Kepincut Cinta Dokter

Kepincut Cinta Dokter
Wedding Day


__ADS_3

Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍


.


.


.


Waktu terus berlalu, Ella kini tengah menikmati masa liburannya, yang sudah lima hari dia jalani, Ella hanya berdiam diri di rumah sambil membantu menyiapkan keperluan pernikahan kakaknya.


Persiapan pernikahan sudah 90%, undangan juga sudah tersebar di para kolega dari Damar dan ayah Sashi, tinggal mempersiapkan dekorasi dan catering saja, pada hari pernikahan. Para anggota keluarga besar juga sudah berkumpul karena pernikahan akan dilaksanakan tiga hari lagi, rumah Ella yang tadinya sepi mendadak menjadi ramai dan berantakan, mainan berserakan di mana -mana karena ulah dari keponakan Ella yang datang dari Bali, anak dari tante Sinta, adik dari ayah Danu.


Sore itu Ella melihat Damar yang baru saja pulang kerja, Damar langsung merebahkan tubuhnya di sofa, membuat Ella merasa kasian.


Kasiannya kakakku ini mau nikah masih juga kerja keras. Batin Ella.


“Kak Damar, pergi sana ke salon facial, pijat, luluran biar aura pengantinnya kelihatan,” ucap Ella berjalan mendekati Damar.


“Begini aja ntar kalau sudah mandi juga kelihatan aura pengantinnya,” jawab Damar sekenanya.


“Kak Damar harusnya sudah cuti, biar nanti bisa kuat buat malam pertamanya,” canda Ella pada Damar.


“Besok saja kalau sudah kurang satu hari sebelum nikah, Kakak baru ambil cuti, Kakak mau selesain pekerjaan Kakak dulu biar nanti bulan madunya nggak kefikiran,” ucap Damar.


“Hlah, Lala sendirian donk!”


“Emangnya kamu mau ikut, ayo kalau mau,” tawar Damar.


“Ogah, ntar malah gagal bikin keponakan buat Lala,” jawab Ella.


“Kamu tau aja La,” ucap Damar dengan senyum liciknya.


“Sana mandi sana, perawan kok jam segini belum mandi,” perintah Damar, Lala berdiri lalu mengusap keteknya dengan tangan lalu menciumkan pada Damar.


“Keringat anak keraton kan wangi,” ucap Ella sambil berlari dan tertawa menjauhi Damar .


“Ih Lala JOROK!” teriak Damar sedangkan Ella masih tertawa dan menghilang di balik pintu kamarnya.


***


Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi dua insan yang sedang dimabuk asmara siapa lagi kalau bukan Damar dan Sashi, sebuah perjalanan baru akan segera dimulai, akad nikah mereka akan di mulai pukul sembilan pagi, semua tamu sudah banyak yang hadir, mereka menunggu pemeran utamanya untuk mengucapkan kata “SAH.”


Mobil mewah Damar berhenti di depan taman hotel, terlihat dengan gagahnya Damar keluar dari mobil menggunakan jas berwarna silver dengan peci yang senada dengan warna jas yang dia pakai, berjalan melewati para tamu yang hadir menuju ke kursi depan. Acara proses akad pun di mulai, Damar mengucapkan kata- kata sakral itu dalam satu tarikan nafas dengan jelas dan lantang.


Setelah kata “SAH” diucapkan oleh penghulu, Damar terlihat lega seperti terlepas dari tumpukan batu yang menimpanya, setelah mendengar kata itu Sashi keluar dengan didampingi oleh mamanya. Senyum Damar tiada henti terukir ketika kedua pasang mata itu bertemu, Sashi mengenakan kebaya berwarna silver, dengan payet di bagian depan dan belakang. Damar langsung mengulurkan tangan ke arah Sashi, ketika jarak Sashi mulai terkikis, Sashi menerima tangan Damar, digenggamnya tangan itu erat, Damar dan Sashi saling memasangkan cincin di jari masing -masing. Ciuman kening Damar daratkan di kening Sashi yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.


Damar merasa hari ini adalah hari paling bahagia di hidupnya. Ucapan selamat mereka terima dari keluarga besar keduanya.

__ADS_1


“Selamat Sashi, smoga samawa, akhirnya kita jadi saudara,” ucap Ella.


“Kak Damar, selamat ya, smoga bisa jadi imam yang baik buat Sashi,” ucap Ella lalu memeluk Damar.


Acara akad ini dihadiri oleh dua keluarga besar dan rekan yang dianggap penting. Sedangkan acara resepsi diadakan nanti sore jam tiga, bertema garden party. Acara akad ini di tutup dengan makan siang bersama dengan para tamu undangan.


Setelah selesai akad nikah kedua mempelai yang baru saja sah, memasuki kamar hotel untuk beristirahat, supaya saat pesta pernikahan bisa kembali fit. Terlihat Sashi sekarang tengah berdiri di depan cermin, menatap dirinya dalam pantulan kaca.


Terima kasih Tuhan kau telah berikan jodoh padaku dengan orang yang aku cintai, bukan dengan cara perjodohan, yang tidak dilandasi cinta. Batin Sashi.


Sashi tersentak saat merasakan tangan kekar memeluk perutnya, dia meresa geli karena ini pertama kalinya dia diperlakukan seperti itu.


“Mau Mas bantu lepas bajunya,” ucap Damar lembut dengan masih memeluk Sashi dari belakang.


“Nggak usah Mas Sashi bisa sendiri kok,” jawab Sashi, Sashi lalu mencoba melepas pelukan Damar, setelah berhasil dia berjalan menuju kamar mandi, menyembunyikan wajahnya yang sudah merona.


“Gimana ini kenapa berdebar seperti ini,” gerutu Sashi saat sudah berada dalam kamar mandi.


Dia menatap cermin di depannya, perlahan dia mulai melepaskan baju kebaya yang dia kenakan, karena kancingnya berada di depan jadi tidak terlalu sulit untuk melepasnya sendiri, tapi Sashi melupakan baju gantinya. Segera dia memakai handuk dan membuka pintu sepelan mungkin, dilihatnya Damar sedang tertidur pulas diranjang.


Alhamdulillah, beruntung dia tidur. Batin Sashi.


Dia segera menuju kopernya dan mengambil baju ganti. Damar yang tadinya tertidur, dia langsung terbangun saat mendengar bunyi resliting koper Sashi. Dia kaget melihat pemandangan di depannya.


Sabar Mar, ini godaan. Bisik hati Damar.


“Syukurlah dia belum bangun,” ucap Sashi sambil berjalan menuju depan kaca kamar hotel.


Damar yang mendengar itu hanya tersenyum tipis. Damar beranjak dari ranjangnya mendekat dan menatap Sashi dengan tatapan mesum.


“Kok liatinnya gitu Mas,” ucap Sashi yang melihat Damar dari pantulan cermin.


“Nggak Mas cuma heran saja sama kamu, bisa- bisanya godain Mas dengan tubuh telanjangmu tadi.” ucap Damar


DEG !


Tiba-tiba suara jantung Sashi makin jelas terasa.


“Mas liatin Sashi ganti baju ya?”


“Siapa juga yang nggak mau liat tubuh molekmu itu, lagian kita sudah sah kenapa harus malu, nggak dosa kok liat istri sendiri telanjang,” ucap Damar sambil mencubit pipi Sashi.


“Ih, Mas curang,”


“Hah? curang? jadi kamu juga pengen liat mas ***** didepanmu biar kita impas gitu?” tawar Damar yang sudah mulai membuka kancing baju bagian atas. Sashi pun segera menutup matanya dengan kedua tangan.


“Stop Mas!” ucap Sashi.

__ADS_1


“Kenapa sih, atau mau mandi bareng aja yuk, sekalian pemanasan,” goda Damar yang membuat Sashi semakin memerah.


“Mas cepat mandi sana, habis itu gantian Sashi yang mandi,” ucap Sashi kesal.


“Kenapa nggak bareng?” goda Damar yang semakin suka melihat wajah Sashi yah memerah.


“Mas!” teriak Sashi sambil menatap Damar dan mendorong Damar menuju kamar mandi, Damar hanya tertawa senang melihat ekspresi Sashi yang menggemaskan itu.


“Iya sayang, Mas mandi sendiri tapi nanti malam adek mandiin Mas ya? dan siap- siap adek begadang sampai pagi?” ucap Mamar.


Haduh gimana ini, jujur Sashi takut , kata orang kan malam pertama itu menyiksa. Batin Sashi.


Lalu segera Sashi mengambil pakaian di koper dan menyiapkannya diatas ranjang. tak lama pintu kamar mandi terbuka.


“Buruan mandi dek ntar MUA nya keburu datang!” perintah Damar.


Sashi yang mendengar perintah Damar, segera beranjak menuju kamar mandi, setelah selesai membersihkan make upnya.


tak lama pintu kamar pun diketuk, Damar yang mendengar itu segera membukanya.


“Kenapa?” ucap Damar pada gadis di depannya.


“Sashi mana Kak, itu MUA nya sudah datang,” ucap Ella.


“Sashi baru mandi, keluar dulu sana,” perintah Damar.


“Ih, Kakak ngusir Lala ya,” ucap Ella.


“Kamu ini ganggu Kakak tau nggak,” ucap Damar lalu segera memakai baju yang disiapkan Sashi.


“Dilanjut nanti malam kan bisa Kak, itu kasian sudah ditungguin,” ucap Ella.


Tidak lama kemudian Sashi keluar dari kamar mandi, dia sudah mengenakan baju piyamanya.


“Kenapa La?” tanya Sashi yang melihat Ella berada di kamarnya.


“Ayo sudah ditunggu sama MUA,” ajak Ella sambil menarik tangan ashi.


“Eh, tunggu dulu,” tegur Damar, lalu mendekat kearah Sashi, mencium Sashi.


“Sampai ketemu nanti,” ucapnya pada Sashi.


“Haduh mata Lala ternoda,” ucap Ella.


“Sorry Kakak lupa kalau di sini ada perawan jomblo,” canda Damar, Ella yang mendengar candaan Damar hanya mendengus kesal pada kakaknya. lalu mereka berdua pergi meninggalkan Damar seorang diri di kamar mewah itu.


Terima kasih sudah membaca karya saya jangan lupa like, vote dan komentar.🙏🙂

__ADS_1


__ADS_2