
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan vote ya.🙏👍
.
.
.
Setelah berfikir beberapa hari, akhirnya Ella menyetujui permintaan Erik, untuk menonton film di bioskop. Erik berjanji akan menjemput Ella jam 6 sore hari ini.
“Yah, nanti Mas Erik mau ajak Ella nonton boleh ya?” izin Ella pada Danu.
“Boleh, tapi pulangnya jangan terlalu malam ya?” ucap Danu.
“Perginya sama siapa saja La?” sambungnya setelah hening beberapa detik.
“Cuma berdua Yah,” ucap Ella.
“Ow ya sudah, yang penting selalu ingat pesan Ayah,” jawab Danu sambil menatap wajah Ella.
“Iya Yah, Lala siap-siap dulu ya,” ucap Ella yang melihat jam sudah menunjukkan 05.20 sore.
Ella berjalan masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, setelah selesai mandi Ella menuju almari bajunya memilih pakaian yang pas untuk kencan pertamanya dengan Erik. Pilihan Ella jatuh pada kaos putih dan memakai overal warna hijau tua di bawah lututnya. Ella menepukan wajahnya dengan bedak dan memakai lipstik berwarna peach pada bibirnya, “Perfect, tinggal rambutnya,” ucap Ella sambil menatap dirinya dalam pantulan cermin, tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dari arah luar kamar Ella, terdengar bu Nani yang memberi tahu bahwa Erik sudah sampai dan tengah menunggunya, Akhirnya Ella hanya menyisir rambutnya dengan asal lalu menyambar tas dan sneaker putihnya. Ella segera turun menuju lantai satu, dari kejauhan Ella melihat Erik memakai baju dengan warna yang sama dengannya.
Lho...kok bisa samaan gini warna bajunya, apa memang jodo itu seperti itu ya..., seperti ada ikatan telepatinya, hihihihi. Batin Ella.
Ella melihat Erik masih asyik berbicara dengan ayahnya, sambil menunggu, Ella mampir ke dapur untuk minum dan mengambil permen untuk dimasukan ke dalam tas.
“Sudah siap La?” teriak ayah Danu dari ruang tamu.
“Iya Yah sebentar lagi,” Ella segera meneguk minumannya dan berjalan ke ruang tamu.
“Ayo Mas Erik, mau berangkat sekarang?” ucap Ella yang sudah berdiri di depan Erik.
“Ayo,” ucap Erik sambil menganggukan kepalanya lalu berpamitan pada ayah Danu.
“Da Yah, assalamu'alaikum,” salam Ella.
“Wa'alaikumsalam hati- hati jangan terlalu larut pulangnya,” ucap Danu.
Kemudian Ella masuk ke dalam mobil dan segera menutup pintunya. Namun, setelah beberapa menit Erik tak kunjung menyalakan mobilnya.
“Mau dipasangin atau pasang sendiri?” tanya Erik yang belum juga menyalakan mobil.
“Heheheh maaf lupa, biar Lala saja yang pasang,” ucap Ella lalu memasangkan sabuk pengamannya.
Erik segera melajukan mobil fortuner hitamnya menuju studio XXl yang paling dekat di kota Jakarta.
“Mau dengar lagunya Brian lagi?” tawar Erik memecah keheningan didalam mobil.
“Boleh juga Mas,” jawab Ella. Lalu mereka bernyanyi lirih mengikuti alunan lagu yang di putar. (Masih jaim kalau harus teriak -teriak).
Setelah melewati kemacetan akhirnya mereka tiba tepat pukul 7 malam. Erik lalu turun dan membukakan pintu mobilnya untuk Ella, menggandeng tangan Ella seperti layaknya pasangan betulan.
__ADS_1
“Ayo,” ajak Erik. Jantung Ella terasa semakin berdegup kencang saat tangan Erik menggenggamnya erat tangan kananya.
Erik masih enggan melepaskan genggamannya, sampai tiba di depan penjualan tiket Ella memaksa untuk melepaskan tangannya.
“Mau nonton film apa? komedi, horor,atau romantis,” tanya Erik.
Ella kemudian diam berfikir, dan pilihannya jatuh pada film komedi yang saat itu digemari anak remaja.
“Komedi ajalah Mas,” jawab Ella.
“Gak pengen yang romantis,” tawar Erik sambil tertawa pelan, lalu menggengam tangan Ella lagi. Ella hanya menggelengkan kepalanya.
Takut pengen Mas. Batin Ella.
“Kamu tunggu di sini ya, biar Mas yang pesan tiket dulu,” ucap Erik pada Ella.
“Oke, aku ngantri beli popcorn aja ya Mas?” tawar Ella.
“Nggak usah, biar Mas aja yang beli,” ucap Erik.
Ella hanya bisa menurut dengan Erik lalu duduk di kursi ruang tunggu.
Eh... sepertinya kenal dech sama bentuk badannya, seperti Anna dan Panji. Batin Ella
Lalu Ella beranjak dari duduknya dan mendekati ke duanya.
“HAYOOOO.....pada ngapain ini, kencan ya? jangan -jangan kalian pacaran ya, bagus ya sekarang main backstreet,” goda Ella pada sahabatnya itu, Anna yang melihat Ella pun langsung melepaskan genggaman tangannya dari tangan Panji.
“Eh La, kok di sini, sama siapa loe, ?” tanya Anna mengalihkan pembicaraan.
“Iya La, kita memang pacaran. dari sebulan yang lalu,” ucap Panji dengan nada sewotnya. Ella kaget mendengar itu.
“Bagus ya, sekarang pada nyimpen rahasia-rahasiaan gini,” ucap Ella sambil memukul pelan lengan Anna.
“Lala! dicariin juga tak taunya di sini,” ucap Erik yang dari tadi panik mencari Ella.
“HAYOOO... Ella kencan ya sama Pak Erik?” goda Anna pada Ella. Ella menyenggol Anna dan menatapnya tajam.
“Apaan sih,” bisik Ella dengan malu-malu.
“Ayo La, sudah mau di mulai filmnya,” ajak Erik pada Ella, lalu merengkuh pinggang Ella. Ella merasa bergidik geli saat tangan Erik berada di pinggangnya, ingun menghindar tapi tidak bisa karena rangkulan itu semakin erat.
“Oke duluan ya guys, dan loe Ann masih hutang penjelasan ke gue,” ucap Ella menunjuk arah Anna, Anna hanya membalas dengan cibiran bibirnya ke arah Ella.
“Kok baju kita warnanya bisa samaan gini ya Mas, dikira pacaran kita,” tanya Ella.
“Ya nggak papa kan? kalau kita beneran pacaran,” ucap Erik berjalan sambil menggenggam tangan Ella menuju theater, Ella yang mendengar itu hanya tersenyum.
Oh Tuhan apa ini kode bahwa Mas Erik juga mencintaiku? Tanya Ella dalam hatinya
Lalu mereka masuk ke dalam studio, duduk tepat pada bagian tengah studio, mereka larut dalam drama komedi yang sedang ditayangkan, sambil memakan makanan dan minuman yang tadi dibeli oleh Erik, tawa orang di sana semakin pecah saat adegan lucu ditayangkan.
***
__ADS_1
“Seru filmnya dan komedinya juga dapat ya Mas,” ucap Ella yang berjalan keluar dari bioskop masih dengan menyisakan suara tawanya.
“Iya, kapan-kapan kita nonton lagi ya,” tawar Erik.
“Boleh deh kalau pas ada waktu,” jawab Ella.
“Kita makan dulu ya La,” tawar Erik yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Ella.
Setelah selesai menonton film komedi, Erik melajukan mobilnya menuju restoran jepang langgananya, setelah sampai Erik segera mengajak Ella keluar.
“Ayo turun La,” ajak Erik.
“Iya Mas,” ucap Ella sambil melepas seatbeltnya.
Erik sudah memesan ruang VIP yang ada di restoran tersebut. Setelah duduk Erik dan Ella memesan makanan dan minumannya, memilih makanan yang mereka sukai. Erik memulai berbicara saat pelayan itu meninggalkan mereka berdua.
“La, Mas mau ngomong serius sama kamu,” ucap Erik yang membuat kaget Ella, Ella yang mendengar itu jantungnya langsung berdegup tak beraturan.
Ya Tuhan kenapa lagi ini, harus cek up ke dokter jantung sepertinya. Batin Ella.
“La, Mas memang bukan lelaki romantis yang pandai merangkai kata-kata indah untuk kekasihnya, Mas sebenarnya nggak pandai mengungkapkan isi hati Mas,” jeda Erik, lalu Erik mengambil nafas dalam-dalam.
“Tapi Mas pengen bilang kalau Mas cinta sama Lala,” ucap Erik yang langsung beralih menatap mata hazel Ella,
“Mas sudah dari dulu cinta sama Lala, dulu Mas ragu karena masih remaja, jadi Mas putuskan untuk pergi, Mas berfikir mungkin rasa itu juga akan pergi dengan sendirinya, makanya Mas gak hubungi Lala, tapi kenyataannya rasa itupun masih sama, masih sama seperti dulu saat kita berpisah, bahkan saat Mas berpacaran pun rasanya tidak seperti dengan apa yang Mas rasakan ke Lala,” jelas Erik.
“Mas cinta kamu La,” ucap Erik lagi.
“Apa itu artinya Mas meminta aku untuk jadi pacar Mas?” tanya Ella sambil menatap Erik.
“Nggak La, bukan seperti itu, Mas hanya ingin Ella tau itu saja,” jawab Erik.
Ella yang mendengar itu merasa kaget dan tak percaya.
Ternyata Mas Erik juga cinta sama Lala, tapi apa tadi dia bilang? pernah pacaran? Batin Ella bertanya.
“La, tolong jaga hatimu untuk Mas ya, karena Mas akan selalu menunggumu sesuai janji Mas dulu,” ucap Erik sambil meraih tangan Ella.
Apa ini, ternyata dia juga ingat janjinya? Aku pikir dia kebentur tembok waktu di luar negeri makanya lupa ingatan selama ini. Batin Ella
“Lalu apa yang bisa Lala lakukan Mas,” tanya Ella yang masih bingung tidak mengerti maksud Erik.
“Mas tau kalau kamu tidak mau pacaran, Mas akan menunggumu untuk siap menjadi istri Mas, jadi ibu dari anak-anak Mas,” jelas Erik.
Ella pun yang mendengar itu hatinya merasa bahagia sampai matanya berkaca-kaca karena merasa teramat bahagia,
“Terima kasih ya Mas, Mas sudah mau menunggu Lala, tunggulah setidaknya Lala lulus jadi dokter umum dulu,” ucap Lala sedangkan Erik hanya mengangguk dan tersenyum karena merasa beban di hatinya berkurang. Pelayan datang saat Erik selesai mengucapkan isi hatinya pada Ella, mereka membawakan makanan pesanan mereka, mereka berdua menikmati makan malam romantis dengan di selingi canda dan tawa dari ke duanya.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca karya saya jangan lupa like, vote, dan coment ya masukan juga boleh😊🙏