
Happy Reading, jangan lupa votenya๐
Moment lebaran pertama dengan Ella sudah berlalu, kemaren mereka sibuk mengunjungi saudara dari Papa Yusuf dan Ayah Danu, tapi Ella tidak mau berkunjung ke Bali, dia terlalu malas untuk bertemu tante rempongnya itu, dia hanya menghubungi tantenya melalui VC.
Hari ini Ella masih menikmati masa liburnya di apartemen, sedangkan Erik sudah mulai bekerja pagi ini.
" Sarapan dulu yang, " ucap Ella saat melihat Erik keluar dari kamar.
" Sepertinya nggak usah dech yang, bu Santi sudah telepon tadi, katanya sudah ditungguin, " ucap Erik.
" Tidak ada kata tidak. Buka mulutmu! " ucap Ella dengan nada tinggi, lalu menyuapi nasi goreng ke mulut Erik, sedangkan Erik tengah memakai sepatunya.
" Kamu jangan ganteng-ganteng kalau pergi sendiri, takutnya ada yang naksir kamu, " peringat Ella yang membuat Erik tertawa.
" Biar saja naksir, yang penting aku maunya cuma sama kamu, " bisik Erik ditelinga Ella.
" Gombal terus ya, sekarang! atau jangan-jangan kamu sudah ada simpanan ya? " Erik hanya heran tak mengerti maksud ucapan istrinya itu.
" Biasanya suami yang suka gombal-gombalin istrinya itu, sudah punya WIL ( Wanita Idaman Lain ) diluar sana, " Erik yang mendengar penjelasan Ella semakin keras tertawa.
" Aku nggak punya WIL, wanita idamanku sudah tinggal disini, " ucap Erik mengecup singkat bibir Ella.
" Mas berangkat dulu ya, kamu hati-hati dirumah, " pesan Erik pada Ella.
" Iya sayang, pulangnya jangan terlalu malam ya, " pesan Ella.
" Mas akan usahakan, bye assalamu'alaikum, " pamit Erik.
" Wa'alaikumsalam, " balas Ella lalu segera menutup pintu saat suaminya sudah pergi.
Ella ingin merebahkan tubuhnya dan kembali tidur, beberapa hari ke rumah saudara -saudara Erik membuat dirinya merasa kelelahan, Ella mulai memejamkan matanya menikmati ranjang empuk tanpa gangguan dari suaminya yang jahil itu, tanpa mempedulikan dirinya yang belum mandi, sampai mimpi itu datang.
Ella bermimpi berada di taman bunga, dia bersama dengan dua anak kecil, bocah laki-laki itu berlarian mengejar kupu-kupu, sedangkan dia memangku gadis kecil yang sangat mirip dengan dirinya.
" Mama sayang sama aku? " Ella menjawab dengan anggukkan.
" Mama jangan pergi, temani aku dan kakak ya? " ucap anak perempuan itu.
" Mama menyayangimu sayang, tapi mama..." Ella tidak melanjutkan ucapannya, karena dia sudah terbangun dari tidurnya. Dia lalu duduk bersandar di kepala ranjang, memegang kepalanya yang sedikit pusing, tapi bibirnya terangkat ke atas saat mengingat mimpi indah itu.
" Anak itu kenapa bisa mirip denganku? " ucap lirih Ella saat mengingat anak kecil yang berada dalam mimpinya.
Tak lama terdengar bunyi ponsel berdering, dia segera mengangkat telepon setelah membaca nama di layar ponselnya.
" Hallo yang, " ucap Ella.
__ADS_1
" Lagi ngapain? " tanya Erik di ujung telepon.
" Baru saja bangun tidur, " ucap Ella sambil menguap.
" Sudah bangun? tumben? baru jam 12? " tanya Erik.
" Iya, tadi setelah Mas berangkat Lala langsung tidur lagi, " jelas Ella.
" Pasti kelelahan ya? gara-gara semalam, maafin Mas ya, " ucap Erik tulus.
" Sudah nggak usah minta maaf! sudah menjadi kewajibanku, dari pada nanti Mas mencari kepuasan di luar sana, lebih baik aku yang kelelahan, " Erik yang mendengar ucapan istrinya tersenyum tipis.
" Nggak akan! " ucap Erik cepat.
" Kamu nggak ke rumah sakit yang? " lanjutnya bertanya pada Ella .
" Sepertinya nggak dech Mas, Lala sedikit pusing, mungkin efek kelamaan tidur, " jawan Ella sambil memijit pelipisnya.
" Pusing? Mas pulang ya? " ucap Erik yang sedikit panik.
" Nggak usah sayang, kamu cari uang saja, biar bisa beliin aku perhiasan setiap bulan, " ucap Ella sambil terkekeh.
" Kamu beneran nggak papa yang? kalo perhiasan, tiap hari juga Mas mampu beliin buat kamu, " goda Erik.
" Iya percaya dech, Mas kerja dulu sana, Lala mau mandi karena dari tadi belum mandi, " ucap Ella.
" Mulai deh... Udah ya Lala tutup dulu. I Love You Assalamu'alaikum, " pamit Ella.
" Iya, I Love You Too, Wa'alaikumsalam, " balas Erik.
Ella masih menggelengkan kepala saat menutup telepon dari suaminya bibirnya tersenyum mengingat Erik semalam, dia masih memegang kepalanya yang sedikit pusing itu. Dia berjalan ke kamar mandi, menyalakan air shower di kamar mandi berdiri di guyuran air hangat, kembali mengingat mimpinya tadi.
" Apa dia sudah ada disini? " ucap Ella lirih sambil meraba perutnya, dia teringat kalau bulan ini belum datang bulan.
" Harusnya sudah 2 hari yang lalu, " ucapnya lagi namun segera menepis pikirannya itu, karena dulu haidnya juga sering tidak tepat waktu.
Ella segera menyelesaikan mandinya, mengganti baju dan segera berjalan ke dapur untuk memasak dan membuat cemilan untuk suaminya. Hingga sore tiba, waktunya dia memunggu suaminya untuk pulang.
Jam 6 sore namun pintu tak kunjung terbuka, Ella duduk di sofa sambil menyalakan tv, menunggu Erik pulang ke rumah, sambil sesekali melihat ponselnya siapa tau suaminya memberi kabar padanya, hingga pukul 7 malam Erik tak kunjung menghubunginya.
" Apa telepon saja ya? " ucap Ella yang akan menekan tombol hijau di kontak bertuliskan my husband itu.
" Nggak ah, takutnya masih ada pasien, " ucap Ella lagi, hingga kantuk menyerang Ella dan dia tertidur di sofa dengan ponsel yang masih dia pegang.
Tepat pukul 8 malam, pintu apartemen terbuka, Erik segera memasuki apartemennya, melihat wajah istrinya yang tertidur di sofa.
__ADS_1
" Tumben jam segini sudah tidur, " ucap Erik lirih lalu mencium pelan dahi Ella, lalu pelan-pelan mengambil ponsel yang berada ditangan Ella, namun yang ada justru Ella terbangun dari tidurnya.
" Mas! sudah pulang ya? maaf Lala ketiduran, Mas sudah makan malam? atau Mas mau mandi dulu? " tanya Ella bertubi-tubi karena kaget dengan kedatangan suaminya.
" Tenanglah sayang, kamu baru bangun tidur, kumpulkan tenagamu dulu, " ucap Erik yang sudah duduk disamping Ella.
" Mas pasti capek ya? pasti tadi banyak pasiennya? mau Lala pijat, " tawar Ella yang di jawab senyuman oleh suaminya.
" Kamu pasti bosan ya, kita jalan-jalan yuk! udah lama kita nggak jalan-jalan ke danau. Mau? " tawar Erik.
" Tapi ini sudah malam Mas, " ucap Ella.
" Belum sayang, ini baru jam 8, kamu saja yang tidurnya kesorean, Mas pengen beli Wedhang Ronde disana, ayo temani Mas, " pinta Erik.
" Naik motor ya? " ucap Ella yang dijawab anggukan oleh Erik.
" Pakai jaket yang tebal ya, " pesan Erik saat melihat Ella berjalan memasuki kamar.
" Nggak kelihatan sexy dong yang, " goda Ella.
" Sexy mu hanya untuk Mas, nggak boleh diumbar, " ucap Erik sedikit berteriak, karena Ella sudah berada di kamar.
Setelah Ella siap, Erik segera mengenggam tangan Ella, berjalan menuju tempat parkir motornya, Erik segera melajukan motor bebeknya itu ke danau, dengan Ella mendekap Erik dengan erat.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit mereka sampai di danau, banyak anak muda berpasangan yang sedang menikmati malam disana, Erik dan Ella menikmati malam yang indah di tepi danau melihat pantulan bintang di air danau, angin malam menambah suasana romantis disana, Ella duduk berhadapan dengan Erik, menatap suaminya yang menikmati Wedhang Rondhe.
" Kamu nggak mau yang, " tanya Erik.
" Nggak yang, aku pengen sate saja, " ucap Ella.
Erik segera berdiri lalu memesan sate ayam tanpa lontong, menunggu penjual sate itu membakar satenya, setelah siap Erik segera membawa sate itu ke depan Ella.
" Ini Ny. Erik, " ucap Erik meletakkan tepat di depan Ella, namun Ella justru merasa mual setelah mencium aroma yang dikeluarkan sate didepannya, Erik yang melihat Ella menutup mulutnya bingung karena biasanya Ella sangat menyukai sate itu.
" Kenapa yang? " tanya Erik yang sedikit khawatir, Ella hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan rasa mualnya.
" Kok aku mual ya Mas, coba bawa menjauh satenya, " perintah Ella yang membuat Erik diam berpikir.
" Kamu sudah datang bulan yang? " bisik Erik didepan wajah Ella, Ella menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" Harusnya sudah hlo...coba Mas pinjam tanganmu, " ucap Erik, lalu menarik pelan tangan Ella, memeriksa denyut nadi di tangan Ella, lalu tersenyum manis ke arah Ella.
" Minum ini sedikit, biar mualnya berkurang, " Ella membuka mulutnya menerima suapan Erik.
" Kenapa? apa ada yang serius? " tanya Ella penasaran, namun tak mendapat jawaban dari Erik.
__ADS_1
" Ayo, kita pulang ke rumah Mama saja, terlalu jauh untuk pulang ke apartemen," Ella yang mendengar itu hanya bisa memendam rasa penasarannya, berharap tidak ada yang serius dengan tubuhnya saat ini. Dan Erik terlihat sangat posesif dengan Ella, berjalan menuju parkir sambil merengkuh pinggang Ella dari samping.
Terima kasih sudah membaca, boleh vote, like dan coment ya, ๐๐