Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Syndrom Baby Blues


__ADS_3

Happy reading, jangan lupa untuk vote dan like👍.


Mampir juga ke Cinderella Gendut ya, sudah 44 part jadi puas bacanya.


.


.


.


“Kalun kemana Mas?” tanya Ella saat tidak melihat box bayi di samping ranjangnya. Erik yang baru menyadari Kalun tidak ada, segera berlari keluar untuk mencari anaknya. Ella yang panik ingin segera berlari keluar tapi apalah daya bahkan berjalan pun dia masih belum sanggup, dia hanya akan menunggu suaminya menemukan bayinya.


Erik yang bertanya ke sana ke mari belum juga menemukan Kalun, dia bertanya pada perawat yang berada di ruang bersalin.


“Ada yang mengambil bayiku!” tanya kasar Erik pada perawat di sana.


“Baru di mandikan Dok!” sahut salah satu perawat yang berdiri di dekat box bayi. Erik yang mendengar itu langsung membuang nafasnya merasa lega tapi juga merasa kecewa dengan perawat yang telah mengambil anaknya.


“Beraninya! Siapa yang menyuruhmu mengambil bayiku tanpa izin? Hah...!” maki Erik saat mulai tenang dan para perawat yang jaga di sana, hanya menunduk dan meminta maaf atas kecerobohan mereka.


Erik yang baru melihat baby Kalun keluar dari tempat pemandian langsung mengambil dan menggendongnya, dia pun memakaikan baju anaknya sendiri tanpa bantuan para perawat. Setelah selesai dia segera keluar dari ruangan, dia hendak menarik handle pintu tapi dia teringat sesuatu yang belum dia sampaikan pada para perawat jaga di sana.


“Kalian berempat aku SP 3, beraninya mengambil bayiku tanpa izin,” ucap Erik lalu berjalan meninggalkan ruang keramat menuju kamar istrinya.


“Pasti Mamamu sudah menangis di sana, ayo kita tenangkan Mamamu,” ucap Erik sambil berjalan menggendong bayinya sesekali mencium wajah bayi yang sudah wangi itu.


Saat Erik masuk ke dalam kamar, ternyata tebakkannya benar Ella sudah menangis sesenggukan di atas brankarnya. Erik yang melihat itu langsung menyerahkan Kalun ke tangan Ella sambil mengukir senyumnya.


“Lari kemana kamu Sayang? Jangan tinggalin Mama ya!” ucap Ella sambil memeluk erat bayinya.

__ADS_1


“Tadi dia diambil perawat untuk di mandikan, bodohnya mereka tidak meminta izin ke kita, coba bayangkan jika itu pasien lain, bisa di tuntut rumah sakit kita, dikiranya ada penculikkan bayi,” jelas Erik pada Ella yang sudah menghentikan tangisnya.


Perlahan Erik menyandarkan kembali tubuhnya di sofa, hanya butuh 5 menit Erik sudah terlelap di sana, membuat Ella bingung bagaimana cara dia akan meletakkan bayinya, karena bagian bawahnya masih terasa nyeri.


Tidak lama terdengar suara keributan dari arah luar, mereka memasuki ruangan yang Ella tempati. Keluarga yang Ella tunggu akhirnya datang juga, Sashi dan Anna langsung memeluk Ella sambil mengucapkan selamat pada sahabatnya itu. Karena terdengar suara berisik Erik yang tadinya terlelap mau tidak mau harus berpindah di sofa yang lebih besar, menelungkupkan tubuhnya di sana tapi yang ada Damar langsung meletakkan Gheo di punggung Erik.


“Ngantuukkk gue Mar! Nggak ganggu dulu kenapa sih!” peringat Erik yang masih memejamkan mata.


“Kata Gheo dia mau main sama Papa baru,” ucap Damar yang sudah meninggalkan Gheo di punggung Erik. Erik yang mendengar itu langsung membalikkan tubuhnya menatap wajah Gheo.


“Hai..., adekmu sudah keluar itu! Nanti kamu ajak adikmu untuk menembak Ayahmu, oke!” canda Erik sambil pelan-pelan membuka matanya. Dia mulai meraih tangan Gheo yang sudah akan turun menghampiri Ayahnya.


Damar dan Panji hanya tersenyum tipis saat mendengar ocehan Erik itu.


“Di mana anakmu yang besar Ann?” tanya Ella pada Anna karena tidak melihat Joy dari tadi.


“Di rumah Kakeknya, di sana ada sepupunya yang datang jadi minta diantar ke sana,” jawab Anna karena dia hanya membawa anak cowok keduanya saat berada di rumah sakit. Sedangkan Ghea asyik memainkan pipi bayi Ella sambil mencubit pelan pipi bayi itu. Membuat Kalun merasa tidak nyaman sambil menggerak-nggerakkan tubuhnya.


“Nano-nano rasanya,” ucap Ella sambil menggelengkan kepalanya.


“Tapi kata dia, setelah ini katanya mau hamil lagi, pengen anak cewek,” timpal Erik sambil menatap ke arah Ella, tak lupa memberikan senyum menggoda pada Ella.


“Jangan percaya dengan ucapannya.” Mereka semua terkekeh saat melihat raut wajah Ella yang mulai berubah jadi merah.


Erik yang mendengar itu segera mendekat ke arah Ella sambil menggendong Gheo, lalu berbisik di telinga Ella.


“Katanya suruh buat baby cewek? Hum...! Selesai 40 hari langsung buat, kan sayang baju yang kita beli kemaren jika nggak terpakai,” bisik Erik sambil menggoda Ella, Ella pun tak segan untuk memukul lengan suaminya hingga membuat Erik mengaduh kesakitan karena tepat mengenai bekas gigitan Ella kemarin.


Moment kelahiran bayi Kalundra, menjadi moment reuni dadakan mereka, Ella merasa bahagia saat mendapatkan cinta dan kasih sayang dari para sahabat dan kakaknya.

__ADS_1


Hingga mereka berpamitan untuk pulang tiba-tiba mood yang bahagia tadi pergi, dia merasa sedih dan bingung mau ngapain lagi, karena Erik sibuk mengurusi bayinya. Dia merasa perhatian Erik terlalu berlebihan pada Kalum, sedangkan dia merasa terlantar tanpa dipedulikan oleh Erik, padahal suaminya itu tau jika dirinya belum makan sama sekali dari tadi pagi, tapi Erik yang sibuk mengurusi bayinya enggan memberikan makan untuknya.


Ella yang mengeluarkan airmatanya membuat Erik bingung dan mendekat ke arah Ella.


“Kenapa Sayang?”


“Kamu sudah nggak peduli lagi denganku, kamu hanya peduli dengan anakmu saja! Andai Ayah masih di sini, pasti akan ada yang lebih memperhatikan aku.” Erik yang mendengar itu hanya bisa membawa Ella ke dalam pelukkannya, Jihan yang baru tiba dan mendengar ucapan Ella, hanya tersenyum tipis.


“Ella terkena Syndrom Baby Blues pasti tu..., jadinya seperti itu,” ucap Jihan pada anaknya.


“Uruslah Ella biar Kalun Mama yang jaga, orang habis melahirkan memang begitu Rik, beri dia perhatian lebih, takutnya nanti berkelanjutan,” jelas Jihan lalu mengambil bayi Ella dari dalam box untuk mengganti popoknya yang sudah basah.


“Aku ambilkan makan ya!” tawar Erik yang di angguki oleh Ella, karena merasa sangat lapar dan haus.


“Itu tadi Mama bawa sayuran yang bagus buat Asi Ella, sayur bening daun katuk, makan banyak-banyak sayurnya ya, biar Asinya lancar, dan baby Kalun cepat besar. Ya Sayang ya...,” ucap Jihan sambil menimang-nimang cucunya.


Erik yang mendengar ucapan mamanya segera mengambil makanan dan menyuapkannya ke mulut Ella.


Tanpa mempedulikan rasa dan aroma sayur itu Ella langsung melahap sayuran yang Jihan bawakan dengan disuap oleh Erik.


“Tenanglah jangan khawatir, cinta Mas nggak akan berkurang untukmu, Mas pastikan itu tidak akan terjadi,” ucap Erik yang menenangkan Ella. Ella lalu memeluk erat tubuh suaminya.


“Aku hanya takut kamu bosan padaku.” Erik terkekeh saat mendengar ucapan Ella.


“Melihat pengorbananmu kemarin Mas pastikan selamanya tidak akan merasa bosan denganmu,” sahut Erik yang membalas pelukkan Ella.


Sifat Ella yang berubah-ubah membuat Erik harus mengesampingkan anaknya, dia tidak mau Ella berpikir, jika dia menelantarkan dan mengacuhkan dirinya, hingga membuat diri Ella merasa terabaikan, padahal yang sebenarnya dia hanya ingin meringankan tanggung jawab istrinya.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like dan vote ya...😜😁😂👍


__ADS_2