Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Kehilangan


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa like dulu yukπŸ™


Ella perlahan membuka mata, menatap lampu yang tepat menyorot di atas tubuh yang terbaring di ranjang itu, dia mencoba untuk duduk, tapi rasa nyeri di perut menghempaskan niatnya untuk melakukan itu. Perlahan dia mengingat kejadian terakhir yang dia lalui, reflek tangannya meraba perut yang masih rata itu, Ella lalu menangis tanpa suara saat menyadari bahwa dia sudah tidak ada lagi di perutnya.


β€œ Anakku... ” ucap Ella lirih sambil mengeluarkan air matanya.


β€œ Lala, sudah bangun Sayang, ” ucap mama Jihan yang menyadari menantunya menangis. Dia mendekat ke arah Ella, mencoba menenangkan Ella yang menangis sesenggukan.


β€œ Ma. Apa aku kehilangan anakku? ” tanya Ella memastikan, dia mencoba duduk dari tidurnya, tapi mama Jihan Masih enggan menjawab pertanyaan Ella, dia menunggu menantunya itu untuk tenang.


β€œ Tenanglah dulu Sayang, Mama akan menceritakan semuanya, ” ucap mama Jihan berusaha menenangkan menantunya.


β€œ Di mana Mas Erik Ma? ” tanya Ella yang tidak melihat suaminya, mama Jihan juga bingung mau menjawab apa karena sedari tadi Ella di pindahkan ke ruang rawat, dia juga tak melihat Erik Masuk ke kamar.


β€œ Maaf Sayang, Erik tidak bisa menyelamatkan janinmu, ” Ella yang mendengar itu langsung menangis, meluapkan rasa sedihnya kehilangan, selama 3 bulan dia menjaga dan merasakan mual tapi akhirnya anaknya meninggalkannya, dia menangis di pelukkan mama Jihan.


β€œ Lalu Mas Erik di mana Ma? Apa dia menyalahkan Lala, ” tanya Ella lagi, bertanya keberadaan suaminya yang tak kunjung dia temui.


β€œ Erik baru keluar sebentar Sayang, mungkin dia membutuhkan sesuatu untuk kamu, ” jelas mama Jihan yang berbohong karena dia juga tidak tau keberadaan anak lelakinya itu.


Terdengar suara pintu didorong dari arah luar, terlihat ayah Danu dan Damar masuk dengan


wajah panik.


β€œ La. Apa yang terjadi? ” tanya langsung Damar yang sudah berdiri di samping Ella. Tetapi Ella tidak menjawab pertanyaan Damar, dia hanya menatap lelaki paruh baya itu dengan tatapan sendu, mama Jihan yang berada di samping Ella minta izin untuk pulang ke rumah karena harus mengurus papa Yusuf.


Setelah kepergian mama Jihan, Ella langsung memeluk ayahnya menangis sekencang-kencangnya meluapkan rasa sedih yang dia rasakan, air matanya terus mengalir membasahi baju yang ayah Danu kenakan, sedangkan Damar hanya bisa menebak apa yang sedang Ella alami.


β€œ Menangislah sekarang! Tapi besuk kamu harus sudah kembali tersenyum, Ayah nggak mau melihat tangisanmu besuk, ” ucap ayah Danu.


β€œ Allah lebih menyayanginya Nak, biarkan dia tenang, biar dia yang akan mendoakanmu dari sana, ” ucap ayah Danu sambil mengusap punggung Ella.


β€œ Jangan bersedih lagi Sayang, bunda dan ayah dulu juga kehilangan anak pertama kami tapi 2 bulan kemudian bunda bisa langsung hamil kakakmu, ” ucap ayah Danu menghibur Ella.


Ella yang sudah sedikit tenang, melepaskan pelukkannya.


β€œ Erik mana La? ” tanya Damar yang sedari tadi tidak melihat batang hidung sahabatnya itu.


β€œ Mas Erik pergi Kak, Lala juga nggak tau saat Lala sadar, Mas Erik sudah tidak ada, ” ucap Ella menjelaskan dia juga merasa aneh, kenapa suaminya itu tidak menemaninya di rumah sakit, padahal dia tahu jika sekarang ini Ella tengah membutuhkan dukungan dari suaminya, Ella hanya bisa terdiam memikirkan hal itu.


β€œ Apa dia menyalahkamu La? ” tanya Damar yang membuat dada Ella berdebar lebih cepat, Ella terdiam memikirkan ucapan Damar.


Benarkah dia menyalahkanku, karena aku sudah menghilangkan anaknya. Batin Ella.


Tapi ini memang salahnya, coba tadi dia tidak berlari meninggalkan kedai ice cream itu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, air mata Ella kembali menetes deras, dia merasa bersalah pada suaminya, dia sudah gagal menjaga calon anaknya, menjaga buah hati yang belum sempat lahir itu.


β€œ Lala belum bertemu dengan Mas Erik Kak, ” jawab Ella sambil mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya.


β€œ Sudahlah jangan terlalu banyak berfikir, kamu istirahatlah biar bisa cepat pulih, Ayah akan selalu berada di sini, menemanimu malam ini, ” ucap ayah Danu.

__ADS_1


β€œ Kalau begitu Damar pulang ya Yah, kasian Sashi di rumah sendiri, ” pamit Damar.


β€œ Iya, hati-hati pulangnya ini sudah malam, ” pesan ayah Danu.


Ella melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam, ayah Danu juga sudah tidur di sofa besar kamar itu. Sedangkan Ella Masih belum bisa memejamkan matanya, dia Masih menunggu suaminya datang untuk menghiburnya, Ella membolak-balikkan tubuhnya mencari posisi ternyaman supaya dia bisa cepat tertidur nyenyak.


****


Di sisi lain, Erik justru tengah terlelap di kamar apartemen, dia langsung pulang setelah selesai mengeluarkan darah dagingnya sendiri dari rahim istrinya, dia merasa sedih dan kehilangan, bayi yang belum sepenuhnya tumbuh itu harus hilang begitu saja, Erik juga merasa marah dengan istrinya, Erik saat itu hanya memikirkan perasaannya, tanpa mempedulikan Ella yang juga merasakan kesedihan yang sama, dengan apa yang dirinya rasakan saat ini.


Hingga keesokan hari, dia terbangun karena mendengar dering alarm di ponselnya, dia segera meraih dan mematikan ponsel yang berada di sampingnya itu. Matanya masih terlihat sembab setelah menangis kemaren, dia teringat wajah istrinya yang manahan rasa sakit di perutnya hingga Ella pinsan di dalam mobil. Bayangan kesedihan Ella terbayang dipikirannya, bodohnya dia meninggalkan istrinya sendirian di rumah sakit, Erik yang tersadar dengan kebodohannya langsung beranjak ke kamar mandi, dia ingin melihat keadaan Ella setelah melakukan kuretase.


Setelah tiga puluh menit Erik keluar dari apartemen, dia segera melajukan mobil menuju rumah sakit, saat di perjalanan dia memikirkan sikap yang harus dia tunjukkan ke istrinya saat dia bertemu nanti. Dia sedih kehilangan anak, tapi dia juga kecewa dengan sikap Ella yang tidak berhati-hati menjaga kandungannya, mengingat kejadian kemaren Ella hanya mementingkan egonya sendiri, hingga membuat dia kehilangan calon anaknya.


Mobil sudah sampai di rumah sakit, Erik segera berjalan Masuk menuju ruang rawat istrinya, dia membuka pelan pintu ruangan itu, terlihat wajah Ella yang Masih terlelap.


β€œ Erik, ” panggil ayah Danu saat melihat keberadaan Erik di sana.


β€œ Ayah, Assalamu’alaikum Yah, ” ucap salam Erik yang kaget melihat kehadiran ayah Danu.


β€œ Wa’alaikumsalam, kamu dari mana? Semalam Lala menunggumu, dia mencarimu? ” tanya ayah Danu.


β€œ Maaf Yah, semalam ada hal penting yang harus Erik selesaikan, ” ucap Erik berbohong.


β€œ Ayah mau pulang dulu, tolong kamu jaga Lala ya! Dia membutuhkanmu di saat-saat seperti ini, hiburlah dia biar tidak terus mengingat anaknya dan jangan meninggalkannya sendirian, Ayah takut dia akan berbuat nekat, ” jelas ayah Danu panjang lebar.


β€œ Maaf Yang, Mas tidak bisa menyelamatkan anak kita, ” ucapnya lirih lalu duduk di kursi samping ranjang Ella, dia mengenggam tangan istrinya menyampaikan maafnya melalui ganggaman tangannya hingga membuat Ella terbangun.


β€œ Mas..., ” ucap Ella lembut yang melihat Erik berada di sampingnya, Erik lalu menatap wajah istrinya dan meletakkan telapak tangan Ella di pipinya.


β€œ Maafkan Lala Mas, ” ucap Ella yang sudah menangis.


β€œ Maaf Lala sudah gagal menjaga anak kita, semua salah Lala Mas, maafkan aku, ” ucap Ella yang tidak hentinya menangis, Erik lalu duduk di tepi ranjang membawa Ella ke dalam pelukkannya.


β€œ Semua sudah berlalu Yang, dia sudah tidak ada di sini, ” ucap Erik sambil memegang perut istrinya.


β€œ Biarlah kehadirannya yang singkat itu, bisa menjadi pelajaran untuk kita ke depan, ” ucap Erik menenangkan.


β€œ Mas nggak menyalahkan Lala? ” tanya Ella sambil mendongakkan wajahnya ke arah Erik.


β€œ Kita sama-sama kehilangan, Mas sudah kehilangan anak kita, Mas nggak mau jika harus kehilanganmu, ” ucap Erik sambil mengeratkan pelukkannya.


β€œ Besuk kita bikin lagi, ” canda Erik agar Ella menghentikan tangisannya, Ella yang mendengar itu memukul pelan lengan Erik, tapi sejenak tangisnya terhenti.


β€œ Aku takut Mas akan meninggalkanku, aku pikir Mas akan menyalahkanku saat anak kita pergi, ” ucap Ella yang tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


β€œ Itu tidak akan terjadi, kalau kehilangan anak kita bisa buat lagi, kalau Mas kehilangan kamu, Mas bingung harus nyari di mana? ” jelas Erik.


β€œ Aku memang menyayangi anak kita, tapi kamulah cinta pertamaku dan akan menjadi yang terakhir buat Mas, ” ucap Erik lalu mencium lembut bibir Ella.

__ADS_1


β€œ Terimakasih Mas, sudah mencintai Lala, ” ucap Ella saat Erik sudah melepaskan ciumannya.


β€œ Apa Masih nyeri perutmu? ” tanya Erik.


β€œ Sedikit, ” jawab Ella singkat, Erik lalu merogoh ponselnya yang ada di kantong celana, dia menelepon seseorang untuk menyiapkan ruang praktiknya.


β€œ Kita cek dulu ya, siapa tau Masih ada yang tertinggal di rahimmu, ” Erik lalu mengambil kursi roda, membawa istrinya sendiri ke dalam ruang praktik, lalu segera memeriksa kondisi rahim istrinya.


β€œ Sudah bersih kok, tinggal sisa darah kotor saja yang belum keluar, ” jelas Erik saat melihat layar monitor di depannya.


β€œ Mas kapan Lala bisa hamil lagi? ” tanya Ella yang membuat Erik menyunggingkan senyumannya.


β€œ Selesai ini kita bisa langsung mengisinya, hehehe ” ucap Erik sambil tertawa.


β€œ Mas Lala serius! ” ucap Ella yang sudah naik pitam.


β€œ Hahaha, normalnya 3 bulan, agar rahimnya bisa normal kembali, tapi kalau sebelum itu sudah jadi lagi ya harus kita syukuri dong, ” ucap Erik menjelaskan pada istrinya.


β€œ Tenanglah, Mas akan memberikan obat dan vitamin yang terbaik untukmu, biar nanti kita bisa dapat anak kembar, ” ucap Erik, Ella hanya mengangguk menyetujuinya.


β€œ Sebenarnya Ella sudah merasakan kram saat anak kecil itu menabrak Lala, tapi Lala pikir itu hanya kram biasa, jadi Lala tidak begitu mempedulikannya, ” ucap Ella yang membuat Erik penasaran.


β€œ Anak kecil? Menabrakmu? ” tanya Erik heran.


β€œ Iya, saat aku pergi ke toilet aku hampir saja terjatuh, saat ada anak perempuan menabrakku dengan tidak sengaja, dia sedang bermain kejar-kejaran dengan temannya, ” ucap Ella menjelaskan kejadian siang itu.


Erik terdiam, memikirkan ucapan istrinya, kejadian kemaren begitu cepat, hingga membuat Erik tidak bisa berpikir jernih.


β€œ Besuk Mas akan menemui Jingga, ” ucap Erik datar.


β€œ Apa? ” kaget Ella menatap ke arah Erik.


β€œ Iya menemui Jingga menanyakan apa maksudnya kemaren memfitnah Mas, hingga membuat kita harus kehilangan calon anak kita, ” jelas Erik.


β€œ Nggak! Lala nggak mau Mas ketemu dengannya, awas saja kalau Mas berani menemuinya! ” Peringat Ella yang membuat Erik tersenyum.


β€œ Apa kamu cemburu Yang? ” tanya Erik penuh selidik.


β€œ Iya, aku takut kamu tidak bisa pulang, jika sudah Masuk ke rumahnya, ” jelas Ella berbicara jujur pada Erik.


β€œ Hehehe emang Mas mau ngapain? Mas Cuma mau tanya apa tujuannya, ” ucap Erik.


β€œ Nggak pokoknya Lala nggak mau kalau Mas menemui wanita itu, ” bantah Ella kali ini dengan sedikit emosi.


β€œ Iya. Mas akan menurut denganmu, Mas nggak akan menemuinya walau Mas pengen! ” canda Erik sambil melirik ke arah Ella.


Erik lalu mengajak Ella untuk kembali ke kamarnya, Erik dengan setia merawat Ella, menyeka tubuh istrinya dan menyuapinya makan, lalu menidurkan istrinya di ranjang, memberikan kehangatan pada istrinya, sudah banyak masalah yang mereka lalui membuat mereka saling mengerti arti kehadiran satu sama lain.


Terimakasih sudah membaca karya saya, jangan lupa likes nya yaπŸ‘πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2