Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
S a a h ?


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


Pukul lima pagi Ella terbangun karena bunyi alarm di ponselnya, Ella terdiam sejenak merenungkan kejadian setahun yang lalu, tangannya meraih ponsel yang ada di meja lalu segera mematikan alarm ponsel yang kembali menyala itu, dan segera menghubungi seseorang.


" Hallo, " terdengar suara Erik diujung telepone. "Ada apa sayang, apa kau begitu merindukanku? " lanjutnya.


" Mas, berangkat nanti jangan naik mobil sendiri ya, " ucap Ella.


" Iya sayang, kamu tenang saja, yakinlah semua akan baik- baik saja, " ucap Erik meyakinkan Ella.


" Aku mencintaimu mas, aku nggak mau kehilangan kamu lagi, " ucap Ella.


" Iya, Mas juga sangat mencintaimu, Mas akan berhati- hati, sudah sana buruan mandi! dandan yang cantik, walau Mas sebenarnya lebih memilih kamu yang natural, tapi untuk hari bahagia ini Mas akan menjadikanmu wanita tercantik di dunia, " ucap Erik.


" Mulai deh lebay nya, baiklah aku tunggu 4 jam lagi disini, " ucap Ella.


" Siap sayang, " ucap Erik.


" Ella apa kamu sudah mandi? sebentar lagi MUA nya datang, cepatlah mandi dan sarapan dulu, lalu pergilah kekamar ayahmu tunggu MUA nya disana, " perintah tante Sinta panjang lebar.


" Iya tant, Lala akan mandi setelah ini, " ucap Ella lalu segera menutup telepon Erik setelah berpamitan.


Ella sedang menatap cermin di kamar ayahnya, menatap wajahnya yang sudah dipoles seperti putri keraton, dia terkagum dengan hasil karya cowok gemulai di sampingnya itu, ntah apa yang membuat tante Sinta memilih lelaki seperti dia, padahal MUA yang bagus juga banyak, tapi setelah melihat hasilnya sekarang Ella terlihat sangat puas.


" Ayo ganti baju cin, " ajaknya pada Ella. Ella langsung melotot ke arahnya.


" Hahaha tenanglah aku nggak akan bernafsu denganmu, " lanjutnya dengan suara centil.


" Tante, " teriak Ella memanggil tante Sinta,

__ADS_1


" Kenapa? " tanya tante Sinta yang sudah terlihat cantik.


" Ella nggak mau ganti baju dengannya, ap kata Mas Erik nanti kalau tau? " ucap Ella.


" Santai saja dia itu teman tante, nggak mungkin dia berani macam- macam ke kamu, cepatlah calon suamimu sebentar lagi akan datang, " ucap tante Sinta.


" Nggak, pokoknya Lala nggak mau, " ucap Ella.


" Haduch, nia anak, ya sudah biar tante yang bantu kamu, " ucap tante Sinta.


Setelah mendengar itu Ella segera mengambil baju dan mengikuti tante Sinta, lalu memakai kebaya yang diberikan Erik kemaren, ternyata ukuran bajunya masih bisa melekat pas ditubuh Ella, warna turqoise muda itu sangat pas dengan warna kulit Ella. Dia terlihat cantik bahkan lebih cantik dari satu tahun yang lalu saat dia akan menikah dengan Kenzie.


" Kamu sangat cantik La, seperti bukan dirimu, " ucap tante Sinta.


" Tapi tant, kenapa mas Erik belum datang juga ya? " tanya Ella yang sudah mulai panik.


" Tenanglah, semua akan baik- baik saja, " ucap tante Sinta.


" Tu dengarkan! dia sudah datang, " ucap tante Sinta setelah mendengar suara deru mobil didepan rumah Ella, Ella hendak berdiri dan melihat Erik dari jendela, namun dengan cepat tante Sinta manahan tangan Ella.


" Jangan nanti dia lihat kamu, jadi nggak surpraise lagi, " jelas tante Sinta.


" Sudah ganti bajunya Jeng, sini biar aku poles lagi bedaknya, calon suamimu sudah datang, ganteng pisan Cin, " ucap lelaki gemulai itu.


Akad nikah diadakan di taman samping rumah yang sudah di desain khusus oleh orang suruhan Damar, Ella semakin berdebar saat mendengar ada panggilan dirinya untuk keluar, dia berjalan pelan diantar oleh tante Sinta dan Sashi disampingnya, Ella belum mau melihat ke arah depan tempat di mana calon suaminya berdiri, ia masih ragu untuk menatap Erik, dia hanya menatap tamu yang hadir terlihat bunda kenzie dan ayahnya, Anna dan Panji, mama Jihan dan papa Yusuf, walau hanya akad kak Damar juga mengundang para tetangga sebelah, jadi cukup bisa membuat ramai taman itu. Ella memberanikan diri menatap Erik saat jarak semakin mendekat, mata keduanya bertemu saling menyampaikan rasa kagum akan penampilan pagi itu, Erik segera mengulurkan tangan ke Ella saat Ella sudah berdiri di depannya, tatapannya tidak mampu berpindah dari Ella.


" Sudah siap, " tanya Erik, Ella mengangguk dan tersenyum kearah Erik, lalu duduk disebelah kiri Erik. Sebelum akad di mulai, Pak penghulu menyampaikan beberapa point penting yang harus di penuhi sebagai pasangan suami-istri, Erik yang sudah tak sabar hanya menghela nafas panjang, tiba-tiba dia teringat benda kecil yang tertinggal di mobil, dia segera menoleh ke arah papanya bertanya keberadaan cincin itu.


" Cincinnya mana? " tanya Erik yang sudah panik, papa yusuf hanya tertawa tanpa suara, mengingat kelakuan anaknya yang panik saat akan menikah, papa yusuf merogoh kantong dan menyerahkan cincin itu pada Erik. Erik tersenyum mengingat kelakuannya tadi karena sebelum masuk dia ternyata sudah menitipkan cincin tersebut ke papanya.

__ADS_1


" Bisa di mulai Mas Erik? " tanya penghulu itu.


" Bisa pak, " Jawab Erik setelah menghela nafas panjang. Ella yang duduk disamping kirinya sudah tegang, tangannya berulang kali meremas baju bawah yang dia pakai untuk mengusir ketegangannya, setelah membaca doa- doa segera penghulu menjabat tangan Erik,


" Saya nikahkan engkau ananda Erik Ramones bin Yusuf Dirga Ramones dengan Rehuella Zipora binti Danu Presetya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 500 gram di bayar tunai. " ucap pak penghulu.


" Saya terima nikahnya Rehuella Zipora binti Danu prasetya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai, " ucap Erik dengan jelas dan lantang, hanya dengan satu tarikan nafasnya.


" Bagaimana saksi saahh? " tanya pak penghulu.


" Saaaahhhh, " jawab semuanya kompak.


" Alhamdulillah, " teriak erik yang langsung memeluk Ella erat, karena tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena telah berhasil menikahi gadis pujaannya, sedangkan Ella sudah menangis haru dipelukan Erik.


" Berdoa dulu, " ucap ayah Yusuf, yang lain pun tertawa melihat kelakuan Erik.


Setelah menyelesaikan doanya Erik segera menyematkan cincin di jari Ella, Erik mencium bibir Ella tanpa mendengar instruksi dari penghulu, Ella tersipu malu dengan kelakuan Erik yang sudah tak sabar itu.


" Nggak papa sudah sah, tapi alangkah baiknya bila di lakukan di kamar, " ucap pak penghulu itu. Erik yang mendengar itu langsung melepaskan ciumannya dan tersenyum ke arah Ella.


" Hore pecah perjaka nanti malam, " goda Damar setelah Erik menyelesaikan akad, Erik tertawa dan melirik ke arah Ella, Ella yang mendengar itu hanya tersipu malu.


" Kenapa? " tanya Erik saat melihat wajah Ella.


" Aku mencintaimu sayang, tak ada kata- kata yang bisa aku ucapkan lagi, kau begitu sempurna pagi ini, " ucap Erik.


" Dari awal aku sudah yakin, kamu adalah wanita yang di ciptakan Allah untukku walau ribuan ujian datang kita akan kembali bersama karena kita sudah ditakdirkan bersama, I Love You My Wife," lanjut Erik.


" Terimakasih atas penantianmu, aku bahagia bisa dicintai olehmu, cinta yang selalu setia menungguku, menemaniku saat aku rapuh, berjanjilah kita akan selalu bersama, melewati kesulitan bersama, dan berjanjilah kita akan menua bersama, kita akan selalu melengkapi setiap apa kekurangan kita, sampai salah satu dari kita di panggil olehNya, I Love You Too My Husband, " ucap Ella.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca janganblupa like, vote dan coment.🙏👍


C****oment yuk mau lanjut atau End.


__ADS_2