aku baru tau kalau kamu suka kucing? " ucap Kenzie.
" Hehehe iya, belum lama kok ngadopsinya, buat teman main aja kalau pas lagi suntuk, " ucap Ella.
" Bu Lusi siapkan makan siang ya, " ucap Ella pada bu Lusi yang hendak pergi dari ruang tamu.
" Baik non, " ucapnya
" Kalau lontong sayurnya masih tolong siapin ya bu, " ucap Ella.
" Maaf non, lontong sayurnya sudah dihabiskan sama pak Iwan tadi pagi hehehe, " ucap bu Lusi sambil tertawa malu,
" Ya sudah, seadanya aja bu, " ucap Ella, lalu tersenyum kearah Kenzie.
" Maaf kapan- kapan biar aku bikinin yang special buat kamu, " ucap Ella.
" Ayo makan sudah telat jam makan siang ini, " ajak Ella. lalu mengajak kenzie menuju meja makan.
" Bentar ya, aku bersih- bersih sebentar, " Kenzie pun hanya mengangguk.
__ADS_1
Tak lama Ella pun turun dengan menggunakan kaos kebesaran dan celana pendeknya,
" Meski kebesaran namun tetap sexy, " batin Kenzie.
" Kamu kalau kangen masakkan Indonesia kesini saja Zie, bu Lusi selalu masak- masakan nusantara kok, kecuali kalau aku lagi pengen masakkan luar baru dia bikinin, " tawar Ella pada Kenzie.
" Kamu bisa masak Re, " tanya Kenzie.
" Bisa!. masak air, " canda Ella sambil tersenyum, Ella pun segera mengambilkan makanan ke piring enzie.
" Terima kasih, " ucap kenzie menerima piring yang diberikan Ella, Ella pun hanya membalas dengan anggukan.
" Kamu asli mana Zie, ?
" Banjarmasin, "
" Ow...keturunan banjar berarti ya? " tanya
Ella penasaran.
" Banjar, Betawi hehehe, ayahku asli Betawi, " jelas Kenzie.
" Ayah mu punya bisnis di Banjar? kok bisa sampai sana, " tanya Ella.
" Nggak, ayah bundaku bukan pebisnis kok, ayah ku hanya mengelola kebun sawit dan bunda ku mengurus anak- anak panti, " jelas Kenzie yang sedikit tidak percaya diri.
" Pasti seru dong ya, di sana pasti banyak anak- anak, " ucap Ella.
" Iya, ntar kalau pulang ke Indonesia mainlah kesana anak- anak pasti suka kedatangan dokter cantik, " ucap Kenzie.
" Kamu kenapa milih jadi dokter anak Re? " lanjutnya.
" Emmm....sebenarnya dulu pengennya jadi spesialis kandungan, tapi karena ada sesuatu jadi aku rasa jadi dokter anak tidak buruk juga, " jelas Ella, Kenzie pun mengangguk mengerti.
Mereka pun makan siang bersama sambil bertukar cerita satu sama lain, Ella pun mulai mengenal Kenzie lebih dalam, begitu juga dengan Kenzie, setelah selesai makan Kenzie meminta izin Ella untuk pulang karena ia sebentar lagi akan bekerja.
" Aku pulang ya Re, terimakasih makan siangnya, " ucap Kenzie yang sudah berjalan keluar rumah Ella.
" Iya, sama- sama aku senang kalau makan siang ada temannya. Disini setiap hari selalu makan sendiri, " ucap Ella. Kenzie pun hanya tersenyum menanggapinya.
*****
Waktu terus berjalan sudah sebulan semenjak Ella dan Kenzie makan siang bersama dirumah Ella, kini Ella mulai perhatian sama Kenzie, seperti hari ini ketika dia tidak melihat Kenzie dia langsung bertanya pada Nindi.
" Sopir loe mana, " tanya Ella
" Enak aja sopir? " ucap Nindi, Ella pun tertawa mendengar respon Nindi.
" Dia sakit, jadi nggak masuk kuliah. " jelas Nindi.
" Sakit apa? kenapa dia nggak ngasih kabar ke gue. " tanya Ella.
" Cie- cie mulai ada rasa ya? emang dia siapa loe harus ngasih kabar ke loe? " cibir Nindi.
" Benar juga katamu, " sahut Ella.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke kelas dan segera mengikuti materi tentang kesehatan anak, dalam hati Ella sudah memikirkan bahwa nanti dia pulang kuliah dia akan ke apartemen Kenzie, dia pun sudah berpesan pada bu Lusi untuk membuatkan bubur untuk Kenzie yang sedang sakit.
Terimakasih atas dukungannya jangan lupa klik like, vote, dan coment. ikuti alurnya terus ya..🙏👍