
Happy Reading jangan lupa kasih votenyaπ
Lebaran 5 hari lagi, Ayah Danu dan Mama Jihan sudah berpesan agar mereka berdua datang dan menginap di rumahnya, namun saat ditanya semalam Erik lebih ingin di apartemen saja, mengingat di rumah ke dua orang tuanya itu banyak penganggu.
Ella membuka matanya, meraba sisi kanan tempat suaminya berada, namun tak mendapati tubuh suaminya,
" Sayang..." Teriak Ella memanggil suaminya.
" Sayang..." Ucapnya lagi karena tak mendapat jawaban dari suaminya, dia lalu segera beranjak dari ranjang untuk mencari Erik.
Dia berjalan menuju sofa, namun tidak juga ditemui, di panggil juga tidak ada jawaban dari Erik.
" Sayang. Kamu dimana? " ucap Ella lagi yang tak kunjung mendapatkan jawaban dari suaminya, saat dia berjalan ke dapur, Erik datang mengejutkan Ella, Erik melingkarkan tangannya diperut Ella, memeluk Ella dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung Ella.
" Selamat sebulan pernikahan kita, " ucap Erik yang membuat Ella tersenyum bahagia, lalu berbalik ke arah Erik tanpa melepaskan pelukkan suaminya.
" Karena kita puasa, jadi nggak ada kue, " lanjutnya. Ella menangkup ke dua pipi Erik dengan kedua tangannya.
CUP.
Kecup Ella singkat di pipi kanan Erik.
" Terima kasih sudah hadir mendampingiku sebulan ini, tapi perjalanan kita masih panjang, " ucap Ella yang masih menangkup wajah Erik di depan wajahnya, mata mereka bertemu, saling menyampaikan rasa cinta melalui tatapan mata.
Erik lalu mengambil kotak kecil dari kantongnya, lalu menyerahkan kotak kecil itu ke istrinya.
" Untuk Ny. Erik yang akan selalu ada dihatiku, " ucap Erik, Ella tersenyum sambil menutup mulutnya, melihat benda itu.
" Mau Mas pakaikan? " tawar Erik yang di angguki kepala dari Ella.
" Mas, kalau tiap bulan kamu kasih hadiah seperti ini, bisa-bisa aku punya toko perhiasan di rumah, " ucap Ella saat Erik memakaikan kalung berliontin huruf E itu ke leher Ella.
" Hahahah bisa aja kamu yang," ucap Erik sambil mengecup pelan tengkuk Ella.
" Cantik kalungnya, terus E ini artinya apa? " tanya Ella.
" Pastinya Erik dong, kamu itu milik Erik selamanya, " jelas Erik yang membuat mata Ella berbinar bahagia.
" Mas berharap kamu bisa menemani Mas hingga di ujung hidup Mas, dan hanya maut yang akan memisahkan kita, dan kalau Mas boleh minta biarkan Mas yang pergi lebih dulu dari pada kamu, " ucap Erik panjang lebar.
" Enak saja! nggak usah ngomong seperti itu, Lala nggak suka. Tapi, kalau salah satu di antara kita di panggil oleh Tuhan, Lala pengen lala yang di panggil duluan, nggak enak di tinggal pasangan itu Mas! hati dan raga kita seperti hilang separuh, " Erik yang mendengar itu memeluk Ella semakin erat, memberitahu jika dia tidak akan pernah meninggalkannya.
__ADS_1
" Apa jika aku pergi Mas akan menikah lagi? " tanya Ella tiba- tiba yang masih nyaman dipelukkan suaminya.
" Mas nggak mau ditinggal kamu lagi! tapi jika itu terjadi Mas lebih baik menunggu kamu menjemput Mas, " ucap Erik.
" Hahahaha...kalau aku pergi, Mas akan jadi duda, lucu kali ya kita buat novel duda tampan menunggu jemputan istri menuju jannahNya, hehehe." Kekeh Ella yang di hadiahi cubitan hidung dari Erik.
" Kepanjangan judulnya, sudah ah, jangan ngomongin perpisahan, kita nikmati saja masa -masa bahagia kita, " ucap Erik lalu membawa Ella ke kursi sofa.
" Yang, kemeren Mama telepon, katanya pesta pernikahan kita diadakan satu bulan lagi, semua sudah diatur oleh Mama, " ucap Erik menyampaikan pesan Mama Jihan. Ella hanya mengangguk tanpa protes, pesta seperti apa yang akan diberikan mertuanya itu.
" Tapi Lala tetap masih bisa ke Banjarmasin kan Mas? Bunda sudah telepon Ella terus, katanya ada hal penting yang ingin dia sampaikan, " Erik yang mendengar itu berpikir sejenak, lalu menganggukkan kepalanya pelan.
*****
Suara orang bertakbir terdengar di seluruh penjuru kota, malam ini Ella memutuskan mudik ke rumah Ayah Danu, sesuai kesepakatannya dengan Erik, lebaran 1 di rumah Ayah Danu dan lebaran ke 2 di rumah Mama Jihan. Malam ini Ella sedang duduk di taman samping rumah Ayah Danu, menunggu kepulangan suaminya yang belum selesai dari praktek.
" Erik belum datang La? " tanya Damar sambil menggendong Gheo.
" Belum Kak, tadi bilangnya masih ada 2 pasien lagi," jawab Ella.
" Sini biar Gheo sama aku," ucap Ella mengambil Gheo dari tangan Damar, bayi laki-laki itu sangat senang saat di gendhong Ella.
" Belum berhasil juga? " tanya Damar pada Ella.
" Erik junior " jelas singkat Damar.
" Baru sebulan Kak, kalau sudah jadi berarti itu tanda tanya besar, " jawab Ella, lalu dia berdiri menggendong Gheo, setelah mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.
" Ayo kita samperin Om Erik Gheo, " ucap Ella sambil berjalan ke arah pintu depan, senyum Ella semakin lebar saat melihat suaminya membawakan pesanannya.
" Terima kasih, dapat dimana tadi yang? " tanya Ella saat Erik memberikan kecupan di pucuk kepalanya.
" Di kedai serabi Solo, kamu tau yang, ngantrinya saja 1 jam, untung saja kebagian, Mas bilang kalau istri saya baru nyidam jadi dibuatin yang baru, " ucap Erik yang membuat Ella melotot.
" Sukanya bohongin orang ya? " Erik hanya tersenyum mendengar ucapan Ella.
" Kakak Ipar dimana? "
" Tadi ada di taman, tapi nggak tau sudah masuk apa belum, " ucap Ella.
" Mas samperin Damar dulu, " ucap Erik pada istrinya, lalu mengecup pelan bibir Ella, tanpa malu dan canggung.
__ADS_1
Erik berjalan menuju taman menghampiri Damar yang tengah bermain bersama Ghea, Erik membayangkan jika dia di posisi Damar, dia pasti akan sangat bahagia.
" Baru datang loe Rik? " ucap Damar yang membuyarkan lamunan Erik.
" Iya hari terakhir praktek, besuk sampai seminggu ke depan sudah cuti soalnya, " jelas Erik lalu duduk di kursi depan Damar.
" O ya, ada yang mau gue omongin ke loe, tapi loe jangan ambil kesimpulan dulu, gue belum tau pasti soalnya, " ucap Damar.
" Kenapa? " tanya Erik yang penasaran.
" Nggak tau benar dia atau bukan, waktu gue ke singapura gue lihat Kenzie disana, dia satu hotel denganku saat di sana, tapi anehnya dia tidak mengenaliku, makanya aku ragu, " ucap Damar yang mengejutkan Erik.
" Kenzie? kok bisa? " teriak Erik yang kaget.
" Jangan keras-keras nanti Lala dengar, " tegur Damar.
" Gue juga nggak ngerti, padahal waktu itu kita lihat sendiri dia sudah dimakamkan, " ucap Damar menjelaskan.
" Lebih baik kamu cepat-cepat hamili Lala, takutnya kalau Kenzie datang dia akan ngrebut Lala dari loe, dan Lala akan pergi lagi, " goda Damar.
" Nggak ada yang bisa ngrebut Lala dari gue Mar, siapapun itu, " jelas Erik.
" Kenyataannya dulu Ella sempat pimdah ke lain hati kan? belum tentu juga dia akan setia padamu, " ucap Damar mengingatkan Erik.
" Pada ngomongin apa sih, kok kelihatannya serius banget, " ucap Ella menghampiri laki-laki kesayangannya itu sambil membawa kopi dan serabi solo yang tadi Erik bawa, lalu mendudukkan badannya di samping Erik.
" Nggak ada kok yang, cuma ngomongin masalah pekerjaan, " ucap Erik yang berbohong, tidak berani menatap Ella.
" Gheo mana La? " tanya Damar.
" Tadi di gendhong Ayah kak, katanya mau diajak tidur sama Ayah malam ini, " ucap Ella menjelaskan.
" Kamu jangan terlalu banyak begadang La, biar nanti cepat hamil, " ucap Damar.
" Emang dulu Sashi nggak kamu ajak begadang Mar? " tanya Erik pada Damar, membuat Damar tersenyum mengingat masa-masa pengantin barunya bersama Sashi.
Malam semakin larut, namum ketiga orang itu masih nyaman dengan obrolan masa kecil mereka, sampai akhirnya Erik mengajak Ella untuk beristirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, mereka harus bangun pagi untuk persiapan sholat Ied besuk di lapangan kompleks Ayah Danu.
Terima kasih sudah membaca, target saya
" KEPINCUT CINTA DOKTER " ini hanya sampai 100 part saja, mudah -mudahan bisa cepat selesai. Jangan lupa like, vote, dan coment.
__ADS_1
Baca juga " CINDERELLA GENDUT " .πππ