
Happy reading jangan lupa untuk tekan like dan voters ya.🙏👍
AUTHOR POV
" Hoamm, " ucap Ella meregangkan tubuhnya saat berjalan menuju kamar mandi, sudah setahun ia melewati hari- hari disini, ini adalah awal pelajaran baru semester tiga, Ella ingin segera menyelesaikan kuliahnya disini, Ella pun tak tau jika Erik gagal menikah, Ella hanya mengetahui jika Erik sudah bahagia dengan istrinya.
Sedangkan Erik, masih setia menunggu kedatangan Lala, dia sudah berencana setelah Ella pulang dia akan langsung segera menikahinya.
Dan Kenzie kini sedang berjuang mendapatkan cinta dari Rere nya, dia selalu mencari waktu untuk dekat dengan Rere, namun setiap dia mengajak makan rere selalu menolaknya. " S**ulitnya mendekati hatimu " ucap Kenzie dalam hati.
Pagi ini Ella berangkat ke kampus dengam menggunakan mobilnya.
" Nin, " ucap Ella yang melihat temannya itu sedang berjalan dengan Kenzie.
" Hay, tumben bawa mobil sendiri, " jawab Nindi
" Iya, lagi pengen aja, ayo masuk, " ajak Ella pada Nindi yang sudah berdiri di depan kelasnya.
" Duluan Ken, " ucap Nindi pada Kenzie, Kenzie pun hanya mengangguk dan melanjutkan jalannya, dia hanya bingung kenapa Rere tak mau memberikan dia kesempatan untuk dekat dengannya.
" Sulitnya mengambil hatimu Re, " ucap Kenzie dalam hati.
" La, apa kamu tak ingin memberikan hatimu untuk Kenzie, dia lelaki baik yang kulihat selama ini dan dia juga mencintaimu, kenapa kau selalu menutup hatimu, dulu Deven kamu tolak, Axel juga kamu tolak, apa Ken juga akan jadi korban selanjutnya, " ucap Nindi dengan tertawa mengucapkan nama laki-laki yang pernah Ella tolak.
" Ntahlah Nin, saat ini aku belum bisa memikirkan hal itu, karena aku tau rasa sakitnya jika kita kehilangan, dan aku tak mau itu terjadi lagi padaku, " jelas Ella pada Nindi.
" Apa kau pernah kehilangan orang yang kau cintai? kenapa sepertinya kau begitu terluka, " ucap Nindi.
" Apakah aku belum cerita padamu? " tanya Ella dengan terkekeh menatap Nindi.
" Belum, " ucap Nindi cepat
" Baiklah, kapan-kapan kalau kau tidur dirumahku aku akan menceritakan semuanya," ucap Ella pada Nindi.
" Baiklah kalau begitu nanti malam aku akan tidur dirumahmu, " ucap Nindi, Ella pun mengangguk menyetujui.
Hari ini adalah hari kuliah Ella pertama jadi Ella pulang lebih cepat dari biasanya.
" Ayo aku antar pulang mengambil baju gantimu, " tawar Ella pada Nindi,
" Ayo, " jawab Hanin sambil berjalan kearah tempat parkir mobil Ella.
Setelah sampai apartemen merekapun segera masuk.
" Apa kau tidak ada minuman lain selain bir nin, " tanya Ella saat Nindi mengeluarkan minuman bir kalengnya dimeja.
" Cobalah sedikit ini hanya untuk menghangatkan badan, tak akan memabukkan juga, " ucap Nindi.
" Ya Tuhan, La aku lupa memberikan flashdisk ini ke ken semalam, bisakah kau mengantarkannya, aku mau mandi dulu, " ucap Nindi pada Ella.
" Baiklah di mana flashdisknya, "
" Ini, bilang terima kasih padanya dariku, " ucap Nindi berpesan pada Ella, lalu masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Ella pun segera berjalan menuju apartemen ken dan segera menekan bel pintu, tak lama pintu terbuka, menampilkan Ken yang bertelanjang dada dengan handuk yang melilit dipinggang. Ella pun segera menutup matanya dengan tangan.
" Bisakah kau memakai bajumu dulu kalau saat membuka pintu, " maki Ella pada Kenzie
" Baiklah, masuklah dulu. " ucap Ken
Ella pun berjalan masuk ke apartemen kenzie.
" Aww,,,," rintih Ella saat terjatuh di atas tubuh kekar Kenzie karena Ella tidak melihat ada satu tangga kecil didepannya, tatapan mereka pun bertemu. saling memandang dan mengagumi.
" Kalau dilihat dari dekat, Kenzie ini tampan juga bahkan lebih tampan dari Erik, " batin Ella
" Bisakah kau pergi dari atasku, tubuhmu ini begitu berat dan apa kamu merasa nyaman berada disini, " ucap Kenzie sambil menunjuk dadanya. Ella pun mencoba untuk berdiri namun kakinya terasa sakit.
"Aw...aw...," rintih Ella kesakitan.
" Mana yang sakit katakan padaku, " ucap Kenzie
" Pakai bajumu dulu Zie, " teriak Ella. Kenzie pun hanya tertawa.
" Okey baiklah, " ucap Kenzie berjalan menuju kamarnya.
Ella pun berjalan menuju kursi yang lumayan jauh darinya. seketika dia kaget karena Kenzie mengangkat tubuhnya dari belakang dan mendudukannya dikursi.
" Mana yang sakit, " tanya Kenzie. Ella pun menunjukkannya.
" Aw..sakit Zie, iya disitu, " ucap Ella.
" Ini kesleo, aku ambilin salep dulu ya sepertinya masih ada dikotak obatku, jangan berdiri dulu, " ucap Kenzie pada Ella.
" Coba kamu lebih hati- hati nggak akan seperti ini jadinya, " ucap Kenzie pada Ella yang masih memijat pelan kakinya.
" Kamu bisa- bisanya nyalahin aku, harusnya kamu tadi bilang kalau disitu ada tangga, " ucap Ella.
" Sudahlah, aku nggak mau berdebat sama kamu, " lanjut Ella.
" Apa masih sakit? "
" Sudah mendingan kok, sudah tidak sesakit tadi, " jawab Ella
" Baiklah, nanti pulang mampir beli salepnya ini sudah habis soalnya, " ucap Kenzie.
" Kamu kenapa kesini, "
" Ini mau ngasih flashdisk kamu yang dibawa Nindi, " jawab Ella .tak lama terdengar bel pintu berbunyi, Kenzie pun segera membukanya.
" Ayo La, kenapa lama sekali, " ucap Nindi yang sudah berada di hadapan Ella.
" Tadi Ella jatuh dari sini, " ucap Kenzie menunjuk tangga tempat Ella jatuh.
" Terus giman La, apa kamu sudah bisa berjalan? " tanya Nindi yang mengetahui keadaan kaki Ella.
" Sepertinya sudah, " ucap Ella.
__ADS_1
tak lama Kenzie pun kembali menggendong Ella dan mengantar Ella kerumahnya.
" Apa mau kerumah sakit dulu La, " tanya Nindi pada Ella.
" Aku rasa tidak perlu, nanti juga pasti sembuh, " jawab Ella.
" Sebentar ya, aku beli salep dulu, " ucap Kenzie setelah berada di depan apotek.
Mobil pun sampai dirumah Ella,
"Dimana kamarmu biar aku antar sekalian, " tanya Kenzie.
" Nggak usah aku bisa jalan kok, " jawab Ella.
tanpa mempedulikan ucapan Ella Kenzie mengangkat tubuh Ella. Ella pun mengalungkan tangannya ke leher Kenzie,
" Dimana kamarmu? " tanya Kenzie lagi saat berjalan masuk ke rumah Ella.
" Dilantai atas, " ucap Ella
" Non, kenapa kakinya non, " tanya bu Lusi yang berjalan ke arah Ella.
" Nggak papa bu, tadi cuma jatuh aja, " ucap Nindi menjelaskan kejadian pada bu Lusi.
Kenzie pun segera meletakkan Ella diranjang dan menutup kaki Ella dengan selimut, Kenzie pun mengarahkan pandangannya ke arah bingkai foto disamping bantal Ella.
" Apa dia pacarmu? " tanya Kenzie
" Bukan, lebih tepatnya mantan tunangan, " jawab Ella, Kenzie pun mengangguk mengerti.
" Dia mengkhianatiku tepat sebulan sebelum kita akan menikah, " ucap Ella menjelaskan.
" Apa kau masih mencintainya, apa itu alasanmu tidak mau membuka hatimu untukku? " tanya Kenzie menatap Ella.
" Bisa dibilang aku masih mencintainya, karena aku belum bisa melupakannya sampai saat ini, ntahlah mungkin benar kata orang kalau cinta pertama itu selalu punya tempat sendiri dihati kita, " ucap Ella sambil mengusap bingkai itu.
" Seperti hal nya aku, kamu juga cinta pertama buatku, meskipun kamu menolak kudekati, kamu akan tetap punya tempat sendiri disini, " ucap Kenzie yang menatap Ella. Ella pun hanya tersenyum,
" Maaf, maaf karena telah membuka lukamu, sudah jangan menangis lagi, terlalu berharga air matamu untuk menangisi lelaki seperti dia, " ucap Kenzie sambil menggenggam tangan Ella.
" Non, ini ibu bawa sup jamur buat non Ella, tadi kenapa bisa jatuh sih non, " ucap bu Lusi yang diikuti nindi dibelakangnya, Ella pun segera menghapus air mata yang tersisa dipipinya.
" Nggak papa kok bu, tadi Ella nggak lihat kalau didepan Ella ada tangga, jadi terjatuh deh, " jelas Ella pada bu Lusi
" Lain kali hati- hati ya non, bibi takut terjadi sesuatu sama non, " ucap bu Lusi pada Ella
" Aden mau minum apa? " tanya bu Lusi pada Kenzie
" Panggil Ken aja bu, saya mau minum air putih saja, " ucap Kenzie, bu Lusi pun segera meninggalkan mereka.
" Bu.. tolong jangan beritahu kak Damar ya, " ucap Ella saat melihat bu Lusi sudah masuk lagi kekamarnya, dia pun hanya menghela nafas panjang sambil berfikir.
" Baiklah non, " ucapnya setelah itu berlalu meninggalkan kami.
__ADS_1
Tak lama Kenzie pun pulang karena sebentar lagi dia harus bekerja. Kenzie pun diantar oleh pak iwan karena tadi dia memakai mobil yang aku pakai saat kekampus.
Terimakasih sudah mampir jangan lupa tekan like ya, nggak vote nggak papa kok. 👍🙏