
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
.
.
.
Satu minggu kemudian ...
Setelah acara pernikahan Sashi dan Damar selesai, pengantin baru itu langsung pergi bulan madu ke Nihiwatu, Sumba barat, NTT, mereka pergi selama enam hari saja. Dan hari ini adalah hari terakhir liburan bagi Ella dan sahabatnya.
Ella segera bergegas mandi setelah bunyi alarm membangunkannya tepat pukul enam pagi.
“Hoamm ...” Ella berjalan sambil meregangkan tubuhnya, berjalan menuju kamar mandi, dia segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket itu, setelah selesai menggunakan pakaian Ella bergegas turun ke bawah untuk sarapan bersama Danu dan kakaknya.
“Pagi Yah,” ucap Ella yang melihat ayahnya sedang membaca koran di depan tv.
“Pagi Sayang, sini duduk,” ucap ayah Danu sambil menepuk kursi kosong di sampingnya.
“Kak Damar sama Sashi mana Yah?” tanya Ella yang sudah duduk di samping ayahnya.
“Belum keluar, biasa pengantin baru heheheh,” canda Danu, tak lama terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga.
“Duh yang pengantin baru, pagi- pagi sudah basah rambutnya,” goda Ella pada Damar.
“Anak kecil tau apa sih?” cibir Damar sambil mencubit pipi tembem Ella.
“Kakak ipar, ayo kita sarapan bersama,” ucap Ella sambil menarik tangan Sashi ke meja makan.
“Bagaimana sudah puas bulan madunya? atau masih mau nambah cuti lagi?” Goda Danu kepada pengantin baru.
“Heheheh, nggak Yah lagian Sashi hari senin sudah mulai masuk kuliah kok,” ucap Sashi,
“Oke... dilanjut di rumah aja bulan madunya, yang penting segera munculkan Damar Junior hahaha,” canda Danu dengan tawanya, sedangkan Damar dan Sashi hanya saling pandang.
“Ayah, Sashi masih pengen nunda dulu setidaknya setelah Sashi lulus.” yang menjawab bukan Sashi tapi Damar.
“Baiklah, bagaimana baiknya aja, tapi Ayah berharap semoga nanti kebobolan, hehehe,” ucap Danu dengan terkekeh.
“Terima kasih Yah pengertiannya,” ucap Sashi.
“Yang penting jangan sampai pakai obat penunda kehamilan ya,” nasihat Danu.
“Iya Yah,” ucap Sashi.
“Shi, loe hari ini rencana mau kemana?” tanya Ella sambil memakan rotinya.
“Di rumah saja, nemenin Kakak.” kali ini Damar yang menjawab.
“Kak, boleh ya hari ini kita ke salon, badan pegel- pegel semua lagian inikan liburan hari terakhir,” ucap Ella meminta izin pada Damar.
“Boleh banget itu la ide loe,” sahut Sashi.
“Kamu mau Yang, nggak pengen nemani Mas di rumah gitu?” ucap Damar.
“Mau dong, boleh ya? kan sama Ella perginya?” rayu Sashi.
“Ya udah deh terserah,” jawab Damar.
“Oke, makasih Mas,” ucap Sashi
“Cepat hubungi Anna La, siapa tau dia mau ikut,” lanjut Sashi sambil menatap ke arah Ella.
“Udah -udah sarapannya dihabiskan dulu,”ucap ayah Danu memotong Ella yang akan berbicara, “Oke Yah,” ucap Ella mengalah.
Setelah berpamitan pada ayah Danu dan Damar Ella dan Sashi segera melajukan mobilnya menuju rumah Anna.
“Gini ya rasanya kalau punya saudara cewek,” ucap Sashi memecah keheningan dalam mobil.
__ADS_1
“Bukannya dari dulu kita kalau pergi selalu bersama,” ucap Ella sambil terkekeh setelah mendengar ucapan Sashi. karena Sashi adalah anak tunggal jadi dia merasa mempunyai saudara baru.
Setelah dua puluh menit perjalanan sampailah di rumah Anna, ternyata Anna sudah menunggu di depan rumahnya.
“Ke salon langganan kita ya?” ucap Sashi yang tengah berada dibalik kemudi.
“Ok Nona,” sahut Anna.
Tak lama mobil yaris putih pun sudah terparkir mulus di area parkir salon langganan mereka.
“Ngapain dulu, enaknya ini?” tanya Ella.
“Pijat lulur, facial, banerin rambut skalian meni-pedi,” jawab Anna.
“Oke, kita ambil satu ruangan saja waktu pijatnya biar bisa ngobrol,” ucap Ella.
Lalu Ella segera melakukan registrasi, setelah lima belas menit mereka sudah berganti pakaian khusus. mereka dibawa masuk ke dalam ruangan yang bernuansa classic dengan aroma lavender dan alunan musik yang menenangkan.
“Huh... enaknya,” ucap Sashi saat pelayan memulai melakukan pijatan pertama.
“Kecapean ya loe?” ucap Anna.
“Iya gue digempur terus sama kakaknya Ella,” Keluh Sashi karena benar benar merasa capek.
“Pengantin baru ya Mbak?” tanya sang pelayan.
“Hehehe iya mbak,” jawab Sashi.
“Mau nyobain spa v*gina?” tawar pelayan itu.
“Apa itu?” tanya Sashi bingung kemudian pelayan itu menjelaskan secara detail dan manfaatnya. tak lama terdengar suara Ella berbicara.
“Eh Shi, gue penasaran, gimana rasanya malam pertama,” tanya Ella sambil menikmati pijatan dibahunya.
“Awalnya sih sakit, kemaren sampe nggak bisa ngapa-ngapain dua hari di dalam kamar terus,” jawab Sashi sambil membayangkan kejadian waktu bulan madu.
“Ntar loe rasain sendiri dech La, rasa enaknya kaya apa, bikin merem- melek deh, ya nggak Shi,” ucap Anna menjelaskan.
“Pernah donk,” ucap Anna, setelah itu dia merutuki dirinya sendiri karena merasa membuka aibnya yang selama ini dia tutupi.
“Anna, jujur sama kita siapa yang udah ngambil keperawanan loe,” ucap Ella sambil melotot ke arah Anna. Anna pun terdiam lama dan setelahnya dia berkata jujur pada sahabatnya itu.
“Hehehe Panji yang udah ngambil mahkota gue, emang dasar tu anak nggak bisa nahan nafsunya,” ucap Anna tanpa ada rasa bersalah, Ella dan Sashi yang mendengar itu hanya menggeleng tak percaya.
“Gila loe Ann, nggak takut dosa kamu,” ucap Sashi.
“Takut sih, tapi sudah terlanjur seperti ini, mau diapain lagi,” jawab Anna.
“Mendingan loe minta Panji buat cepat- cepat nikahin loe sebelum dia kabur,” ucap Sashi sedangkan Ella masih terdiam syok dengan ulah kedua sahabatnya itu.
“Cepetan tobat loe Ann, dan stop sebelum loe benar- benar resmi nikah sama Panji,” ucao Ella menasehati Anna.
“Iya- iya, lagian kita awalnya juga nggak sengaja kok,” ujar Anna.
“Iya tapi lama-lama keenakkan,” canda Sashi Anna hanya tersenyum tipis.
“Loe pakai pengaman?” lanjut Sashi.
“Nggak,” jawab Anna cepat.
“GILA!! Siap-siap aja jadi mama muda,” ucap Ella dengan terkekeh.
“Eh gue pengen ganti warna rambut, kalian mau juga nggak?” tanya Anna.
“Kalau gue pasti nggak dijinin sama kak Damar,” ucap Sashi.
“Boleh, gue juga pengen Ann,” jawab Ella.
“Mbak ntar sekalian ya?” perintah Ella pada petugas diatasnya.
__ADS_1
“Oke mbak,” jawab petugas itu.
Setelah selesai memanjakan tubuhnya, ketiga gadis itu segera pergi makan siang bersama di restoran Jepang. sambil menunggu makanan datang, Ella memainkan ponselnya melihat layar hp terdapat panggilan tak terjawab dari Erik.
“Tumben telepon,” lirih Ella setelah melihat ada panggilan tak terjawab dari layar ponselnya. tak lama Ella mengirimkan pesan pada erik.
Ella : Ada apa Mas?
Erik : Kamu di mana Yang?
Ella : Lagi ngumpul sama Anna dan Sashi.
Erik : Ow... tadi Mas mau ngajak jalan- jalan sebenarnya, mumpung Mas nggak ada jadwal praktek.
Ella : Ow... maaf tadi ke salon nemani Sashi 😅
Erik : Ngapain ?
Ella : Banyaklah namanya juga wanita, ya pijat, facial, ganti warna rambut juga tadi 😁.
Erik : Hah! sama siapa? trus yang mijat laki-laki/perempuan? trus kenapa ganti warna rambut? Mas pengen liat rambut mu yang baru, bisa kirim fotonya!
“Haduh jadi punya Ayah dua kalau kaya gini, cerewetnya minta ampun,” keluh Ella yang masih bisa didengar sahabatnya.
“Kenapa La?” tanya Sashi.
“Ini masa Mas Erik suruh ngirim foto gue, katanya pengen liat warna rambut gue.” ucap Ella dengan kesal.
“Hahahahah,” tawa Anna.
“Kirim La..., ingat La, sekarang kamu sudah nggak sendiri kamu sudah tunangan, setidaknya kalau mau nglakuin apa- apa tanya atau ijin dulu, biar dia merasa dihargai,” ucap Sashi menasehati Ella, Sashi memang punya pemikiran yang lebih dewasa di bandingkan Ella dan Anna, tapi kalau sudah gabung sama- sama kocaknya.
Erik : kok nggak dibales.
pesan masuk dari Erik
Ella : Nanti ya Mas, baru di tempat umum
Erik : Ok. Mas tungguin ya sayang.
Ella 👍
“Habis ini kemana enaknya?” tanya Anna.
“Nonton yuk?” ucap Sashi.
“Boleh, tapi jangan ada yang telepon pasangan ya, kita nikmati saja liburan terakhir kali ini bertiga,” ucap Anna.
“Oke,” ucap Ella dan Sashi bersamaan.
Setelah selesai makan siang mereka meninggalkan restoran lalu menuju studio XXI.
“Jadi teringat kencan pertama dengan Mas Erik,” ucap Ella.
“Emang pernah la, kok loe nggak cerita ke gue?” tanya Sashi.
“Hehehe, iya pernah dan memergoki Anna dan panji kencan bareng,” jawab Ella sambil tersenyum kearah Anna.
“Kita foto dulu yuk.” ucap Anna mengalihkan perhatian sahabatnya.
Mereka berselfie ria menikmati liburan terakhir semester dua dengan sahabatnya, lalu setelah selesai menonton film mereka pun pulang, Ella memarkirkan mobil dengan mulus di garasi rumahnya kemudian masuk rumah di sambut oleh kak damar.
“Haduh, baru ditinggal beberapa jam ,kangen-kangenanya melibihi di tinggal seminggu,” goda Ella yang melihat kakaknya menciumi dan memeluk Sashi.
“Kenapa memangnya? pengen ya ciuman -ciuman kaya gini,” ucap Damar sambil menciumi wajah Sashi.
“Makanya cepatan nikah sama Erik sana, biar ada yang meluk meluk,” ledek Damar
“Sudah ayo makan dulu, habis itu istirahat,” ucap Danu yang baru datang dari ruang tv.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan malam Ella masuk kekamar mandi yang ada di kamarnya, setelah mandi Ella merebahkan dirinya di ranjang kebesarannya sambil memeluk boneka di tangannya. tak lama Ella pun sudah masuk ke alam mimpinya.
Terima kasih sudah membaca karya saya, semoga suka dan jangan lupa like, vote dan komentar ya😊🙏